Kuliner Turki, Ada Menu Daging Pakai Yogurt!

Facebooktwitterredditmail

Kuliner Turki yang sempat aku cicipi saat traveling ke Turki.

Ada yang kangen traveling? Kalau iya, tos dulu yuk! Untuk mengobati kangen, aku mau ajak sahabat ismi jalan-jalan virtual ke Turki. Sebelumnya, aku sudah menuliskan persiapan ke Turki, kota bawah tanah di Cappadocia, Museum Rumi di Konya, tips ke Ephesus, dan menikmati cruise di Selat Bosphorus.

Untuk artikel kali ini, aku mau bercerita tentang kuliner Turki. Makanan dan minumannya memang berbeda dengan di Indonesia. Ada yang unik, enak, dan aneh. Salah satunya aku sempat makan siang dengan daging yang dicampur yogurt.

Yang Unik: Rangkaian Makan ala Turki

Pertama kali sampai di Turki, kami langsung diajak makan siang di salah satu restoran di area dekat Sultanahmet Square, Istanbul. Aku kira akan dibawa ke restoran Indonesia, ternyata tidak. Di sana kami justru diajak mencicipi rangkaian makan khas Turki.

Kuliner turki
Makan di Turki untuk pertama kalinya

Jamuan ala Turki itu ada rangkaian makannya. Mirip ala barat dengan menu pembuka, menu utama, dan makanan penutup.

Kuliner Turki
Salah satu rangkaian makan ala Turki. Tersedia salad, sup, roti, menu utama dan buah

Untuk pembukanya, disediakan salad sayur. Salad sayurnya terdiri dari kubis, selada, tomat, timun, wortel dan sayuran lain.

Salad turki
Salad dan sup Turki. Di belakang salad terlihat botol berisi dressing sari lemon dan zaitun

Untuk menikmati salad sayur, disediakan aneka dressing seperti zaitun oil, lemon, dan pomegranate. Ketiganya sangat cocok dipadukan dengan salad sayur ala Turki. Selain salad sayur, ada juga roti pita (mirip roti chapati ala India) yang dilengkapi dengan sup Turki.

Sebagai informasi roti pita sebenarnya telah menjadi makanan pokok masyarakat Timur Tengah selama lebih dari 4000 tahun. Roti pita bisa dimakan dengan cara mencelupnya ke sup, atau mengisinya dengan makanan lain seperti daging.

Roti pita Turki
Roti pita dan sup rempah

Menurutku, tekstur roti pita yang masih hangat cukup lembut. Tapi kalau sudah dingin, menjadi agak keras. Oleh karena itu, cocok bila dicelupkan ke dalam sup yang panas.

Isian dari sup khas Turki sangat bervariasi. Mulai dari jamur berbumbu rempah, sup creamy, hingga sup ayam yang berisi nasi basmati. Yang jelas supnya enak karena kaya bumbu.

Butter rice

Bagaimana dengan main menu atau menu utamanya? Hari itu, aku dan teman-teman menyantap  ayam panggang (nyaris tanpa tulang), butter rice (nasi mentega/nasi gurih). Sayurnya aku ambil dari saladnya, hehe.

Nasi ayam di Turki
Menu nasi ayam di restoran lainnya

Rasa menu utamanya cukup cocok di lidahku. Seperti rasa makanan Indonesia, karena bumbu ayam panggangnya tidak terlalu nyegrak.

Untuk dessert atau menu penutup, restoran memberikan buah potong seperti jeruk sunkist, dan apel. Kadang ada buah yang asam, tapi kadang juga aku mendapat buah yang manis.

Daging Campur Yogurt

Di Indonesia, yogurt identik dengan dessert atau makanan penutup yang dimakan bersama buah-buahan. Jadi kalau dimakan bersama daging, bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Hmm, menurutku sih agak aneh. Daging yang juicy dimakan bersama yogurt yang asam. Bisa juga sih, tapi di lidahku enggak cocok.

