Cara Mengatasi Dispepsia Saat Ramadan

Facebooktwitterredditmail

Cara mengatasi dispepsia saat bulan puasa, bagaimana ya?

Apakah selama ramadan ini sahabat ismi pernah merasakan tidak nyaman pada lambung? Merasa begah, mual, sampai nyeri pada ulu hati? Hati-hati, bisa saja sahabat ismi mengalami dispepsia.

Enzyplex kandungannya apa?

Pada hari Minggu tanggal 24 April 2022, saya mengikuti talkshow berjudul “How to Manage Dyspepsia During Ramadhan with Enzyme Supplemenentation”. Hadir dua narasumber yaitu dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, CHt, FINASIM selaku dokter spesialis penyakit dalam, dan Fiona seorang food blogger Indonesia. Instagram live ini dimoderatori oleh dr. Michael Reo sebagai Medical Senior Manager PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. 

Sebagai food blogger, Fiona membagikan kuliner indonesia dan menghubungkan penyuka makanan baik di luar negeri maupun indonesia. Ia bercita-cita memajukan kuliner indonesia.

Manfaat makanan berserat

Selama bulan ramadan, aktivitas Fiona dan food blogger lainnya antara lain review hampers, dan makanan buka puasa. Selain itu, ada food blogger yang hobi memasak. Ada pula yang membuat konten menyiapkan santap sahur atau berbuka yang praktis.

Dengan padatnya jadwal review, Fiona harus pintar mengatur dan membagi-bagi waktunya sebelum atau sesudah puasa. Tapi dari sekian banyak makanan, ternyata ada gorengan, makanan berlemak, dan santan-santanan yang membuat pencernaannya jadi terganggu. 

Kenapa makanan berlemak itu enak?

Sahabat ismi penasaran tidak? Kenapa kita doyan lemak dan susah kenyang? Ternyata  jawabannya adalah efek mengenyangkan lemak sangat kecil, tapi paling susah dicerna. Enak di lidah, tapi paling lama dan susah dicerna. 

Apa yang dialami oleh Fiona sebenarnya  juga sering dialami oleh sebagian besar dari kita. Ada yang menyadari gejala tidak nyaman pada perut dan berkonsultasi ke dokter. Tapi ada pula yang mendiamkannya saja dan berharap akan hilang sendiri sakitnya.

Agar perut tidak mual setelah makan

Saya sendiri sempat mengalami perasaan tidak nyaman di perut saat buka bersama anak-anak dan suami. Rasanya begah, mual, dan nyaris muntah. Gara-gara bawa bekal gorengan, dan pesan steak cirloin yang notabene juga digoreng. Dobel-dobel deh lemaknya.

Saat itu, sehabis makan saya hanya bisa diam. Benar-benar tidak bergerak untuk mencegah muntah. Setelah beberapa lama, akhirnya saya bisa bersendawa. Perut sedikit lebih nyaman.

Sahabat ismi pasti penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada saluran cerna?

Menurut dokter Jeffri, puasa ramadan atau intermiten fasting baik untuk pencernaan, karena bisa mengistirahatkan saluran cerna. Dengan kata lain, perubahan  yang terjadi justru positif. Biasanya kan saluran cerna harus kerja terus. Banyak sel yang dipaksa kerja rodi. 

Nah, saat puasa, sel-sel tersebut berisitirahat. Konsumsi makanan lebih teratur yaitu pada jam buka dan sahur. Ngemilnya lebih sedikit. Mungkin masih ada yang makan gorengan dan yang manis-manis, tapi umumnya lebih sedikit dibanding hari biasa.

Apa bedanya dispepsia dan GERD?

Ada berbagai keluhan pada lambung sehingga diagnosanya bisa berbeda-beda. Cara mudah untuk membedakan dispepsia atau bukan, jika keluhannya jauh lebih enak dengan BAB atau kentut maka bukan dispepsia. Itu radang usus. 

Oleh karena itu, bila ke dokter akan ada pemeriksaan USG, endoskopi, dan pemeriksaan kuman. Jika diagnosanya tidak ketemu, maka akan dikategorikan sebagai dispepsia fungsional sehingga akan diberikan suplementasi enzim.

Mengapa terjadi gerd?

Pada GERD, terdapat kelainan pada katup sehingga menjadi longgar dan asam lambung mudah naik ke kerongkongan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan komponen defensif (faktor yang melindungi lambung) dan komponen ofensif (yang bisa menyerang lambung), 

Bagi yang punya keluhan kembung, nyeri ulu hati, dada panas, mulut asam. Bisa jadi ada ketidak seimbangan antara defensif dan ofensif. 

Salah satu contoh komponen defensif adalah enzim-enzim pencernaan. Enzim-enzim tersebut diproduksi oleh prankeas. Enzim yang dimaksud adalah amilase untuk mencerna karbo, lipase untuk mencerna lemak, dan protease untuk mencerna protein.

Memangnya apa tugas enzim pencernaan?

Fungsi enzim pencernaan ya untuk membantu mencerna. Dispepsia terrado akibat adanya kebiasaan-kebiasaan kurang baik seperti makan terburu-buru, makanan banyak lemak dan kalori tinggi.

Padahal ketika berbuka dengan perilaku pemilihan komposisi mkanan yang tidak sesuai, kurang serat, kurang sayur, akibatnya enzim yang disediakan oleh saluran cerna kurang. Enzimnya kewalahan untuk mencerna makanan.

Ketika enzimnya tidak cukup/ kurang, pengosongan lambung yang lama dapat menimbulkan gejala-gejala dispepsia. Dengan kata lain, enzim-enzim tersebut berfungsi untuk membantu tidak mudah menjadi nyeri atau kembung.

Banyak gas yang harusnya dikeluarkan, bisa bikin bau mulut juga. Ada yang merasa sudah sikat gigi dan kumur-kumur tapi kok masih bau mulut, ternyata saat diendoskopi, ketahuanlah ada GERD-nya.

Penyebab dispepsia

Dispepsia ada beberapa jenis, antara lain dispepsia organik dan fungsional. Jika ada keluhan seputar lambung, bahkan ada keluhan yang tidak berhubungan dengan lambung seperti asma, bisa juga merupakan gejala GERD. 

Perlu dicek penyebabnya, apakah ada luka, lecet, kuman di pencernaan, atau sama sekali ga ada masalah di permukaan lambung. Jika lambung mulus maka disebut dispepsia fungsional. Kalau ada kelainan di organ lambung maka disebut dispepsia organik.

Dispepsia fungsional atau transien, terjadi ketika enzim tidak cukup, maka karbo protein dan lemak ada yang tidak bisa tercerna. Mereka bisa jadi masalah karena akan menumpuk di usus, diubah oleh bakteri dan kuman menjadi gas. 

Gas naik sampai ke kerongkongan dan mulut. Harus segera ditanggulangi yaitu dengan membantu lambung menggunakan pengobatan yang diberikan sehingga keseimbangan tetap terjaga dan tetap bisa menikmati makanan.

Dengan kata lain, sahabat ismi tidak harus mengurangi makanan daripada stres. Tapi komposisi sebaiknya seimbang. Kebayang tidak, perut kosong selama 10-12 jam, lalu ketika berbuka puasa langsung masuk lemak dan karbo dalam jumlah banyak. Jelas saja enzim-enzim saluran cerna menjadi kewalahan.

Mengenal New Enzyplex, Suplementasi Enzim Sebagai Cara Mengatasi Dispepsia

Cara mengatasi dispepsia dengan Enzyplex

Suplementasi enzim atau dalam dunia medis dikenal sebagai Multi Enzym Complex (MEC), sudah teruji ilmiah dan ada evidence based -nya. MEC sudah diuji efek samping dan keamanannya. Sudah lolos BPOM juga.

Suplementasi enzim bukan zat yang sifatnya keras. Karena hanya menambah enzim yang sebenarnya sudah ada di tubuh kita. Setelah bekerja, suplementasi enzim akan dibuang oleh tubuh. Dengan kata lain cukup aman untuk digunakan.

Indikasi New Enzyplex

Apakah indikasi untuk menggunakan MEC? Salah satunya jika bergejala dispepsia.

Jika ada riwayat penyakit lambung seperti GERD, sahabat ismi bisa konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam. Setelah didiagnosa baru diresepkan obat. Jika coba-coba obat sendiri tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan, khawatirnya tidak akan menyelesaikan masalah, malah menambah masalah.

Dengan kata lain, ketika ada alarm symptom kayak BAB hitam, muntah darah, maka sahabat ismi harus langsung ke dokter.

Bila sahabat ismi memiliki riwayat penyakit lambung bisa juga mengalami kekurangan enzim. Sedangkan bagi orang yang tidak punya riwayat penyakit lambung (misalnya mengalami dispepsia fungsional), berdasarkan penelitian bisa juga disebabkan oleh kurangnya enzim pencernaan.

Indikasi yang tertulis pada kemasan Enzyplex: Membantu proses pencernaan, bermanfaat mencegah dan mengatasi gangguan pada pencernaan seperti rasa kembung, rasa penuh pada lambung dan keadaan-keadaan dimana dibutuhkan peningkatan enzim pencernaan seperti makan terlalu banyak, intoleransi terhadap makanan, salah cerna, dan gangguan pencernaan fungsional.

New Enzyplex merupakan suplemen enzim pencernaan yang terbukti efektif dan aman selama lebih dari 30 tahun di pasar Indonesia. Suplemen ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan enzim pencernaan dan membantu mencegah serta mengatasi gejala-gejala dispepsia.

Kandungan New Enzyplex

New Enzyplex mengandung enzim Amylase, Protease, dan Lipase. New Enzyplex juga mengandung asam dioksikolat, yang merupakan salah satu kandungan dari getah empedu. Fungsinya adalah untuk membantu mencerna lemak.

Selain itu, pada New Enzyplex terdapat vitamin B komplex yang berfungsi sebagai koenzim untuk membantu mencerna makanan. Terdapat pula zat anti kembung yaitu Dimethylpolysiloxane.

Kapan suplementasi enzim dikonsumsi?

Lambung harus disiapkan dulu sebelum menerima makanan. Enzim bekerja saat ada makanan maka diminum saat makan. PPI dikonsumsi 30 menit sebelum makan agar asam lambung ditekan dulu sehingga lambung lebih nyaman.

Dosis New Enzyplex

1 atau 2 tablet pada waktu makan atau sesudahnya menurut petunjuk dokter. 

Apakah suplementasi enzim bisa dikonsumsi jangka panjang? 

Penyakit lambung itu umumnya kronis, biasanya gejalanya sudah lebih dari 6 bulan, baru periksa ke dokter. Yang bergejala mendadak itu jarang. Kalau gejala terjadi secara tiba-tiba, justru menjadi alarm harus langsung ke rumah sakit.

Oleh karena itu, pengobatan penyakit lambung juga butuh waktu yang lama. Biasanya akan diberikan obat untuk 4-6 minggu sambil dilanjutkan pemeriksaannya. 

Apakah MEC aman bagi ibu hamil dan menyusui, dan anak-anak? 

Enzim suplementasi masuk kategori golongan C, yaitu boleh diberikan pada ibu hamil dengan izin dokter yang merawat (hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya).

Harga New Enzyplex

New Enzyplex dikemas dalam strip berisi 4 tablet. Per 1 stripnya seharga 7500-7600 rupiah.

Tips masih mengalami gangguan lambung saat ramadan

Cara mengatasi dispepsia saat puasa

  1. Pastikan makan jangan buru-buru
  2. Setelah sahur atau buka yang cukup banyak, jangan langsung berbaring telentang . Gunakanlah sandaran.
  3. Sahur dan buka dengan porsi kecil. Misal potongan ayam disuwir-suwir, atau seporsi kolak. Tujuannya agar kadar glukosa darah tidak tiba-tiba melonjak naik melebihi seharusnya.
  4. Hindari/ kurangi makanan yang bersifat ofensif untuk lambung seperti makanan pedas, asam, lemak.
  5. Pemilihan komposisi makanan dan nutrisi yang tepat , yaitu mengandung karbohidrat, protein, sedikit lemak, sayur,buah dan air putih.
  6. Pastikan banyak konsumsi faktor defensif yang bisa melindungi lambung seperti suplementasi enzim.
  7. Bagi sahabat ismi yang punya riwayat sakit lambung, tentunya berkonsultasi dengan dokter agar dapat menjalankan puasa dengan lancar.

Dispepsia/ maag cenderung timbul saat sahur atau berbuka, namun bisa diatasi dengan menyeimbangkan faktor defensif (konsul dokter kalau sudah punya riwayat penyakit lambung, agar bisa konsumsi obat dengan tepat) dan ofensif (yang memicu dispepsia).

Kesimpulan cara mengatasi dispepsia

Bila sahabat ismi mengalami dispepsia, atasilah dengan minum suplementasi enzim dan mengubah perilaku makan pada saat berbuka dan sahur. Diharapkan sahabat ismi bisa optimal beraktivitas tanpa harus terkena dispepsia.

Oh ya, sebentar lagi lebaran. Makanan di hari raya biasanya identik dengan makanan berlemak dan bersantan. Jangan lupa lakukan 5 tips di atas ya agar perut tetap nyaman saat bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri. Selamat mudik, maaf lahir dan batin untuk semua sahabat ismi😊🙏

“Artikel ini diikutsertakan dalam Enzyplex Writing Competition bersama Indonesian Food Blogger”

(Visited 191 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

35 thoughts on “Cara Mengatasi Dispepsia Saat Ramadan

  1. Emma Reply

    Iya mbak klo orang yang punya masalah pencernaan mau makan aja auto pilih² takut ujung²nya Dispepsia tapi sekarang mah tenang tinggal ambil enzyplex semua beres deh

  2. Andiyani Achmad Reply

    memang ketika lambung bermasalah itu rasanya wah beneran gak enak, makan apa aja gak ada nikmat-nikmat acan ya makanya sedih

  3. eka fitriani larasati Reply

    tetep ya segala sumber bikin sakit pencernaan adalah makanan berlemak. saya ngerasain banget dampak makan berlemak ditambah stress dan faktor hormonal, pencernaan terganggu sampai harus operasi. pasca operasi pun dipepsia sering saya alami. tapi untuk tahu kita dispepsia dan bukannya GERD perlu ke dokter gak ya? indikator gejala diatas cukup sebagai langkah mengobati perut begah gak ya kak? saya sering kembung dan enakan setelah buang angin dan BAB, saya kira itu dispepsia deh kayaknya

  4. Chairina Reply

    Ternyata ada juga ya dispepsi. Aku awalnya cuma tau namanya gerd doang loh ternyata beda. Dan memang sangat mengganggu ya.

  5. Maria G Reply

    sesudah paham masalahnya ternyata penyelesaiannya mudah ya?

    cukup terapkan pola makan yang benar dan siapkan New Enzyplex agar lancar acara makan-makannya

    karena makan adalah kebahagiaan

  6. Phai Yunita S Wijaya Reply

    Aku punya teman ya mengalami Gerd parah. Dan itu sangat menyiksa buat dia. Memang ya kalau tidak melakukan pola hidup sehat dan kebiasaan sehat, berbagai macam penyakit bisa aja datang kayak penyakit lambung ini.

  7. Dian Reply

    Wah iya, dari ciri-ciri nya aku sepertinya juga menderita dispepsia
    Mengganggu banget.
    Sepertinya aku harus coba minum New Enzyplek ini

  8. Jihan Reply

    Asyik banget ya mba pada akhirnya bisa makan makanan yang kita sukai tanpa rasa sakit hehe , cuman memang harus dikontrol juga biar ngga berlebihan

  9. Sarieffe Reply

    Saya sendiri punya riwayat GERD dan radang usus mba. Agak susah mengenali perut begah karena kedua penyakit ini cuma memang biasanya kalau radang usus, melilitnya enggak karuan dan memang sulit buang angin

  10. Milda Ini Reply

    Yah benar Mba, sakit lambung itu biasanya kronis atau lama, jadi sebaiknya emang dihindari gejala dan pemicunya, jangan sampai jadi timbul keluhan apalagi penyakit yah, dengan mengatur pola makan nih penting banget

  11. Yuni Bint Saniro Reply

    Saat puasa, emang kadang beberapa orang cenderung makan dengan terburu-buru. Entah karena merasa lapar atau banyak alasan lain. Sehingga berakibat perut jadi nggak nyaman.

  12. Dian Reply

    Artikel cara mengatasi dispepsia saat Ramadan ini sangat penting mbak
    Sebab memang banyak orang yang menderita dispepsia saat Ramadan

  13. Eni Rahayu Reply

    Saya sekarang ini juga konsumsi new enzyplex ini loh alhamdulillah selama bulan puasa kemarin penyakit lambung saya nggak pernah kumat. Asalkan kita selalu menjaga pola makan dan selalu memperhatikan komposisi makanan yang benar juga konsumsi new enzyplex ini dijamin sih dispepsia mah no way.

  14. Tuty Queen Reply

    Nggak enak banget memang kalau punya masalah dengan pencernaan. Ibuku dan kami anak-anak nya punya masalah yang sama. Makanya sekarang jaga makanan banget dan mulai konsumsi nex enzyplex

  15. Arenga Reply

    Lemak memberikan rasa gurih dan enak pada makanan. Makanya tanpa sadar kita tergila-gila ya padanya. Padahal kalau berlebihan berbahaya banget bagi kesehatan. Karena susah larut dan dicerna, bisa jadi pemicu naiknya asam lambung dan akhirnya kena dispepsia deh. Sudah ah habis ini harus hati2 banget dengan makanan berlemak atau berminyak 🙂

  16. Okti Li Reply

    Dispepsia jangan sampai dibiarkan berlarut hingga akut, segera cegah dan konsumsi enzyplex. Iringi juga dengan pola makan yang sehat dan pola hidup yang baik

  17. Fenni Bungsu Reply

    Sistem pencernaan kalau kekurangan enzim dampaknya berpengaruh hebat juga ya. Oleh karenanya selain jaga pola makan, perlu juga dengan tambahan asupan enzyplex ini biar tetap nyaman

  18. Lidya Reply

    Kuliner memang gak ada habisnya ya di mana-mana baik di dalam maupun luar negeri. Paling enak memang makan goreng-gorengan tapi ya itu jadi pencernaan terganggu ya apalagi kalau lagi puasa Ramadan. Buat mengatasi dispepsia boleh juga deh nanti sedia Enzyplex t

  19. Dedew Reply

    Betul banget ya sesuai petunjuk Rasulullah berbuka puasa dengan yang manis seperti kurma dan dalam jumlah secukupnya biar perut kita tidak kaget mendadak diisi berbagai macam makanan setelah puasa berjam-jam hehe…

  20. Dedew Reply

    Betul banget ya sesuai petunjuk Rasulullah berbuka puasa dengan yang manis seperti kurma dan dalam jumlah secukupnya biar perut kita tidak kaget mendadak diisi berbagai macam makanan setelah puasa berjam-jam hehe…jangan kalap…

  21. Dian Restu Agustina Reply

    Ubah perilaku makan dan minum suplementasi enzym seperti New Enzyplex bisa bantu atasi dispepsia. Bikin puasa kita dan lebaran aman sentosa ya pastinya

  22. Nova Violita Reply

    Aku pernah banget dalam kondisi ini, puasa mual, bersendawa mulu …, pernah sampai endoskopi alhamdulilah sekarang nggak lagi..

    Jaga makan jaga pikiran n jangan terlalu capek

  23. lendyagassi Reply

    Kemarin saat masku curhat, aku jadi teringat artikel mengenai New Enzyplex ini yang ternyata mengatur kembali hormon dalam tubuh dalam hal pencernaan. Dan aku saranin masku untuk mencoba.
    Karena gejala dispepsia ini kalau dibiarkan bisa bertambah-tambah sakitnya dan jelas bikin gak nyaman yaa..

  24. Uniek Kaswarganti Reply

    Duuh ngeri juga ya ngebayangin asam lambung sampai naik ke kerongkongan. Tersiksa banget pasti rasanya.
    Yuuk cegah kemungkinan terjadinya gangguan pencernaan dengan suplemen enzim seperti new Enzyplex ini. Kemana-mana dibawa mudah nih, kemasannya simpel, bisa masuk tas.

  25. Nia Haryanto Reply

    Wah aku dulu tuh begitu, tiap ramadhan, pasti aja perut dan lambung bermasalah. Tapi sejak aware dan sedia obat lambung, gak lagi ngerasain dispepsia lagi.

  26. Andy Hardiyanti Reply

    Pantas aja nih pas puasa kemarin lambung saya sering rewel. Lah makannya sering buru-buru, udah gitu emang doyannya makan pedas. Ckckck. Cari masalah emang~ Giliran udah sakit, malah bingung sendiri “kok bisa gini?”

  27. nur annisa Reply

    penting nih enzyplex biar pencernaan aman dan bisa menikmati makanan dengan tenang

  28. siti hairul Reply

    aku juga udah nyobain nih Enzyplex selama puasa kemarin. Membantu banget sih untuk penderita gangguan pencernaan karena dispepsia

Leave a Reply

Your email address will not be published.