Anak Menonton TV? Ya atau Tidak?

Facebooktwitterredditmail

Anak Menonton TV, Ya atau Tidak?

“Najla, yuk mandi dulu. ”
“Nanti Bunda, masih nonton film kartun.”

Ini nih salah satu alasan saya agak membatasi soal menonton TV, tapi namanya juga anak-anak, jelas kalau sudah terbiasa ya jadi kesal kalau dilarang.

Sebenarnya saya pribadi termasuk membolehkan tapi dengan batasan. Terus terang dulu waktu di rumah Depok, saya jarang banget menyalakan televisi, karena repot mengurus rumah tangga. Nah, giliran tinggal di rumah orangtua, yang televisinya ada 3 buah, jadilah mau nggak mau, anak saya tahu soal tv.

Saya juga aslinya semenjak jadi ibu, juga jarang melihat acara di tv. Paling pol nonton berita atau acara masak-memasak, hehe. Jadi saya sendiri juga memang merasa membutuhkan tv di saat tertentu untuk mengetahui berita terkini di media audio visual.

Oleh karena itu, saya termasuk tipe ibu yang membolehkan anak menonton tv dengan tips tertentu. Apa saja tipsnya?

1. Nonton maksimal 2 jam/ hari

Sebenarnya kalau nggak ada kartun sih anak saya jarang nonton tv. Dia sudah tahu kalau buat anak-anak itu ya film kartun. Itupun kalau filmnya ngeri biasanya Najla bilang “jeyek filmnya, Bunda.” 2 jam itu nggak harus selalu berurutan. Bisa 1 jam pagi, 1 jam sore. Tapi rasanya saat ini lebih dari 2 jam e nontonnya, apalagi kalau libur. Huaa, harus diakali sama permainan yang mengasyikkan agar Najla mau berhenti sejenak dari nonton kartun. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda bisa pakai cara ini (ganti dengan aktivitas lain seperti membaca buku misalnya) ┬ásebagai salah satu teknik agar anak mempunyai batasan waktu menonton tv.

2. Dampingi anak

Mendampingi anak saat menonton tv, mirip-mirip ulasan saya tentang mendampingi menonton film di bioskop. Meskipun acara yang ditonton anak adalah kartun, tetapi ada juga kartun yang nggak sesuai dengan usia anak. Selain itu, iklan yang tampil juga bisa jadi bukan masuk kategori iklan yang boleh ditonton oleh anak. Di sini keberadaan orangtua sangat penting agar anak tidak menonton yang tidak semestinya.

3. Bisa dijadikan reward dan punishment

Ide menarik lho ini, kebiasaan anak menonton tv, dapat kita manfaatkan sebagai hadiah dan tindakan disiplin untuk anak. Misal mereka melakukan kesalahan seperti memukul temannya. Selain meminta maaf dan berjanji tidak mengulangj, dapat kita potong jatah menonton tv anak, agar jera, karena kita mengurangi kesenangan anak.

4. Big no tv di kamar anak

Saya pernah mendengar curhatan seorang teman, bahwa ada anak tetangganya yang menonton tv di kamar. Sudah tentu tanpa pengawasan, karena anak tersebut bisa menyalakan tv kapan saja. Anak tersebut bisa menonton iklan apa saja, berita dan film apa saja, bahkan yang tidak sesuai dengan usianya. Bayangkan apa yang terserap oleh anak tersebut di masa kecilnya. Hiks, saya sedih membayangkannya. Yuk orangtua yang menaruh tv di kamar anak, lebih baik dipikir ulang apa sisi positif dan negatifnya.

5. Big no DVD player tanpa sepengetahuan orangtua

Sama dengan tips no 4, menonton DVD di televisi juga harus dengan sepengetahuan dan pendampingan orangtua. Tujuannya agar apa-apa yang disampaikan oleh isi film dapat tersaring oleh orangtua. Jika ada hal yang belum di mengerti oleh anak, maka kita sebagai orangtuanya lah yang berkewajiban menjelaskannya dengan benar.

6. Pilih televisi yang awet

Tips no 6 termasuk tips penting. Terkadang kita memilih mempunyai banyak televisi dengan harga murah, di banding punya satu televisi dengan harga bersaing. Kalau saya sih sejak dulu diajari oleh ibu saya, saat membeli barang, lebih baik pilih yang harganya tinggi sedikit, tapi kualitasnya lebih bagus, sehingga pemakaianpun menjadi lebih awet. Ujung-ujungnya saat orang lain mulai rusak barang rumah tangganya, peralatan rumah tangga ibu saya masih seperti baru, hehe.

Sama halnya dengan televisi, saya sendiri memiliki kecondongan terhadap merek Samsung. Harga tv LED Samsung memang tidak murah, tetapi sepadan dengan kualitas yang didapatkan. Sebenarnya ada berbagai pilihan harga mulai dari 1 juta hingga 5 jutaan, tergantung lebarnya layar. Bahkan ada yang 26 juta lho untuk LED smart 60 inci. Semua kembali ke Ayah dan Bunda, sesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

Semoga tips di atas bermanfaat ya untuk Ayah dan Bunda semua=)

(Visited 147 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

2 thoughts on “Anak Menonton TV? Ya atau Tidak?

  1. Vety Fakhrudin Reply

    saya masih ada tv di kamar nih…ah musti di perbaiki lagi kebiasaan kami. sengaja naruh tv dikamar biar agak berisik kamarnya alias ga terlalu sepi ­čśÇ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *