Tugu Lor Jogja, Cafe Sejuk di Jogja Utara

Facebooktwitterredditmail

Tugu Lor Jogja, dimana itu? Saat mudik Iduladha kemarin, saya menyempatkan diri bertemu teman-teman yang sudah lama tak jumpa. Maklum, saya dan keluarga tidak mudik saat lebaran Idulfitri. Sebagai gantinya, jauh-jauh hari kami menyiapkan rencana untuk pulang ke Jogja saat libur sekolah yang berbarengan dengan Hari Raya Qurban.

Karena anak-anak sempat sakit, saya dan keluarga nyaris tidak berwisata di Jogja dan sekitarnya. Anak-anak masih sempat bermain bertemu dengan para sepupunya. Anak adik saya tinggal di Jogja bagian utara. Sementara anak dari kakak dan adik suami tinggal di Bantul.

Di sela-sela waktu tersebut, saya beberapa kali mengunjungi rumah sakit. Kelak, saya akan bercerita dalam tulisan terpisah tentang sakit yang saya alami. Lalu saya alhamdulillah diberikan kesempatan bersilaturahmi ke teman yang baru saja melahirkan anak ketiga, menemui teman-teman dari Blogger Ayu, dan bertatap muka dengan teman-teman penulis Jogja.

Kali ini, saya menemui rekan konsultan psikologi Mbak Novi, dan teman-teman dari @temupenulis di sebuah cafe bernama A Cup of Tugu Lor Java. Yup, dari namanya terlihat Bahwa lokasinya berada di utaranya Tugu Jogja. Tepatnya di Jalan AM. Sangaji No.72, Jetis, Yogyakarta. Dari Tugu, lokasi cafe ini hanya berjarak kurang lebih 1 km. Tinggal ke utara saja selama 5-10 menit, sampai deh. Kalau dari Mak Semarangan, Tugu Lor ini masih di selatannya.

A Cup of Tugu Lor Java, Cafe Penuh Pohon

Saya berangkat naik ojek, karena saat itu motor sedang dipakai. Sementara suami menjaga anak yang sedang sakit. Padahal biasanya kalau lokasinya dekat, pasti saya motoran. Mungkin karena sudah terlalu nyaman disopirin ojek kali ya.

Untung saja naik ojek, karena papan nama/ plank dari Tugu Lor kurang terlihat dari jalan. Sebagai informasi, lokasi cafe ini tuh sampingnya Hotel Tentrem. Jadi kalau bawa kendaraan sendiri, pastikan cek selatannya Hotel Tentrem ya.

Tugu lor Jogja

Dari luar hanya nampak bangunan berwarna putih. Tapi ketika menginjakkan kaki menuruni tangga, saya langsung dibuat takjub dengan apa yang saya lihat. Pohon tinggi dan besar tumbuh mengelilingi meja dan kursi yang berada di tengah. 

A cup of tugu lor java

Ada beberapa lampion dan lampu yang terikat di antara pohon-pohon. Saya yakin, di malam hari saat lampu=lampu terebut menyala, suasana akan semakin romantis. Siapa sangka, ada hidden gems di tengah kota. Hutan kecil yang menyejukkan mata dan seluruh indra. 

Tak hanya area outdoor, A Cup of Tugu Lor Java juga menyediakan ruangan indoor. Area indoor ini ber-AC, dekat dengan kasir dan tempat Pemesanan menu. Terdapat tangga yang menuju ruangan atas yang sama-sama indoor.

Lokasi tugu lor

Tadinya saya dan Mbak Novi duduk di area outdoor, di Antara pepohonan. Tapi karena hp saya sekarat, dan colokan listrik hanya ada di ruangan ber-AC, jadilah kami pindah. Sekalian pesan menu deh.

Pilihan Menu di A Cup of Tugu Lor Java

Minuman di tugu lor

Saya tipe orang yang enggak harus ngopi. Kadang saya pesan non coffee seperti cokelat atau teh. Hari itu, saya memesan hazenut cokelat kalau tidak salah. Untuk camilannya, saya tertarik mencicipi jasuke seharga 10 ribu rupiah saja. FYI jasuke pinggir jalan di Depok harganya 12 ribu rupiah lho. Hehe.

Menu di tugu lor

Untuk harga minumannya standar ya, mulai dari 20 ribuan rupiah. Menu makanan cukup lengkap. Mbak Novi memesan kentang goreng. Nanti saat Mbak Eka datang, dia memesan pisang goreng bertabur gula halus dan kayu manis.

Ada banyak pilihan menu sehingga sahabat ismi tidak perlu khawatir. Rasa minumannya oke di lidah saya. Porsi jasukenya juga pas. Enggak kekecilan untuk harga segitu. Lumayan untuk mengganjal lapar.

Temu Kangen Anggota Temu Penulis Jogja

Saat datang, Mbak Novi sudah ada di lokasi. Ia bersama suami dan ketiga anaknya. Anak-anaknya lumayan asyik mengeksplor Tugu Lor. Kami sempat melihat tupai melompat-lompat di atas pohon. Lucu!

Novi Resminingrum konsultan psikologi

Saya yang sudah lama banget enggak ketemu Mbak Novi, langsung nyerocos bercerita tentang kehidupan di Depok, dan sebagainya. Begitu pula dengan Mbak Novi yang bercerita tentang rencananya untuk kuliah S2 lagi. Keren!

Tak lama, datanglah Mbak Eka dan Mbak Yulia dan Temu Penulis Jogja. Mbak Eka juga datang bersama suami dan kedua anaknya. Setelah memesan makanan dan minuman, kami bercerita panjang lebar.

Temu Penulis Jogja

Tentang dunia kepenulisan, jahit menjahit karena Mbak Eka merupakan seorang wirausahawan tas, dan juga tentang UMKM. Yup, Mbak Yulia teman dari Temu Penulis juga merupakan pengusaha wedang rempah bernama Wedang Sae ( sekarang bernama Sesae). Seru banget ngobrol bareng mereka. Meskipun sudah lama tidak bertatap muka, rasanya baru ketemu kemarin. 

Saat lagi ngobrol, Maryam anak keempat Mbak Eka tampak rewel. Rupanya dia kurang nyaman di area indoor. Entah karena musiknya menghentak, atau karena ia ingin melihat pohon hijau. Akhirnya kami pindah ke area outdoor. Alhamdulillah Maryam mulai tenang.

Penulis buku di Jogja

Lalu akhirnya Mbak Dhita datang. Ibu sibuk ini habis mengantar anaknya renang, sehingga sedikit terlambat. Sekarang beliau juga mengajar bimbel. Masyallah sungguh pada produktif.

Langit mulai gelap. Bukan karena malam tiba, tapi karena mendung menyapa. Daripada nanti kehujanan, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri keakraban ini. Sekitar sepuluh menit kemudian, beneran gerimis deh. Saya naik ojek dan beberapa meter ke arah utara mulai deras. Terpaksa pakai jas hujan deh supaya enggak basah kuyup. 

Alhamdulillah sampai ke rumah dengan selamat. Meskipun agak basah. Saya langsung ganti baju supaya enggak sakit. Gawat dong anak sudah sakit masa saya ikutan. 

Sungguh senang bisa ke Tugu Lor. Kalau ada kesempatan, saya mau banget ke sana lagi. Entah untuk bertemu teman. Atau menulis sendirian. Bercengkrama berdua dengan laptop. 

Kalau sahabat ismi sedang di Jogja, jangan lupa mampir ke hutan kecil di Tugu Lor ya.

(Visited 31 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

Leave a Reply

Your email address will not be published.