Tips ke Ephesus

Tips ke Ephesus, Reruntuhan Kota Kuno di Turki

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Tips ke Ephesus Turki ini cukup penting agar wisatamu nyaman dan aman.

Kalau teman-teman sudah baca tulisan saya tentang itenerary selama seminggu di Turki, pasti familiar dengan Ephesus. Saya dan rombongan mengunjungi Ephesus dengan terlebih dahulu bermalam di Kusadasi.

Ephesus terletak di pesisir barat Asia Kecil, dekat Selçuk modern, Provinsi Izmir, Turki. Ephesus tadinya adalah kota Yunani kuno, lalu menjadi kota Romawi. Kemudian kota ini sempat hilang karena bencana gempa bumi. Akibat dari gempa bumi masih dapat saya lihat dari bekas reruntuhan.

Tips ke Ephesus

Kemegahan Ephesus Masih Terasa Nyata

Ephesus atau Efes sendiri dalam bahasa Turki artinya adalah reruntuhan dari kota kuno. Kota Ephesus memang terbilang kuno namun megah pada zamannya. Lantai marmer, ukiran di setiap dinding merupakan beberapa bukti kecantikan kota ini.

celcius library

Pilar-pilar Besar, Persisi dan Kuat di Celcius Library

Belum lagi besarnya pilar-pilar dan bangunan. Siapa sangka di zaman itu, manusia sudah dapat membangun gedung tinggi dengan kapasitas untuk ratusan orang.

Bus diparkir di sebuah halaman khusus parkir di dekat pintu masuk Ephesus. Saya dan rombongan berjalan kaki menuju gerbang. Tiket sudah diurus oleh travel agen sehingga kami tinggal masuk saja. Meski datang di pagi hari, cuaca cukup terik.

5 Tips ke Ephesus, Turki

1. Memakai Suncreen dan Kacamata Hitam

Saya ke Ephesus di bulan Maret. Anginnya dingin, tapi matahari menyengat. Oleh karena itu, tips ke Ephesus pertama adalah pakai tabir surya. Jangan lupa pelembap karena udara cukup kering. Kalau ada tabir surya yang sekaligus pelembap, maka lebih baik.

agora Ephesus

Karena matahari cukup terik, gunakan kacamata hitam agar dapat melihat dengan baik. Lumayan blereng bo kalau tanpa kacamata. Bisa-bisa jadi keliyengan karena mata harus beradaptasi dengan sinar mentari.

2. Pakai Topi atau Payung

Tips ke Ephesus berikutnya masih karena alasan yang sama, gunakanlah topi atau payung sebagai pelindung kepala. Yang berjilbab juga sama, alangkah lebih nyaman kalau di atas jilbab masih dilindungi oleh topi atau payung.

Perlengkapan tersebut cukup membantu agar kita tidak terlalu berkeringat. Kalau berkeringat kebanyakan, bisa dehidrasi karena jalan kakinya cukup jauh.

3. Bawa Air Minum

Ephesus turki

Agora, Semacam Pasar di Ephesus. Jalan Kakinya Sejauh Mata Memandang

Ephesus City ini sangat luas. Tidak ada kendaraan yang bisa dinaiki selama mengelilingi Ephesus. Jadi cara satu-satunya adalah berjalan kaki. Beberapa tempat cukup menanjak, lainnya berupa turunan. Siapkan stamina dan air minum selama mengunjungi Ephesus.

Kalau punya permen atau cokelat juga boleh dibawa. Karena di dalam tempat wisata Ephesus sama sekali tidak ada penjual makanan atau minuman.

4. Sewalah Guide

Sejarah tentang Ephesus begitu menakjubkan. Sayang sekali jika teman-teman berkunjung ke kota tua ini tanpa mengetahui cerita di baliknya. Setiap patung dewa-dewi Yunani, tokoh Romawi, dan gerbang bangunan tertentu pasti mempunyai kisah nyata yang unik.

celcius library in Ephesus

Celcius Library in Ephesus

Teman-teman akan menemukan Celcius Library yang merupakan perpustakaan ketiga terbesar di zamannya.

grand teater Ephesus

Grand Theater Ephesus

Ada pula Grand Theater yang bisa menampung 25 ribu orang. Semuanya punya cerita tersendiri. Misalnya saja saat di Grand Theater, guide kami mempraktikkan tepuk tangan dan berteriak saat suasana hening. Ajaibnya, tepuk tangan dan teriakan tersebut menggema! Bangunan Grand Theater memang dirancang memantulkan suara sehingga ketika ada pertunjukan di dalamnya, lebih terasa kemegahan dari keriuhan penonton.

temple of Hadrian

Temple of Hadrian

Selain itu, di dalam Ephesus city juga terdapat Temple of Hadrian, Bath of Varius, State Agora, Temple of Domitian, Memmius Monument, Hercules Gate, Temple of Artemis, dan masih banyak lagi. Guide menjelaskan satu per satu setiap menemui bangunan tersebut.

dewa nike

Dewa Nike yang Artinya Victory atau Kemenangan

Saya jadi tahu mana Dewa Nike yang menjadi logo perusahaan Nike. Ada pula Dewa Artemis yang merupakan dewanya Ephesus karena melambangkan kemakmuran.

marmer, tips ke Ephesus

Saya dan rombongan juga melihat marmer yang motif atau polanya beda dibanding marmer lainnya. Rupanya bangunan tersebut dipercaya sebagai rumahnya orang kaya dan terpandang di zaman tersebut.

pemandian umum di Ephesus

Tempat BAB buat bergunjing, hmm

Guide juga menjelaskan mengenai area pemandian umum yang biasanya digunakan untuk berbincang masalah politik. Wah, ternyata taktik politik dan kekuasaan digunjingkan di pemandian=D

5. Hati-hati Membeli Makanan, Minuman dan Suvenir

Karena sangat lelah, setelah selesai mengelilingi Ephesus, saya ingin yang segar-segar. Rupanya di pintu masuk (sama dengan pintu keluar) terdapat toko es krim yang menjadi satu dengan toko suvenir.

Spontan saya memilih es krim (lupa mereknya, tapi kalau di Indonesia kayak Walls gitu lho) lalu memilih satu buah magnet kulkas dan 1 buah kartu pos. Saat akan membayar, kasir memberi tahu bahwa totalnya adalah 28 lira. Karena saya tidak punya uang kecil, saya membayar dengan uang lembaran 100 lira. Lalu kembaliannya diberikan tetapi dia tidak mau memberi nota atau tanda terima. Entah memang tidak ada atau bagaimana. Padahal tokonya lumayan besar lho.

Karena buru-buru dan memegang barang banyak, saya tidak menghitung lagi kembaliannya. Langsung saya masukkan ke tas. Sesampainya di bus baru saya hitung dan ternyata kurang banyak. Si kasir hanya mengembalikan 20 sekian lira, sementara sisanya hampir 70 lira. Jadi terbalik, kembalikan yang seharusnya 70 lira malah hilang begitu saja, hiks.

Bukannya suudzon, tapi selama 8 hari di Turki, saya sudah 3x melihat dengan mata kepala sendiri. Yang pertama kejadian di toko oleh-oleh yang lebih besar lagi. Mereka juga tidak menyediakan nota. Teman saya sudah memberikan uang 100 lira untuk total harga 55 lira. Kasir mengaku tidak ada kembalian. Akhirnya saya memberikan 5 lira dalam bentuk lembaran 15 ribu rupiah, dan teman saya memberikan 50 lira dalam bentuk lembaran.

Lalu si kasir diam saja tidak mengembalikan 100 lira milik teman saya. Ia juga tidak bisa berbahasa Inggris sehingga kami kesulitan berkomunikasi. Meskipun kami menyebutkan 100 lira, tapi dia hanya menggelengkan kepala.

Ketika orang Turki yang membantu kami saat memilih barang datang ke kasir dan berkata dalam bahasa Turki, dia mentranslate bahwa proses pembayaran sudah selesai, tidak ada yang perlu dibahas lagi. OMG! Saya sebenarnya kesal sekali. Kalau ada CCTV pingin saya usut tuntas tuh.

Kejadian ketiga saat saya dan rombongan harus membayar 2,5 lira di kamar mandi. Masalahnya sama, kasir kamar mandi tidak mengembalikan uang dengan hitungan yang tepat. Jadi saran saya, bayarlah segala sesuatunya dengan uang pas saat bertransaksi di Turki.

Oh ya, sewaktu di Ephesus, ternyata keluar dari gerbang ada banyak toko es krim yang harganya jauh lebih murah, hanya 2 lira. Huaa jauh banget sama es krim Walls yang saya beli di dalam gerbang. Padahal es krim 2 lira lebih menggoda karena berupa cone dengan aneka pilihan rasa es krim.

Baca juga Persiapan ke Turki 

Tips ke Ephesus 2

Itulah 5 tips ke Ephesus yang sebaiknya teman-teman praktikkan. Di artikel berikutnya saya bakal bercerita tentang apa yang unik di Ephesus =) InsyaAllah

(Visited 23 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

One Comments

  • Yulia August 31, 2019 Reply

    Waaah bagus banget ya. Aku penasaran sama celcius library itu. Semoga kapan-kapan bisa nyampe ke sana. Hehe

Leave a Reply

error: Content is protected !!