Anti Panik Kelola Stres Karena Pekerjaan dengan Aplikasi Mindtera

Facebooktwitterredditmail

“Jangan ganggu Bunda!”

Kalimat itu pernah aku lontarkan di depan anakku. Waktu itu, aku sedang dikejar deadline artikel. Aku bersembunyi di kamar untuk mengetik. Dan tiba-tiba anakku masuk begitu saja sambil bercerita. Yang awalnya ia bercerita dengan nada gembira, menjadi berubah 180 derajat.

Aku melihat sinar matanya meredup, dan garis bibirnya turun. Pandangan sedih itu begitu menyayat hati. Ia membalikkan badan dan menutup pintu kamar, meninggalkanku yang terhanyut dalam deadline pekerjaan.

Di lain waktu, saat aku lengah sedikit saja, tiba-tiba si bungsu sudah mengutak-atik laptop yang aku pakai untuk bekerja. Spontan aku langsung memarahinya.

Tips bekerja dari rumah

Kejadian-kejadian tersebut sulit untuk aku lupakan. Ketika aku sedang stres karena tuntutan pekerjaan, anaklah yang menjadi korban.

Aku tidak ingin begitu lagi. Oleh sebab itu, aku mulai mengurangi deadline. Sebisa mungkin hanya mengambil pekerjaan yang aku sanggup dengan deadline dan SOW (Scope of Work)-nya.

Tapi, kadang kejadian seperti di atas terulang lagi dan lagi. Aku sadar, aku harus mencari solusi lain. Aku harus mencari tahu akar penyebab stresku, dan mengurainya. Bagaimana caranya?

Sebelumnya, aku mencari tahu terlebih dahulu tentang yang aku alami yaitu stres karena pekerjaan.

Apakah Stres Itu?

Menurut alodokter, stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat.

Stres akan memicu respon tubuh, baik secara fisik ataupun mental. Dengan kata lain, stres dapat mengganggu stres kesehatan fisik, mengakibatkan tekanan psikologis, bahkan penyakit mental.

Berdasarkan penelitian kualitatif yang diterbitkan oleh Royal Collage of Psychiatrics, penyebab stres di tempat kerja antara lain kondisi pekerjaan, praktik manajemen, jenis pekerjaan, peristiwa dalam hidup (life event), dan masalah keuangan.

penyebab stres dan cara mengatasinya

Kondisi pekerjaan yang dimaksud adalah lingkungan kerja yang tidak nyaman (misal kantor yang bising, kurangnya jendela, ruangan kecil, dan kantor yang suhunya terlalu panas/ terlalu dingin), jam kerja yang panjang, beban kerja yang berat dan kekurangan staf.

Bagaimana dengan praktik manajemen? Ternyata atasan yang kurang hangat, kurang memberi dukungan, dan jarang mengapresiasi menjadi penyebab banyak pekerja menjadi stres. Para pekerja ini merasa keberadaan mereka tidak penting sehingga tumbuh perasaan tidak dihargai sebagai manusia.

Manajemen yang tidak transparan, kurang komunikatif, dan sering menuntut capaian yang tidak realistis juga membuat banyak pekerja menjadi stres.

Lalu ada peristiwa dalam hidup seperti masalah dalam hubungan, anggota keluarga yang sakit atau meninggal, dan usaha untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial dan pribadi atau keluarga, juga membuat beberapa orang menjadi stres.

Sama halnya masalah keuangan seperti tidak adanya tunjangan, atau gaji tidak sesuai dengan usaha yang dikeluarkan selama bekerja.

Selama tiga kali bekerja di institusi, stresku disebabkan oleh kondisi kerja, praktik manajemen, dan peristiwa dalam hidup.

Aku pernah bekerja di perusahaan dengan beban kerja yang panjang, dan kekurangan SDM. Terbayang betapa stresnya bekerja di sana, apalagi ditambah dengan praktik manajemen yang reward nya tidak seimbang dengan beban kerja. Tapi pada akhirnya permasalahan tersebut diselesaikan dengan komunikasi kepada pihak manajemen.

Pengalaman lainnya, aku pernah bekerja dalam kondisi berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keseimbangan antara tuntuan pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ibu dua orang anak. Saat itu, kondisi rumah tanggaku sedang LDR dengan suami. Stres waktu itu berakibat pada kumatnya vertigoku.

Saat ini, stres karena pekerjaan terjadi bila sedang banyak deadline dalam waktu berdekatan. Selain itu kalau aku kurang tidur akibat begadang, wah rasanya susah untuk menjalani hidup dengan bahagia.

Alhamdulillah, tanggal 1 Oktober 2021 kemarin, aku mengikuti kelas gratis dari Mindtera. Sahabat ismi sudah mengenal Mindtera belum?

Mindtera, Bantu Kelola Hidup Lebih Baik dan #SemuaBisaDikelola

Mindtera platform edukasi inteligensi

Mindtera adalah platform edukasi untuk belajar kecerdasan emosi, sosial, fisik dan pengembangan diri seputar keluarga, cinta, dan kerja. Mindtera bisa disebut juga sebagai aplikasi edutech pengembangan diri melalui multiple intelligence pertama di indonesia.

Seperti sahabat ismi ketahui, kecerdasan manusia tidak hanya terbatas pada IQ saja, tapi juga ada Emotional Intelligence, dan Social Intelligence. Nah, Mindtera ini mempunyai kurikulum self-mind mastery yang terdiri dari 4 pilar pembelajaran, yaitu kecerdasan emosi, kecerdasan sosial, kecerdasan fisik, dan personal development/ pengembangan diri.

Bayu baskhoro founder Mindtera

Bayu Bhaskoro selaku CEO dan founder Mindtera menyatakan bahwa Mindtera berdiri sebagai media untuk sharing dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia bahwa sebenarnya manusia punya 9 inteligensi.

“Sejak dulu yang terjadi di Indonesia hanya mengukur IQ saja. Baik saat sekolah, kuliah, dan bekerja. Memang benar, untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolah, kita membutuhkan IQ yang tinggi. Tetapi di dunia kerja dan di kehidupan personal, IQ saja tidak cukup.”

– Bayu Baskhoro-

Terbukti selama pandemi, orang-orang yang bertahan di pekerjaannya adalah yang mempunyai kecerdasan emosi dan sosial yang tinggi. Begitu pula ketika menjadi orang tua, tidak hanya butuh IQ saja. Ikatan dan empati pada anak tidak datang dari IQ, tapi justru dari EQ.

Mindtera ada agar masyarakat Indonesia makin sadar dengan multiple intelligence sehingga setiap orang dapat mengetahui sampai mana kecerdasan sosial, dan emosinya. Dengan demikian, diharapkan setiap individu dapat meningkatkan personal development -nya.

“Mindtera bukan aplikasi ala kadarnya. Di dalam Mindtera terdapat banyak konten yang dibuat oleh life coach profesional dan clinical psikologist. Semua program dibikin berdasarkan riset secara profesional.”

-Bayu Baskhoro-

Kelas Mengelola Stres di Tempat Kerja dari Mindtera

Blogger gathering Mindtera

Sebelum mengulik lebih jauh tentang Mindtera, aku mau cerita pengalaman saat mengikuti sesi kelas gratis bertema #SemuaBisaDikelola Dengan Aplikasi Mindtera: Kelola Stress Dengan Berkesadaran.

DV Chan psikolog

Pada acara tersebut, aku dan teman-teman mendapatkan pelatihan berjudul Stress at Work. Materi dalam kelas ini dibawakan oleh psikolog dan fasilitator Mindtera bernama Mbak DV Chan. Sahabat ismi simak bareng, yuk.

Saat terjadi stres yang berulang kali dan tidak mampu kita kelola, stres dapat berubah menjadi burnout yang mengakibatkan kita mengalami kelelahan berlebihan secara fisik dan emosional.

Ada tiga tanda burnout yaitu kelelahan, ketidakefektifan, dan sinisme. Penjelasan dari tiga tanda tersebut dapat sahabat ismi baca dari gambar di bawah ini.

Ciri-ciri burnout

Aku pribadi pernah mengalami burnout. Padahal lagi tidak ngapa-ngapain, tapi rasanya lelah sekali. Boro-boro bisa menyelesaikan pekerjaan, yang ada hanya ingin tidur dan tidur.

Selain itu, aku juga merasa tidak kompeten. Aku merasa kalah dari orang lain. Apapun yang dilakukan rasanya selalu kurang. Akibatnya, terjadi sinisme, bukannya segera menyelesaikan pekerjaan, malah aku menundanya selama mungkin. Ya, ketiga perasaan tersebut mengindikasikan aku pernah mengalami burnout.

Pada kelas Mindtera tempo hari, Mbak DV mengajak kami untuk mengecek diri sendiri menggunakan check up tools. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan pada tools tersebut, nantinya akan diketahui apakah kita sudah mencapai ambang batas toleransi kelelahan, sinisme, dan apakah sudah tidak efektif bekerja?

Setelah semua pertanyaan dijawab, akan muncul persentase yang menggambarkan tingkat stres.

0-40% : Tingkat stres masih oke.

Pada dasarnya semua orang membutuhkan stres untuk berkembang. Dengan kata lain, stres diperlukan dalam kehidupan.

40-70%: Harus mulai hati-hati karena level stres sudah tinggi.

Bila sahabat ismi mencapai persentase ini, Mbak DV menyarankan untuk segera istirahat, dan mencari waktu untuk diri sendiri.

70-100%: Sudah burnout.

Aku mendapatkan angka 10%. Alhamdulillah, kondisiku sedang baik-baik saja. Tingkat stresku masih oke, masih bisa ditoleransi.

Penyebab Stres di Pekerjaan

Lalu apa saja penyebab stres karena pekerjaan? Setidaknya ada 9 penyebab, yaitu:

1. Unspoken feeling

Hal ini terjadi saat kita punya masalah tapi tidak enak menyampaikan. Misal ke atasan jadi tidak enak untuk ngomong, atau ke keluarga sendiri.

2. Multitasking

Zaman dulu, multitasking dianggap bagus. Tapi kini sudah tidak lagi. Mengapa? Karena manusia tidak diciptakan untuk multitasking. Ketika multitasking, fokus terpecah. Lama-lama bisa jadi burn out. Solusi kita perlu lebih mindful saat bekerja atau beraktivitas. Makan ya fokus makan, tidak sambil nonton. Bekerja ya kerja saja, tidak sambil ngemil.

3. Boredom

Kebosanan bisa menjadi penyebab stres, karena semua orang butuh ilmu baru untuk bertumbuh. Melakukan yang itu-itu saja tanpa pengembangan diri tentu sangat membosankan.

4. Attachment

Orang yang terlalu melekat dengan pekerjaan berpotensi lebih tinggi mengalami stres. Misalnya seorang penulis dikit-dikit lihat HP. Sedang bercengkrama bersama anak, mengobrol bareng teman-teman, atau sedang istirahat, tapi malah mikir pekerjaan mulu.

5. No being heard

Kalau unspoken feeling belum disampaikan, no being heard sudah disampaikan, tapi tidak didengar. Padalah sebenarnya menjadi pendengar itu simpel. Kita tidak harus setuju, tapi kita perlu mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain.

6. Lack of personal growth

Seseorang yang dalam bekerja, berkarya, dan aktivitas sehari-seharinya kurang berkembang, dapat mengalami stres. Karena ia merasa tidak maju-maju.

7. Failure

Orang yang merasa gagal biasanya merasa tidak mampu sehingga berkurang rasa kompetisinya dengan orang lain.

8. Lack of private space

Saat seseorang tidak mendapatkan privat space, kita bisa menjadi stres. Mengapa? Karena manusia itu makhluk sosial, tapi juga makluk yang mempunyai batasan/ bounderies. Personal space itu penting. Kalau orang lain terus menerus masuk ke personal space kita, jelas bikin tidak nyaman. Lama-lama bisa membuat stres.

9. Tight deadline

Deadline yang ketat dan berdekatan, mambuat kita tidak bisa bernapas. Pikiran dan badan tegang terus-menerus. Kita menjadi tidak rileks sehingga mengakibatkan tubuh berespon negatif.

Setelah mengetahu 9 penyebab di atas? Mana yang merupakan penyebab stresmu? Kalau saya sih kebosanan, lack of growth, dan multitasking. Lalu apa solusinya? Sabar, sahabat ismi lanjut ke bagian motivasi dalam bekerja dulu, yuk.

Motivasi Kerja Berpengaruh Pada Cara Kerja

Motivasi adalah dorongan untuk bertindak atau berkarya untuk mencapai suatu tujuan (tidak murah menyerah). Nah, ternyata ada dua sumber motivasi seseorang, yaitu intrinsik, dan ekstrinsik. Apa bedanya ya?

Tipe Intrinsik

Motivasi kerja

Aku pribadi merasakan semua ciri di atas. Tetapi saat ini agak merasa personal gworth- ku terhenti, entah karena apa.

Mengetahui motivasi kerjamu tipe yang mana, akan bermanfaat untuk mengatasi stres dalam pekerjaan. Karena strategi yang dipakai lumayan berbeda.

Cara meredakan stres

Lalu bagaimana strategi yang tepat bila motivasi kerjamu tipe intrinsik?

  • Temukan ilmu baru untuk memperkaya pekerjaan yang dilakukan saat ini (inspirasi)
  • Ingat kembali aspek yang kamu sukai dari pekerjaan saat ini
  • Mengingat kembali nilai hidup yang berhubungan dengan pekerjaanmu
  • Ingat kembali dampak dari hasil kerjamu

Misal nih, kalau aku praktikkan ke diriku, saat aku merasa stres atau jenuh terhadap pekerjaan sebagai blogger, maka aku sebaiknya segera mencari ilmu baru yang menginspirasi. Lalu aku mengingat-ingat kalau aku suka pekerjaan ini Karena bersifat edukatif, membuatku selalu update ilmu, dan fleksibel dari segi waktu.

Value atau nilai hidup yang berhubungan dengan pekerjaanku adalah jadilah orang yang bermanfaat, meskipun kecil, yang penting konsisten saja dulu. Value lainnya adalah hidup yang seimbang antara karir dan keluarga, tidak berat sebelah.

Dampak dari pekerjaan menulisku tentu banyak sekali. Mulai dari banyak teman, memperluas jaringan, menambah penghasilan, sampai bisa keliling ke berbagai kota di Indonesia dan luar negeri.

Selain itu, aku mendapat banyak kesempatan menjadi narasumber kepenulisan. Dan bahkan impianku untuk menerbitkan buku solo juga sudah terwujud. Tentunya berkat latihan menulis setiap waktu di blog.

Tipe Ekstrinsik

Motivasi kerja gaji jabatan

Siapa nih yang motivasi kerjanya tipe ekstrinsik? Apakah salah? Tentu tidak, sah-sah saja motivasi kerja karena reward dan intensif. Bahkan satu orang bisa kok punya dua tipe motivasi kerja tersebut. Hanya biasanya dominan salah satu.

Strategi pereda stres untuk tipe ekstrinsik:

  • Carilah hal-hal baru yang kamu sukai di luar pekerjaan yang saat ini dilakukan
  • Ingat kembali hal yang saat ini didapat berkat pekerjaannmu (tunjangan, uang, fame, award, dll)
  • Cobalah menemukan value dirimu
  • Ingat kembali bahwa apa yang telah kamu lakukan tidak sia-sia, dan berdampak pada orang lain.

Pentingnya Self Awareness

Self awareness atau kesadaran diri adalah sikap yang berusaha untuk memperhatikan perilaku, pikiran, perasaan, dan dampaknya pada orang lain. Kesadaran diri ini penting agar sahabat ismi dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan diri.

Selain itu, kesadaran diri juga membuat seseorang lebih mudah dalam mengambil peluang/kesempatan yang meningkatkan kualitas hidupnya.

Dalam bidang pekerjaan, ada beberapa cara self awareness sebagai salah satu manajemen stres.

1. Review value hidupmu

Ada banyak value dalam hidup, antara lain kesehatan fisik dan mental, pemasukan yang stabil, keluarga, keamanan, persahabatan, cinta dan kasih sayang, kolaborasi, kekayaan, pencapaian, popularitas, kekuasaan, pengakuan, menghargai diri sendiri, tradisi, loyalitas, pengembangan diri, dermawan, spiritualitas, gaya hidup, kebebasan, dan kebijaksanaan.

Dari sekian banyak value tadi, pilih dua sebagai prioritas. Setelah itu, buat prioritas waktu untuk setiap value yang telah dipilih.

2. Tentukan strategi untuk mengembalikan keseimbangan antara keduanya

Strategi yang dimaksud misalnya latih jeda dan jurnaling. Latih jeda yaitu memberi jeda saat perasaanmu mulai tidak nyaman. Sahabat ismi bisa latih jeda dengan bernapas dalam sebanyak 5 kali.

“Saya melakukan jurnaling dengan bertanya apa yang sebaiknya dilakukan. Sekarang ngapain ya agar perasaanku lebih baik? Biasanya, nanti ketemu jawabannya. Contohnya harus ketemu teman karena sudah lama tidak bersosialisasi, atau datang ke acara seni untuk me time, dan sebagainya.” – DV Chan-

Untuk latih jeda, sahabat ismi bisa mengandalkan Mindtera sebagai aplikasi yang membantu dan mengingatkan. Aku sudah praktik. Caranya mudah sekali, cukup buka aplikasi Mindtera dan lakukan registrasi. Jika sudah terdaftar, tinggal login saja.

Saat login, akan ada ucapan selamat datang. Lalu sahabat ismi bisa mengklik rehat yang berisi latihan napas dengan cara bernapas secara mindful selama 1 menit 15 detik.

Setelah melakukan latihan napas, kerasa banget sih aliran darah dan oksigen ditubuhku lebih lancar sehingga aku merasa lebih nyaman.

3. Komitmen terhadap prioritas value dan strategi yang dipilih

Setelah memutuskan prioritas value dan strategi apa yang akan digunakan, maka sahabat ismi sebaiknya berkomitmen terhadap keputusan dan pilihan tersebut. Sebenarnya boleh-boleh saja mengubah value, tapi jangan keseringan. Lebih baik pastikan dulu, tanya ke hatimu yang terdalam.

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas dalam Bekerja

1. Ketahui tujuan besarmu (big picture)

Tujuan besar yang dimaksud adalah tujuan personal dan alasan bekerja. Kalau boleh membuat contoh, setelah menggali lebih dalam tujuan besarku adalah menjadi educator, dengan alasan bekerja untuk membagikan ilmu yang aku miliki ke orang lain yang membutuhkan.

Makanya kalau ditanya apakah pekerjaan yang sekarang sudah sesuai track untuk mencapai tujuan besarku atau belum, jawabannya adalah sudah. Mungkin aku harus lebih sering mengingat hal ini agar semakin semangat bekerja.

2. Ketahui targetmu

cara meningkatkan produktivitas kerja

Nah, tentang menyusun target dan deadline ini aku terus terang masih merasa berantakan. Aku hanya membuat catatan pekerjaan dan deadline di alarm smartphone agar mudah untuk dicek. Begitu pula dengan to do list pekerjaan, ya jadi satu di alarm handphone tadi:D

Mengenai merayakan pencapaian- pencapaian kecil, hmm, kayaknya sekarang jarang aku lakukan ya. Kalau dulu lumayan sering misal dengan ngopi di luar, atau kasih waktu refreshing buat diri sendiri. Sepertinya, sebaiknya aku mulai merayakan lagi pencapaian-pencapaianku agar tidak merasa stuck.

3. Buat productivity timer

Tips meningkatkan produktivitas kerja

Untuk productivity timer juga jarang bahkan nyaris tidak pernah aku lakukan. Aku kerja sesuka hati, tergantung mood. Parah sih memang. Kadang aku bangkitin mood dengan cara mendengarkan musik.

Kalau dulu, aku bisa fokus bekerja dengan nongkrong di co-working space. Jadi ya jam kerjaku selama berada di tempat “kerja” tersebut. Tapi sejak pandemi, sudah tidak pernah lagi kerja dari luar rumah.

cara meningkatkan semangat

Karena berada di rumah saja, malah seharian rasanya ingin istirahat dan bersenang-senang terus, hingga akhirnya menjadi malas. Jangan ditiru ya. Makanya aku sering bekerja menjelang deadline, dan terus terang itu bukan hal yang baik. Aku mau mencoba Podomoro teknik ah agar semakin produktif.

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Mindtera, Anti Panik Kelola Sibling Rivalry

“Kakak usil nih Ma! Huaaa…!” Rengek sang adik yang berusia 5 tahun.

“Makanya Adik jangan rebut mainan Kakak, dong!” Balas Kakak yang berusia 7 tahun.

Lalu datanglah batita (bawah tiga tahun) yang pingin ikutan, “ Kakak… Kakak!”

Akhirnya si sulung dan si tengah jambak-jambakan. Atau berakhir dengan menangis berbarengan. Si bungsu yang awalnya penasaran, jadi bingung, dan ikut menangis.

Bagi ibu dengan tiga anak, pertengkaran antar anak adalah makanan sehari-hari. Rasanya seperti berada dalam medan perang. Teriakan kakak dan adik pada pagi hari, dorong-dorongan pada siang hari, dan berakhir dengan tangisan mereka di malam hari.

tips menghadapi sibling rivalry

Awalnya sih masih sabar, tapi lama-lama kesal juga. Sampai-sampai aku berharap andai bisa sehari saja tidak ada masalah antar anak, alangkah damainya rumah.

Begitu aku kenal dengan aplikasi Mindtera, aku langsung mengcek apakah ada kategori keluarga. Siapa tahu aku menemukan solusi di sana.

Aplikasi Mindtera terdiri dari beberapa kategori, antara lain kerja, cinta, fitness, self mastery, dan keluarga. Di dalamnya ada program premium (berbayar) dan program gratis.

Mindtera Indonesia

Ketika aku buka kategori keluarga, eh ada program gratis dengan tema sibling rivalry. Bagai pucuk dicinta ulam tiba.

Pelatihan di Mindtera merupakan program berjenjang tidak lebih dari 5 menit sehari dan dibawakan oleh fasilitator profesional dan berpengalaman. Lihat deh data diri Mbak Tita selaku fasilitator modul pelatihan sibling rivalry, mengesankan sekali.

Tita ardiati Mindtera

Sebagai informasi, video sibling rivalry di Mindtera terdiri dari tiga sesi dengan judul yang bisa sahabat ismi baca dari gambar. Setiap harinya aku hanya bisa menonton satu sesi saja, kurang lebih 2-3 menit. Sedangkan sisanya, ada sesi rehat dan hening.

pelatihan parenting gratis di mindtera

Dari pelatihan yang aku dapat di Mindtera, aku mulai menyadari bahwa sibling rivalry adalah hal yang wajar dalam hubungan kakak adik. Justru adanya masalah menjadi salah satu cara mereka belajar memecahkan masalah.

Teori sibling rivalry

Mbak Tita benar ketika mengatakan bahwa seringkali pertengkaran antar anak menjadi besar Karena intervensi dari orang tua, terutama ibu. Yang seharusnya mereka bisa menyelesaikan sendiri, malah orang tuanya keburu ikut campur. Sudah gitu, memihak salah satu anak pula. Anak satunya jelas semakin marah.

Idealnya, orang tua membiarkan anak menyelesaikan masalah tersebut terlebih dahulu. Orang tua hanya menjaga agar mereka tidak saling menyakiti. Anak-anak itu pintar, mereka bisa mencari solusi sendiri, asal diberi kepercayaan.

Bila masalah tidak berhasil diselesaikan atau anak mulai kewalahan, barulah orang tua bisa intervensi.

Lalu bagaimana intervensi yang tepat?

1. Dengarkan cerita versi masing-masing

Oang tua mendengarkan cerita dari kedua belah pihak. Mbak Tita mengingatkan agar orang tua menjadi pendengar, bukan menghakimi. Dengan demikian kakak dan adik akan merasa orang tuanya adil dan tidak memihak salah satu. Gunakan pula kesempatan ini untuk melihat potensi masing-masing anak.

2. Latih mencari solusi yang adil dengan mengajarkan empati

Tanyakan pada anak, jika mereka bertukar tempat, apa yang akan dirasakan. Itulah yang dirasakan oleh saudaranya. Dengan berempati, diharapkan kakak dan adik bisa memandang masalah dari sudut pandang lain, yaitu sudut pandang saudaranya.

3. Ajarkan konsep maaf

Orang tua tidak semata-mata menyuruh minta maaf, tapi mengajarkan bahwa maaf adalah bentuk kasih sayang dan penghargaan. Dengan demikian, anak akan saling meminta maaf karena mereka menyayangi saudaranya.

Sibling rivalry psikologi

Dari ketiga sesi pelatihan tersebut, mindsetku tentang sibling rivalry berubah. Aku tidak lagi galau dan terbebani. Saat anak-anak bertengkar, aku membiarkan mereka menyelesaikan sendiri terlebih dahulu. Tapi kalau ada kekerasan fisik, aku langsung turun tangan untuk memisahkan.

Tapi sebelum turun tangan, aku harus memastikan bahwa emosiku netral. Jika emosiku sedang tinggi, aku langsung menyalakan sesi rehat dari aplikasi Mindtera. Bernapas dalam selama satu menit, bisa menurunkan tingkat emosiku. Setelah itu, barulah aku menemui kedua anakku.

Ternyata, apa yang dikatakan Mbak Tita benar. Ketika aku mendengarkan cerita versi masing-masing anak, dan meminta mereka berempati terhadap saudaranya, pertengkaranpun reda. Kakak dan adik saling minta maaf dan bahkan berpelukan. Alhamdulilah, lega!

Sesi Favorit di Mindtera

Sesi favorit di Mindtera

Perlu sahabat ismi ketahui bahwa sesi favoritku di Mindtera adalah hening untuk latihan fokus. Sebagai ibu dari tiga anak, aku kerap dilanda rasa bersalah kalau tidak melakukan apa-apa sehingga aku merasa harus selalu bergerak. Apalagi bila pekerjaan di rumah dan pekerjaan sebagai blogger sedang banyak-banyaknya.

Padahal setiap manusia membutuhkan keheningan sejenak agar lebih mindful dalam beraktivitas. Sesi hening mengajakku untuk fokus bernapas dan merasakan sekitarku dengan lebih sadar.

Aku paling suka dengan hening malam untuk lelap. Setelah lelah beraktivitas, Mindtera memanduku untuk rileks dan bersiap tidur malam. Hening malam memberikan sugesti agar kita tidur dengan damai, sehingga esok hari bisa bangun dengan hati, tubuh dan pikiran yang ringan.

Manfaat Aplikasi Mindtera

Aplikasi Mindtera jelas bermanfaat bagiku, dan aku yakin juga bermanfaat bagi banyak orang di Indonesia. Baik yang sudah berkeluarga, maupun yang sedang galau dengan cinta dan karir.

Mengapa Aplikasi Mindtera Bermanfaat?

Mindtera platform edukasi kecerdasan emosi

1. Membantu individu yang ingin mengembangkan kecerdasan emosi, sosial dan fisiknya.

2. Meningkatkan personal growth

3. Mengikuti program/ pelatihan di mana saja dan kapan saja

4. Solusi bagi seseorang yang sedang memiliki masalah baik dalam karir, keluarga, atau hubungan dengan pasangan (cinta)

5. Durasi pelatihan yang singkat (< 5 menit) sangat unik, karena Mindtera mengedepankan mindfulness.

Bagi sahabat ismi yang ingin lebih mindful dalam mengelola perasaan dan pikiran dalam kehidupan sehari-hari, yuk download aplikasi Mindtera, bisa di Android maupun IOS.

Ingin mengenal Mindtera lebih jauh, dan mendapatkan tips menarik seputar cinta, keluarga, dan karir? Follow Instagram @mindtera.id, Twitter @mindteraID, Facebook Mindtera dan website www.mindtera.com

cara menambah semangat kerja

(Visited 218 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

47 thoughts on “Anti Panik Kelola Stres Karena Pekerjaan dengan Aplikasi Mindtera

  1. Lintang Reply

    I feel you mba..pernah juga pas mepet deadline banget tiba-tiba anak ganggu. Sebenernya ga ganggu juga, hanya aja kan mereka emang lagi pengen maen ama emaknya. Cuman si emak lagi underpressure juga. Ahh jadinya feeling guilty banget tuh. Kan mereka ngga salah ya. Untung ada aplikasi mindtera ini yah yang bisa bantu mengelola emosi.

    • Siska Dwyta Reply

      Menarik ya aplikasi Mindtera ini bisa bantu kita kelola hidup dengan lebih baik lagi. Sepertinya saya tertarik juga nih pengen coba sesi Sibling Rivalry-nya soalnya suka pusing juga menghadapi kakak dan adik yang hari2 sering bertengkar.

  2. Sri Wulandari Reply

    komplit banget penjelasannya kak. Detail dan terperinci dengan rapi. jadi dapet ilmunya lengkap ga setengah-setengah. makasih ilmu seputar kelola stresnya kak. ilmu baru buat aku yang barusan jadi ibu. hehe

  3. T.Retno Reply

    Ahaha…”rame” banget ya kalau anak-anak masih kecil-kecil gitu. Sama-sama cewek pula. Aku nggak ngalamin sih karena jarak usia kedua anakku cukup jauh. Tapi tetep sih, selalu aja ada momen yang bikin kepala terasa mau meledak saking stresnya. Btw, aku juga suka mengakses Mindtera buatr relaksasi 🙂

  4. Erin Reply

    Aku juga suka sesi Hening dan Latihan Fokus, Mba. Untuk kelasnya aku ikut yang menghilangkan stres di Tempat Kerja. Kalau di tempat kerja sudah stres, suka kebawa ke rumah dan anak juga kadang ken imbasnya. Padahal anak tidak salah.

