Kapan Harus ke Dokter saat Gusi Bengkak atau Sakit Gigi

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Gusi bengkak. Halo pembaca ismyama.com. Bagaimana kabarnya? Masih di rumah saja kah? Atau sudah jalan-jalan? Saya pribadi baru keluar rumah beberapa kali yaitu ke klinik imunisasi, ke rumah sakit, dan ngetik sebentar ke salah satu resto di dekat rumah.

Saya mau cerita nih tentang kondisi rumah sakit swasta di dekat rumah saya. Ternyata enggak seramai biasanya. Mungkin karena orang-orang masih takut ke rumah sakit. Tapi karena saya sempat sakit gigi, mau enggak mau saya ke rumah sakit juga deh.

Awalnya saya mendaftar untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis konservasi (penambalan gigi) tapi ternyata beliau enggak praktik. Langsung deh beralih ke dokter gigi umum yang sedang praktik.

Sakit Gigi saat Pandemi

Jadi awalnya gigi saya nyeri sekali. Saya coba minum obat anti nyeri yang dibeli di apotek. Lumayan reda sih. Tapi begitu efek obat habis ya nyeri lagi. Saya bertahan dengan obat selama 6 hari.

Kemudian saya berpikir, wah kalau kayak gini terus takutnya malah nanti infeksi atau lubang di gigi saya bertambah besar. Karena saya merasa penyebab utama sakit gigi saya adalah karena berlubang.

Oleh karena itu, akhirnya saya mengambil keputusan untuk menemui dokter gigi. Setelah dicek, benar saja bahwa gigi saya berlubang. Ada dua gigi yaitu bagian depan bawah kiri dan gigi geraham belakang atas. Kata dokternya, yang gigi geraham cukup sulit dijangkau.

Ke Dokter Gigi saat Pandemi

Tindakan pertama adalah membersihkan bagian yang berlubang dari sisa makanan. Lalu ditambal sementara. Penambalan sementara ini untuk mengecek apakah gigi masih nyeri. Jika masih, maka harus dilakukan perawatan saraf gigi. Tapi untuk gigi geraham, terpaksa dicabut. Dikarenakan alat dokter gigi tidak bisa menjangkau saraf di gigi geraham.

Saya pasrah saja. Yang penting sembuh. Enggak masalah kalau harus dicabut. Meski begitu, saya berdoa agar penambalan sementara bisa lancar, enggak nyeri, sehingga gigi saya bisa ditambal permanen.

Perlengkapan dokter giginya sesuai protokol kesehatan di masa pandemi

Akhirnya tiba juga seminggu kemudian. Alhamdulillah gigi yang ditambal sementara enggak nyeri sehinga bisa ditambal permanen. Dokter menambal gigi dengan cepat. Dua gigi enggak sampai setengah jam. Beliau memakai APD lengkap. Bahkan sudah ada alat untuk menangkap aerosol atau droplet yang keluar dari mulut pasien atau dari alat dokter gigi. Jadi dokter tidak perlu khawatir lagi dengan risiko penularan corona. Meskipun risiko tersebut masih ada.

Pengalaman Gusi Bengkak

Saya bersyukur gigi nyeri kali ini enggak sampai bikin gusi bengkak? Karena beberapa tahun yang lalu, gusi saya sampai bengkak. Bahkan dari luar terlihat bahwa pipi menjadi ikutan bengkak. Wah, enggak bisa makan deh. Ngomong saja jadi sulit.

Karena sudah tidak tahan, dan gusi semakin bengkak, akhirnya saya ke dokter gigi. Sayangnya, saya sedikit terlambat. Saraf gigi dinyatakan sudah mati sehingga harus diganti saraf buatan. Tindakan jadi berkali-kali dan bolak balik dokter gigi. Makanya sejak kejadian tersebut, saya berusaha enggak terlambat ke dokter gigi. Risikonya bisa fatal. Alih-alih ditambal, yang ada gigi bakal dicabut jika infeksi sudah menyebar kemana-mana. Infeksi gigi juga bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh lho.

Waspada bila gusi berdarah saat menggosok gigi

Sewaktu muda dulu, area gusi pernah berdarah saat saya menggosok gigi. Saya pikir saya terlalu keras menyikat gigi. Ternyata bukan itu penyebabnya.

Penyebab utama adalah plak yang berubah menjadi karang gigi. Langsung deh saya melakukan scaling gigi untuk membersihkan karang gigi. Ternyata scaling tidak sesakit yang saya bayangkan.

Untung saja saat itu saya familiar dengan scaling gigi. Coba kalau saya enggak ngeh dengan penyebab gusi berdarah. Bisa-bisa gusi saya juga menjadi bengkak, bahkan infeksi. Kok bisa? Ya karena ada bakteri di karang gigi. Bakteri tersebut bisa mengiritasi gusi sehingga terjadi peradangan.

Dulu saya janjian untuk scaling secara manual. Untungnya, zaman sudah semakin modern. Teman-teman bisa janjian dengan dokter gigi melalui aplikasi Halodoc. Pilih saja dokter dengan lokasi terdekat, kemudian pilih hari dan tanggal. Cepat, mudah dan praktis.

Halodoc bukan saja untuk janjian dengan dokter. Banyak fitur lainnya termasuk artikel-artikel terkait kesehatan. Teman-teman juga bisa bertanya ke dokter melalui fitur chat sehingga sebelum ke rumah sakit sudah ada bayangan bakal mendapat tindakan atau obat apa.

Intinya, kalau sakit gigi atau mengalami gusi bengkak, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Lalu janjian dengan dokter gigi untuk terapi atau tindakan selanjutnya. Jangan sampai gusi sudah bernanah baru ke dokter, hiks. Percaya deh, sakit gigi dan gusi bengkak itu sama sakitnya dengan sakit hati=D

(Visited 21 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Leave a Reply

error: Content is protected !!