Kelezatan Kuliner Nusantara di Kota Yogyakarta

Facebooktwitterredditmail

Kelezatan Kuliner Nusantara di Kota Yogyakarta 

Sejak kecil kita para anak Indonesia disuguhi berbagai bumbu dalam masakan sehari-hari. Tipe rasa makanan pun bisa jadi berbeda bila kita tinggal di pulau yang berbeda di Indonesia. Orang Jawa terkenal dengan makanannya yang manis, orang Sumatera terkenal dengan masakannya yang pedas, orang Sulawesi terkenal dengan masakannya yang penuh rempah. Asyiknya, kuliner nusantara tersebut bisa saya nikmati semua di Yogyakarta. Iya, Yogyakarta memang Kota Pelajar sehingga banyak mahasiswa dari luar daerah yang merantau ke sini. Tentu ini menjadi angin segar pengusaha kuliner. Munculnya tempat makan khas Sulawesi (seperti Coto Makasar dan pisang ijo), munculnya rumah makan Padang (ini mah di seluruh Indonesia ada kali ya), bahkan rumah makan khas Lombok dan Ternate menjadi hal yang lumrah di Yogyakarta.

Yuk kita intip ada kuliner Indonesia apa saja di kota saya.

Gudeg dan filosofinya.

Siapa yang nggak kenal Gudeg? Kuliner khas Yogyakarta ini menjadi makanan wajib para pelancong yang berkunjung ke Yogya. Rasanya yang manis, lengkap dengan protein baik dari ayam maupun telur bacem, serta krecek (dari kulit sapi atau kerbau) yang biasanya pedas, menggoyang lidah penikmat Gudeg. Adanya nangka muda (gori) dalam menu Gudeg tak lepas dari sejarah pembuatannya. Kabarnya, Gudeg mulai dibuat saat pembangunan Kerajaan Mataram Lama di Kotagede pada abad ke-15. Pohon nangka merupakan salah satu pohon yang banyak ditebang pada saat pembangunan tersebut. Sehingga akhirnya diberdayakan dalam bentuk masakan untuk para pekerja yang sedang membangun kerajaan.

Foto dokumen pribadi

Filosofi Gudeg bermacam-macam, ada yang melihatnya dari segi manisnya. Diartikan sebagai Yogyakarta yang menyimpan segala memori dan kenangan manis, persis Gudeg yang rasa manisnya tak hanya di lidah, tetapi hingga ke tenggorokan. Ada juga yang melihatnya dari segi keanekaragaman isinya, menunjukkan Indonesia yang multi kultural dan multi religi tetapi tetap satu dan saling bertoleransi.

Coto Makasar dan pisang ijo yang menyegarkan. 
Foto dari sorotjogja.com

Yang pernah tinggal di Jogja biasanya kenal dengan Coto Makasar di daerah Kotabaru. Coto ini terkenal karena bumbunya yang berani dan rasanya yang mantap. Apalagi ada menu pilihan lain seperti sup kondro dan pisang ijo serta es palung butung. Segar dari coto dipadukan dengan dinginnya pisang ijo membuat saya yang orang Yogya ikut kecanduan. Coto Makasar sendiri bisa dimakan bersama ketupat dan lauk pauk lainnya seperti sate usus, sate telur puyuh.

Nasi kuning Ternate yang bikin ketagihan.

Rumah makan Ternate yang ada di Yogya menyajikan menu nasi kuning yang lezat. Ada beberapa pilihan yaitu nasi kuning dengan ikan suwir, dan ikan masak kering kayu, telur, dilengkapi dengan acar, sambel goreng, dan mie.

Foto dari twitter @NaskuTER_JOGJA

Yang saya unik dari makanan khas Ternate adalah cemilan pisang gorengnya yang dihidangkan bersama sambal. Selain itu juga ada menu air guraka dan air guraka susu. Ketika saya tanya dan memesan menu tersebut, ternyata yang dimaksud air guraka adalah air jahe. Sementara guraka susu ya susu jahe, tapi yang berbeda adalah adanya potongan kacang kenari di minuman tersebut, rasanya jadi lebih enak.

Empek-empek selalu di hati. 

Kalau makanan khas Sumatera Selatan alias empek-empek sih tidak usah diragukan keberadaannya. Rasanya hampir semua kota di Indonesia ada yang menjual menu ini ya. Mulai dari empek-empek jenis kapal selam, lenjer, hingga empek-empek kulit dan menu model (empek-empek berisi tahu). Saya sendiri sebenarnya familiar dengan kuliner ini, karena ibu saya orang Bangka (dahulu Bangka masuk wilayah Sumatera Selatan) sehingga di rumah sering masak empek-empek. Kuah cukanya itu lho, sedap-sedap gimana gitu, dicocol krupuk aja nikmat=D

Foto dari kuliner.panduanwisata.id

Ada yang khas dari empek-empek, selain adanya timun, kadang taburan ebi yang dihaluskan menambah gurih.

Di Yogyakarta Menginap Dimana ?

Soal akomodasi sih, Yogya rajanya tempat menginap. Mulai dari home stay, villa, hotel dan guest house semua ada. Tipe penginapannya juga bervariasi, mulai dari yang modern, minimalis, hingga yang vintage atau yang tradisional, ada semua. Teman-teman tinggal pilih yang sesuai isi kantong. Soal transportasi juga tidak perlu khawatir, mau naik transjogja bisa, angkutan umum juga bisa. Gojek, ojek, taksi, dan persewaan motor atau mobil pun ada di Yogyakarta. Oh ya, jangan lupa naik becak dan delman/andong ya kalau sudah sampai Yogya.

Untuk oleh-oleh, tempat tujuan favorit masih Pasar Beringharjo, Kasongan dan Manding. Tempat-tempat tersebut pusatnya batik, gerabah dan kulit di Yogyakarta. Akses menuju lokasi juga mudah kok.

Ke Yogyakarta naik apa ?

Nah, untuk menuju Yogyakarta ternyata banyak transportasi yang dapat digunakan. Misalnya, jika teman-teman dari kota lain, bisa banget menggunakan pesawat menuju Bandara Adi Sucipto, dengan pilihan maskapai Garuda Indonesia dan maskapai lainnya.

Wah ada tiket promo=)

Saya berharap, kelezatan kuliner nusantara di kota Yogyakarta ini dapat dinikmati banyak teman-teman saya yang berada di luar kota. Mereka dapat menikmati berbagai macam makanan khas daerah hanya dari satu kota, yaitu Jogja tercinta. Agar cepat sampai di Yogyakarta, tentunya bepergian menggunakan pesawat menjadi pilihan, apalagi kalau bisa dapat tiket pesawat GRATIS dari Airpaz.com. Kalau saya dapat tiket gratis, saya ingin ke Bandara Labuan Bajo, melihat eksotisme Komodo di Pulau Komodo=)

Referensi:
http://www.kompasiana.com/jhwenas/filosofi-gudeg_56ee4be381afbd57200941db


(Visited 310 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

36 thoughts on “Kelezatan Kuliner Nusantara di Kota Yogyakarta

  1. Noni Rosliyani Reply

    Aduh..aduh.. malem2 baca ini jadi pengin makan. >.<
    Naskuter kok kayaknya enak banget ya.. Belum pernah nyoba. Kalo coto makasar & es pisang ijo yang aku suka di Kota Baru, mak..

  2. Noe Reply

    Aaah, jogja memang ngangeniin ya, makanan khas banyak di sana, makanan lain dr bernagai daerah juga mudah ditemui.

  3. Fika Reply

    Wah rupanya banyak kuliner daerah lain yang enak di Yogyakarta ya mba 😀 padahal kalo ke Yogya saya fokus cuma ke gudeg, bakmi dan sate klathak hehehe

  4. Anastasye Reply

    Jogja ini punya magnet yang kuat banget yak. Semoga Desember ini aku bisa jalan-jalan ke sana dan icip-icip kulinernya.

  5. Airpaz Reply

    Tulisan menarik, terima kasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz. Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz ya 🙂

  6. Airpaz Reply

    Tulisan menarik, terima kasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz. Semoga menang dan mendapatkan tiket gratis dari Airpaz ya 🙂

  7. Kang Nurul Iman Reply

    Waduh jadi pengen nih mbak makanan dari yogya memang enak enak dan bikin saya ngiler terutama yang ikan itu dan pisang ijo wadaw menggoda selera makan saya dan membuat nafsu makan saya naik jadi tingkat dewa.

  8. mariana Reply

    aku nemu pisang ijo yang enak juga pas di jogja, giliran pas balik ke semarang nemu pisang ijo fla nya encer banget, gak kayak di jogja waktu itu. ahhh jadi kangen suasananya

  9. Mugniar Reply

    Waah ada yang jual makanan Makassar di Yogya, ya Mbak?
    Saya pernah ke Yogya tapi sudah lama sekali, tahun 1995. Kangen pengen ke sana lagi apalagi kalo baca tulisan2 ttg Yogya kayak ini 🙂

  10. Vety Fakhrudin Reply

    mau aku share ke adek yang di jogja ah…biar kalo pas maen ke sana bisa diajak incip2 makanan ini…hehehe

  11. yuli aenuropiq Reply

    kata JOgja yang ada dipikiran adalah gudeg, borobudur, parangtritis
    Sungguh bagus kota jogja, apalagi orang-orangnya kreatif, ramah tamah…….April 2017 rencana mau ke jogja…jogja i’m cooming ……

Leave a Reply

Your email address will not be published.