The Harvest Jogja? Bikin Saya Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Facebooktwitterredditmail
The Harvest cakes yang unyu-unyu di etalasenya. Foto dokpri.

Silakan sebut saya kuper atau jarang keluar rumah, karena nggak tahu soal toko kue yang kabarnya paling enak ini. Terus terang saya baru dengar tentang The Harvest ya saat kemarin ada acara pembukaan The Harvest Jogja. Dan langsung dibuat berdecak kagum ketika memasuki tokonya yang besar serta bersih dan rapi. Ternyata The Harvest sudah lama berdiri di Indonesia ya, termasuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Bali dan Semarang. Beruntung akhirnya The Harvest melebarkan sayap juga di Jogja.

Suasana di dalam toko The Harvest yang bernuansa Eropa

The Harvest Pattisier dan Chocolatier ini berlokasi di Jl. C. Simanjuntak No 5, Gondokusuman Yogyakarta. Tepatnya di pojokan pertigaan Terban, seberang Mc. D. Pokoknya kalau melihat ke arah pojok, langsung kelihatan deh tokonya.

Signature cakesnya The Harvest. Foto dokpri

The Harvest sendiri memiliki beberapa signature cakes seperti Chocolate Devil, yang rasanya memang devil abis. Dengan kata lain, cokelatnya itu lumer dan pas rasanya, nggak kemanisan tapi juga nggak pahit. Lapisan atasnya seperti agar sehingga nggak leleh saat berada di suhu ruang. Chocolate Devil ini juga lembut sekali lapisan kuenya, dikarenakan ada krim coklat di tiap lapisannya, enaklah pokoknya. Saya yang penggemar makanan manis langsung jatuh cinta sama cake ini.

Foto dokpri.
Chocolate Devil. Foto dokpri

Selain Chocolate Devil, The Harvest juga memiliki Strawberry Cheese Cake sebagai cake andalannya. Rasanya gimana? Wah jangan ditanya, lezat! Saya pikir saya akan enek dengan kejunya, tapi ternyata nggak lho. Lapisan kuenya juga lembut banget, dan strawberinya segar dan merah merona sehingga penampakannya menggoda untuk dimakan.

Strawberry Cheese Cake. Foto dokpri

Saat berada di The Harvest Jogja, saya juga mencoba varian Peanut Butter Chocolate. Mendengar kata kacang, yang ada di benak saya adalah rasa kacang yang kurang saya sukai. Ternyata dugaan saya salah, justru sebaliknya, di banding Chocolate Devil dan Strawberry Cake tadi, saya paling jatuh cinta sama Peanut Butter Chocolate ini. Terang saja, rasa kacangnya berpadu dengan rasa cokelat. Paduan dari biskuit cokelat dan selai kacang bikin saya ketagihan deh.

Peanut butter chocolate. Enak dan lembut. Foto dokpri
Peanut Butter Chocolate. Foto dokpri

Apa yang membuat The Harvest beda dari toko kue lainnya?

The Harvest menggunakan bahan dengan kualitas terbaik, dengan kemasan yang unik, dan layanan yang juga berkualitas. Dairy product yang digunakan selalu top notch, sehingga lemaknya dijamin labih mudah larut dalam tubuh.

Chocolate Devil dan Strawberry Cheese Cake. Enak dan halal. Foto dokpri

Menurut Bu Lia Purmono, F&B Marketing The Harvest, mereka sudah meninggalkan bahan non halal sejak 5 tahun lalu. Saat ini, dalam kuenya tidak ada lagi kandungan rhum, alkohol, wine dan juga tidak menggunakan gelatin babi. Meskipun menggunakan bahan gelatin tulang sapi berarti adonan akan lebih rumit dalam pembuatannya dan lebih makan waktu, tetapi hal tersebut mereka utamakan demi kepuasan para konsumennya. Bahkan sertifikat MUI sedang dalam proses, semoga tahun 2017 mendatang sudah resmi keluar ya.

The Harvest Jogja, selain cake, ada apa lagi?

Ada macaroons, lapis, es krim homemade di The Harvest. Foto dokpri

Tak hanya cake saja, The Harvest juga menyediakan pastry yang berkelas dan menarik. Harapannya, pelanggan yang sedang memesan cake dapat menunggu atau bercengkrama dengan temannya di The Harvest Jogja sambil menikmati pastry dan minuman yang tersedia. Tak hanya itu, cookies atau kue kering The Harvest juga cukup banyak variannya, ditambah lagi bisa customize lho. Ada juga cokelat praline, cupcakes, es krim homemade dan kue 3D customized yang “premium”

Cookies The Harvest. Foto dokpri
3D Cake The Harvest. Foto dokpri
3D Cake The Harvest. Foto dokpri

Harga?

Bagaimana dengan harganya? Buat saya sih, ada kualitas ada harga. Bila The Harvest berani menjamin menggunakan bahan dengan kualitas terbaik, sehingga menghasilkan produk yang juga terbaik kualitasnya, maka harga juga tentu sesuai dengan cita rasanya. Sebagai gambaran, harga per slice cake berkisar 30 ribu ke atas, harga cookies mulai 80 ribuan, dan harga cake 3D bisa dilihat di foto di bawah ini.

Harga sesuai dengan kualitas dan cita rasanya. Foto dokpri

Testimoni?

Ekspresi nggak sabar nyobain cakes-nya The Harvest untuk pertama kalinya=)

Testimoni saya sudah jabarkan di kalimat-kalimat awal. Yang jelas saat anak saya Najla mencobanya, wuih habis banyak, karena sama sekali nggak enek dan rasanya pas sekali. Buat saya pribadi, memang cake dari The Harvest ini yummy=). Sama halnya dengan cookiesnya, rasanya renyah dan sama sekali nggak ada aroma pengawetnya, cocok untuk dimakan anak.

Teman-teman musti kesini nih untuk membuktikan testimoni saya. Cuzz ke The Harvest Jogja di Jl.C. Simanjuntak Jogja ya…

(Visited 1,667 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

14 thoughts on “The Harvest Jogja? Bikin Saya Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

  1. Lusi Reply

    Kemarin mau tanya kandungan lemak tp lupa. Tapi kan maemnya nggak sepiring kyk gudeg ya, Gpp kali ya. Btw, kalau di hp, header statisnya kurang naik mak, biar kalau mau komen agak lega.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *