Waroeng Pohon Omah Sawah, Tempat Makan Ayam Ingkung di Jogja

Facebooktwitterredditmail

Waroeng Pohon Omah Sawah, Tempat Makan Ayam Ingkung di Jogja

Review saya ini memang latepost banget sih, sudah diniatkan mau nulis tentang tempat ini, tapi nggak dimulai-mulai, hehe. Padahal saya dan keluarga ke rumah makan Waroeng Pohon sudah beberapa bulan yang lalu, tepatnya ketika libur Hari Raya Idul Fitri. Kebetulan rumah mertua ada di Bantul, jadilah di lebaran hari kedua, kami bersilaturahmi ke sana. Kemudian suami dan anak pertama saya, kakak Najla menginap dua hari di sana. Sepulangnya dari rumah mertua, kami mampir sebentar ke rumah saudara di Bantul. Kebetulan sepupu saya ini tinggalnya di Bangka, dan sedang pulang ke rumah mertuanya di Bantul karena iparnya akan menikah, sekaligus berlebaran di Jogja. Setelah selesai bersilaturahmi, tak disangka perut kami pun keroncongan, padahal sudah ngemil banyak banget lho, hehe. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir ke tempat makan, tapi dimana ya makanan enak dan menarik di Bantul ini?

Setelah adik saya googling, ketemu deh Waroeng Pohon yang terkenal dengan ayam ingkungnya. Sebenarnya adik saya sudah pernah ke sini, dan saya pun sudah lama mendengar tentang ayam ingkungnya yang enak dan khas, serta lokasinya yang istimewa.

Tempatnya luas dan nyaman. Foto dokpri

Sesampainya kami di sana, ternyata memang benar, tempatnya oke punya. Dengan ornamen pepohonan yang rindang, Waroeng Pohon menghadirkan suasana asri dan homy. Dindingnya penuh dengan bebatuan krem (dari batu granit) yang menambah keindahan tempat makan ini. Selain itu, pemilihan kursi dan penataannya pun juga unik. Lihat deh, ada kursi makan yang berada di sebuah sepeda ontel. Bahkan beberapa sepeda sengaja digantung di dinding menjadi hiasan yang menarik.

Lokasi

Instagramable banget ya. Foto dokpri

Saya pun jadi keranjingan buat foto-foto di sekitar lokasi Waroeng Pohon, soalnya bagus hasilnya, hehe. Tuh, bisa dilihat kan kalau banyak pohon yang bisa jadi background foto. Sama halnya dengan dindingnya yang unik, serta suasananya yang beda dari rumah makan lain.

Bagaimana dengan makanannya?

Dua porsi ayam ingkung dan jus mangga serta es gula asam

Jelas sebagai menu utama, kami memesan ayam ingkung. Ayam ingkung sendiri adalah masakan olahan ayam yang zaman dahulu sangat terkenal bahkan sakral. Sehingga sering disajikan di acara-acara seperti kenduri atau sedekah. Menurut Wikipedia, ingkung adalah salah satu ubo rampe yang berupa ayam kampung yang dimasak utuh dan diberi bumbu opor, kelapa dan daun salam. Ingkung ini biasanya diletakkan di atas nasi uduk. Ingkung ini melambangkan bayi yang belum dilahirkan dengan demikian belum mempunyai kesalahan apa-apa atau masih suci. Selain itu ingkung juga dimaknai sebagai sikap pasrah dan menyerah atas kekuasaan Tuhan. Orang Jawa mengartikan kata ingkung dengan pengertian dibanda atau dibelenggu. Ubo rampe ingkung dimaksudkan untuk menyucikan orang yang punya hajat maupun tamu yang hadir pada acara selamatan tersebut.[1]

Wah, ternyata penuh makna juga ya ayam ingkung ini. Bagaimana dengan penampakannya? Sewaktu saya melihat penampakan ayam ingkung yang disajikan oleh Waroeng Pohon, jelas air liur saya menetes. Ayam ingkung disajikan bersama nasi uduk, lengkap dengan sambal, serta ada sebuah mangkuk yang berisi kuah opor tetapi tampak lebih cair. Nasi uduk atau nasi gurihnya pun disajikan dengan balutan daun kelapa yang bawahnya dialasi daun pisang. Sambalnya sendiri terdiri dari dua jenis yaitu sambal gepeng dan sambal kacang tumbuk.

Rasanya?

Siap menyantap ayam ingkung

Huaa rasanya enak sekali, gurih dan lezat. Meski ayam kampong, tetapi nggak a lot. Bumbunya juga meresap hingga ke dalam. Untuk kuah opornya sendiri seperti perpaduan opor dan sop, jadi tidak sekental opor. Cocoklah dimakan bersama ayam ingkung dan acarnya. Saya sendiri menuangkan kuahnya di atas ayam. Boleh juga menuangkannya di atas nasinya ya. Sambalnya cocok sekali disajikan dengan ayam ingkungnya. Sambal kacang ditambah kuah opor dan nasi gurih sangat pas ketika menjadi satu di mulut.

Menu lain?

Nggak doyan ayam? Jangan khawatir, Waroeng Pohon menyediakan menu lain seperti sop buntut dan seafood. Ayah dan ibu saya, saat ke sana juga pesan menu lain kok. Sewaktu saya cicip, rasanya juga enak. Sayurnya juga lengkap lho, mulai daric ah kangkung, sayur asam, hingga trancam.

Minuman?

Nah ini yang saya suka, selain menyediakan jus buah, Waroeng Pohon juga menyediakan minuman tradisional seperti beras kencur dan kunir asam. Saya memesan beras kencur, sementara adik dan ibu saya memesan beras kencur dipadu dengan gula asam, hmm yummy. Segar sekali karena kami memilih pakai es.

Harga?

Dari segi harga sih kalau menurut saya lumayan worthed lah. Ayam ingkung satuan dihargai 30 ribuan, sedangkan ayam ingkung utuh yang bisa dimakan 3-4 orang dihargai 120 ribuan. Kalau minumannya sih relatif standar, mulai 7 ribu rupiah ke atas lah. Sedangkan minuman tradisional seperti es gula asam kencur hanya dibanrol 6 ribu rupiah saja.

So far saya cukup puas dengan makanan di Waroeng pohon Omah Sawah ini. Tapi ada sedikit tips nih dari saya. Sebaiknya datang agak pagian agar makanan masih banyak stoknya. Saya datang ke sana sore hari dan beberapa menu sudah sold out. Maklum saja karena tempat ini ramai dikunjungi penggemar kuliner, baik dari dalam kota maupun luar kota. Oh ya, kalau datang saat liburan juga siap-siap antri ya, saking ramainya pelanggan, meski resto ini sudah sangat luas.

Satu hal lagi yang perlu dipuji adalah meski lokasinya masuk gang, tetapi resto ini ramai dan namanya sudah dikenal ke seantero penjuru. Halaman parkirnya yang luas juga menambah poin tersendiri untuk saya pribadi. Kalau teman-teman membawa tamu dari luar kota dalam jumlah banyak, bisa banget menjadikan Waroeng Pohon Omah Sawah menjadi pilihan tempat kuliner.

Lokasi
Waroeng Pohon Omah Sawah
Jl. Parangtritis KM 6 Sewon Bantul Yogyakarta
Telp. 0274 445625
Website : www.waroengpohon.com
Twiiter : @waroengpohon

Jam buka
10:00 – 23:00 WIB

Referensi:

Wahyana Giri MC (2010). Sajen & Ritual Orang Jawa. Yogyakarta: Narasi. p. 25-26.

(Visited 1,953 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

12 thoughts on “Waroeng Pohon Omah Sawah, Tempat Makan Ayam Ingkung di Jogja

  1. Mauliddin Moko Reply

    Kayaknya menarik banget ya Mba, buat makan sekeluarga sepertinya nyaman banget tempatnya. Ancer2 lokasi tepatnya di mana ya mba, udah ngelewatin Institut Seni Indonesia apa belum ya kalo dari kota Yogya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.