Makanan turki daging yogurt
Selain daging dan yogurt, terdapat potongan roti pada menu ini

Akhirnya aku sisihin yogurtnya sehingga hanya dagingnya saja yang kumakan. Untung masih ada rotinya sebagai karbohidrat. Cukup sekali saja aku nyobain makan daging pakai yogurt, hehe.

Selain daging campur yogurt, ada kuliner Turki apalagi ya?

Ikan Kukus Cocol Saus

Sewaktu makan malam di Istanbul, aku dan rombongan tur dibawa ke sebuah restoran tepat di samping Selat Bosphorus. Masyaallah, pemandangannya indah sekali. Memandang lautan di malam hari, penuh dengan gemerlap lampu.

Pemandangan Selat Bosphorus di malam hari

Aku menaiki tangga restoran karena kami akan makan malam di lantai dua. Jendela restoran langsung menuju ke arah Selat Bosphorus. Wah, makan malam kali ini sebenarnya sangat romantis. Sayang, aku ke Turki enggak bareng suami.

Jamuannya menggunakan rangkaian makan yang sama dengan restoran dekat Sultanahmet Square, yaitu dibuka dengan sayur yang disajikan dengan aneka dressing. Selain itu, juga ada roti pita dan sup hangat.

Kemudian, menu utamanya datang. Menu utama di restoran ini adalah ikan fillet (aku agak lupa ikan apa), yang disajikan bersama nasi, atau bisa dimakan bersama roti. Untuk cocolannya disediakan saus berbumbu rempah.

Aku sempat memotret menu tersebut, tapi ketika mencarinya di folder foto Turki, entah kenapa enggak ketemu. Intinya, ikannya sama sekali enggak amis meskipun hanya dikukus. Daging ikan juga lembut, dan tanpa tulang. Malam itu, meskipun lelah, perutku kenyang. Alhamdulillah.

Bakso Daging Bakar Pipih

Menu ketiga yang sempat aku cicipi selama tur Turki adalah bakso daging bakar. Kalau bakso biasa  berbentuk bulat, bakso bakar di Turki bentuknya pipih. Jadi kayak bakso penyet. Cara memasaknya juga bukan direbus, melainkan dibakar/dipanggang.

 Bakso daging bakar turki
Kira-kira makan daging sebanyak ini kenyang enggak?

Dagingnya empuk, tanpa tulang, dan enak. Untuk bumbunya sendiri sama sekali enggak nyegrak, malah mungkin terasa hambar sehingga beberapa rombongan tur ada yang menambahkan garam, merica, dan bon cabe.

Suasana restoran di Turki
Suasana saat makan di salah satu restoran di Turki

Aku dan teman-teman memakan bakso penyet ini bersama nasi briyani (nasi panjang-panjang) yang dimasak dengan sedikit mentega. Tak lupa ada salad sayur, sup dan roti (kali ini roti tawar), serta dessert berupa buah-buahan.

Kebab Turki

Siapa sih yang belum pernah makan kebab? Sepengetahuanku, orang Indonesia familiar dengan kebab, semenjak kebab menjadi street food yang dijual di gerobak-gerobak kece di depan beberapa minimarket.

Aku menelusuri sejarah kebab dan ada beberapa pernyataan. Ada yang mengatakan kebab adalah makanan asli Turki, tapi ada pula yang mengatakan kebab berasal dari Arab, bahkan Persia.

Tapi kalau dari segi bahasa, nama kebab berasal dari bahasa Arab ‘kabab’ yang artinya adalah daging goreng. Pada zaman Kekaisaran Ottoman, istilah kebab ditujukan pada daging yang dipanggang. Karena pada awalnya, kebab menggunakan daging domba atau kambing. Tidak seperti sekarang yang sudah menggunakan daging sapi dan ayam.

Sewaktu di Turki, aku menemukan kebab dalam menu prasmanan di salah satu resto. Kebabnya masih dalam bentuk daging yang ditusuk seperti sate, lalu dibakar diatas bara api yang terbuat dari arang kayu. Dagingnya tuh besar banget, kayak kambing guling gitu besarnya.

Kebab Turki
Hari itu, aku enggak makan kebab. Tapi sahabat ismi bisa melihat penampakan daging kebab dari isi piring orang di sebelahku. Bentuknya berupa sayatan tipis daging

Ketika ada pengunjung yang mau, barulah koki menyayat daging kebab dan memberikannya ke piring pengunjung. Daging kebab di Turki dimakan bersama roti pita, dan lauk lainnya. Aku waktu itu makan daging kebab bersama nasi, fusilli, sayur, hati, dan sebagainya.

Pizza Turki

Ada temanku yang bilang bahwa pizza Turki itu beda. Jadi kalau ke Turki ya kudu cobain pizzanya. Alhamdulillah akhirnya dapat kesempatan untuk mencoba pizza Turki, yaitu saat berada di perjalanan menuju kota Konya.

Pizza Turki

Ternyata pizza Turki itu mirip pizza Italia, tipis dan garing. Untuk topping, saat itu aku dan rombongan mencicipi pizza daging dan paprika. Selain itu, kami juga mendapatkan pizza dengan topping keju mozarela yang sudah meleleh. Pernah juga, aku makan malam di hotel dan ada pizza dengan isian keju leleh. Hmm, Yummy!

Turkish Delight

Siapa yang belum pernah dengar tentang Turkish delight? Jangan sedih, aku juga baru dengar setelah jalan-jalan ke Turki. Seperti apakah Turkish delight itu? Dan bagaimana rasanya?

Jadi ceritanya, kami mampir ke salah satu pusat oleh-oleh khas Turki. Di sana terdapat aneka jenis Turkish delight. Seperti namanya, setelah memakan manisan ini, suasana hati langsung membaik. Muncul perasaan senang karena Turkish delight kaya rasa dan kaya tekstur.

Nama Turki dari Turkish delight adalah lokma atau lokum, yang berarti sepotong. Manisan berbentuk kotak-kotak ini (karena sudah dipotong-potong) mempunyai rasa yang manis dan legit. Teksturnya sendiri kenyal ketika dipegang atau dikunyah.

Turkish delight dibuat dari gel pati dan gula. Jenis tradisional dari Turkish delight sering dibumbui dengan air mawar, air bunga jeruk, lemon, atau getah damar wangi. Oleh karena itu, kuliner Turki ini juga memiliki rasa mawar, atau rasa jeruk yang ringan.

Turkish delight
Turkish delight premium dengan pistachio

Sedangkan jenis premiumnya berisi kurma cincang, pistachio, hazelnut, atau walnut. Ada pula yang bagian atasnya dilumuri dengan kelapa dan topping lainnya.

Bagaimana rasanya? Aku sih yes! Karena aku memang suka dengan makanan manis. Ketika makan sepotong Turkish delight, tenaga dan mood -ku langsung naik, hehe. Tapi Kalau kebanyakan agak enek kali ya.

Teh dan Kopi Asli Turki

Kenapa aku memasukkan teh dan kopi di tulisan ini? Karena teh dan kopi Turki itu beda. Apa bedanya? 

Teh Turki
Gelasnya ini aslinya kecil

Untuk tehnya sendiri sangat kental. Mirip dengan black tea, tapi lebih pahit. Agar bisa tertelan, aku harus menambahkan air putih dan banyak gula.

Gula pasir Turki bentuknya lucu, kotak-kotak kecil gitu. Nah, supaya rasa teh Turki bisa masuk ke lidahku, aku perlu menambahkan sekitar 5 kotak gula. Banyak, ya.

Bagaimana dengan kopinya?

