13 Tanya Jawab tentang Podcast

Facebooktwitterredditmail

Pertanyaan podcast yang sering ditanyakan oleh pemula. Podcast Bincang Bunda adalah podcast tentang relationship dan parenting yang dibuat oleh Dian Farida Ismyama.

Halo assalamualaikum pembaca ismyama.com. Semoga pada tahun 2021 ini teman-teman semakin baik kondisinya, baik dari segi kesehatan, financial, dan lainnya. Hari ini, saya akan melanjutkan artikel tentang podcast. Bila di artikel sebelumnya, saya membahas mengenai bagaimana cara membuat podcast simpel anti ribet, maka di artikel ini saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang sempat ditanyakan oleh pendengar Podcast Bincang Bunda.

Oke, here we go:

Pertanyaan Podcast Bincang Bunda

1. Q: Pakai mic apa saat rekaman podcast?

A: Sampai hari ini, saya enggak menggunakan mic apapun. Hanya memakai mic bawaan handphone.

Bagaimana dengan mic eksternal?

Pertanyaan tentang podcast

Kalau teman-teman ingin memakai mic eksternal, bisa googling di marketplace. Ada banyak jenis mic yang dapat digunakan. Misalnya saja mic Rode Smartlav+, mic Shure SM 58, mic Fifine, mic Rode Podmic atau mic Rode lainnya.

Selain itu, ada juga ada paketan gitu. Mic sekaligus peredam noise, dan sebagainya.

2. Q: Apakah membuat script dahulu sebelum rekaman podcast?

A: terus terang, hampir 95% episode di Podcast Bincang Bunda tanpa script. Iya memang sesantai itu. Apalagi sewaktu saya mengikuti #30HariBersuara, harus rekaman tiap hari sehingga enggak ada waktu untuk menulis script. Tapi ada beberapa episode yang saya membacakan artikel di blog ismyama.com dengan penyesuaian dan improvisasi di beberapa bagian. Misalnya saja episode VBAC, dan Tips Liburan bareng Anak.

3. Q: Kalau enggak pakai script kok bisa lancar ngomongnya?

A: Iya, karena saya terbiasa menulis artikel listicle (berbentuk list) atau membuat outline dalam pikiran, sehingga metode tersebut yang saya gunakan saat rekaman di podcast. Semuanya butuh latihan, butuh jam terbang.

4. Q: Ada beberapa bagian di Podcast Bincang Bunda yang enggak disangka podcasternya berkata demikian. Kok bisa sih pembahasannya sampai ke situ?

A: Lagi-lagi, saya rekaman dan monolog berdasarkan value yang saya miliki. Meskipun demikian, saya berusaha seobjektif mungkin. Bahkan di beberapa episode saya sampai riset kecil-kecilan.

5. Q: Idenya dari mana saja?

A: Sama seperti membuat artikel, ide bisa datang dari mana saja. Tapi yang paling mudah adalah melihat dan mendengar isu-isu apa yang sering dibicarakan atau ditanyakan oleh orang-orang di sekitar kita. 

6 Q: Aku ingin bikin podcast juga, tapi bingung harus mulai dari mana. Tema atau genre podcastnya apa ya?

A: Mulailah dengan mencari motivasi kenapa mau bikin podcast. Karena motivasi tersebut yang akan memberi jalan seberapa kuat usahamu untuk mewujudkannya. Motivasi saya adalah mengeluarkan jatah 20.000 kata sehari sehingga enggak numpuk menjadi emosi marah-marah.

Kalau untuk tema atau genre apa, sesuaikan dengan apa yang menurutmu paling mudah untuk dikerjakan. Bisa berdasarkan background pendidikanmu, hobimu, pekerjaanmu, atau hal-hal lain yang kamu minati.

7. Q: Lebih susah rekaman podcast monolog atau duet?

pertanyaan podcast indonesia

A: terus terang, semua episode di Pocast Bincang Bunda berjenis monolog. Tapi sekarang ada segmen #KolaBakar yaitu Kolaborasi bareng Pakar dimana saya mewawancarai narasumber yang ahli di bidangnya. Episode ini sebenarnya berasal dari Instagram Live yang saya lakukan bersama pakar yang kemudian di convert ke audio. Dengan kata lain, kalau rekaman duet secara khusus untuk podcast, belum pernah saya lakukan. Tapi ada rencana, insyaallah kalau corona sudah berlalu, atau jika saya mudik ke Jogja, ada beberapa teman yang ingin saya ajak rekaman duet di podcast. Doakan, ya?

8. Q: Apakah bisa video diubah menjadi bentuk audio dan diunggah ke podcast?

A: Bisa. Alhamdulillah saya sudah mengetahui caranya dan sudah mencoba langsung untuk mengunggahnya. Tinggal dipoles sana-sini, diberi intro atau backsound musik, jadi deh. Saya menggunakan aplikasi VidTrim-Video Editor. Insyaallah saya akan membuat tutorialnya di Youtube ya.

9. Q: Editing menggunakan apa?

A: Saya editing langsung dari anchor. Tapi kalau ada yang mau menggunakan aplikasi gratis lain, bisa pakai Audicity. Sedangkan yang berbayar ada software editing seperti Adobe Audition, dan Studio One.

10. Q: Analitik bisa dilihat dimana ya?

A: Analitik podcast bisa dilihat via anchor. Ada jumlah play, demografi pendengar, usia pendengar, geografis pendengar, hingga platform apa yang paling banyak digunakan untuk mendengar podcast kita.

Tapi jika ingin mendapatkan data analitik yang lebih lengkap, teman-teman bisa menggunakan podcasters.spotify.com. Hanya saja, data ini terbatas untuk pendengar via Spotify.

11. Q: Untuk menghilangkan noise menggunakan apa ya?

A: Teman-teman bisa menggunakan noise reduction di Audacity. Caranya adalah sebelum memilih noise reduction, pilih dulu noise -nya. Dengan kata lain, kita mengajari Audacity mana yang disebut noise. Setelah itu klik Effect – Noise Reduction – Noise Profile. Lalu pilih semua, baru Effect – Noise Reduction. Kemudian klik OK

12. Q: Untuk sound effects apakah ada juga di anchor?

A: Yup, anchor enggak hanya menyediakan background music dan interlude. Tapi juga sound effects seperti suara tepuk tangan, suara air, dan sebagainya.

Sound effects selain dari anchor?

Kalau teman-teman ingin sound effects yang lebih lengkap, Adobe Audition juga memberikan royalty free sound effects yang bisa di download gratis di https://offers.adobe.com/en/na/audition/offers/audition_dlc/AdobeAuditionDLCSFX.html

Oh ya, saya juga pernah mendapatkan tips saat mengikuti kelas Podcast dari Siberkreasi yaitu kita rekam sendiri sound effect tersebut. Misalnya sedang hujan, ya langsung rekam suara hujan. Begitu juga langkah kaki, suara lift, suara burung, suara jangkrik, suara hewan lain, suara ombak, suara orang sedang menggoreng misalnya, suara tangisan bayi, suara sirine, dan sebagainya.

Pokoknya kalau menemukan suara yang unik atau menemukan suara yang ingin dipakai di podcast, ya langsung rekam saja. Itung-itung untuk data sound effects pribadi yang bisa disimpan dan digunakan kapan saja.

13. Q: Bagaimana menjaga agar suara tetap jernih dan enggak parau/serak ketika rekaman?

A: Tips ini dikutip dari Om Dipta, Host @thepodcasters.id, yang dibagikan di grup discord The Podcaster Indonesia,

Awali dengan:

– Minum air mineral suhu ruang
– Tiger Face (senam muka)
– A-I-U-E-O (buat latihan nada)
– Baru cek mic untuk recording

Tips lain (ini sering banget ditanyain)
– Jahe merah to the rescue, kalo tenggorokan udah mulai kerasa enggak enak
– Jangan rekaman kalo habis begadang. Tidur harus cukup apalagi kalo lagi banyak rekaman back to back
– Olahraga (apa saja) minimal 15 menit sehari.

Nah, setidaknya ada 13 pertanyaan yang ditanyakan oleh pendengar Podcast Bincang Bunda. Oh ya, ada satu pertanyaan bonus nih, pernah ada yang nanya, suami saya mendengarkan Podcast Bincang Bunda enggak? Jawaban saya adalah suami saya kayaknya enggak dengerin, soalnya dia enggak instal Spotify:D. Eh, dijawab lagi oleh teman saya bahwa dia mendengarkan podcast tidak melalui Spotify melainkan melalui Chrome. Wow, saya justru baru tahu kalau podcast bisa didengarkan melalui Chrome juga,hehe.

Gimana, ada yang mau menambahkan pertanyaan?

(Visited 9,544 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

15 thoughts on “13 Tanya Jawab tentang Podcast

  1. Fatimah aqila Reply

    Dulu pernah nyobain bikin podcast, baru 1 atau 2 episod ya kalau nggak salah. Sampai hari ini terhenti, pengen sih mulai lagi bikin podcast lgi. Baru tau juga ternyata di Anchor mayan bagus ya ada beberapa sound effects yang bisa digunakan.

  2. Fandhy Achmad Romadhon Reply

    Tips nya sangat bermanfaat, mungkin tulisan ini bisa saya rekomendasikan kepada istri saya, kebetulan dia juga sedang memulai untuk menekuni dunia content seperti ini. Ya meskipun bukan di podcast, tapi secara keseluruhan, tips tipsnya bisa diterapkan dalam content audio maupun video.

  3. Eko Prasetyo Reply

    Metode Podcast sekarang lagi trend ya kak.
    Dari Youtuber, Influencer bahkan artis juga beralih profesi..
    Emang sih podcast itu kebanyakan tanpa script, tpi sy masih agak grogi gitu kak kalau mau ngomong. Kyak demam panggung gitu… Hahaha

  4. Travel Galau Reply

    jadi inget, aku udah sempet niat mau bikin podcast, udah bikin akun juga. tapi karena masih bingung mau diisi tema apa, jadi blom bikin-bikin. 😀 ah nanti coba pikirkan lagi deh.

  5. Eni Rahayu Reply

    Menarik nih mbak, pertanyaannya mewakili apa yang ingin saya tanyakan. Maklum saya belum terlalu familiar dengan podcast ^_^ Jadi penasaran pengen dengerin podcast mbak dian

  6. Jiah Al Jafara Reply

    Aku hampir jarang dengar podcast, makanya sekarang belum kepikiran buat itu. Mungkin lain waktu. Toh suaraku katanya gak jelek-jelek amat, hehehe. Makasih tipsnya

  7. lendyagasshi Reply

    Duet yuuk, kak..
    Hehhe…aku juga punya channel podcast tapi isinya review drama Korea dan beberapa parenting yang gak gimana-gimana.
    Hihii…siapa tau berkenan.

  8. Marfa Reply

    Hwaaaa tanpa skrip, ini kece banget bisa improvisasi gitu yaa. Kalau aku belum bisa nih karena pasti jadi nggak fokus ke mana-mana 😀 Podcasting ini memang menyenangkan ya, jadi belajar ngomong gituu 😀

  9. Kurnia amelia Reply

    Keren banget kak Dian sudha mulai buat Podcast aku sendiri masih awam banget huhu soale ga pede kalau buat podcast. Sukses terus ya semoga makin banyak tema menarik untuk podcastnya.

  10. Ruli retno Reply

    Bener juga ya, kalau kita banyak ngobrol dan bicara itu mengeluarkan emosi supaya gak jadi amarah. Pengen sih nyoba juga nanti, semoga bener2 ku coba, hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.