Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Membeli Sepatu

Facebooktwitterredditmail

Pertimbangkan Lima Hal ini Sebelum Membeli Sepatu.

Assalamualaikum teman-teman. Kayaknya sudah lama ya saya nggak nulis di blog. Tak lain dan tak bukan karena kesibukan saya selama sebulan ini di kota Pahlawan, Surabaya. Jadi, ceritanya saya lagi PK (Pembelajaran Klinik) semacam PKL gitu di sebuah rumah sakit. Nah, rumah sakit ini tuh luas banget, dan kami sebagai mahasiswa farmasi klinis ditempatkan di bangsal penyakit dalam untuk melakukan pharmaceutical care. Mau nggak mau musti muterin rumah sakit untuk menuju bangsal tertentu yang menjadi bagian kami, dimana setiap minggunya berganti bangsal.

Selain itu, kami juga akan melakukan presentasi di depan apotek rawat jalan dan presentasi kasus di kelas. Padahal jarak bangsal penyakit dalam dengan ruang kelas dan apotek rawat jalan, lumayan jauh. Belum lagi saat istirahat, untuk menuju mushola dan kantin juga lumayan jauh. Oleh karena itu, teman kami yang sudah terlebih dahulu PK menyarankan untuk memakai sepatu yang nyaman dan antiselip. Wah, tips yang jitu nih!

Saya jadi ingin sedikit berbagi, pertimbangan apa yang biasanya saya lakukan saat akan membeli sepatu, siapa tahu ada yang lagi galau juga mau beli sepatu.

1. Kebutuhan

Yups, saya termasuk orang yang beli barang saat butuh. Untuk sepatu, kalau sepatu lama sudah rusak atau jebol, baru deh mencari yang baru, hehe. Bisa juga ketika ada acara tertentu yang membutuhkan sepatu khusus dan saya nggak punya, atau nggak dapat pinjeman, ya terpaksa beli, kan? Misalnya saja untuk acara kondangan (meski lebih sering pinjam ke adik sih)

2. Bentuk atau jenis sepatu

Nah, untuk tipe atau bentuk sepatu ini disesuaikan dengan acara atau kebutuhan ya, misal high heels jika ada acara resmi. Walaupun saya pribadi termasuk yang sebisa mungkin nggak pakai high heels karena memang kurang suka saja sih, agak pegel soalnya. Jadi saya lebih memilih model sepatu yang “wah” asal dengan hak sependek mungkin.

Kembali ke kebutuhan PK saya, bentuk sepatu kets atau vans rasanya cocok untuk digunakan. Jenis sepatu yang ringan ketika dipakai, serta empuk di kaki, menjadi pilihan saya untuk berkeliling rumah sakit. Kelebihan sepatu vans adalah anti selip, sehingga saat saya berjalan cepat atau lari sekalipun, keseimbangan saya tetap terjaga. Dalam memilih jenis sepatu juga perlu mempertimbangkan bahannya ya. Jenis bahan mempengaruhi mudah tidaknya kotor, mudah tidaknya dibersihkan, termasuk cara penyimpanan dan cara membersihkannya.

Oh ya, khusus untuk sepatu bermerek hal penting yang perlu diperhatikan adalah beli di tempat yang recomended, karena biasanya ada saja pihak yang memalsukan. Ketika kita tertarik karena kualitas sebuah sepatu, eh ternyata ada KW-nya yang lebih murah, wah perlu waspada nih. Contohnya saja kayak tempat jual sepatu vans di telunjuk.com, tentu barang-barangnya original dong.

3. Harga

Soal harga ini tergantung setiap individu ya, mahal atau murah kan relatif. Jadi ya sesuaikan dengan isi kantong. Yang perlu dipertimbangkan adalah ketika kita membeli sepatu kw dengan harga lebih murah dibanding sepatu asli, harus siap dengan segala konsekuensinya. Misalnya saja sepatu kw lebih mudah rusak atau tak selentur sepatu aslinya. Bisa jadi warnanya lebih mudah pudar juga lho. Nah, siap nggak memakai sepatu yang secara harga lebih murah, tapi secara kualitas yang lebih rendah.

4. Warna

Sebagai perempuan yang menyukai warna-warna netral, kebanyakan sepatu saya berwarna coklat, hitam, atau putih. Pernah sih punya sepatu warna pink kalem, tapi bisa dihitung dengan jari seumur hidup punya berapa warna sepatu yang ngejreng atau warna terang. Meskipun ada baju yang warnanya senada, saya biasanya tetap memilih sepatu berwarna netral, kecuali jika warna netralnnya tidak ada atau habis stoknya. Kadang saya memikirkan kembali jadi beli nggaknya, jangan sampai menyesal karena kurang percaya diri saat memakai sepatu berwarna menyala.

5. Bentuk kaki atau tubuh

Pertimbangan yang penting nih! Bentuk kaki atau bentuk tubuh ternyata mempengaruhi pemilihan sepatu. Jendolan di kaki saya terus terang membuat saya agak kesulitan memilih sepatu, karena kalau bahannya keras sedikit, kaki saya langsung sakit. Udah gitu, dipakai untuk jalan, sepatu saya juga jadi miring-miring deh. Makanya sebisa mungkin saya memilih sepatu yang bagian depan atau sampingnya terbuka.

Itulah 5 hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum membeli sepatu. Kalau menurut pengalaman teman-teman bagaimana? =)

(Visited 168 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

4 thoughts on “Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Membeli Sepatu

Leave a Reply

Your email address will not be published.