  5. Jihan Reply

    Haii mbaa aku juga kemarin cobain sesinya mindtera. Lalu takjub sama foundernya. Keren loh ini konsepnya :)) andai setiap sekolah mengadopsi sistem belajar seperti ini, pasti lebih nyenengin yaa mba kayak di Finlandia hehe

  6. Fenni Bungsu Reply

    Belajar meningkatkan kecerdasan gak hanya dalam hal akademis aja ya, tapi juga untuk emosional. Agar jiwa tetap bisa terkontrol terutama kelola stres

  7. Lita Reply

    bener banget.. saya juga kadang biarin anak2 menyelesaikan masalah sendiri. tapi kalo saya gemes kadang juga mrlibatkan diri wkwk.. aplikasi yang perlu diunduh ya ini soalnya bisa bermanfaat banget buat masa sekarang

  8. Tanti Amelia Reply

    Jadi secara harfiah,
    mainan aplikasi Mindterra bisa membantu healing sih mbak, kalau pengamatanku

    manusia memang harus bisa sejenak “lepas” dari jiwanya – mainan sebentar – then balik ke normal life….

  9. evi Reply

    menarik banget aplikasi Mindtera ini. Yah namanya kehidupan sehari-hari, banyak masalah, jadi ada saja yang bisa bikin kita stress. Stress sendiri sih masih mending, nah kadang melibatkan anak dan keluarga. Tak seorang menyukai hasil marah-marah. Nah dengan mindtera kita bisa belajar mengelola emosi ya. Yang tadinya kurang bisa mengendalikan, berkat diasah dan dilatih cerdas tiap hari, di tera setiap ada kesempatan, pasti lah kehidupan akan lebih baik ya Mbak

  10. Damar Aisyah Reply

    Ya ampun, akhir-akhir ini aku ngerasain banget yang kayak udah jenuh, lelah, bosen dan merasa gak ada waktu buat diriku sendiri. Akhirnya suka marah-marah sama anak. Iya sih, aku sadar udah saatnya break, ambil jeda sesaat karena kayak udah kehabisan energi. Mungkin aku butuh mencoba Mindtera untuk memperbaiki kondisi kejiwaanku. Thanks sharingnya, Mbak.

  11. Reskia Reply

    Kadang-kadang kita suka lupa kalo udah keasyikan bekerja, padahal diri kita ini butuh istirahat dan butuh liburan istilahnya. Nah, karena suka lupa, tak jarang kita suka stress. Beruntung ada aplikasi ini bisa belajar buat meredakan stres ya mba.

  12. Narasi Nia Reply

    Unspoken feeling ini rasanya hampir dialami oleh semua orang ya kak. Terutama ibu-ibu yang mengurus rumah tangga.

    Ribet, capet, bosen dan lainnya yang bikin stres tuh gak enak banget. Tapi susah diungkapin

  13. Ophi Ziadah Reply

    Keren ya ada aplikasi edutech yg bisa mengelola stres kayak gini.
    Kadang2 suka ga enak klo harus keseringan, dg pakai aplikasi ini selain memahami sendiri dan lebih personal, ga perlu ragu utk praktik kelola emosional.

  14. Katerina Reply

    Banyak sekali faktor penyebab stres di pekerjaan ya mbak Dian, itu kenapa aku selalu berusaha agar di rumah jadi istri yang bisa membuat suami bebas stres. Jangan sampai sudah lelah jiwa raga di kantor, di rumah ditambahin juga. Ga cuma menjaga jiwa dan pikiran suami, diri sendiri pun harus lebih dulu bebas stres.

    Kalau stres paling penting mengenali penyebabnya dulu ya, baru cari solusi.

    Semoga aplikasi mindtera ini bermanfaat bagi pengguna yang membutuhkannya.

    Terima kasih untuk ulasannya yang mendalam, mbak.

  15. Marita Ningtyas Reply

    Hampir semua ibu sepertinya rentan stres ya, salah satunya karena hobi multitasking. Sambil momong anak, sambil jualan. Sambil goreng tahu, sambil cuci piring. Keknya keren, padahal terlalu banyak multitasking justru bikin stress. Bagus nih fitur2 yang ada di Mindterra bisa bantu lebih mindful dan releasing stress.

  16. April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com Reply

    Ibu rumah tangga memang sangat rawan stress ya mbak apalagi zaman pandemi gini susah banget mau cari hiburan keluar aja.
    Aku pernah download aplikasi kyk gini tapi Mindtera ini menurutku lebih lengkap dari yg aku install dulu. Sampai pembahasannya juga ada di masalah punya anak ya?
    Nanti aku coba install ah TFS infonya

  17. nurulrahma Reply

    Ini aplikasi yg sangat dibutuhkan manusia2 jaman now.
    karena makin ke sini, tingkat stres luar biasa ya kan
    kece nih yg bikin app ini, berfaedah banget

  18. antung apriana Reply

    aku juga, mbak kadang kalau sudah pulang kerja capek trus anak-anak mulai suka berulah langsung pusing sendiri dan ujung-ujungnya marah-marah ke anak. kemarin sempat nih ikut juga acara mindtera ini dan memang bagus ya ini aplikasinya

  19. Lia Yuliani Reply

    Bagus juga Mindtera ini ya, pengen juga deh cobain. Emang salah satu penyebab stress itu multitasking kaya kerjaannya emak-emak di rumah tanpa art.

  20. lendyagassi Reply

    Huwaaa~
    Aku pikir ak aja yang begini sama anak, kak.
    Tapi bener banget, kak.. ketika kita bisa memanajemen waktu dengan baik, emosi pun menjadi lebih stabil.
    Dan dengan mindtera, banyak hal yang bisa kita sadari mengenai isu kesehatan mental.

  21. Lidya Reply

    Kalau lagi banya deadline suka pusing juga, bahaya kalau ga diatasi ya bisa stres & ngaruh ke anak-anak juga.
    Bagus jug aya ada platform yg bisa mengajarkan kita kecerdasan emosi. Jadi pingin nyobain aplikasinya.

  22. Nanik Nara Reply

    Akhir-akhir ini saya juga merasa multitasking ini malah bisa jadi pemicu stress. Makanya sekarang mencoba mengurangi kerjaan multitasking.

    Mintera ini keren juga ya, nggak cuma fokus di satu kecerdasan saja, tapi mengakomodir kecerdasan-kecerdasan lain yang ada pada manusia

  23. Milda Ini Reply

    Perlu banget nih kelolah emosi di tempat kerja, meski aku ya tipe cuek, kadang tuh banyak masalah justru muncul karena oang tuh gak ngerti dan gak tahu konsep pekerjaan. ujung2nya kan kita juga ikutan pusing, namanya juga team

  24. Herva Yulyanti Reply

    sama mba aku pernah alami burnout bawaannya tuh capek pengennya goleran entah saking kesel atau kerjaan yang banyak dan dilimpahin kabeh ke aku huhuhu…bagus deh ada platform mindtera ini jadi penasraa pengen coba juga kelasnya

  25. Naqiyyah Syam Reply

    jadi ingat zaman aku dulu kerja dan terus mengalami stress dengan penuh tekanan, jadilah mikir ulang buat resign, tips di sini jadi pengen ngaish info ke suami deh

  26. Sri Widiyastuti Reply

    Wah makasih mbak, penjelasannya lengkap banget mbak. Strees memang harus dikelola yaa. Kita semua sebenernya memiliki stressnya masing-masing dan kita yang bisa mengelolanya sendir. Tapi tak jarang kita gak tahu harus ngapain, kan. Jadi pas banget ada aplikasi mindtera ini ya, jadi bisa belajar mindfullness, keterampilan ini juga harus dilatih yaa

  27. diane Reply

    Menarik banget aplikasi ini..Sebelumnya aku lihat di story IG ya.. Kayaknya perlu kuinstall nih biar bisa eksplor lebih jauh…

  28. Dedew Reply

    Kelasnya bagus banget ya Mak membantu kita mengenali emosi diri dan stres dalam diri karena tidak semua orang menyadari kalau ternyata mereka sedang burnout dan stres, dengan ada kelas Mindtera ini bisa membantu memahami dan menyembuhkan diri..

  29. Anita Makarame Reply

    Membaca kalimat pembukanya sudah merasa senasib sepenanggungan mbak. Rasanya ingin full IRT saja tanpa ambil job/kesibukan ini-itu. Tapi pernah begitu juga jenuh, rasanya seringkali merasa bersalah pada anak waktunya tidak maksimal untuk anak yang tumbangnya tidak bisa terulang. Sepertinya perlu mencoba konsultasi di Mindtera agar bisa dapat riil solusi bukan hanya “Tetapkan prioritas dan management waktu yang baik.”

  30. lendyagassi Reply

    Kemarin baca-baca lagi, bagaimana baby blues itu bisa dialami oleh ibu pasca melahirkan.
    Aku jadi teringat banyak sekali yang sudah aku lakukan untuk melewati masa-masa itu dulu.
    Harusnya dulu sudah ada Mindtera yaa… sehingga menjadi tempat pertolongan pertama bagi para ibu yang sedang membutuhkan bantuan di masa-masa paling berat seperti ini.

  31. Rahmah Reply

    Saya baru tahu soal aplikasi ini
    Bisa banget ya cek tingkat stress kita sudah sampai mana
    Biar ga makin nemen kata orang Jawa yang ujung-ujungnya jadi orang aneh

  32. Nia Haryanto Reply

    Baca-baca Mindtera bikin keingetan sama aku sendiri yang di masa pandemi ini sering dan gampang stress. Huhu kudu ikut program management stress ya. Cobain dulu kelas gratisnya ah, siapa tahu cocok.

  33. Rina Susanti Reply

    Jaman sekarang apa aja ada aplikasinya termasuk untuk mengelola stress, bagus idenya, secara jaman pandemi konsultasi tatap muka riskan

  34. Ainhy E Reply

    Tak bisa dimungkiri emang ya kalau lagi kerja kadang rasa stress menghadang. Saya penasaran nih pengen cobain sendiri Mindtera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *