Uncle’s Kitchen, Resto Baru dengan Desain Unik

Facebooktwitterredditmail

Uncle's Kitchen .jpeg

Saya mendengar pertama kali mengenai Uncle’s Kitchen dari teman blogger yang adiknya adalah pelukis mural di resto tersebut, wuih mantap ya. Begitu tahu lokasinya deket banget dengan rumah, dan pas banget suami di Jogja, jadilah hunting kuliner di sana. Nggak sampai 10 menit, kami sudah sampai di tempat tersebut. Kesan pertama, parkirnya luas sekali. Parkir yang luas mempunyai keunggulan tersendiri, pembeli dengan kendaraan roda empat akan nyaman kemari.




Lalu kesan kedua adalah, tempatnya juga luas pakai banget. Ada dua area, yaitu area smoking dan non smoking.

Area smoking
Area smoking
Area non smoking
Area non smoking

Tentu saja kami memilih area non smoking. Bangku dan mejanya juga unik, mengambil tema transportasi, ada meja yang ada rodanya. Hiasan berupa sepeda digantung di dinding pun menambah unik suasana. Ada motor dan mobil yang di letakkan di pojok tertentu, saya sih mikirnya buat foto-foto pengunjung, hehe.

Pojok unik untuk foto. Najla suka
Pojok unik untuk foto. Najla suka

Baca juga Mangkok Kelapa, Cream and Fruit

Dari tempat duduk kami, penampakan mural adik teman saya, terlihat jelas, oke punya deh. Cocok juga buat foto-foto (tetep).

Sayangnya, nggak ada sofa di sini, semua kursi kayu. Padahal kalau ada sofa kan lebih nyaman buat bayi dan anak-anak. Mungkin karena segmen yang dituju adalah anak muda kali ya. Malam minggu saat kami ke sana, memang banyak banget anak muda yang datang, mulai dari mahasiswa, sampai anak smp juga ada (tahu dari mana kalau masih SMP? Ya tahu dong dari penampilannya=D).

Mari kita review makanannya.

Mengusung tema western, Uncle’s Kitchen sukses menyajikan beragam menu. Mulai dari appetizer seperti garlic bread with tomato and vegetables, hingga main menu seperti pasta dan steak, serta desert yang tak kalah yummy. Ada juga sih makanan asia di sini, yaitu nasi goreng.

menu nasi goreng
menu nasi goreng

Beberapa cemilan juga tak asing, menggunakan nama seperti toast bread alias roti bakar, atau bahkan egg spring roll alias lumpia.

Saya dan suami memesan spageti.

Uncle's Kitchen, spageti tomato.jpeg
Spageti marinara
Spageti carbonara
Spageti carbonara

Sementara Najla jelas pilih kentang goreng. Ibu saya yang sudah kenyang, penasaran dengan egg spring roll.

Egg spring roll
Egg spring roll
Kentang goreng kesukaan Najla
Kentang goreng kesukaan Najla

Makanan pun datang dengan cepat, dan pelayanannya juga ramah. Plating makanan tampak indah seperti resto kelas atas. Jadi sedap juga buat di foto, hihi.

Rasanya gimana?

Untuk lidah saya sih oke, berasa bumbunya. Dan yang utama, makanan disajikan masih hangat. Kan ada tuh yang ketika datang eh makanan agak dingin.

Kalau minumannya?

Ice podeng pepaya
Ice podeng pepaya

Saya memesan ice podeng pepaya alias jus pepaya +susu yang diberi es krim 3 rasa (coklat, vanila, stroberi). Rasanya jangan ditanya, enak banget.

Orange milk
Orange milk

Suami memilih Β ice orange milk yang penampakannya gede banget. Segar dan pas manisnya ketika saya mencobanya.

Stroberi ice tea
Stroberi ice tea

Ibu saya memang pembuka teh, sehingga beliau memilih ice stoberi tea. Saya kira kayak teh celup stoberi yang kemasan itu, tapi ini rasanya lebih enak dan pas nggak kecut nggak terlalu manis. Overall semua oke menurut saya. Nggak ada komplain sama sekali.

Harganya?

menu minuman
menu minuman

Harganya relatif sedang untuk menu western. Minuman juga nggak terlalu mahal padahal gelasnya besar, dan minuman saya es krimnya 3 scop lho.

Biar nggak dikira hoax, saya sertakan foto bersama Sara.

Dek Sara ikutan juga
Dek Sara ikutan juga

Kalau mau nyobain makan di Uncle’s Kitchen , bisa datang ke Lempong Sari, lokasi tepatnya di dekat sekolah Montessori dan di samping chacha milk tea.

(Visited 14,533 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

28 thoughts on “Uncle’s Kitchen, Resto Baru dengan Desain Unik

  1. rachma Reply

    penasaran sama rasa ice podeng pepayanya mak πŸ˜€ *belum bisa bayangin pepaya di hancurin trus jadi puding* hehehe

  2. Aprillia Ekasari Reply

    Kalau area merokok dan bukan area merokoknya jelas enak ya, soalnya sata sering sebel kalau terpaksa makan di tempat yg geje mana area merokok mana yg bukan.

    Harganya lumayan miring ya mbak, kalau di Jkt lasti bnyk diserbu tu hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *