Pria dari Masa Lalu

Facebooktwitterredditmail

Aku seperti berlari tanpa tujuan. Beberapa kali menengok ke belakang tanpa tahu apa yang memburuku. Hingga langkahku terhenti tatkala pemandangan familier itu terbentang di hadapanku. Kamu, aku, dan teman-teman dari penangkaran penyu berdiri di bibir pantai, seraya membawa kotak plastik berisi bayi mungil berpunggung terkuat yang kukenal, bertempurung terindah yang menawan. Empat belas pencinta hewan dengan budaya yang berbeda melebur menjadi satu, menghayati ritual sakral ini. Masih ingatkah kamu pada Ryoji? Pemuda Tionghoa yang badannya paling kurus, berkacamata, tetapi jiwa pengasihnya sebesar lautan. Ada juga Liu, Kim, dan Fik, pria-pria dari negeri Macan Asia yang hobi mencairkan suasana dengan gurauannya. Nah, kalau Ayu, kamu pasti takmungkin lupa, gadis bali berparas elok dan berperangai santun. Dia tipemu, kan?

198853_656054074411605_1517077234_n-nggid03914-ngg0dyn-240x140x100-00f0w010c011r110f110r010t010

Lamat-lamat kilasan di depanku semakin cepat. Aku, memakai kacamata hitam, kaos oblong, dan bercelana pendek, berdiri di sampingmu, pria Amerika latin yang rambut gelombangnya mampu membius akal sehatku. Kini aku menyadari, pantas saja dia juga terpikat padamu.

Setelah prosesi sambutan dari guide Bli Abdi, muncul adegan kita bersama-sama melangkahkan kaki, maju mendekati riak air asin itu. Memungut tukik, lalu mengulurkan dan menurunkan lengan. Indra peraba di telapak tangan merasakan lembab dan lembutnya pasir hitam keabu-abuan. Sejurus kemudian, tukik-tukik itu merambat turun, dan menjejakkan kaki kecilnya di air, menuju laut.

thumbs_375063_656055127744833_422838362_n

Kakiku masih terpaku, ini ketiga kalinya aku kemari. Berharap sosokmu muncul kembali. Salahku takpernah meminta nomor kontakmu, salahku hanya tahu namamu, Ricky saja, bahkan tanpa nama belakang. Yang aku punya, hanya foto ini, diambil dari kamera Bli Abdi, untuk kenang-kenangan para pengunjung yang melepaskan baby sea turtles ke habitat aslinya. Pun berulang kali aku memohon pada Bli Abdi dan manajemen The Bay Bali, untuk memberikan nomor telepon, alamat, atau apapun terkait dirimu. Tapi jawaban mereka selalu sama, “Takbisa, data diri pengunjung sifatnya rahasia.”

Maka disinilah aku, berjudi dengan keajaiban dan peluang untuk melihatmu. Ya, dari para guide disini, aku tahu, kamu rutin mengukir fajar dan senja di pantai Nusa Dua. Kadang mereka mengingatmu sebagai Ricky si rakus, penyantap segala hidangan di Bebek Bengil. Kadang pula kamu muncul menikmati De Opera, makan malam dengan kolega-kolegamu di Bali. Ada yang bilang, beberapa perempuan juga akrab denganmu, berdansa diiringi alunan dawai biola dalam candle light dinner di tepi pantai. Sialan! Perempuanku, dulu salah satunya.

Apakah kamu ingat pada perempuanku? Malika namanyà. Wanita berperawakan sedang, berkuning langsat dan memiliki kecantikan khas putri Pasundan1 .Dia berbagi kisah kelamnya padamu, dia berbagi impiannya. Saat kepercayaannya tumbuh, dia relakan sel telurnya untukmu. Kamu tahu, dan berjanji akan menikahinya, bersumpah akan bertolak ke Sukabumi bersama keluarga besarmu.

Tahukah kamu bahwa janji adalah hutang? Dan hutangmu belum lunas, justru bertambah. Maka di sinilah aku, bersiap menagih hutang itu. Berpacu dengan waktu, mempertemukan perempuanku dengan jantung hatinya. Sudah aku kantongi selusin tanya untukmu, kantongnya berwarna merah menyala. Sementara saku satunya lagi, berisi sekodi harapan untukmu. Entah apa namanya, cinta yang takbisa aku definisikan. Perasaan rindu, bercampur bimbang, dibumbui resah, tapi manis.

Kakiku masih terbenam dalam pasir. Kadang riak ombak menyapu sela-sela jari. Pandanganku menerawang, melintas waktu, mengingat mata nanar Malika. Kesetiaannya, pengorbanannya, dan mengagumi hatinya yang seluas samudera. Begitu tegar membesarkanku seorang diri.

Dari balik lambaian nyiur, terdengar sebuah suara, “Karina…” muncul seseorang yang tinggi semampai dengan dress selutut tanpa lengan.

“Wah, Ayu…siapa sangka kita bertemu lagi.”

“Haha.. Karina, iya ya. Kamu dalam rangka apa kesini?”

“Aku? Emm..panjang ceritanya.”

Lalu aku dan Ayu bernostalgia. Menertawakan kekonyolan Liu, Kim, dan Fik. Siapa sangka, salah satu dari mereka terpikat pada Ayu. Berniat hendak memboyongnya ke Singapura. Haha, tak semudah itu menggaet wanita pribumi. Apalagi yang adatnya ketat seperti keluarga I Gusti Ayu, dari kasta Ksatriya.

thumbs_dsc_1120

Kami bersenda gurau sembari menuju Bumbu Nusantara. Furnitur kayu bernuansa coklat layaknya padepokan menyambut kami. Aku dan Ayu menghampîri koki berbaju putih. Tangannya terampil meracik martabak. Sontak air liur menetes dan tanpa basa-basi kami memesan dua porsi. Lalu setelah menyandarkan bahu di kursi kayu, memilih menu, seraya menghirup aroma berbagai masakan Indonesia, mengalirlah obrolan disenja itu.

Tanpa diduga, pembicaraan sampai pada Ricky, pria perlente berusia empat puluhan, yang ternyata menyimpan kisah tersendiri bagi Ayu. Tadinya aku sungkan mengorek sebab musabab Ayu kembali ke The Bay Bali. Tapi ketika raut wajahnya berubah panik saat kusebut nama Ricky, timbullah penasaranku. Terbata- bata Ayu mengumpulkan keping-keping puzzle masa lalunya, hingga bermuara pada Ricky. Ya Tuhan, ternyata kami bersaudara, saudara tiri tentu saja. Ayu taktahu akan hal ini, aku memilih bungkam. Berjuta tanya menghampiri, bagaimana bisa keluarga terpandang dari kasta ningrat seperti ibunda Ayu ikut terjerat cinta semu Ricky. Apa yang sebenarnya dijanjikan pria itu, hingga lebih dari dua perempuan tunduk padanya. Ingin aku bertanya lebih jauh, tetapi pria berseragam hitam dengan ikat kepala khas Bali menghampiri dengan nampan di tangannya.

thumbs_bn-food0149

Pesananku tiba juga, soto daging lengkap dengan telur rebus, tomat, kripik kentang yang basah, dan bawang goreng, sungguh menggugah selera. Taklupa aku peras jeruk nipis yang tersedia di samping mangkok. Slruppp..hangat dan segarnya.

thumbs_bn-food0371

Sementara Ayu tertarik pada iga bakar lada hitam yang harumnya merangsang. Ketika Ayu mengiris, lembut dagingnya menampakkan serat-serat berlapis bumbu yang menyerap. Sejenak terlupakan masalah yang menghimpit. Berganti energi yang meluap dan rasa kantuk akibat kenyang. Haha. Beginilah perasaan bahagia. Bercengkerama bersama saudara sedarah sepenanggungan, menyantap makanan nusantara yang lezat, ditemani alunan musik klasik.

Sesaat ragaku hendak terlelap, tapi ketika pandanganku menyapu pengunjung di restoran ini, mataku terbelalak saat menangkap sosoknya. Ricky, seorang diri sedang menikmati santapannya. Ayu yang juga melihat ke arah yang sama, bersikap lebih reaktif. Memicingkan mata, menegakkan badannya, lalu berlari ke meja Ricky. Satu kali gebrakan dan makian beruntun, terang saja mengundang security membawa Ayu beserta Ricky keluar dari restoran. Dari kejauhan, aku bersembunyi di balik pohon, menajamkan pendengaranku.

How dare you! Embarrassing me in front of many people. What a…..”

Belum selesai kalimat Ricky, tamparan telak mendarat di pipinya. Percakapan selanjutnya begitu cepat. Aku menangkap nada benci di setiap kalimat yang dilontarkan Ayu. Parahnya, justru berbeda 180 derajat dengan respon Ricky yang tampak sok lugu. Menyangkal kelalaiannya menelantarkan ibunda Ayu, bahkan dia takingat perempuan mana yang Ayu maksud.

Brengsek! umpatku dalam hati.

Menit selanjutnya Ayu memukul dada pria itu dengan kepalan tangan sekuat tenaga. Duh Gusti, apa aku taksalah dengar. Ibunya bunuh diri setelah Ayu ulang tahun yang ke tujuh belas. Menumpahkan aib asal mula anaknya, lalu menggadaikan nyawanya dengan seutas tali. Apa kau tahu reaksi pria berahang tegas itu? Dia membelai rambut Ayu, lalu mengeluarkan segepok dolar dari dompetnya. Damn! Pria gila! Ayu murka, dilemparkannya uang kertas tersebut ke wajah kaget Ricky, lalu berlari meninggalkannya. Ayu melewatiku yang terpaku di balik rerimbunan.

Dadaku bergemuruh. Pipiku basah. Nafasku memburu, sesak sekaligus lega. Kini aku mengerti mengapa Malika, ibuku, begitu tegar dan tak pernah mencarinya. Kalau bukan karena tak sengaja melihat foto Ricky dari album liburanku, mungkin pria dari masa lalu itu tidak akan diingatnya. Bahkan sejak awal, Malika memilih melanjutkan hidup tanpanya. Malika memang seperti air, sangat pemaaf. Semua ia bawa di permukaannya, untuk dialirkan2. Meski sampah sekalipun.

Sama halnya ketika ia mengatakan, “Kebahagiaanku adalah memilikimu sebagai putri. Cukup dengan melihat Karina tersenyum dan tertawa, hidupku terasa lengkap, sempurna. ”

Aku baru mengerti maknanya sekarang. Buat apa berharap pada orang yang bahkan tak menyadari keberadaanmu. Buat apa menengok ke belakang, pada sesuatu yang membuatmu berat melangkah. Buat apa terpaku pada masa lalu, bila masa kini membutuhkanmu, bila masa depan terang membentang. Karena kebahagiaan bukan terletak apa yang jauh darimu. Kebahagiaan sejati ada di dalam hati. Mensyukuri apa yang kau miliki.
***

Bagiku, Malika, adalah ibu yang sempurna, sudah sepantasnya aku jaga. Maka, disinilah aku, di pelataran Bandara Ngurah Rai, dengan tiket kembali ke Jakarta, untuk bertolak ke Sukabumi. Taksabar rasanya mencium kening ibundaku, yang masih berjuang melawan sel kanker di rahimnya.

-TAMAT-

Catatan kaki:
1.Deskripsi fisik istri Marah Rusli, di novelnya “Memang Jodoh”.
2.Air sangat pemaaf. Semua ia bawa di permukaannya, untuk dialirkan (Sarah McLachlan – Komponis dan Penyanyi Kanada). Salah satu kalimat inspiratif yang dihimpun oleh sastrawan Naning Pranoto dan Soesi Sastro.

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered!

(Visited 76 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

4 thoughts on “Pria dari Masa Lalu

  1. LeeannKeymn Reply

    Revolutional update of SEO/SMM package “XRumer 16.0 + XEvil”:
    captcha breaking of Google, Facebook, Bing, Hotmail, SolveMedia, Yandex,
    and more than 8400 another types of captcha,
    with highest precision (80..100%) and highest speed (100 img per second).
    You can connect XEvil 3.0 to all most popular SEO/SMM programms: XRumer, GSA SER, ZennoPoster, Srapebox, Senuke, and more than 100 of other software.

    Interested? There are a lot of introducing videos about XEvil in YouTube.
    You read it – then IT WORKS!
    Good luck 😉

    XRumer201708c

  2. Avito777pn Reply

    Пополение баланса Авито (Avito) за 50% | Телеграмм @a1garant

    Мое почтение, дорогие друзья!

    Рады будем предоставить Всем вам сервис по пополнению баланса на действующие активные аккаунты Avito (а также, абсолютно новые). Если Вам необходимы конкретные балансы – пишите, будем решать. Потратить можно на турбо продажи, любые платные услуги Авито (Avito).

    Аккаунты не Брут. Живут долго.

    Процент пополнения в нашу сторону и стоимость готовых аккаунтов: 50% от баланса на аккаунте.
    Если нужен залив на ваш аккаунт, в этом случае требуются логин и пароль Вашего акка для доступа к форме оплаты, пополнения баланса.
    Для постоянных клиентов гибкая система бонусов и скидок!
    Гарантия:

    И, конечно же ничто не укрепляет доверие, как – Постоплата!!! Вперед денег не просим… А также, гасим Штрафы ГИБДД за 65% …

    Оплата:
    ЯндексДеньги, Webmoney (профессиональные счета)
    Рады сотрудничеству!

    Залив Авито канал Телеграмм @t.me/avito50
    ________

    турбо пакеты +на авито
    авито авто +с пробегом
    пакет объявлений +на авито
    авито купить бу
    авито сайт бесплатных

  3. Avia777hopy Reply

    Авиабилеты по РУ за 60 процентов от цены кассы. по МИРУ – 50%| Телеграмм @AviaRussia только этот, другие не используем.

    Надежно. Выгодно. Без слётов. И БЕЗ каких-либо проблем.

    Оплата:
    ЯндексДеньги, Webmoney (профессиональные счета)
    Рады сотрудничеству!
    ________

    самые дешевые билеты +на самолет
    дешевые авиабилеты акции авиакомпаний скидки москва
    авиа билет дешевле +по акции москва ош
    авиакомпания s7 купить дешевые авиабилеты официальный сайт
    авиабилеты красноярск москва дешево s7

Leave a Reply

Your email address will not be published.