Sebagai informasi, Turkish Coffee, atau kopi Turki adalah cara tertua dalam penyajian secangkir kopi hangat. Kopi Turki berasal dari abad ke-15, dan pada awal abad ke-16 menyebar ke Kairo dan Mekkah

Yang berbeda dari kopi Turki adalah cara pembuatan dan penyajian kopi tersebut. Cara ini banyak ditemukan di Timur Tengah, Afrika Selatan, Kaukasus, dan Balkan.

Cara pembuatan kopi Turki adalah dengan menghancurkan biji kopi di dalam lesung dan menggunakan alu. Atau menggiling biji kopi tersebut hingga halus menggunakan gilingan kopi yang disebut kahve değirmeni. Biji kopi yang digunakan untuk membuat kopi Turki harus digiling hingga menjadi sangat halus.

Kopi Turki

Yang unik, kopi Turki disajikan dalam cangkir kecil, dan hanya diminum 1/2-3/4 nya saja. Karena bagian bawahnya adalah ampas.

Sekecil apa cangkirnya? Lihat deh fotonya, kecil pol. Kata temenku, rasanya pahit banget!

Turkish Coffee
Ukuran Turkish Coffee ketika dibandingkan dengan telapak tangan

Gimana? Apakah sahabat ismi berminat mencoba Turkish coffee?

Street Food and Street Drink di Turki

Orange Juice dan Pomegranate Juice

Teh dan kopi Turki bisa sahabat ismi temukan di banyak tempat di Turki. Selain itu, ada pula street  drink yang sering aku lihat di jalanan Turki. Kalau Indonesia punya es Teh manis, maka Turki punya orange juice dan pomegranat (delima) juice.

Jus delima turki
Di foto ini terlihat ada pomegranate (buah delima), jeruk, dan alat pemerasnya

Kedua buah tadi langsung diperas dengan alat sehingga keluar airnya. Sebelumnya, sebuah gelas telah diletakkan di bawah alat peras tersebut sehingga sari jeruk dan sari delima langsung masuk ke dalam gelas.

Harganya kalau enggak salah 2 lira/ gelas (7000 rupiah). Rasanya bagaimana? Huaa, asam! Agak kurang cocok di lidahku. Tapi temanku ada yang suka, katanya segar.

Abang penjual jus jeruk dan jus delimanya banyak yang ganteng pula, wkkka. Bikin makin sering jajan jus. Modus, apa modus? Eh, ini temanku ya, bukan aku:D

Jagung Bakar dan Kacang Rebus

Turkey street food

Untuk street food -nya, aku sempat mencicipi beberapa makanan yang banyak terdapat di sekitar Sultanahmet Square. Rata-rata pakai gerobak. Tapi gerobaknya bersih dan atapnya menarik karena terbuat dari kain warna-warni.

 

Kacang chestnut
Kulit kacang chestnut cukup keras. Kacangnya besar jadi mengenyangkan 😀

Isinya apa saja? Ada yang berjualan jagung bakar, dan kacang chestnut (kacang kastanye). Kalau di Indonesia adanya jualan kacang tanah rebus. Nah, di Turki kacang chestnut rebus. 

Aku juga sempat melihat ada gerobak yang menjual kebab. Ketiga street food ini pas banget dinikmati di cuaca Turki yang dingin. Jagung bakar, kacang dan kebab hangat bisa menghangatkan tangan dan badan.

Yogurt Plus Madu

Rest area Turki
Tempat pesan makanan dan minuman di rest area. Ada berbagai pilihan makanan dan minuman

Saat berada di rest area, aku sempat mencicipi street food kuliner Turki lainnya, yaitu yogurt yang dikucuri madu. Yummy, enak banget! Seingatku ada tambahan buahnya juga. Rasanya segar dan manis. Bikin pingin nambah lagi, dan lagi saking enaknya.

Selesai sudah rangkuman kuliner Turki yang aku cicipi selama tur 10 hari di Turki. Sebenarnya Turki masih punya banyak makanan khas seperti baklava dan bagel khas Turki. Tapi sayang, ketika di sana, aku belum sempat mencobanya. Aku malah makan baklava di The Great Asia di Bandung.

Oh ya, dari sekian banyak kuliner Turki, mana yang paling ingin sahabat ismi cicipi, dan kenapa? Tulis di kolom komentar ya.

Disclaimer: Semua foto original dari dokumentasi penulis sehingga dilarang digunakan oleh pihak lain tanpa izin.

(Visited 226 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

35 thoughts on “Kuliner Turki, Ada Menu Daging Pakai Yogurt!

  1. Dian Restu Agustina Reply

    Ya ampun enak semua ini., Mbak Dian. Sampai laper lihatnya. Senangnya yaaa
    Aku sudah pernah makan beberapa. Ada rencana ke Turki sama suami tapi pending karena pandemi. Anak sulungku yang pernah 2 minggu tinggal di keluarga Turki, pertukaran budaya bersama sekolahnya saat dia SMP. Dan pulangnya dibawain sekoper makanan, kopi, Turkish Delight, bumbu, bahkan coffee cup set. Ya ampun keluarga yang nampung dia di sana baik banget…

  2. Fanny_dcatqueen Reply

    Pas ke Istanbul dulu, aku icipin bbrp kuliner mereka :). Dari beberapa makanan di atas aku udh cobain sebagian besar.

    Dan akupun sama mba, ga cocok makan daging Ama yoghurtnya hahahaha. Ga ketelen. Padahal biasanya lidahku ga rewel Ama kuliner baru begitu. Cuma daging dan yoghurt asam ga cocok sih :p.

    Trus yg ga bisa aku telan lainnya, itu kopi hahahahahahaha. Awalnya pas mesen udah ngebatin, gilaaa kecil amaat gelasnya. Tapi pas diminum, langsung auto ngelepeh, ga kuaaaaat wkwkwkwk. Ya Allah pait nya kayak jamu :p. Pantes aja kecil :p.

    Tapi makanan lain kayak burger ikan di selat Bosphorus, itu enaaaak byangetttt . Kebayang sih kalo yg ikan kukus. Ga amiiis yaaa, aku sukaaa ikan di sana.

    Kangen sih ke Turki lagi.

  3. Era Sapamama Reply

    Favorit saya sih turkish delight! pernah dioleh-olehin adik setelah kunjungan ke Turki, mantab banget turkish delightnya, apalagi yang kombinasi kacang-kacangan. Kalau chesnut saya juga penasaran nih, pengen coba deh….

  4. Ade UFi Reply

    Sebenarnya penyajian kopi yang benar ya sesuai cangkir kopi di Turki, Mba.. hahahaha… emang ga nendang kalau buat kita (kita? ade kaliiii) yang biasa minum kopi segelas lodong.. hahahaha.. tapi walau kecil kopi yang disajika benar-benar pure kopi tanpa gula.

    Saya penasaran sama rasa kopinya, Mba. Ada bau-bau kapulaga ga seperti kopi arab? Ah, niatkan turki jadi perjalanan utama nih setelah pandemik.

  5. Keke Naima Reply

    Suami saya yang suka minum kopi secangkir kecil kayak gitu. Memang pahit banget. Tetapi, biasanya ditemenin sekeping cookies. Kalau yogurt kami sekeluarga suka banget. Selalu nyetok di rumah. Tetapi, belum pernah cobain dikasih daging. Entah bakal suka atau enggak.

  6. herva yulyanti Reply

    Kayaknya lidahku juga ga cocok makan daging plus yogurtnya mba wkwkk aku lebih suka yogurt dimakan terpisah biasnaya juga pake jelly :p penasaran sama ikan kukusnya apalagi ga amis ya mba makin terbayang2 hahaha

  7. Milda Ini Reply

    kalo bicara kuliner turki pasti ingatnya kebab yah, hehehe. kalo makan di sana aslinya pasti beda yah, beda suasana juga. btw itu bakso pun udah mirip kebab, hahaha. pipih gitu.

