MyJNE, Aplikasi Ekspedisi yang User-Friendly

Facebooktwitterredditmail

MyJNE, Aplikasi Ekspedisi yang User-Friendly1

MyJNE, Aplikasi Ekspedisi yang User-friendly 2

Mimpi apa saya, ditelepon sama kembaran saya, Mbak Dian Sastrowardoyo! Sayangnya, justru berakhir dengan tidak menyenangkan, hiks. Teman-teman yang punya online shop pernah nggak mengalami hal di atas? Cek ongkir harus ke ekspedisinya? Atau menelpon ekspedisi tapi sibuk terus jaringannya? Atau memilih mengecek lewat layanan cek ongkir di internet, tapi lola alias masukin nama kota aja nggak selesai-selesai? Saya pernah mengalami semuanya. Sebel sih, tapi mau bagaimana lagi? Sampai suatu hari, JNE meluncurkan aplikasi mobile terbarunya, MyJNE

Setelah mengaktifkan MyJNE, kisah sedihku dengan ekspedisi, menjadi berubah. Ketika “teman” saya berlibur ke Yogyakarta dan memborong banyak sekali kerajinan tangan dari Kasongan, dan batik dari Beringharjo, dia bingung bagaimana cara membawa barang -barang tersebut ke kota asal orangtuanya di Bengkulu. Temanku berkata kalau pengalaman pahitnya soal kirim mengirim paket, membuatnya trauma. Saya pun memberi solusi, pakai JNE saja!

MyJNE, aplikasi Ekspedisi yang User-friendly 3

MyJNE, aplikasi Ekspedisi yang User-friendly 4

Cara download-nya mudah banget. Cukup search MyJNE di playstore dan instal seperti biasa. Selanjutnya teman-teman bisa sign up dengan mengisi data diri. Lalu tinggal aktivasi via email, dan nanti akan muncul tulisan seperti di bawah ini:

Saya sudah mengaktivasi MY JNE lho, kalau kamu?
Saya sudah mengaktivasi MyJNE lho, kalau kamu?

Kalau sudah teraktivasi, langsung bisa sign in deh. Fungsinya sign in untuk apa? Ok, sebelum saya jelaskan lebih lanjut, kita kupas dulu yuk tentang MyJNE

Infografis by ismyama.com
Infografis by ismyama.com

MyJNE adalah aplikasi terbaru yang di luncurkan oleh PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, merupakan salah satu diantara 7 Magnificent atau 7 program baru milik JNE. Tentunya, JNE meluncurkan aplikasi ini untuk memudahkan transaksi pengiriman paket melalui JNE. Baik pengirim maupun penerima paket, dapat memanfaatkan aplikasi android tersebut. Ada apa aja sih di MyJNE?

1. My Tariff

Sumber foto: twitter @JNE_ID
Sumber foto: twitter @JNE_ID

My Tariff ini membantu sekali bila teman-teman mempunyai online shop atau mau mengirimkan paket ke saudara di luar kota misalnya. Nggak perlu datang ke kantor JNE lagi untuk cek tarif, dan nggak perlu buka website JNE lagi, karena aplikasi My tarif lebih user friendly. Saya sendiri mencobanya dan happy! Kalau dulu di website JNE, cek tarif pakai smartphone atau tablet bikin cenat-cenut, karena susah banget nge-klik pilihan kotanya, udah diklik eh malah eror dan harus balik ke halaman utama, hiks. Nah, begitu coba pakai MyJNE bagian My Tariff, wuih, lancar jaya cek tarifnya. Sekian detik langsung muncul deh harga baik tarif yes, regular, maupun tarif oke. Jadi hemat waktu dan nggak sepaneng lagi deh pokoknya.

My Tariff ini dilengkapi dimensi/ukuran paket juga lho. Jadi nggak hanya berat paket saja, karena ukuran paket, kadang juga menentukan ongkos kirim. Kita lihat contoh bedanya ya.

Terlihat, kan bedanya
Tarif tanpa dimensi vs dengan dimensi

2. My Shipment

Sumber foto: twitter @JNE_ID
Sumber foto: twitter @JNE_ID

Aplikasi My Shipment ini perlu dicoba oleh semua orang. Baik pengirim maupun penerima paket, dapat melacak keberadaan paketnya. Sudah proses pengirimankah, sudah diterimakah, dan sebagainya. Jadi nggak galau lagi jika paket belum sampai di rumah, cek dulu lewat My Shipment, siapa tahu sudah diterima oleh tetangga saat kita nggak ada di rumah misalnya=)

My Shipment bisa diakses baik oleh penjual maupun pembeli. Sehingga jika kita sebagai pembeli merasa resah kok paket belum sampai-sampai, bisa langsung mengecek sendiri sesuai no resi yang sudah diberikan pengirim paket.

Di My Shipment ada tiga bagian status pengiriman, yaitu shipper (kita sebagai pengirim), consignee (kita sebagai penerima paket) dan favourite (kita sebagai shipper maupun consignee yang diberi label favourite agar lebih mudah dicari). Di sinilah fungsi sign in tadi, nomor handphone yang kita masukkan menjadi data utama untuk mengumpulkan semua nomor resi yang berkaitan dengan nomor tersebut, baik kita sebagai shipper maupun consignee. Jadi, kalau mengirim paket via JNE, pastikan nomor handphone kita yang ditulis ya, bukan nomor handphone suami, apalagi tetangga, hehe. Kalau akan membeli barang yang dikirim via JNE, kita juga memberikan nomor handphone pribadi kita kepada penjual, agar mudah tracking-nya.

Di lengkapi tracking air waybill via nomor resi dan barcode
Di lengkapi search air waybill via nomor resi dan barcode

Sebelum masuk ke My Shipment, di bagian depan, ada fitur search air waybill (mencari nomor resi pengiriman). Dengan memasukkan nomor resi, akan muncul detail status paket tersebut. Status yang dimaksud, ditampilkan dengan detail, mulai dari hari dikirim, sudah sampaikah di kantor JNE tujuan, atau sedang transit, hingga sudah diterima oleh penerima paket. Semua status tersebut dilengkapi dengan tanggal. Jadi bisa ketahuan tuh, kalau paket lama sampainya, proses yang menyita waktu ada di bagian mana.

Uniknya, di fitur search air waybill, ada gambar kamera  yang dapat membaca barcode yang berada di kertas bukti pengiriman. Kalau kita merasa repot memasukkan nomor resi yang panjang, teman-teman bisa mengarahkan kamera smartphone ke barcode tadi, langsung terbaca deh status pengirimannya. Buat pemilik online shop, terbantu sekali nih, nggak usah mengetik puluhan (bila ada puluhan paket) nomor resi pengiriman. Cukup arahkan kamera ke barcode saja:)

3. My Location

Sumber foto: twitter @JNE_ID
Sumber foto: twitter @JNE_ID

Pernah nggak, ketika mau mengirim paket, teman-teman motoran sambil nengok kanan kiri buat mencari kantor ekspedisi di pinggir jalan yang teman-teman lewati? Saya banget itu! Padahal berpotensi terjadinya bahaya kalau mata malah melirik ke kanan kiri bukan memandang ke depan. My Location menjadi solusinya! Teman-teman dapat menemukan lokasi kantor JNE terdekat dari rumah, sehingga bisa langsung ke sana tanpa mencari-cari lagi tempatnya. Lokasi JNE terdekat bisa di zoom in dan zoom out juga seperti di google maps, sehingga kita dapat lebih jelas melihat nama jalannya atau nama gangnya bila masuk gang. Kemudahan ketiga yang ditawarkan MyJNE nih!

4. My COD

Di MyJNE ada aplikasi My COD (Cash On Digital), saya pun mencobanya. Nah, sama seperti My Shipment, untuk masuk ke My COD harus sign in dulu nih dengan mengisi data diri.

Masih no history. Klik tanda + di kanan bawah untuk mengisi transaksi
Masih no history. Klik tanda + di kanan bawah untuk mengisi transaksi

Ternyata fungsinya sebagai pencatat transaksi COD kita. Ada kolom nama barang yang diorder, nomor telepon pembeli, hingga tarif pengantaran barang bila ada. Dan terintegrasi dengan My COD wallet kita. Pada bagian bawah COD Wallet, ada kotak putih di dalam lingkaran merah, tekan kotak tersebut dan akan muncul 4 icon yaitu transfer (warna hijau), top up (warna ungu), cash out (warna biru), dan history (warna oranye). 

My COD Wallet
My COD Wallet
4 icon My COD Wallet
4 icon My COD Wallet

Penjelasan 4 icon berikut adalah:

  1. Transfer: Digunakan untuk mentransfer uang antar sesama pemilik akun My COD.
  2. Top up: Fungsinya untuk mengisi uang di My COD Wallet, yang nantinya uang tersebut dapat digunakan untuk transaksi pembelian barang.
  3. Cash out: Digunakan untuk menarik uang di dalam My COD Wallet. Penjual dapat menarik uang dari pembeli, bila transaksi telah sukses. Sebaliknya, pembeli juga dapat menarik uangnya.
  4. History: Fungsinya sebagai pencatat sejarah transaksi kita selama ini.

Jadi, kesimpulannya, dengan My COD ini pembeli dapat mentransfer uangnya kepada penjual, dengan perantara JNE. Fungsinya untuk meminimalkan penipuan atau barang nggak dikirim-kirim. Uang yang sudah ditransfer oleh pembeli ke JNE tadi, baru akan ditransfer ke penjual, setelah barang dipaketkan via JNE. Wah, keren ya!

Owh ya, saya jadi ingat kalau bulan Juli nanti mau kerja praktek di Surabaya, padahal masih menyusui bayi saya. Rencananya mau kirim paket pakai JNE nih, terus mengecek tarif ke Yogyakartanya dengan My Tarif dan mencari lokasi JNE terdekat dari kos-kosan saya di Surabaya via My Location, dan terakhir memastikan ASIP sudah diterima atau belum dengan My Shipment. Mudah banget, kan menggunakan MyJNE! Kalau saya rangkum, menjadi seperti ini:

Simulasi paket ASIP untuk Sara
Simulasi paket ASIP untuk Sara

Overall, menurut saya, MyJNE sangat user friendly,  yang gaptek sekalipun, pasti bisa mengoperasikannya. Cara download-nya mudah, cara aktivasinya mudah, cara menggunakannya apalagi. Kalau menurut teman-teman gimana? Yuk sharing juga, merasa terbantu kah dengan aplikasi MyJNE ? =)

MyJNEPromo_600x600px_

(Visited 333 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

9 thoughts on “MyJNE, Aplikasi Ekspedisi yang User-Friendly

  1. Ranny Reply

    Jne memang mantap adanya aplikasi MyJNE bikin layanan ini jadi terdepan. Ish, keren lah. Wajib didownlad. Saya jga sering dapet newsletter, banyak banget promonya.

    Sukses ya mak :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *