Pilihan Investasi Bagi Ibu Rumah Tangga

Facebooktwitterredditmail

InvestasiKu tempat berinvestasi yang aman dan lengkap.

Mengapa perlu berinvestasi?

Ada yang belum kenal dengan Warren Buffett? Warren Buffet dikenal sebagai “Oracle of Omaha,” seorang pengusaha dan dermawan Amerika, yang secara luas dianggap sebagai investor paling sukses di abad ke-20. Dia telah mengumpulkan kekayaan pribadi lebih dari $60 miliar. Saat ini dia adalah ketua dan CEO Berkshire Hathaway.

Menurut sahabat ismi, pernyataan Warren Buffett tentang seseorang akan bekerja seumur hidup bila tidak menemukan cara untuk menghasilkan uang ketika tidur, masuk akal atau tidak? Menurut saya sih ada benarnya.

Bagaimana dengan seorang ibu rumah tangga, yang selama hidupnya mungkin saja tidak bekerja, karena mendapatkan nafkah dari suami. Apa yang akan terjadi ketika suami pensiun? Sebagian besar orang akan memulai usaha setelah pensiun. Sedikit telat sih. Tapi karena kebutuhan hidup tetap berjalan, mau tak mau mereka harus mencari uang.

Alasan Kenapa Harus Berinvestasi?

1. Karena hidup itu seperti roller coaster, kadang di atas kadang di bawah. Dan ada masanya yang kita simpan (tabungan) tidak cukup lagi. 

Semua orang memiliki batas waktu untuk menabung dan berinvestasi. Padahal biaya hidup jalan terus. Sahabat ismi tetap butuh makan, butuh listrik, butuh bensin jika masih aktif bepergian, bahkan butuh biaya untuk berobat saat sakit. 

Di usia muda (sekitar 25 tahun), konsumsi sahabat ismi besar sedangkan saving (tabungan) sangat kecil. Lalu pada usia 28 tahunan (ketika menikah), konsumsi tetap besar dan tabungan juga meningkat. Pada usia 40 tahunan (paruh baya) konsumsi semakin besar lagi, dan tabungan meningkat tapi sedikit. 

Investasi untuk milenial

Nah, yang menyedihkan adalah ketika pensiun di usia 50 tahunan, saving sudah nol sedangkan konsumsi terus berjalan. Tahapan kehidupan di atas harus disadari oleh semua orang sehingga memahami bahwa ada batas waktu untuk menabung dan berinvestasi.

2. Inflasi

Paling mudah sih cek harga makanan. Masih ingatkah harga permen dulu saat sahabat ismi kecil dulu? 50 rupiah sudah dapat permen. Sekarang? Harus mengeluarkan uang 500 rupiah dulu baru bisa membeli permen.

Begitu juga dengan biaya sekolah anak. Biaya kuliah yang tadinya 80 juta rupiah pada tahun 2022 ini, sepuluh tahun mendatang sudah menjadi 250 juta rupiah. Sebagai gambaran, dampak inflasi bisa sahabat ismi lihat pada gambar berikut.

Inflasi adalah

Ngeri juga ya dampak inflasi? Uang yang dimiliki saat ini, enggak ada harganya 10-15 tahun ke depan. Begitulah nilai mata uang, semakin lama semakin menurun.

Lalu apa solusinya? 

Investasi dan perencanaan keuangan adalah jawabannya.

Oleh karena itu, sebagai seorang ibu rumah tangga, saya dan sahabat ismi perlu untuk melek tentang finansial. Literasi keuangan saat ini sudah digaungkan dengan cukup menggema. Seorang istri yang menjadi manager keuangan rumah tangga, enggak hanya dituntut untuk pandai berhemat, pintar menabung, tapi juga melek investasi.

Sayangnya, tidak semua orang mau dan bisa memulai investasi. Rata-rata tidak mempunyai pengetahuan tentang investasi. Banyak pertanyaan tercipta seperti bagaimana memilih investasi yang tepat? Bagaimana jika membutuhkan uang sebelum tanggal yang ditargetkan? Seberapa sering memastikan investasi? Bagaimana cara memastikan risiko? Siapa yang akan memonitor mengenai pergerakan investasi? Dan bagaimana dengan pajak?

Jenis Investasi Bagi Ibu Rumah Tangga

Investasi masa kini

Selama ini, ada berapa jenis investasi yang sudah sahabat ismi ketahui atau pahami? Saya pribadi, terus terang cukup paham tentang logam mulia (emas), deposito, dan obligasi. Sedangkan jenis investasi lainnya yang sedang saya dalami adalah reksadana dan saham.

Sebelum membahas pilihan investasi untuk ibu rumah tangga, saya jadi ingat kasus crazy rich yang ditangkap. Iya sih dia dapat banyak uang dari investasi. Tapi ternyata merugikan orang lain karena tempat investasi yang disebarkan ke follower nya adalah investasi bodong dan ilegal. 

Oleh karena itu, jangan sampai niat sahabat ismi berinvestasi untuk hari tua, justru jadi bumerang karena enggak tepat dalam memilih jenis dan tempat berinvestasi.

Kita bahas satu per satu yuk.

1. Emas

Emas untuk investasi
Foto dari pexels.com

Produk investasi yang ada fisiknya (aset berwujud). Saat terjadi krisis misal saat perang Ukraina-Rusia, maka emas akan naik karena orang-orang berpikir emas adalah investasi yang paling aman.

2. Deposito (pasar uang) 

Produk investasi dalam bentuk paper asset. Tinggal datang ke bank, lalu membeli produk deposito sesuai kebutuhan.

3. Obligasi baik SBN atau Obligasi Perusahaan

SBN (Surat Berharga Negara) seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST) dan Cash Waqf Linked Sukuk Ritel (CWLS Ritel)

4. Saham

Untuk saham, sahabat ismi harus mempelajari fundamental dan teknikalnya, belajar dari dasar. Bagaimana memilih saham yang tepat, bagaimana menjual saham, dll. Karena saham termasuk investasi high risk dan high return (semakin tinggi returnnya, maka risikonya juga semakin besar).

5. Reksa dana (gabungan antara pasar uang, obligasi/ saham)

Reksa dana sudah ada manajer investasinya sehingga sahabat ismi tidak perlu pusing memanage tentang risiko, menghitung durasi suatu risiko, atau memilih produk investasinya.

Semakin lama sahabat ismi berinvestasi, maka total hasil investasinya juga akan semakin besar. 

Mengapa Ibu Rumah Tangga Harus Membuat Perencanaan Keuangan?

Karena keluarga butuh perencanaan untuk dana pensiun, dana pendidikan anak, dan sebagainya. 

Pensiun usia berapa?

Dari gambar, bisa dilihat jika biaya hidup sahabat ismi sebesar 5 juta/ bulan, maka 21 tahun kemudian saat pensiun (dengan perkiraan inflasi 9%), maka sahabat ismi membutuhkan dana pensiun sebesar 6, 38 milyar rupiah untuk membiayai kebutuhan hidup setiap bulannya.

Nah, dana 6,38 milyar rupiah ini bisa didapatkan dengan berbagai cara, sesuai dengan pilihan investasinya. Bisa dilihat bahwa return saham paling besar yaitu 18% sehingga sahabat ismi hanya perlu menginvestasikan 2,3 juta rupiah setiap bulannya. Tapi ingat bahwa risiko saham juga lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Sedangkan bila sahabat ismi menginvestasikan dana ke produk investasi yang risiko dan returnnya kecil, maka jumlah yang disimpan perbulan juga lebih besar. 

Ilustrasi di atas kurang lebih sama dengan ilustrasi investasi untuk dana pendidikan anak. 

Mengapa pendidikan anak amat penting?

Sebagai seorang ibu, tentu saya memikirkan tentang dana pendidikan anak dan dana pensiun yang jumlahnya cukup besar. Oleh karena itu, saya mulai mempelajari tentang berbagai produk investasi. Selain itu, saya juga mencari perusahaan sekuritas yang bisa dipercaya untuk membeli produk investasi tersebut.

Salah satu cara memilih perusahaan sekuritas/ aplikasi adalah dengan mengecek apakah terdaftar di badan resmi atau regulator yang diakui oleh pemerintah. Kalau bank berarti di bawah Dewan Bank Indonesia/OJK. Untuk sekuritas terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan terdaftar di OJK. 

Sekarang, seluruh lembaga jasa keuagan harus terdaftar di OJK dan diawasi oleh OJK.. Salah satu perusahaan yang sudah terdaftar OJK adalah investasiku. Apakah sahabat ismi sudah pernah mendengarnya? Kalau belum, lanjut baca ya.

Investasiku, Aplikasi Financial Untuk Semua

InvestasiKu

Investasiku adalah aplikasi financial dengan produk unggulan berupa saham, reksadana, obligasi, dan perencanaan keuangan. Untuk obligasinya sendiri terdiri dari surat berharga negara atau obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Alasan Memilih Investasiku

Selain karena terdaftar dan diawasi oleh OJK, apa alasan saya memilih Investasiku?

InvestasiKu bisa untuk pensiunan?

  1. Transaksi mudah dan cepat.

  2. Registrasi tidak pakai ribet

Cara daftar investasiku sangat mudah, yaitu:

InvestasiKu itu apa ya?

    1. Download aplikasi Investasiku di Google Play atau App Store
    2. Daftar/ registrasi bila belum mempunyai akun
    3. Setelah terdaftar, login menggunakan e-mail dan pasword
    4. Sahabat ismi bisa memulai membuat RDN (Rekening Dana Nasabah) sehingga bisa membeli produk investasi di Investasiku
  1. Tampilan simpel

Jenis investasiKu apa saja?

Saya registrasi melalui website Investasiku, baru setelah itu download aplikasinya. Tampilan aplikasi yang simpel membuat transaksi lebih mudah dilakukan di aplikasi. Tombol dan kolomnya sangat informatif dan mudah dipahami.

  1. Membership

InvestasiKu saham apa yang bagus?

  1. Sistem Point

Aplikasi Investasiku tersambung dengan ekosistemnya CT-Corp. Jika sahabat ismi membeli obligasi, saham, atau reksadana, nanti akan dapat point dimana 1 point senilai 1 rupiah. Dan point ini bisa digunakan kembali untuk membeli obligasi, reksadana atau saham. Selain itu juga bisa membeli produk di bawah CT- Corp (segera diluncurkan).

  1. Coupon

Kupon potongan belanja sehingga sahabat ismi lebih hemat dalam berbelanja di aplikasi Investasiku.

  1. Akses Edukasi (Edufest)

InvestasiKu saham itu apa?

Selain itu, sahabat ismi bisa belajar dengan mengakses edukasi investasi. Edukasi investasi ini menggunakan berbagai media antara lain artikel (tulisan), podcast (audio), dan video (audio dan gambar). Sahabat ismi bisa memilih media mana yang paling disukai sehingga lebih mudah paham.

8. Bisa beli produk lain

Bisa beli produk di merchant di bawah CT-Corp.

Mungkin sahabat ismi ada yang bertanya, bagaimana bila pemilik saham meninggal dunia? Apakah sahamnya akan hangus?

Saat mendaftar RDN, ada isian ahli waris sehingga nasabah tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu maka seluruh investasi akan diwariskan kepada ahli waris.

Lalu jenis investasi mana yang paling cocok untuk ibu rumah tangga?

Yang pertama kali harus dilakukan adalah siapkan dana darurat (dana cadangan) sebesar 6x pengeluaran bulanan. Misal pengeluaran perbulan adalah 5 juta rupiah, maka harus menyiapkan dana darurat sebesar 30 juta rupiah.

Jika sahabat ismi merupakan seorang ibu rumah tangga yang tidak menyukai risiko, maka pilihlah jenis investasi yang tidak berisiko tinggi/ berupa pendapatan tetap seperti deposito dan obligasi pemerintah.

Sebaliknya jika sahabat ismi merupakan ibu rumah tangga yang berani mengambil risiko, silakan memilih produk investasi high risk dan high return seperti saham dan reksadana atau obligasi  milik perusahaan swasta. 

Yang jelas bukan berupa tabungan yang tergerus oleh inflasi. Oleh karena itu pilihlah produk investasi yang tingkat returnnya di atas nilai inflasi.

Cara membeli saham: 

  1. Analisa teknikal (chart pergerakan dari saham selama beberapa waktu ke belakang)
  2. Analisa fundamental (laporan keuangan perusahaan)

Pilihan sektor saham untuk tujuan jangka panjang bisa saham-saham consumer good yang dkonsumsi setiap waktu misalnya indomie. Tapi juga ada perusahaan penjual produk tersebut yang sahamnya turun sehingga harus belajar dulu tentang saham.

Investasiku punya komunitas yang fokus di edukasi tentang produk investasi termasuk saham sehingga sahabat ismi bisa belajar terlebih dahulu sebelum berinvestasi di saham. Terdapat IG Live juga setiap pagi pukul 8.30 atau pukul 9.00

Sisihkan uang kecil tidak terlalu besar, belilah yang bisa mengalahkan inflasi yaitu reksadana  yang risikonya tidak terlalu tinggi yaitu reksadana pasar uang/ reksadana pendapatan tetap.

Investasiku tidak menjual cripto karena di bawah sekuritas sehingga hanya menjual deposito, reksadana, dan saham. Sedangkan cripto belum diatur di Indonesia, sehingga Investasiku tidak menjualnya.

Investasi untuk jangka pendek yang cocok adalah investasi pendapatan tetap, misal untuk jalan-jalan keluar negeri, umroh. Kalau ditempatkan di saham dalam 2 tahun bisa jadi enggak sampai 20 juta. Tapi kalau reksadana tingkat risikonya lebih rendah.

Tips memilih manajer investasi untuk reksadana. Jika membeli reksadana di Investasiku maka manajer investasinya sudah dikurasi.

Bisa minta fund fact sheet yaitu laporan tertulis yang disediakan oleh manajer investasi kepada investor dan calon investor untuk menunjukkan berbagai informasi terkait pengelolaan produk reksadana. Dengan kata lain, calon investor bisa melihat ringkasan performa instrumen reksadana hasil pengelolaan manajer investasi.

Penting!

Jangan berinvestasi menggunakan uang pinjaman, pakailah uang dingin. Kenapa? Karena uang pinjaman harus dibayar lagi dan ada bunganya. Bahkan jangan gunakan uang dapur/ uang bulanan pendidikan anak. Karena merupakan kebutuhan jangka pendek yang harus ditutup.Sedangkan investasi untuk pengeluaran jangka panjang.

Apapun tujuan keuangan seorang ibu rumah tangga, mulailah investasi sejak sekarang. Karena semakin cepat berinvestasi maka hasil tujuan financial akan lebih cepat tercapai.

Mengelola keuangan keluarga

(Visited 141 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

23 thoughts on “Pilihan Investasi Bagi Ibu Rumah Tangga

  1. nurulrahma Reply

    Anakku udah SMP mau SMA mba.
    Duh, serem bgt klo menghadapi aneka biaya yg muncul, SPP dan sebagainya ituuhhh
    memang sih, saya percaya bgt kalo ALLAH pasti kasih rezeki buat kita semua, tapi gimanapun juga, manusia memang kudu berusaha supaya mempersiapkan keuangan dgn baik, ye kan?

  2. Nanik Nara Reply

    Bener banget, ibu rumah tangga sebagai manajer keuangan di rumah, mesti paham literasi keuangan dan juga investasi.

    Saya suka sedih kalau lihat berita di tv, ibu-ibu tertipu arisan online. Daripada uangnya buat arisan, mending belajar investasi saham di investasiku ya mbak, yang sudah terdaftar di OJK. Kalau sudah paham, baru deh mulai berinvestasi

  3. Sulli Reply

    Diantara semuanya..aku tim emas saja untuk investasi.. purna jualnya kayaknya lebih gampang.

  4. Sulis Reply

    Aku milih yang resikonya rendah aja mba klo soal investasi…gpp..hasilnya pelan. Golongan banyak mikir aku klo soal ginian…mesti hati-hati soalnya..

    Setuju banget soal investasi yang nggak make pinjaman..karena pada prinsipnya klo invest harus siap2 gagal juga kan ya dan hutang harus dibayar

  5. Bibi Titi Teliti Reply

    Memang hari gini mah harus super berhati2 kalo mau berinvestasi yah, harus pilih produk investasi yang di bawah pengawasan OJK biar tenang. Dan setuju banget tuh, investasi sebaiknya pake uang dingin yaah

  6. Dennise Sihombing Reply

    Hai mom, aku termasuk ibu rumah tangga yang tidak berani ambil resiko dalam berinvestasi. Karena memang pengetahuannya kurang. Nah yang selama ini saya lakukan adalah berdeposito. Biasanya saya ambil untuk waktu 3 bulan. Nah kalau tidak ada keperluan uangnya saya endapkan saja dan bunganya di gulung

  7. Okti Li Reply

    Di InvestasiKu juga ada ruang untuk kita nambah ilmu terkait investasi ya. Sehingga bisa tahu resiko besar kecilnya dari masing-masing instrumen asuransinya. Bisa sambil belajar dan berjalan.

  8. Suciarti Wahyuningtyas Reply

    Investasi sekarang tuh sebenarnya enak ya, karena bisa menyisihkan uang belanja atau jajan biasanya kalau aku. Apalagi sekarang dikasih kemudahan bisa investasi melalui aplikasi ya.

  9. Rach Alida Reply

    Sepakat sekali mba kalau sebaiknya investasi menggunakan uang dingin. Jangan sampai gunakan uang pinjaman online untuk investasi

  10. Jiah Al Jafara Reply

    Wow, di InvestasiKu ada edukasi nya juga. Kupikir buat investasi aja lho. Ini bagus karena kaya aku sendiri kan awam banget. Kalau udah tahu, jadi lebih gampang nentuin mau inves ke mana, saham, obligasi atau lainnya

  11. gusti yeni Reply

    Menurut sodaraku investasi aman jika ada barangnya jangan terpengaruh postingan heddon kekinian apalagi yang lagi viral dengan kasus penipuan.

  12. Sri Widiyastuti Reply

    wah sekarang semakin mudah saja ya investasi untuk ibu rumah tangga seperti kita, karena ada investasiku yang bisa memenuhi kebutuhan investasi bagi pemula. Mudah lagi ya cara registrasinya makasih mbak rekomendasinya

  13. Karyati Niken Reply

    Aku sampai saat ini masih main di investasi LM aja kak. Pingin sih mencoba investasi jenis lainnya. tapi masih maju mundur syantikkk.

    Apapun pilihannya, pastikan menggunakan uang dingin ya kak.

  14. lendyagassi Reply

    Pencerahan banget bagi Ibu rumah tangga yang masih enggan berinvestasi karena banyak pertimbangan.
    Dan kalimat mengenai kerja seumur hidup, ini bisa menjadi trigger buat kita semua untuk aware dengan investasi masa depan demi kehidupan yang nyaman dan aman dari sisi finansial.
    Bersama Investasiku, maka bersama-sama belajar dan praktek dengan baik.

  15. Nunung Reply

    Waah aku belum berani beli saham mbak. Tipe konservatif kayak aku ini beraninya investasi yang rendah resiko seperti emas atau deposito

  16. Desy Yusnita Reply

    Yang penting bisa diketahui dulu nih jenis investasi yang dibutuhkan oleh kita apa ya. Jadi bisa pilih deh salah satu layanan dari Investasiku.

  17. Hidayah Sulistyowati Reply

    Untk belajar investasi bagi ibu rumah tangga harus bisa memilih yang beneran untuk nambah pengetahuan keuangan. Bahkan kalo memilih investasi saham pun harus yang perusahaannya stabil ya. Terutama berada di bawah pengawasan OJK, jadi aman

  18. Larasatinesa Reply

    Aku sampai hari ini masih merasa kurang banget info soal investasi. Karena lihat yang banyak terjadi, banyak yang ketipu sama investasi bodong yang nawarin hasil instant. Sebisa mungkin memang harus cari aplikasi investasi yang terpercaya dan diawasi OJK ya mbak. Kayak si InvestasiKu ini.

  19. Damar Aisyah Reply

    Tahun 2022 ini terpaksa struggle lagi dengan dana darurat karena terpakai selama 2 tahun pandemi. Tapi dengan kondisi yg begini saya jadi tergerak untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. Termasuk belajar investasi karena saya sadar tidak mungkin bekerja seumur hidup saya. Bismillah, dengan Investasiku insyaallah rencana berinvestasi lebih mudah karena ada edukasi di dalamnya.

  20. Dian Restu Agustina Reply

    Tampilan aplikasi Investasiku simpel memudahkan pemula seperti saya untuk mencoba memhami dan mulai berinvestasi. Cocok sebagai pilihan investasi untuk ibu rumah tangga ini!

  21. Nia Haryanto Reply

    Iya banget, di masa pandemi kayak sekarang, kerasa banget kalo hidup ini gak terprediksi. Sebelomnya ignore aja. Pede aja karena punya penghasilan tetap dan tabungan. Begitu pandemi datang, wuah, semua berubah. Penghasilan menurun, tabungan menipis. Jadinya tersadarkan banget kalo kita semua perlu banget investasi. Termasuk ibu rumah tangga kayak kita. Toh penghasilan kita, sekali pun gak menentu, tidak banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Aku lagi belajar nih Investasiku. Semoga bisa ngerti dan cocok.

  22. fanny_dcatqueen Reply

    Setujuuu, lebih cepat belajar berinvestasi, lebih baik buat perencanaan masa depan. Aku sendiri telat mba, baru mulai pas awal nikah. Padahal aku dulu kerja di bank asing yg mana fokusnya ke wealth management.

    Tapi setidaknya sekarang udah rutin dan konsisten utk investasi. Yg aku pilih utk saat ini saham, p2p, LM . Sempet dulu Reksadana dan obligasi, tapi udah aku cairin sih.

    Cuma memang harus diingat, sebelum mulai hrs pastiin dulu kita punya emergency cash utk cover at least setahun pengeluaran tanpa kerja, dan ada asuransi. Aku dulu fokus ngumpulin itu dulu sblm mulai invest. Jadi uang yg dipake bener2 uang beku 😁.

  23. Eni Martini Reply

    Sebagi ibu rumah tangga aku baca artikel ini jadi tercerahkan deh untguk investasi apaan. Kebetulan aku suka inverstasi meski sedikit demi sedikit bisanya, dan tertarik pengen bangetcoba reksadana

Leave a Reply

Your email address will not be published.