Herba ASIMOR, ASI Lancar, Bayi dan Ibu Tenang

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Herba ASIMOR, ASI Lancar, Bayi dan Ibu Tenang

Mungkin aku bukan ibu sempurna, dan menyusui tidak serta merta menjadikanku ibu sempurna. Tapi menyusui merupakan bukti cinta kasihku padamu, tiga buah hatiku.

Menyusui bukan perkara mudah, tapi tidak selalu sulit. Menyusui adalah fitrah, yang diusahakan dengan doa dan ikhtiar. Pengalaman 8 tahun menjadi Mamsi (Mama ASI), membuatku menyadari bahwa tidak semua orang bisa lancar menyusui. Bahkan aku yang ASInya lancar juga mengalami berbagai kendala selama menyusui. Mulai dari bayi susah tidur alias ngajak begadang mulu sehingga orang sekitar berkata bayi belum kenyang. Sampai bayi ngempeng ketika menyusu sehingga aku tidak bisa leluasa beraktivitas. Hingga proses penyapihan yang menguras energi dan air mata. Siapa bilang menyusui tidak butuh perjuangan??

Merayakan Pekan ASI, Dukung Sesama Ibu Menyusui

Pekan ASI tahun ini jatuh pada tanggal 1-7 Agustus 2020. Bagaimana cara Mamsi merayakannya? Ada banyak cara merayakan Pekan ASI. Mulai dari mengedukASI calon ibu dan calon ayah tentang manfaat ASI. Hingga membuat kuis dan giveaway agar para Mamsi lebih semangat untuk menyusui. Dulu sebelum ada corona, Pekan ASI dirayakan lebih meriah. Berbagai acara dan talkshow dibuat. Narasumbernya juga banyak, dari konselor laktasi, bidan, hingga dokter anak. Yang paling seru, ada sale perlengkapan bayi dan menyusui. Mamsi mana yang enggak bahagia mendengar kata sale?:)

Aku merayakan Pekan ASI tahun ini dengan membagikan pengalamanku sejak hamil, yaitu mempersiapkan IMD dan menyusui. Semoga tulisanku ini bermanfaat bagi calon Mamsi semua. Kita sama-sama berusaha, ya?

Pengalaman IMD, Jatuh Bangun Berusaha IMD

Meskipun sudah dua kali melahirkan, tetapi si sulung dan si tengah tidak berhasil IMD. Oleh karena itu, aku bertekad anak ketiga harus IMD. Delapan tahun lalu, si sulung lahir setelah infus induksi selama 7 jam. Kakak Najla lahir setelah aku mengejan dua kali, dengan terlebih dahulu “diancam” akan divakum jika bayi tidak keluar juga. Alhamdulillah Kakak Najla meluncur bersama air ketuban. Ia menangis dengan keras, tapi dokter mengatakan harus segera mendapatkan oksigen dan masuk inkubator karena ketuban sudah hijau. Iya, Kakak Najla sempat meminum air ketuban yang sudah menghijau tersebut. Gagal sudah IMD yang kuidam-idamkan. Tak apa.

Setelah Kakak Najla mendapat pertolongan di inkubator, napasnya mulai normal. Kemudian perawat membawanya padaku. Ia sudah dimandikan dan dibedong. Bersih sekali. Mulutnya diletakkan ke payudaraku, agar ia dapat menghisap kolostrum. Alhamdulillah, ASIku langsung keluar. Ya, anggap saja semi IMD, karena bayi tidak skin to skin dan aku baru bisa menyusuinya kurang lebih sejam kemudian.

Bagaimana dengan anak kedua? Hihi, ceritanya sedikit berbeda, tapi sama-sama tidak berhasil IMD.

Aku masuk rumah sakit pukul 8 pagi, masih bukaan dua. Dua jam kemudian (pukul 11) baru bukaan empat. Sejak bukaan empat, rasa mengejan sudah ada. Bidan mengatakan bahwa kemungkinan besar kepala bayi menekan anus sehingga rasa ingin mengejan begitu kuat.

Padahal jika belum bukaan lengkap, ibu hamil dilarang mengejan karena dapat melukai bahkan merobek jalan lahir. Jadi aku harus menahan agar tidak mengejan. Proses menahan mengejan tersebut mengeluarkan energi lebih banyak dibanding menahan rasa sakit kontraksi. Aku sampai berkeringat dingin dan gemetar.

Karena merasa sudah tidak sanggup lagi, aku meminta untuk di sesar saja. Aku berpikir bahwa bisa jadi tenagaku sudah habis ketika bukaan lengkap. Atau aku malah pingsan sebelum bukaan lengkap. Aku tidak mau hal itu terjadi.

Perawat langsung menghubungi dokter kandunganku dan mengatakan proses operasi sesar memerlukan persiapan seperti menyiapkan ruangan, mencari dokter anastesi, dan dokter anak. Apalagi ternyata hasil laboratorium (ketika aku masuk IGD paginya) menyatakan bahwa Hemoglobinku rendah, hanya 8. Kemungkinan besar Hb rendah tersebut yang membuat badanku sampai gemetar. Oleh karena itu, tim medis juga harus mempersiapkan 4 kantong darah untuk jaga-jaga jika terjadi perdarahan. Operasi sesar memang lebih rentan mengakibatkan infeksi atau perdarahan sehingga persiapannya lebih rumit.

Pukul 2 siang, bukaan masih mentok di angka enam. Aku masih menahan kontraksi dan rasa ingin mengejan. Pukul setengah 5 sore, aku baru dipindahkan ke ruangan operasi. Dokter bertanya apakah aku meminum obat-obatan tertentu sehingga rasa ingin mengejan tak tertahankan? Aku berkata tidak.

Tidak sampai 10 menit, dokter anastesi sudah menyuntikkan bius epidural di saraf punggung bagian bawah. Setengah badanku mulai dari pusar hingga kaki menjadi mati rasa, tapi aku tetap Sadar selama operasi. Aku tidak lagi merasakan sakitnya kontraksi atau perasaan ingin mengejan. Aku juga tidak merasakan nyeri ketika dokter menyayat perutku.

Alhamdulillah, pukul 5 sore, lahirlah putri keduaku, Ia menangis kencang. Dokter berkata bahwa ketuban sudah mulai hijau, dan badan bayi memang cukup besar. Beratnya ternyata mencapai 3,5 kg.

Saat aku berkata ingin IMD, dokter menyampaikan Bahwa ruangan terlalu dingin. Entahlah, aku juga tidak tahu apakah alasan tersebut dibenarkan untuk menolak IMD? Padahal kondisiku dan kondisi bayi sehat-sehat saja. Lagi-lagi aku gagal IMD. Aku baru menyusui bayiku setelah berada di kamar dan bayi diantarkan oleh perawat dalam keadaan sudah dibedong. Tak mengapa, kami masih bisa rooming in dan ASI ku juga lancar.

Persiapan IMD sebagai #KawalAwalUntukSelamanya

Karena aku tidak berhasil melakukan IMD pada dua persalinan sebelumnya, aku ingin persalinan ketigaku bisa IMD. Kenapa? Tentu saja karena begitu banyak manfaat IMD.

IMD penting agar bayi bisa mendapat kolostrum, dan meningkatkan keberhasilan ASI ekslusif. Bonding ibu dan bayi juga semakin erat karena kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu. IMD terbukti dapat meningkatkan kesehatan, tumbuh kembang dan daya tahan bayi. IMD juga terbukti menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Tak hanya itu, IMD bahkan menstimulasi keluarnya oksitosin yang membuat uterus berkontraksi sehingga membantu lahirnya plasenta saat proses persalinan.

Sejak hamil anak ketiga, aku mensugesti bahwa ASI pasti lancar dan bisa IMD saat bayi lahir. Aku mulai mencari tahu RS dan dokter yang pro IMD dan ASIX. Tidak mudah, karena aku baru pindah ke Depok pada usia kehamilan 7 bulan.

Aku bahkan harus menjalani USG 4D dan berbagai tes darah karena dokter kandungan di Depok ingin melihat sebagus apa kondisiku dan kondisi janinku. Apalagi aku menyampaikan keinginan untuk VBAC. Tentu saja dokter kandungan tidak mau ambil risiko jika kondisiku atau kondisi janinku ada yang kurang baik.

Aku berbicara pada janinku agar ia mampu lahir pervaginam dalam keadaan sehat. Benar saja, pada hari Senin tanggal 4 November 2019, aku merasakan kontraksi yang sangat rapat, sudah 5 menit sekali sejak pukul 12 malam sebelumnya. Aku menuju rumah sakit pada pukul setengah 10 pagi. Sesampainya di sana perawat mengecek dan ternyata sudah bukaan lima. Bukaan terus maju dengan cepat hingga akhirnya pada pukul setengah dua, sudah bukaan lengkap.

Aku melahirkan bayiku secara VBAC, alhamdulillah, bayiku langsung menangis saat lahir. Aku meminta IMD dan bayi diletakkan di atas badanku. Kulitnya menyentuh kulitku, hangat sekali. Mulutnya mencari payudaraku. Meski belum menemukan aerola, tapi kaki dan tangannya bergerak maju mundur di atas perut dan dadaku. Ah, sungguh romantis dan mengharukan. Semua rasa sakit melahirkan langsung hilang.

Menyusui Kali Ketiga, Tetap Menantang

Menyusui bukan hal baru bagiku, karena dua anak sebelumnya juga meminum ASI. Oleh karena itu, aku melakukan persiapan yang sama pada bayi ketiga.

“Perlengkapan perang” menyusui: apron dan ASI booster

Aku melengkapi peralatan menyusui. Mulai dari apron menyusui, hingga pompa perah jika nantinya ASI ku terlampau banyak sehingga harus diperah.

Aku juga melakukan pijat payudara serta mengonsumsi makanan bergizi yang dapat memperlancar ASI. Jauh-jauh hari, ibuku sudah datang ke Depok untuk memasak. Iya, beliau biasanya membuat sayur daun katuk, dan aneka sayur bening lainnya. Tak lupa menu ikan dan protein hewani juga disiapkan agar nutrisiku terjaga.

Meski aku sudah melakukan banyak persiapan, ternyata proses menyusui anak ketiga tetap menantang. Bayi laki-lakiku ini sangat kuat menyusu. Berbeda dengan kakak-kakaknya yang menyusu setiap 2 atau 3 jam sekali, Bintang menyusu hampir setiap jam. Tentu saja aku kelelahan. Bahkan di malam hari, ia juga terbangun setiap jam untuk menyusu. Bayangkan, bagaimana rasanya menyusui terus-menerus?

Oleh sebab itu, aku mencari tahu penyebab bayiku sering menyusu. Apakah ia masih lapar dan haus? Atau karena perutnya tidak nyaman karena makanan tertentu yang aku makan?

Aku mencoba semua cara mulai dari pantang makanan turunan susu sapi dan kacang-kacangan. Hingga membatasi MPASI Bintang dari makanan-makanan yang kemungkinan besar mengganggu pencernaannya. Selain itu, aku juga berkonsultasi dengan konselor laktasi. Mungkin saja pelekatan saat menyusui kurang tepat. Atau nutrisiku kurang bagus sehingga ASI ku tidak membuat bayi cepat kenyang dan tidur pulas.

Herba ASIMOR, Pelancar ASI Halal, Aman dan Alami

ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi antara lain ASI mengandung glutamin yang merupakan neurotransmiter otak, dan mengandung DHA yang penting untuk fungsi kognitif dan sistem motor bayi.

ASI juga mengandung mikronutrien dan makronutrien yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. ASI meningkatkan imunitas bayi karena mengandung antibodi. ASI juga baik bagi pencernaan bayi, karena bersifat anti infeksi, anti radang, dan anti kanker.

ASI juga mempunyai manfaat luar biasa bagi Mamsi, antara lain menurunkan risiko terjadinya osteoporosis, diabetes maternal, artritis rhematoid, kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim. ASI juga lebih ekonomis dan merupakan metode kontrasepsi yang aman. Aku pribadi pernah tidak menstruasi selama 1 tahun saat menyusui anak pertama.

Karena manfaat ASI yang begitu banyak, aku tidak ingin menyerah menyusui bayi laki-lakiku. Oleh karena itu, aku berusaha agar psikisku selalu baik, dan nutrisiku terpenuhi agar produksi ASI semakin lancar.

Seperti yang sudah kuceritakan di atas, ibuku sempat tinggal di Depok dan memasak aneka sayur yang dapat melancarkan produksi ASI. Sayangnya, sudah 7 bulan ini, ibuku kembali ke Jogja. Apalagi semenjak ada corona, beliau belum ke Depok lagi untuk menjenguk cucunya. Alhasil, aku yang masih begadang menyusui, jadi jarang memasak dan makan sayur.

Tahukah Mamsi, ternyata ada produk yang terbuat dari bahan alami, seperti makanan yang dimasak oleh ibuku agar ASI lancar? Yup, produk yang aku maksud bernama Herba ASIMOR. Terbuat dari tiga bahan alam asli Indonesia yaitu daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus. Mamsi kenal dong dengan bahan-bahan tersebut?

Kandungan dan Manfaat Herba ASIMOR

Daun katuk dan daun torbangun bersifat galactogogue yaitu menstimulasi, mempertahankan dan meningkatkan produksi ASI. Sedangkan ikan gabus merupakan ikan air tawar yang mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan anak.

Herba ASIMOR juga yang mengandung Galatonol, yang merupakan fraksi bioaktif kombinasi dari daun katuk dan daun torbangun, yang terbukti punya efek merangsang produksi ASI.

Herba ASIMOR dilengkapi Striatin yang merupakan fraksi bioaktif dari Channa striata atau ikan gabus yang fungsinya meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin sehingga produksi ASI meningkat, mempercepat proses penyembuhan setelah operasi sesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Studi prakilinis Herba ASIMOR menyatakan bahwa kombinasi galatonol dan striatin meningkatkan konsentrasi prolaktin dan oksitosin dalam plasma.

Sedangkan hasil dari market riset Herba ASIMOR antara lain:

1. Terjadi peningkatan produksi ASI pada hari kedua sampai ketiga penggunaan

2. Terjadi peningkatan volume ASI pada minggu kedua penggunaan

3. Terjadi percepatan durasi pumping pada minggu kedua penggunaan

4. Terjadi peningkatan frekuensi pipis bayi setelah dua minggu penggunaan

5. Terjadi perbaikan kualitas tidur bayi pada minggu kedua penggunaan

6. Terjadi peningkatan berat badan bayi setelah Mamsi mengonsumsi Herba ASIMOR selama dua minggu.

Keunggulan Herba ASIMOR

Aku memilih Herba ASIMOR sebagai pelancar ASI bukan tanpa sebab. Herba ASIMOR memiliki berbagai keunggulan, yaitu aman, halal dan terbukti sebagai ASI Booster.

Herba ASIMOR tablet berwarna hijau sesuai kandungannya yang alami

Herba ASIMOR aman jika dikonsumsi sesuai aturan pakai. Herba ASIMOR sudah tersertifikasi halal dari MUI sehingga aku juga lebih tenang saat mengonsumsinya.

Yang terpenting, Herba ASIMOR terbukti dengan uji pra klinis mampu meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin yang meningkatkan produksi ASI dan memperlancar pengeluaran ASI. Herba ASIMOR bahkan terbukti mempercepat penyembuhan luka operasi sesar dan mempercepat pemulihan pasca melahirkan. Wah, aku jadi ingat pengalaman saat menyusui anak kedua yaitu luka jahitan operasi sesar sempat terbuka 1 cm dan keluar nanah. Kata dokter kandunganku, aku kurang mengonsumsi protein tinggi seperti telur dan ikan gabus yang dibutuhkan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Terdapat waktu kadaluwarsa di setiap stripnya

Herba ASIMOR dikemas dalam box isi 30 berisi 5 strip yang masing-masing terdiri dari 6 kaplet salut selaput. Herba ASIMOR dapat dikonsumsi 1 kaplet sebanyak 2 kali sehari. Botol Herba ASIMOR harus disimpan di tempat yang sejuk atau di bawah suhu 30 derajat Celcius, di tempat kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Herba ASIMOR satu-satunya produk alami yang mengandung dua tanaman asli Indonesia yaitu daun katuk dan daun torbangun, plus ikan gabus, dalam bentuk bioactive fraction yang membantu melancarkan produksi ASI.

Saat ini aku sudah mengonsumsi Herba ASIMOR selama 1 minggu, dan volume ASI ku meningkat. Aku berharap pada minggu kedua, kulitas tidur bayiku akan membaik.

Kalau Aku Bisa Menyusui dengan Lancar, Mamsi Lain Juga Bisa

Aku dan Herba @asimor.id merayakan Pekan ASI 2020 dengan mendukung IMD! Aku tahu tidak mudah untuk IMD dan ASI ekslusif. Niat, komitmen dan usaha yang luar biasa diperlukan oleh para Mamsi. Percayalah, dengan kepercayaan diri Mamsi dan dukungan dari semua pihak, proses IMD dan menyusui akan lancar dan menyenangkan. Aku buktinya, bisa VBAC, IMD, dan kini si kecil sudah lulus ASI ekslusif.

Herba ASIMOR melancarkan ASIku

Untuk Mamsi yang ingin ikhtiar agar lancar menyusui, aku punya voucher GOAPMOMS nih di https://bit.ly/shopeeASIMOR. Mamsi akan mendapat diskon 10% setiap pembelian Herba ASIMOR. Yuk, persiapkan diri Mamsi agar dapat melakukan IMD dan menyusui tanpa rasa takut ASI mampet. Semangat ya para pejuang kASIh!

#KawalAwalUntukSelamanya #PejuangkASIh #KawalAwal #ASIPasti #ASILancar #ASIBerkualitas #HerbaASIMOR

(Visited 23 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

One Comments

  • Vicky Laurentina August 14, 2020 Reply

    Memang salah satu kelemahan busui yang baru melahirkan itu adalah tidak sempat memasak karena sibuk menyusui. Jadi karena tidak sempat memasak, ia tidak memikirkan gizi untuk dirinya sendiri. Maka pertolongan dari suplemen itu cukup menolong juga untuk menjaga status gizi sang ibu. 🙂

Leave a Reply

error: Content is protected !!