Kalau ditanya kapan aku jatuh cinta? Maka aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan MFF.
Sebuah pertemuan yang tidak sengaja ketika Mba Isti men-share blog MFF di komunitas menulis lain, Dan begitu masuk, sambutan hangat yang kuterima. Kemeriahan MFF Idol 1 beberapa hari setelahnya, membuatku betah di sana.
Kalau cinta bisa membuatmu melupakan logika, sama halnya untuk MFF.
Terus terang saat-saat seperti mengikuti prompt apalagi perhelatan MFF Idol 2 tak ayal membuat waktu saya terprioritaskan untuk MFF. Tidak peduli tengah malam, sedang tidak enak badan, MFF berhasil mencuri kesadaran saya untuk terus memikirkannya (Ya iyalah, kan per – flashfiction ditunggu kurang dari seminggu doang,hehe).
Kalau cinta megajarkanmu banyak hal, aku mendapatkannya dari MFF.
Terlalu banyak bila harus disebut satu per satu. Ilmu tentang menulis, ilmu tentang media, sahabat-sahabat yang sama-sama hobi membaca (bahkan beberapa melahap semua genre dengan target reading challenge-nya masing-masing yang bikin aku terintimidasi,hehe). MFF juga mengajarkanku untuk percaya bahwa kami harus menjadi penulis hebat, kelak.
Terimakasih MFF. Terimakasih Mbak Carolina Ratri, Mbak Isti, Mbak Latree, semua PIC Bang Riga, Dek Jun, Mba Na, Mba Ranny, Uda Sulung, dan teman-teman semua yang nggak bisa kusebut satu per satu.
Impianku tetap sama … kelak kita bisa kopdar ramai-ramai:)
Namaku di sebut 😮
Mbak Dian keren. Selamat berjuang di Mff idol 2 😉
Semangat!
Haha …mas PIC fiksimini sblm Dita.eh malah dita ga kesebut:)
Iya, pengin kopdar dengan member MFF nih, pasti seru ya 🙂
Tahun brp ya bs terwujud?:D
Baru sempat mampir. Makasih ya Mbak Dian ^^
Sama2 founder MFF:)
Hi, i read your blog occasionally and i own a similar one and i was just wondering if you get a lot
of spam feedback? If so how do you reduce it, any plugin or anything you can suggest?
I get so much lately it’s driving me mad so any assistance is
very much appreciated.