Review Buku 5 Guru Kecilku

Facebooktwitterredditmail

 

buku kiki barkiah

Review buku parenting lagi nih, judul buku 5 Guru Kecilku. Mumpung ada waktu buat membaca.

Judul Buku: 5 Guru Kecilku

Penulis: Kiki Barkiah, S.T

Editor: Aditya Irawan

Ilustrator: Echa Maharani

Penerbit: Astakka Publishing

Cetakan ke: 2, Oktober 2015

Sejak awal mengenal teh Kiki Barkiah (maksudnya bukan kenal secara khusus ya, tapi semacam tahu sepak terjang beliau di dunia parenting per-sosmed-an, saya secara sadar tidak sadar mengiyakan apa-apa yang beliau tulis. Dan bahkan mengacungkan jempol untuk beliau, karena bisa dengan sabar mengurus dan mendidik 5 anak (2 anak diatas 5 tahun, 2 balita, dan 1 bayi) sendirian! Di negeri orang alias Amerika Serikat, plus homescholing anak-anaknya. Membayangkannya saja saya nggak sanggup. Beneran deh.

Lalu ketika akhirnya beliau menerbitkan buku pertamanya, tambah salut. Kapan coba ngelengkapin tulisan-tulisan tersebut. Editing? Berkutat dengan dateline? Ckkckckk, keren! Gimana manajemen waktunya? Prioritas dan delegasi ke siapa? Semua pertanyaan tersebut terjawab sudah di bukunya.

Buku 5 Guru Kecilku ini, dibuka dengan Kata Pengantar oleh teh Kiki Barkiah yang sama sekali nggak menyangka curahan hatinya di sosmed bakal terbit menjadi sebuah buku. Lalu ada Daftar isi, dibagi menjadi 35 bagian judul. Banyak juga ya? Tapi nggak berasa kok bacanya. Bisa baca berurutan atau lompat-lompat nggak masalah. Banyak yang judulnya ngena di saya. Seperti “Niatmu, Kekuatanmu”, Wahai Anakku, Inila Pesan Ummi tentang Hakikat Belajar”, “Sebaik-baik Pengajaran adalah Ketika Anak Bertanya”, “Pengasuhan Anti Stres dan Anti Marah-marah itu Ada Caranya”, “Sesungguhnya Kita dan Keluarga Mengalami Kerugian, Kecuali”, dan masih banyak lagi.

Judul pertama “Niatmu Kekuatanmu” udah langsung menampar saya. Cara pandang islam tentang keturunan, dan kedudukan anak bagi orangtua dalam Al-Qur’an. Ternyata banyak hal yang meskipun saya tahu, tapi hakikat intinya tidak saya pahami. Begitupun ketika masuk ke judul kedua. Ada sebuah kalimat yang jleb untuk saya pribadi.

“Memandang kehamilan, melahirkan dan menyusui sebagai bagian dari ibadah kepada Allah akan menjalankan sikap yang berbeda dalam menjalankannya, begitu juga dengan nilainya di mata Allah. Karena akan sangat berbeda bila melihatnya sebagai tambahan beban apalagi sebagai hambatan dalam mencapai karir.”

Wow..terus terang kehamilan kedua ini saya sempat bilang ke suami,” Kenapa sih nggak dibagi dua aja. Misal wanita yang hamil dan melahirkan, terus laki-laki yang bagian menyusui! Kan jadi adil.” Itu pas lagi teler karena perut yang sudah mulai besar. Hihi, ngena banget deh isi buku 5 Guru Kecilku ini, tahu aja apa yang ada dipikiran para wanita.

Adalagi di judul “Wahai Anakku, Inilah Pesan Ummi tentang Hakikat Belajar”, teh Kiki secara terang-terangan berandai bila suatu hari anaknya ada yang menjadi Menteri Pendidikan, maka beliau ingin sekali agar Ujian Nasional dan Ujian Naik Kelas dihapuskan. Diganti dengan membuat proyek dan mempresentasikannya sehingga anak-anak sudah otomatis belajar dan mengerti. Wah, saya sepakat banget nih. Memang beda lho, menghafal untuk ujian dibanding membuat proyek tertentu, lebih nyantol dan lebih tahan lama memory yang mempresentasikan sesuatu.




