Sectio Caesaria Anggota Keluarga Baru, Baby Sara

Facebooktwitterredditmail
Pertama kali kakak Najla lihat adiknya dari dekat (usia 1 hari)
Pertama kali kakak Najla lihat adiknya dari dekat (usia 1 hari)

Alhamdulillah, hari ini tepat dek Sara berusia 1 bulan. Mengingat perjuangan kehamilan dan proses kelahirannya yang penuh peluh, rasanya bahagia akhirnya Sara bisa lahir juga dan tumbuh sehat.

Sara lahir di HPL+2, dengan gelombang cinta yang mulai datang di malam hari. Semalaman saya nyaris nggak bisa tidur, karena kontraksi terasa setiap 10 menit. Lalu setelah subuh, kontraksi mulai makin rapat, tiap 7 menit. Akhirnyaa jam 6.30, kami berangkat ke rumah sakit JIH. Sampai UGD dengan menyerahkan surat dari dokter kandungan yang memang sudah dipersiapkan bila kontraksi atau tanda-tanda persalinan tiba-tiba datang.

Setelah ditanya oleh dokter UGD, saya dibawa oleh perawat ke ruang bersalin di lantai 3 untuk dicek bukaan berapa dan diobservasi. Denyut jantung bayi dan kekuatan kontraksi direkam dengan alst untuk dikonsultasikan pada dokter Intan, dokter kandungan saya. Alhamdulillah semuanya bagus. Selama di rumah sakit, suami selalu mendampingi. Sementara Najla, kakak Sara sewaktu kami pergi belum bangun, hehe. Untuk bukaan, ternyata sudah bukaan dua. Saat itu saya masih bisa makan dan minum. Perawat meminta suami untuk memesan kamar.

Setelah itu saya dibawa ke kamar karena bukaan belum di atas empat, sehingga belum perlu ke ruang bersalin. Di kamar rumah sakit, saya masih sempat makan siang meski hanya sedikit. Itu karena kontraksi yang makin sering. Akhirnya jam 12, perawat mengecek bukaan berapa. Ternyata masih bukaan 4 saudara-saudara. Dan bukaan 4 ke atas itu kontraksi makin nggak ada jeda dan sakit sekali. Bahkan sama kontraksi induksi sakitan itu, kok bisa ya?

Nah akhirnya agar observasi bisa lebih intens, saya kembali dibawa ke ruang bersalin. Di sana dicek lagi denyut jantung bayi. Alhamdulillah masih oke. Lalu mendadak kontraksi makin nyeri, dan ada sensasi mengejan. Padahal kalau belum bukaan lengkap, ibu hamil tidak diperbolehkan mengejan, karena bisa membuat jalan lahir bengkak. Huaa.. Saya sampai kembrobyos nahan ngeden. Nahan bisa sampai puluhan kali, karena dalam semenit kontraksi bisa datang 2x. Akhirnya jam 2 di cek lagi masih bukaan 6. Saya makin nggak kuat nahan ngeden. Badan mukai gemetar dan berkeringat dingin. Usut punya usut ternyata nilai Hb saya pagi itu cuma 9,6 yang artinya di bawah normal=((.

Saya pun bertanya pada perawat tentang ILA (prosedur untuk mengurangi rasa sakit). Tapi perawat berkata sudah nanggung kalau mau pakai ILA. Nanti dibukaan ke 8 nggak boleh disuntik ILA lagi karena harus merasakan mules untuk memudahkan mengejan. Padahal belum tentu normal, nanti malah dobel ILA dan SC (Sectio Caesaria). Ya sudah, sekalian saja saya minta Sectio Caesaria. Karena saya merasa sudah sangat lemas sekali, kliyengan. Batin saya kalau saya ngeden bakalan Sectio Caesaria juga. Kalau saya kuat nahan sampak bukaan 10 tapi nggak ada tenaga lagi, ya bakalan Sectio Caesaria juga. Yang terutama saya takutkan kalau perdarahan karena Hb saya rendah.
Perawat konsul dokter kandungan saya dan diperbolehkan Sectio Caesaria. Tapi nggak secepat itu juga, karena ternyata prosedur Sectio Caesaria lumayan ribet. Perawat harus menelepon dokter anastesi yang bisa, dokter anak yang bisa, dan sebagainya.




Bukaan masih dipantau terus dan saya masih menahan nyeri kontraksi dan mengejan. Hingga pukul 4 sore, bukaan belum bertambah. Pukul setengah lima, saya sudah di bawa ke ruang OK (Operasi) di lantai 2. Dokter kandungan sampai bertanya, “Apakah saya meminum obat atau jamu tertentu? ” huaa saya jawab nggak lah. Sementara itu, dokter anastesi bertanya, “Anak pertama ya? ” Huaa padahal anak kedua. Akhirnya jam 16.30 lebih saya dioperasi sesar, dan jam 17.00 putri kedua saya lahir.

Proses sesarnya terbilang cepat, dibius lokal lalu beberapa puluh menit kemudian lahir. Dokter hanya berkata bayinya perempuan, besar dan ketuban memang sudah hijau. Wah saya membayangkan bila harus melahirkan bayi 3,55 kg, maaih adakah tenaga saya setelah bukaan lengkap? Ketuban sudah hijau, akan tertelan bayikah jika saya masih menunggu bukaan lengkap yang entah kapan. Saya bersyukur memutuskan sc secepatnya, sayang saya gagal IMD, dengan alasan ruang OK yang terlalu dingin. Coba saya lebih gigih meminta IMD sebelum operasi ya.

Setelah dijahit kembali, saya dipindahkan ke kamar inap. Menunggu si kecil datang yang katanya masih diobservasi di kamar bayi. Ketika ditanya mau rooming in kapan, saya jawab secepatnya, kalau perlu sekarang. Alhamdulillah sekitar jam 9 bayi diantar.

Sebenarnya saya agak gemas karena ternyata setelah operasi Sectio Caesaria itu harus diinfus antibiotik dan antinyeri, pakai kateter pula. Lengkap sudah nggak boleh duduk, jalan, apalagi ke kamar mandi. Sectio Caesaria beda banget dengan persalinan normal yang langsung bisa ke kamar mandi dan besok ya bisa mandi sendiri.

Dek bayi malam itu lumayan melek tapi nggak semelek kakaknya dulu, ya saya masih bisa tidurlah. Besoknya bayi di cek dokter anak alhamdulillah sehat, nggak kuning, tapi sepertinya masih kurang minum. Saya diminta minum 15 gelas dan makan lebih banyak. Saya sih ngerasanya asi udah deres, cuma memang kadang pelekatan nggak pas (pe lecet soalnya) dan bayi masih banyak tidur jadi sedikit minum asinya. Setelah 24 jam saya baru ditawari mau latihan duduk dan jalan tidak. Ya tentu mau donk. Akhirnya kateter dicopot. Saya latihan duduk ya Allah lemes dan kaku sekali rasanya, maklum sudah 24 jam berbaring. Belajar jalan perutnya harus saya sangga, masih agak nyeri soalnya, tapi udah lumayan lega karena bisa buang air kecil di kamar mandi. Yeay! Tinggal mandinya nih kapan dibolehin, rambut sudah gatal, Hehe.

Besoknya baru perban saya diganti oleh dokter kandungan dengan perban anti air. Akhirnya bisa mandi juga, lega! Segar dan berasa lebih bersih. Hari kedua dokter anak sudah membolehkan bayi untuk pulang, tinggal menunggu observasi dokter kandungan terhadap kondisi saya. Sayangnya hari kedua dokter kandungan datangnya malam. Tapi alhamdulillah diputuskan boleh pulang juga. Jadilah hari ketiga kami pulang dari RS. Nggak berasa ya, cepat juga.

Selama saya di RS, alhamdulillah Najla kooperatif. Mau di rumah saya “Mbaknya”,tapi kalau siang nggak sekolah karena katanya mau lihat bayi di RS. Malam juga mau tidur sama tantenya, atau eyangnya.

Perjuangan mempunyai anak kedua baru dimulai. Ternyata persalinan kedua belum tentu lebih cepat daripara persalinan pertama ya. Sempat bikin trauma juga sih, hehe. Tapi entah kedepannya mau nambah anak lagi nggak=D.

Sara usia 1 bulan
Sara usia 1 bulan

Selamat ulang bulan,Sara. Sehat-sehat selalu ya=)

(Visited 1,037 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

4 thoughts on “Sectio Caesaria Anggota Keluarga Baru, Baby Sara

  1. Aprillia Ekasari Reply

    Rasa mules dan sakit saat mau lahiran itu kadang masih kerasa hingga sekarang gak mbak? Kalau saya masih suka kebayang pas lahiran anak2 dulu hehe

    • dian.ismyama Post authorReply

      Kalau sekarang yang brasa sakit di dalam jahitannya mbak. Katany lapisan perut dalam sedang menyatu.. Hoho

Leave a Reply

Your email address will not be published.