Cegah Konstipasi Anak dengan Mengecek Kecukupan Serat

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Cegah konstipasi anak. Ibu mana yang tak sedih bila melihat anaknya menangis kesakitan saat mau buang air besar (BAB)? Ibu mana yang tak khawatir bila anaknya sampai trauma karena fesesnya keras? Saya yakin semua ibu ingin anaknya lancar buang air besar.

Saya jadi ingat ketika putri pertama, Najla sempat tidak buang air besar selama 3 hari semenjak MPASI pertamanya. Akhirnya saya memberikan buah yang bisa melancarkan BAB nya. Kalau dipikir-pikir lagi kemungkinan besar anak saya kurang serat saat kejadian itu. Bisa juga kurang minum atau kurang cairan, sehingga fesesnya menjadi keras.

Sedihnya, ketidaklancaran dalam BAB tidak hanya terjadi pada Najla. Sebuah penelitian di salah satu wilayah di Jakarta menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak usia 2-3 tahun hanya mengonsumsi kurang lebih 4,7 gram serat/ hari. Padahal kebutuhan serat menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG 2013) adalah 16 gram/ hari. Sedangkan konsumsi sayur dan buah pada anak berusia kurang dari 5 tahun adalah 138 gram/ hari (46%), masih kurang dari angka 300 gram yang dibutuhkan.

Selain itu, diketahui bahwa 1 dari 3 anak mempunyai pola defekasi yang berisiko konstipasi. Maksudnya bagaimana? Yang dimaksud berisiko adalah jika BAB setiap hari tetapi fesesnya keras. Atau feses lunak tetapi frekuensi BAB nya 3 hari sekali bahkan kurang.

Bila melihat data penelitian di atas, tentu saja saya sebagai orang tua merasa was-was. Jangan-jangan anak saya termasuk ke dalam 9 anak yang konsumsi seratnya kurang. Iya sekarang belum konstipasi, tapi lama-lama bisa terjadi konstipasi bila tidak cepat diintervensi.

Arif Mujahidin dari Danone

Dalam acara Bicara Gizi: Peran Serat Untuk Dukung Kesehatan Pencernaan Anak pada tanggal 4 Maret 2020, Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia, mengatakan bahwa kebutuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan amat penting bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Termasuk kesehatan saluran cerna buah hati. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan serat harian anak.

Serat dan Manfaatnya

Menurut Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D, Sp. A (K) selaku Dokter Spesialias Anak dan Konsultan Gastrohepatologi dan Peneliti dari FKUI, asupan serat telah teruji secara klinis dapat membantu mengurangi gejala gangguan buang air besar. Kok bisa? Ternyata serat mempunyai banyak manfaat, antara lain:

  1. Membantu menyerap air di usus besar
  2. Memperbesar volume 
  3. Melunakkan konsistensi feses
  4. Mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar
  5. Menstimulasi Saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB.

Serat akan difermentasi di usus, menjadi asam. Serat meningkatkan peristaltik, dan mikrobiota juga meningkat. Ketika timbul massa, akan terdorong ke bawah dan produksi gas meningkat.

Secara klinis, dalam 2 minggu terjadi 74% perbaikan pola BAB pada anak yang menambahkan serat pada menu hariannya. Dan 90% pola BAB anak membaik dalam 8 minggu. Wah, persentase yang besar ya.

Sekarang jadi tahu, kan, besarnya peran serat terhadap pola BAB anak. Kalau anak kurang serat, bukan hanya fesesnya yang keras, tapi keinginan untuk BAB nya juga bisa hilang. Akibatnya ia tak lagi tahu kapan mau BAB dan feses justru tertahan di usus.

Mengenal Konstipasi pada Anak

Prof. Hegar

Prof. Hegar menyatakan bahwa 2% dari bayi dengan ASI ekslusif mengalami pola defekasi 1x per minggu. Ini adalah hal yang wajar. Karena pada bayi, enzim laktasenya belum cukup. Tetapi ada pula bayi ASI ekslusif yang BAB dengan tekstur cair hingga 8-10 x per hari, dan ini juga termasuk normal. Saya jadi ingat dengan Bintang anak ketiga saya yang berusia 4 bulan. Ketika baru lahir, frekuensi BAB nya bisa mencapai 10x per hari. Semakin besar, hanya 1-2x per hari. Awanya saya mengira apakah Bintang kurang minum ASI? Tapi setelah mendengarkan pemaparan Prof. Hegar, kekhawatiran saya memudar. 

Sebanyak 18% bayi mengalami gangguan konstipasi fungsional. Apakah itu? Menurut Prof. Hegar, bila ada gangguan saluran pencernaan pada anak tetapi gangguan bukan berasal dari organ dan tidak ditemukan apapun pada pemeriksaan darah dan organ. Apakah gangguan konstipasi fungsional ini terkait dengan konsumsi serat?

Pada anak berusia 4 tahun disebut defekasi fungsional bila mengalami 2 gejala di antara ini, yaitu:

  1. Defekasi kurang dari 2 x perminggu
  2. Tinja dengan diameter besar
  3. Retensi tinja berlebihan
  4. Mengejan yang sangat sakit
  5. Massa tinja yang besar pada rektum

Sedangkan pada anak yang sudah berlatih ke toilet, menunjukkan gejala antara lain:

  1. Minimal 1 episode kecirit per minggu
  2. Riwayat tinja dengan diameter besar hingga menyumbat toilet

Seharusnya, anak mempunyai pola defekasi yang normal. Tapi bisa berubah baik karena diet atau hal lain seperti gaya hidup. Orangtua dapat menggunakan Bristol Stool Score untuk melakukan observasi sehingga bila ada perubahan pada konsistensi feses anak, orangtua dapat berkonsultasi ke dokter. Jangan sampai anak keburu mengalami trauma ketika BAB karena BAB nya keras bahkan berdarah. Kasihan anak.

Kesehatan Saluran Cerna Anak, Kunci Tumbuh Kembangnya

Fungsi saluran cerna ada dua yaitu untuk mencerna dan menyerap. Kesehatan saluran cerna anak sangat penting. Amat penting sampai-sampai bisa bekerja tanpa dikontrol oleh sistem saraf pusat.

Bagaimana bila anak tidak mau makan? Sebenarnya lebih ke mind set. Belum tentu ada gangguan pada organ saluran cernanya. Oleh karena itu, Prof. Hegar mengantakan bahwa sejak dini anak harus diajarkan untuk makan maksimal 30 menit. Habis enggak habis ya selesai dalam 30 menit. Sehingga otaknya menyadari bahwa jika ia tidak makan, akan merasa lapar.

Pada anak dengan berat badan kurang, terdapat beberapa penyebab, misalnya karena kurangnya asupan nutrisi. Bisa juga karena pengeluaran energinya berlebih karena muntah-muntah atau diare. Penyakit infeksi seperti TBC juga dapat mengakibatkan berat badan anak kurang. Lalu penyakit seperti ADB (Anemia Defisiensi Besi) juga menjadi salah satu penyebab. Dokter akan menilai penyebab mana sehingga dapat memberikan rekomendasi terkait kurangnya berat badan anak. 

Saya di acara Bicara Gizi

Nah, ada tips nih untuk menjaga kesehatan perut si kecil, yaitu:

  1. Penuhi nutrisi dengan gizi seimbang
  2. Konsumsi serat sesuai dengan rekomendasi serat harian (16 gram)
  3. Kenali fungsi saluran cerna si kecil
  4. Cukup aktivitas fisik menstimulasi gerak saluran cerna.

Selain itu, Prof. Hegar juga memberikan solusi bila anak mengalami konstipasi fungsional, yaitu:

  1. Orangtua dapat menulis catatan harian yang berisi infromasi perilaku perubahan BAB anak serta makanan yang dikonsumsi setiap harinya.
  2. Toilet training
  3. Saran diet seperti memberikan asupan misal serat, kalsium, kasein/ whey, dan lain-lain
  4. Cairan
  5. Obat-obatan seperti laktulosa, PEG, picosulphate, microlax dan sebagainya.

Sharing dari Pasangan Muda Selebritis 

Tara Budiman dan Gya

Tara Budiman dan Gya Sadiqah berbagi kisah tentang pengalaman mereka memberi makan si kecil. Saya melihat video makanan harian Kalea (putri Tara dan Gya) yang menurut saya sangat lengkap. Menu sarapan, makan siang dan makan malamnya berbeda-beda. Tak lupa snack time yang berupa buah-buahan turut menyumbang asupan serat. Lalu apakah anaknya cukup serat? Setelah diukur menggunakan Fibre O-meter ternyata menu harian Kalea mencapai angka 8 gram untuk kecukupan serat. Masih kurang 8 gram dari nilai AKG. Wah, Kalea saja kurang serat, apalagi anak saya, hiks.

Tara dan Gya cukup kaget melihat hal tersebut. Tapi mereka juga senang karena jadi tahu apakah menu yang disusunnya kurang serat atau tidak. Dengan demikian, mereka bisa mengubah menu harian Kalea menjadi lebih berserat sehingga dapat cegah konstipasi anak.

Gya juga sempat bercerita bahwa ada anak temannya yang sampai trauma BAB. Anak tersebut mojok ketika akan mengejan. Sedih sekali melihat ada anak yang trauma ketika akan BAB. Gya tidak mau Kalea mengalaminya. 

Fibre O-Meter, Fitur Bebeclub Untuk Mengukur Kecukupan Serat Harian

Serat pada makanan ada yang soluble dan insoluble. Contoh serat soluble misalnya FOS, GOS, dan inulin. Contoh serat intermediate soluble adalah buah, sayur, oat, barley, legumen. Sedangkan contoh serat insoluble misalnya wheat bran, falx seed, selulosa, dan metilselulosa.  Sebagai ibu, tentu saya tidak hafal mana saja yang termasuk serat larut air, dan mana yang tidak. Padahal terlalu banyak serat dalam makanan dapat menyebabkan terbentuknya gas dan konstipasi. Oleh karena itu anak juga perlu menambah konsumsi cairan, aktivitas fisik, atau bahkan mengubah dietnya.

Saya mencoba Fibre O-Meter

Bebeclub memahami kegalauan ibu-ibu seperti Gya dan saya yang tidak bisa mengukur serat yang sudah dimakan oleh anak. Oleh karena itu, diluncurkanlah fitur Fibre O-meter untuk cegah konstipasi anak. Kita cukup memasukkan menu makanan anak ke dalam aplikasi tersebut. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam dan snack nya. Lalu Fibre O-Meter akan menghitung berapa gram serat yang terdapat dalam menu Harian tersebut.

Bila ternyata anak kurang serat, Bebeclub juga merekomendaskan berbagai resep yang kaya serat. Ada bermacam-macam menu yang dapat ibu praktikkan di rumah. Wah, seru sekali ya. Cobain yuk dengan klik ke bebeclub.co.id. Mari cegah konstipasi anak agar kesehatan saluran cernanya selalu terjaga.

#ceritaseratanakhebat

(Visited 187 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

52 Comments

  • Ima satrianto March 7, 2020 Reply

    semoga sehat sehat ya anak2 sholehah tante, konstipasi sungguh menyiksa utk anak2 ya

  • Aya March 7, 2020 Reply

    Katanya sehat memang dimulai dari perut yaaaa…penting banget ini materinya. Thanks for sharing Dian.

  • Mei March 14, 2020 Reply

    wah Mba Dian, bagus banget sharingnya, selama ini aku ga pernah baca sedetail ini soal serat manfaatnya buat anak-anak, baca ini jadi tahu banyak

  • Damar Aisyah March 14, 2020 Reply

    Emang urusan pencernaan ini penting banget, ngaruh ke berbagai fungsi tubuh jadi harus dapat perhatian juga selain timbuh kembang.

  • Riawani elyta March 14, 2020 Reply

    Terima kasih infonya mbak. Serat memang penting untuk pencernaan ya terutama anak2

  • Lina W. Sasmita March 14, 2020 Reply

    Pengalaman buruk pertama itu pas anak masih bayi hampir seminggu dia nggak BAB. Sempat panik tapi ternyata katanya bayi juga mengalami hal demikian karena ususnya sedang menyesuaikan dengan apa yang ia makan. Untung saja BABnya nggak keras sehingga kami nggak panik lagi.

  • Uniek Kaswarganti March 14, 2020 Reply

    Kadang kita udah berusaha menyusun menu dengan sebaik-baiknya. Eehhh ternyata seratnya kurang. Duh sedih yaa… Fibre 0 metre ini bisa bantu banget sebagai panduan kecukupan serat untuk keluarga.

  • NurulRahma March 15, 2020 Reply

    Mayoritas Anak emang susaaahhh diajak makan sayur.
    Semoga dgn Bebelac ini bisa jadi solusi jitu yaa, supaya serat tercukupi

  • Gina Nelwan March 15, 2020 Reply

    Makanya akj kdg selang seling ngasih makan anak yg emang gak trllu suka sayur. Dgn menyelipkan sayur dlm daging atau ikannya, hrs tricky gtu hehe

  • Okti Li March 15, 2020 Reply

    Kalau punya anak kecil masalah kesehatan seperti ini sangat senang saya ikuti. Hanya dengan informasi seperti ini saya yg di daerah bisa mendapat edukasi dan wawasan. Terimakasih ya

  • Agustina Purwantini March 15, 2020 Reply

    Sedih banget kalau liat anak terkena konstipasi …. Klo dah gede gitu, gampangannya diasih maem pedas, lah klo balita kan beda… Terbaik memang mencegahnya, sih.

  • Ismarlina Mokodompit March 15, 2020 Reply

    Iya mbak setuju banget! Ternyata BAB anak nggak lancar bisa bikin khawatir dan harus cek segala macem ya, termasuk kecukupan konsumsi seratnya. Makasih informasinya, mbak ~

  • Tuty Queen March 15, 2020 Reply

    Aku pernah lihat ponakanku konstipasi duh kasiannya sampe kesakitan, memang anaknya milih banget makanan jadinya kurang serat dan sayur.. akhirnya diakali bikin menu yg kaya serat tapi tersembunyi kayak perkedel diisi sayuran, ganti susu juga deh solusinya kalau nggak salah

  • agi tiara March 15, 2020 Reply

    namanya gemes banget bebeclub! baru tau kalo ada kebutuhan fiber harian yang harus dicukupi juga (maklum ya bukan mamak-mamak)

  • Dewi Sulistiawaty March 16, 2020 Reply

    Masalah makanan berserat slalu jadi kendala di sebagian anak-anak ya, karena anak-anak agak susah makan sayur. Tapi sekarang banyak cara dan trik untuk menyiasatinya 🙂

  • Arda Sitepu March 16, 2020 Reply

    Senang banget mbak waktu dapat info tentang kecukupan serat anak. Waduh si kecilku memang kurang nih ukuran serat yg diasup perhari jadi ekstra nambah sayur dan buah lagi.

  • Sapti nurul hidayati March 16, 2020 Reply

    Ilmu tentang kesehata pencernaan dikupas tuntas banget ya mb di event ini. Ada fibre o meter pula untuk mengukur kebutuhan serat anak. Serat memang penting sih untuk menjaga kesehatan perut. Jadi harus dicukupi sesuai kebutuhan.

  • Indah Nuria March 16, 2020 Reply

    Kecukupan serat memang penting.. biasanya anak – anakku gemar buah jadi alhamdulillah seeatnya tercukupi saat kecil

  • Dhita March 16, 2020 Reply

    Akhtar konstipasi sejak lahir. Kemungkinan bakteri baiknya gak dapet pas lahir itu. Tapi semakin ke sini semakin baik sih. Walau gak tiap hari BAB. Semoga sehat deh, kasian njembling terus

  • thya March 16, 2020 Reply

    mencukupi kebutuhan serat memang sangat penting ya.. sedih kalau lihat anak mengalami konstipasi. kalau gak suka sayur, setidaknya mau makan buah-buahan ya mba.. oh ya, susu juga kayaknya mengandung serat. lumayan bisa untuk mencegah konstipasi

  • Yustrini March 16, 2020 Reply

    Kalo anak juga butuh konsumsi serat yg cukup biar sehat semua ya…thanks infonya mbak Dian

  • vika March 16, 2020 Reply

    Dulu ponakan ogah banget makan buah atau sayur mba, jadi ada deh problem ke belakang.Begitu paham pentingnya serat, sekarang sadar deh

  • Ririe Khayan March 16, 2020 Reply

    Kecukupan serat buat anak-anak penting banget ya, selain untuk tumbuh kembang, penting untuk mencegah agar anak tidak mengalami konstipasi.

  • Ida March 16, 2020 Reply

    Wah mantaps sekarang para bunda bs mengetahui kecukupan serat anak2nya dgn mudah ya..

  • lendyagasshi March 16, 2020 Reply

    Pengen coba doonk…ngitung serat anak.
    Karena kadang pas anak-anak lagi sekolah, suka malas makan serat. Alasannya gak cocok sama catering sekolah.
    Huhuuu~
    Kudu mesti minum susu Bebelac yang kaya serat niih…

  • Ida Raihan March 16, 2020 Reply

    Kebutuhan serat buat anak juga wajib dipenuhi ya. Ini masih menjadi PR buat saya. Anak anak susah makan, pupnya juga susah

  • Eka Mustika March 16, 2020 Reply

    Masalah bermanfaat sekali Mbak tulisannya saya ini masih termasuk ibu yang kadang malas nyata kondisi bab anak padahal itu penting banget

  • Eka Mustika March 16, 2020 Reply

    MasyaAllah maksud nya huhu typo

  • Uniek Kaswarganti March 16, 2020 Reply

    Jadi pengin nyobain fiber o metre nya nih. Lumayan ya bisa menjadi panduan kita dalam menentukan kecukupan serat dalam bahan pangan yang kita berikan ke anak-anak.

  • Zia March 16, 2020 Reply

    Waktu anakku balita dulu sempet kontipasi. Emang bener banget ya ngga tega. Kita memang harus mencukupi kebutuhan serat, karna kesehatan pencernaan itu penting banget.

    Makasih sharingnya ya mba.

  • lita chan lai March 16, 2020 Reply

    Nah, buat yang lagi hamil segara dijaga agar anaknya sehat dan kuat.
    Informasinya bagus sekali…

  • Citra March 16, 2020 Reply

    Wow beneran baru tahu informasi mengenai ini. semoga anaknya sehat selalu ya sista ASI itu memang bagus banget

  • Latifah March 16, 2020 Reply

    Masalah yg sering terjadi sm anak, sementara orang tua merasa sdh memberi gizi yg cukup. Mksh sharingnya mba, lengkap sekali ulasannya

  • Keke Naima March 16, 2020 Reply

    Angka kecukupan serat anak-anak Indonesia masih rendah banget, ya. Semoga aja sosialisasinya terus berjalan dan semakin banyak yang sadar

  • siti nurjanah March 16, 2020 Reply

    Tumbuh kembang optimal anak dipengaruhi kebutuhan serat yang mencukupi. Inovasi perangkatnya menarik ya bisa cek kelengkapan serat

  • Helena March 16, 2020 Reply

    Sepertinya peranh baca tentang bristol stool score, deh. Apa yang melihat bentuk dan warna pup anak? Buibu yaa pup anak berubah dikit langsung panik nih, hihi…
    Eh aku kok jadi penasaran mau hitung angka kecukupan serat buat anak. Semoga hasilnya sesuai kebutuhan.

  • NurulRahma March 17, 2020 Reply

    Bebelac keren buanget euy.
    Ibu2 pastinya tersadarkan lewat acara ini ya

  • Tuty Queen March 17, 2020 Reply

    Makanya ibu ku wanti-wanti banget sama kami anak-anaknya kalau nanti punya anak biasakan sejak kecil makan sayur dan buah agar pencernaan nya sehat

  • Utie adnu March 17, 2020 Reply

    Benet bnget selain susu asupan serat Pada anak tidak jalah Penting buat pertumbuhannya,, rajin konsumsi bush Dan sayuran y mba

  • Ririe Khayan March 18, 2020 Reply

    dengan Fibre O meter ini jadi lebih cepat untuk mengetahui kecukupan serat pada sang buah hati. jadinya jika anak mengalami kurang serat bisa dilakukan tindakan koreksi pada menu makan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

  • Diah Kusumastuti March 18, 2020 Reply

    Kasian banget ya kalau ada anak yang susah mengejan, susah BAB. Alhamdulillah sih anak-anakku belum pernah yang susah banget BAB gitu. Tapi dengan membaca ini aku jadi lebih berhati-hati lagi dalam memberikan nutrisi pada anak. TFS ya, Mbak 🙂

  • herva yulyanti March 18, 2020 Reply

    aku belum sempat buka nih mba penasaran juga sih pengen cek kebutuhan serat anak-anak soalnya aku sendiri lagi kecil trauma pernah konstipasi menyiksa sekali

  • Rachmanita March 18, 2020 Reply

    Iya mbak emang penting banget ini mbak untuk BAB anak buat biar lancar jadi harus di kontrol terus gitu.. Perkembangannya

  • Mirna Rahardjo March 18, 2020 Reply

    Baru tahu ada alat fiber o-meter gitu,, bisa buat ngukur serat anakku tuh,,, tapi alhamdulillah dia suka makan sayur dan buah sih,,, doyan banget malah sayur.. kebalikan aku sebagai ibunya wkwkwk

  • Ria Rochma March 18, 2020 Reply

    Sedih ya lihat anak kita konstipasi. Anak keduaku dulu sering bgt, mbak. Gegara dia ga suka makan sayur. Untung ajah, akhir-akhir ini mau makan sayur. Aku joss sama yang serat pula. Alhamdulillah, konstipasi terlewati

  • Liswanti March 18, 2020 Reply

    Asupan serat sangat penting ya. Dulu anakku sering banget kontipasi. Padahal dah makan sayur. Mungkin kurang banyak, akhirnya tambah buah yang dibanyakin.

  • lendyagasshi March 18, 2020 Reply

    Udah paling bener yaa…kalau merasa anaknya kurang serat, minumnya susu yang kaya serat.
    Agar kondisi pencernaan tetap sehat dan jauh-jauh dari konstipasi.

  • Lisna March 18, 2020 Reply

    Dulu waktu anak susah pup tuh rasany sedih, mana bisanya nangis kan, huhu. Kadang rasanya udah kasuh serat cukup, ternyata belum tentu ya.

  • Latifika Sumanti March 20, 2020 Reply

    Aku bacanya dari awal sampai akhir Mba, terutama di bagian pencernaan. Soalnya “gue banget” itu. Huhuhu. Aku bermasalah banget di pencernaan, dan qodarullah mewariskan gen sembelit ke dua anakku. Jadi PR BESAR sekarang memperbaiki pencernaan 3 orang di 1 rumah. Pembahasan ttg pencernaan selalu menarik perhatian ku. Thanks for sharing Mba. Thanks for Bebelac juga, dari artikel mereka saya tau pertama kali hubungan gut-brain and gut-immune

  • Uniek Kaswarganti March 20, 2020 Reply

    Mau juga ah buka fitur fiber o metre untuk mengetahui apakah selama ini serat yang ada dalam menu harian anakku sudah sesuai standar. Bisa untuk perbaikan menu berikutnya kaaan misal memang belum sesuai dengan standar.

  • Citra March 21, 2020 Reply

    Setuju sekali sista, serat itu sangat penting bagi pertumbuhan anak. Namun terkadang kita ga tau apakah sudah cukup serat apa belum. Mantap sekarang sudah ada fitur fiber jadi ingin tau ukuran serat dah cukup belum ya

  • Sara Neyrhiza March 21, 2020 Reply

    Kayaknya kecukupan serat anakku juga kurang nih. Dapet cuma dari buah, karena dia ogah sayur. Tapi bersyukurnya dia malah nggak pernah konstipasi. Emaknya yang makan sayuran malah susah BABnya..huhuhuhu

Leave a Reply

error: Content is protected !!