Cara menghilangkan kejenuhan selama mengasuh anak

Cara Menghilangkan Kejenuhan Selama Mengasuh Anak

Facebooktwitterredditmail

Cara menghilangkan kejenuhan sebagai ibu. Tak dipungkiri, menjadi ibu bukan perkara mudah. Ada saat dimana ketahanan fisik, mental dan psikis sangat diuji. Ada pula saat dimana emosi dan kesabaran diuji. Pada tahun 2020 dan 2021 ini, pekerjaan ibu bertambah harus menjadi guru karena anak-anak sekolah di rumah. Bukan berarti selama ini tidak mendidik atau mengajarkan ilmu kepada anaknya ya, tapi sekolah offline pindah ke rumah juga bukan perkara yang semudah membalik telapak tangan. Apalagi bagi para ibu yang jumlah anaknya lebih dari satu. Plus jenjang pendidikan sekolahnya berbeda.

Fakta dan data menyatakan bahwa tingkat stres dan kejenuhan ibu bertambah selama pandemi. Bahkan sempat viral seorang ibu yang memarahi anaknya karena putus asa mengajarkan pelajaran sekolah ke anak tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi seorang ibu untuk meredakan kejenuhannya. Jangan sampai merasa baik-baik saja, padahal menyimpan bom waktu dalam dirinya. 

Cara menghilangkan kejenuhan selama mengasuh anak

Berikut ini cara menghilangkan kejenuhan berdasarkan pengalaman pribadi:

  1. Mempunyai Aktivitas Selain Bersama Anak

Tidak semua ibu bisa 24 jam bersama anak. Ada ibu yang butuh waktu sendiri. Istilah kerennya me time. Me time sebenarnya juga tidak harus keluar rumah. Yang penting rutin dilakukan.

Contoh me time yang bisa dilakukan di dalam rumah antara lain membaca buku, menonton film, berkebun, atau mendekorasi rumah. Bahkan mandi dengan shower gel favorit juga termasuk me time lho. Ngeteh sebelum anak-anak bangun juga bisa menjadi pilihan.

Selain itu, aktivitas lain yang bisa dilakukan di luar rumah ada beraneka ragam. Ibu bisa bersilaturahmi ke rumah teman atau saudara, tanpa membawa anak. Atau berolahraga keliling komplek, bersepeda keliling kampung. Potong rambut ke salon atau berbelanja kebutuhan bulanan sendiri juga bisa menjadi alternatif.

  1. Memberi Asupan Sehat bagi Fisik, Psikis dan Rohani

Pekerjaan domestik ibu yang begitu banyak dan menyita waktu tak jarang membuat badan ibu kelelahan. Oleh sebab itu, ibu perlu menjaga kesehatannya. Baik kesehatan fisik, psikis, dan rohani. 

Caranya bagaimana? Untuk kesehatan fisik, ibu perlu menjaga asupan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Makanan sehat, seperti mengurangi gorengan, dan memperbanyak sayur dan buah, menjadi cara paling jitu dan mudah.

Selain itu, ibu bisa berolahraga secara rutin. Misalnya yoga 15 menit tiga kali seminggu, atau jogging. Menaiki sepeda statis juga bisa menyegarkan badan dan membakar kalori agar ibu refresh.

Untuk kesehatan psikis, menurut saya, membaca buku yang inspiratif atau memotivasi adalah cara yang cukup membantu. Meng- upgrade ilmu parenting juga secara psikis membuat kejenuhan ibu berkurang.

Ada cara lain yaitu mengobrol dengan orang lain, misalnya teman. Bertukar pikiran, atau mengobrol receh dengan teman tentu membuat ibu lebih bahagia. Menutup media  sosial berhasil mengurangi jenuh bagi beberapa orang. Karena postingan di media sosial bisa saja membuat psikis ibu terganggu. Rasa iri, dengki, adalah beberapa penyebab terganggunya psikis ibu.

Jangan lupa untuk memberi asupan rohani bagi diri sendiri. Mendengarkan kajian, pengajian, atau membaca buku-buku religi bisa menjadi cara yang efektif.

  1. Mengembangkan Minat 

Mengembangkan minat artinya ibu punya aktivitas lain yang membuatnya lebih percaya diri. Ibu juga mempunya peran lain selain menjadi istri, dan ibu, yaitu peran sebagai individu. Oleh karena itu, gali minat ibu sehingga bisa dikembangkan dan memberi manfaat bagi ibu atau orang sekitar.

Saat-saat dimana seorang ibu mengembangkan minat, biasanya membuat ibu bersemangat dan tertantang sehingga rasa jenuh menghilang. Anak-anak juga akan merasakan dampaknya karena ibu akan menjadi lebih bahagia.

  1. Kencan Bersama Pasangan

Salah satu materi yang aku dapatkan di @jannahfamilycamp adalah memperbaiki hubungan dengan pasangan agar pernikahan langgeng dan menyenangkan. Nah, cara yang paling mud adalah dengan berkencan.

Hayo, kapan terakhir kali kencan sama pasangan? Tanpa membawa anak lho. Kalau sudah lama, bahkan sudah enggak ingat terakhir kali kapan, maka mulailah dilakukan. 

Jadwalkan kencan bersama pasangan. Entah pergi makan berdua. Atau sekadar ngeteh berdua sambil mengobrol santai. Bila kencan sudah rutin, maka suami Istri akan lebih mudah menyampaikan isi hatinya, termasuk saat ibu merasa jenuh. Suami akan lebih berempati dan mungkin saja menawarkan waktu agar ibu bisa me time sendirian. 

  1. Mencari Inspirasi Sesuai Kebutuhan

Cara kelima adalah carilah inspirasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu. Misalnya saat aku merasa jenuh, aku akan membuka akun media sosial ibu-ibu yang inspiratif, Atau membuka blog temanku yang luar biasa dalam mengasuh anak.

Kejenuhan yang melanda bisa berkurang dengan membaca atau mendengarkan inspirasi yang ibu-ibu tersebut sampaikan. Aku pribadi biasanya membuka akunnya @ummubalqis agar lebih sabar dan bisa memahami anak dan pasangan. Lalu instagram @sarahcandra sebagai sumber inspirasi makanan dan kebiasaan sehat. 

Selain itu, aku juga mencari inspirasi di youtube. Salah satunya akun Neo Japan yang membuatku bersemangat kembali karena melihat perjuangan Dian sebagai suami,  dan ayah, yang bekerja di Jepang. Ada juga youtube Nihongo Mantappu yang menyegarkan dan membuatku tertawa.

Sesekali aku juga mendatangi podcast untuk mencari inspirasi yang aku butuhkan. Misalnya aku jenuh memikirkan stimulasi anak sesuai usianya, aku bisa mendengarkan podcast MengAnalisa yang dibawakan oleh seorang psikolog klinis. Di podcast tersebut, aku mendapatkan banyak inspirasi terkait personality, pengembangan diri, dan menjadi versi terbaik diriku. Aku juga sering mendengarkan kembali podcast Bincang Bunda yang aku buat sendiri:D

Sumber inspirasi lain yang aku cari adalah buku dan film. Kalau lagi jenuh mengasuh anak, ya aku baca novel-novel komedi atau romantis. Begitu juga dengan film, yang aku cari yang film-film yang ringan dan menghibur. Tapi kalau sedang “bener” aku juga mencari inspirasi dari buku dan film yang berkaitan dengan parenting atau pengasuhan anak.

Yang tak kalah penting dari semua cara di atas adalah menyadari bahwa menjadi ibu adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Biasanya kalau sangat jenuh, aku ingat-ingat doa kepada orang tua. “… sayangilah kedua orang tuaku seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”. Jleb banget, kan? Artinya apa yang kita tabur, itulah yang akan dituai. Jadi meskipun jenuh, kudu tetap semangat mengasuh anak.

Tak dipungkiri banyak ayat-ayat Al Quran, hadits-hadits, atau doa-doa yang menjadi sumber inspirasi ketika sedang jenuh dalam mengasuh anak. Begitu juga dengan sirah nabi, atau kisah sejarah sahabat nabi. Banyak sekali inspirasi, motivasi, dan pelajaran penting yang b

Kalau teman-teman gimana? Apa yang biasanya dilakukan saat jenuh mengasuh anak? Ada yang ngegame kah untuk refresh sejenak? Atau cukup menonton drakor saja?

(Visited 27 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail

One Comments

  • Dian April 24, 2021 Reply

    ah iya mbak
    memang terkadang sebagai ibu kita juga mengalami kejenuhan ya mbak, butuh me time

Leave a Reply

error: Content is protected !!