  8. Dian Reply

    wah iya mbak, kuliner khas Turki memang enak enak
    aku beberapa kali sudah nyoba, meski baru di restauran turki yang ada di Surabaya, hehe

  9. Dedew Reply

    Semoga nanti ada rezeki bisa main ke Turki aamin masakannya menggoda bikin penasaran terutama roti pita dan daging yoghurt huhu

  10. Siti Nurjanah Reply

    Baca artikel mba Dian serasa jalan dan mencicipi aneka kuliner khas turki. Variatif dan cukup unik, dan bikin penasaran sih karena dominan hidangannya ada perpaduan rasa asam misalnya daging yoghurt itu.
    Bentuk kacang kastanye unik ya..rasanya kaya jenis kacang-kacangan yg mana ya

  11. Wiwied Widya Reply

    Komplit banget ulasan kuliner Turkinya. Ntar kalau aku ke Turki jadi udah tau nih mau makan yang mana aja. hehehe. Btw, beberapa kuliner TUrki kayaknya ada pengaruh gaya Eropa dan Asia gitu ya. Jadi kayak perpaduan.Asyik.

  12. Diah Agustina Reply

    Dari banyaknya makanan Turki yang disebutkan di atas aku baru pernah coba Kebab nya saja. Semoga kapan waktu bisa langsung ke Turki buat nyobain list makanan di atas, hihihi..

  13. Sri Widiyastuti Reply

    Wah senangnya bisa menikmati berbagai kuliner di postingan mbak Dian yang ini. Kayaknya enak semua ya mbak. Apalagi makan sambil dikasih tahu sejarah makanannya. Jadi makin bermakna ya makannya.

    Btw, duh liat semua makanan yang diposting mbak dian jadi laper deh haha pengen banget ke Turki, udah berdoa yang banyak, semoga suatu saat nanti bisa duduk di tempatnya mba Dian makan hehe aaamiiin

  14. Dzulkhulaifah Reply

    Kok aku jadi pengin cobain ya daging dengan yoghurt-nya. Karena menurutku, daging itu enak, yoghurt juga enak. Mungkin akan enak banget kalau disatukan haha. Makanan lain yang pengin aku coba adalah Turkish Delight, karena aku suka manisan yang kenyal legit gitu, Mbak.

  15. lendyagassi Reply

    Kuliner khas Turki ini bumbunya kuat sekali yaa, kak..
    Sluurrp~
    Rasanya ngiler dan yang paling asik porsinya cukup untuk 2-4 orang untuk ukuran orang Asia.

  16. Nanik Nara Reply

    Aku kalau dikasih menu daging sama yoghurt gitu paling sama dengan dirimu mbak, yoghurtnya disisihkan.

    Eh makan bakso penyetnya ditaburi bon cabe, itu bawa bekel dari Indonesia atau emang disediain disana mbak?

  17. Aswinda Utari Reply

    Wah.. Unio banget kulinernya. Gak bs bayangi gimana rasanya kalo dicampur yogurt n dagingnya. Haha. Keknya aku sm kek mba dian. Gak cocok di lidah. Lidah aku cenderung takutt nabrak2 rasa. Tp untuk menu yg laiiin pengeen bangett nyoba.

  18. Mirna Puji Rahayu Reply

    Aku pernah makan makanan Turki tu waktu transit dari Madinah ke Mekkah waktu itu butuh buang air dan di dekat situ ada orang jualan martabak Turki, rasanya lebih ke rempah India – India gitu. Enak cuma ga familiar. Semoga kapan2 bisa main ke Turki, penasaran masakan selai daging dikasih yogurt… Gimana ya itu masih masuk di lidah kan ya mba

  19. echaimutenan Reply

    Kopine kecil benerrrr. mak roti pita itu semacam roti maryam ya. kan pakai rempah juga biasanya walau di indonesia jadi macem-macem toppingnya sampe sela juga ada :v

  20. diane Reply

    Menunya menggoda bangettt… Penasaran deh sama menu daging pake yogurt.. pengen icip-icip juga..hehehe Kebayang rasanya yang seger…

  21. Adriana Dian Reply

    Yang paling menyenangkan dari traveling tuh kayanya emang pas bagian kulinernya yaaa.. ngiler banget ya ampun liat makanan turki.. semoga dikasi rejeki juga supaya bisa mampir ke Turki.. Aamiin..

  22. Helena Reply

    Ya Allah, 2022 mau ke Turki Ya Allah.
    Menggoda banget ragam kuliner di sana. Aku suka roti pita dengan sup rempah. Itu seperti canai atau roti yang biasa dijumpai di resto Arab, kan ya.
    Trus pizza-nya bikin penasaran, itu tipis banget kah, mbak?
    Ah … mau ke turki…

    • Fandhy Achmad Romadhon Reply

      Kalau membicarakan seputar kuliner memang tidak akan ada habisnya, yang ada malah semakin lapar.

      Wisata kuliner secara virtual baru pertama kali saya mengalaminya, dan saya bisa membayangkan betapa nikmatnya beberapa makanan yang bisa dinikmati. Tapi hanya bisa membayangkan saja tanpa bisa merasakan bagaimana rasanya

  23. Ika Puspita Reply

    Huwaaa…salah satu negara yang paling ingin aku kunjungi tuh Turki mbaa, jadi ada bayangan gimana rasanya nanti pas disana kalo pas ada kesempatan nanti. Kalo kata Om ku, makanan Turki tuh simple, kata beliau kalo sarapan cuma roti sama zaitun gitu. SEmoga nanti ada kesempatan buat nyicipi secara langsung kuliner Turki deh

  24. unggulcenter Reply

    iya, yogurt itu khas sama daging bagi kawasan Asia tengah (daerah stan-stan, uzbekstan, tajikistan termasuk turki) dan selatan (india pakistan).

  25. Anita Makarame Reply

    Jadi makin pengen ke Turki. Kebetulan teman saya ada yang menetap di Turki dan sukses membuat saya ingin ke sana dari status-statusnya. Entah wisata sejarah maupun kulinernya. Ditambah melihat review Mbak Dian, makin ngiler.

  26. nurulrahma Reply

    Turki ini bucket list traveling aku mbaaa
    semoga 2022 bisa cuss ke sana, dan merasakan sensasi maem kebab plus minum kopi ala Turki.
    Enaaakkkk bgt nih

  27. Diah Kusumastuti Reply

    Wahh banyak banget Mbak menu makanan dan minumannya. Dan enak semua kayaknyaaa.. hihi.
    Btw aku barusan makan kebab Turki nih.. jadi pengen incip juga berbagai masakan Turki lainnya. Kapan yaaa hihihi.

  28. Pertiwi Yuliana Reply

    Asik banget bisa jalan-jalan dan nyobain banyak makanan yang jarang banget ada di sekitar kita. Kalau makanan Turki yang paling familiar denganku tentu saja kebab. Tapi sayang, itupun yang bener-bener aku suka banget baru nemu satu doang.

  29. Tukang Jalan Jajan Reply

    Belom pernah nyobain makanan turki dinegaranya langsung. Semuanya terlihat menggoda dan unik. Penasaran ingin mencoba satu persatu biar bisa menyesap satu persatu

  30. lendyagassi Reply

    Kabarnya sudah bisa umroh dan haji lagi yaa, kak..
    Nanti kalau sudah bisa ibadah ke tanah suci lagi, minta mampirnya ke Turki begini… Seru melihat kuliner khas Turki yang sangat beragam.

  31. Kurnia amelia Reply

    Kebab salah satu makanan favorit keluarga ku lho. Btw aku jadi ngebayangin itu rasa daging sama yogurt gitu mungkin jadi gurih dan masam gitu kali ya rasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.