“Sebaik-baik Pengajaran adalah Saat Anak Bertanya.” Alkisah Shiddiq anak teh Kiki yang berusia 4,5 tahun termasuk anak yang ‘tidak biasa’ dalam belajar. Dia tidak bisa duduk manis belajar di kelas, bahkan kerap menolak pelajaran yang ditawarkan teh Kiki. Tapi teh Kiki sebagai ibu tidak pernah memaksanya dan memutar otak untuk memancing apakah Shiddiq tertarik terhadap suatu tema misalnya. Ah, berkaca ke anak saya. Sering banget kayak gini. Mau diajarin apa, eh malah dia yang mimpin mau main tentang apa. Saya juga jadi lebih aware ketika anak bertanya, yeay kesempatan buat jelasin ini itu.

Tentang si “Picky Eater”, deg lagi-lagi saya merasa ‘saya banget nih’. Tak disangka teh Kiki memandangnya dari sudut yang berbeda. Bahwa memiliki balita sulit makan memberi tambahan ladang amal bagi para ibu. Dimana ibu harus berfikir kreatif agar gizi harian bisa seimbang masuk tubuhnya. Kata teh Kiki, insyaallah pahala membujuk makan balita tak kalah degan pahala melobby tender proyek bagi para suami yang bekerja dengan berdasi rapi, hehe. Menenangkan sekali ya:)

Bagian paling membuat saya tersadar adalah “Sesungguhnya Kita dan Keluarga Mengalami Kerugian, Kecuali”. Dituliskan dengan begitu indah dan santun bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu begitu singkat, maka berarti masa ‘kerepotan’ kita menemani tumbuh kembang anak di usia tahun-tahun pertama kelahirannya hanya sebentar saja. Dengan kata lain, inilah quote indah tersebut:

Repot urusan anak diwaktu kecil itu PASTI

Repot anak diwaktu dewasa itu PASTI ADA YANG SALAH

Repot urusan anak di negeri akhirat itu PASTI MERUGI

Buku ini ditutup dengan testimonial dari para ibu dan penulis buku, ada juga dari psikolog yang tidak menyangka teh Kiki ternyata tidak memiliki latar belakang ilmu psikologi tetapi dapat mempraktekkan parenting dengan begitu membumi.

Buat saya sebagai ibu yang terus belajar, buku 5 Guru Kecilku ini saya beri 5 dari 5 bintang!

Entah masalah selera, atau memang karena begitu mengena karena beberapa pernah saya alami sendiri dan saya tidak bisa sesabar dan sematang teh Kiki. Semoga buku ini bisa menjadi panduan, pengingat dan bacaan bagi para orangtua. Tak hanya untuk ibu saja, tapi juga para ayah. Mari didik generasi mendatang dengan iman, agama, akhlaq dan moral. Dimulai dari keluarga, hingga kelak mereka membawa karakter tersebut di dunia luar dan di keturunan berikutnya.

buku 5 guru kecilku
Beberapa quote favorit di buku 5 Guru Kecilku
(Visited 758 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

12 thoughts on “Review Buku 5 Guru Kecilku

  1. Aya Reply

    Ahhhh…udah review duluan sama Dian niih…
    Jadi belajar nulis review buku yang baik…
    Emang bukunya teh Kiki bikin banyak jleb jleb nyaaa…
    Ngerasain swndiri 3 balita aja kaya begini… gimana 5 anak cobaaaa hehehe…
    Intinya mah, kelelahanmu mendidik anak, sebesar itu pulalah pahala Allah bagimu 🙂
    So enjoy aja 🙂

  2. andyhardiyanti Reply

    Saya baru sebulan yang lalu follow fbnya mbak Kiki Barkiah ini, itupun karena direkomendasikan sama teman. Ternyata emang bagus ya mak baca cerita dan tips dari beliau. Oh iya, ini buku versi pertamanya ya? Klo yang versi kedua itu sama aja apa gimana mbak? Saya cari di Gramedia di sini gak ada dijual 🙁

    • dian.ismyama Post authorReply

      Iy buku pertamanya..katanya udah mau terbit buku keduanya..tp belum tahu judulnya apa..saya beli ini po di teman mba..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *