Orang bilang, kehidupan rumah tangga itu enggak ada yang sempurna. Ada aja ujiannya, mulai dari kerikil-kerikil hingga badai. Itupula yang aku alami selama 14 tahun pernikahan. Mulai dari merantau pasca nikah, membangun keluarga dari nol secara ekonomi (aku ke Jakarta cuma bawa koper dan kardus-kardus isi buku), hingga masalah terkait anak dan komunikasi dengan pasangan.
Aku kira, di pernikahanku yang lebih dari 10 tahun ini, semua ujian sudah pernah aku lalui. Ternyata enggak juga! Dua bulan terakhir ini, aku “terpaksa” masuk dapur lagi. Area yang sebenarnya aku hindari, karena aku enggak terlalu suka masak. Alasannya cuma karena aku merasa gerah di depan kompor:D. Belum lagi ditambah, merasa enggak punya bakat masak. Jadi menu apapun yang aku masak, enggak akan seenak buatan ibuku/mertuaku/ restoran.
Padahal sebenarnya suamiku enggak pilih-pilih makanan lho. Apalagi semenjak dia mulai hidup sehat. Justru gampang banget karena sudah enggak makan goreng-gorengan lagi. Suamiku lebih pilih rebusan, atau kukus, atau menu kuah lainnya, dan masakan yang dipanggang/dibakar.
Oleh karena itu, mumpung mahasiswa juga masih pada libur pasca UAS (sekarang sih sudah masuk semester pendek), aku sempatkan memasak di rumah. Kecuali aku harus berangkat pagi, baru deh beli aja lauknya. Sabtu dan Minggu juga kebanyakan beli atau makan di luar bareng suami dan anak-anak. Biar bisa me time dan couple time.
Untuk menyiasati lama waktu memasak, aku punya tips khusus. Pingin tahu?
Tips Masak Praktis ala Dosen
-
Siapkan bahan masakan sehari/seminggu sebelumnya (food prep)
Foof prep ini terus terang membantu sekali. Dulu saat masih ada ART, ke pasar itu seminggu sekali. Si teteh langsung cuci-cuci protein, baru deh dimasukin ke kulkas. Kalau perlu dibumbuin juga, misal kayak ayam ungkep. Nah begitu enggak ada ART, aku food prep buat sayuran juga, misal dipotong-potong lalu masukkan wadah. Jadi saat mau memasak di hari H, bakalan lebih cepat.
-
Masak menu praktis
Strategi kedua adalah pilih menu yang mudah. Enggak perlu masak rendang yang waktu masaknya lama. Lebih baik masak bakso, grill ikan atau ayam, sayur berkuah, tumisan dan menu-menu lain yang waktu masaknya cepat, serta bumbu-bumbunya sedikit.
-
Pesan lauk siap makan dari teman/ saudara
Karena sudah enggak ada si teteh, jadilah prepare lauk-pauk pakai cara lain, yaitu pesan di teman/ saudara, termasuk ke ibu sendiri. Udang setengah matang, ikan yang udah dibumbuin dan digoreng setengah matang, sampai ayam ungkep dan cumi hitam pun ready. Saat dibutuhkan, tinggal goreng sampai matang, atau dihangatkan di- microwave /teflon. Cepat dan mudah.
-
Pakai bumbu halus yang sudah jadi
Kebetulan, rekan dosen di kampusku ada yang punya produk bumbu halus, mulai dari bumbu putih, bumbu bawang, bumbu kuning, hingga bumbu merah. Nanti tinggal disesuaikan saja dengan masakannya, butuhnya bumbu yang mana. Sat set enggak perlu ngulek-ngulek lagi.
Cara kelima ini paling praktis, karena bumbunya udah jadi. Mau masak rawon? Udah langsung ada kluwek, kayu manis, dan rempah lainnya. Begitu juga dengan menu gulai, sop, tengkleng, dan lain-lain. Untuk bumbu jadi ini, rekomendasiku pakai @bumbuhajiparto.
Intip masak rawon praktis dan anti ribet di sini.
Bumbu Haji Parto ini punya beberapa keunggulan lho, antara lain:
- Rempah asli
- Tanpa pengawet
- Tanpa pewarna buatan
- Tanpa MSG
- Praktis, anti ribet.
Selain bumbu rawon, ada pula bumbu gulai, tengkleng, sop daging, ayam goreng, hingga nasi goreng.
Suamiku sempat masak nasi goreng untuk sarapan pakai bumbu haji parto lho. Rasanya yummy, enggak kalah dengan buatan restoran.
Bagi sahabat ismi yang doyan sambal, bumbu haji parto juga punya 4 varian sambal, yaitu sambal cumi, sambal teri, sambal cakalang, dan sambal ayam suwir. Mantap pastinya jika dimakan bersama nasi hangat. Bisa nambah terus:D
Sejarah Bumbu Haji Parto
Kebayang enggak, kalau kita bisa makan menu favorit di restoran atau warung andalan kita setiap hari, tanpa harus datang ke resto tersebut? Wah, kalau aku sih yes! Apalagi jika menu-menunya enak dan lokasinya jauh. Inilah sejarah dari Bumbu Haji Parto.
Berawal dari Sate Kambing Muda Haji Parto yang merupakan brand kuliner lokal. Restoran ini berdiri sejak tahun 2023, menyajikan hidangan khas Indonesia, khususnya sate kambing muda yang terkenal empuk, gurih, dan tidak bau prengus.
Sate Kambing Muda Haji Partotidka hanya menyajikan daging kambing muda asli, empuk & tidak prengus, tapi bumbunya juga merupakan rahasia keluarga yang diwariskan lintas generasi. Daging satenya disajikan secara fresh dengan dibakar langsung di tempat. Soal harga bagaimana? Harganya terjangkau sesuai dengan porsinya yang memuaskan. Yang paling penting adalah pelayanannya ramah dan kondisi warung bersih.
Kalau sahabat ismi pingin cobain, cuzz deh datang ke salah satu lokasinya:
Lokasi Resto Sate Kambing Muda Haji Parto
- Outlet Plaza Kalibata, Jakarta Selatan
https://goo.gl/maps/hDMw4ckJaajTrLyF7
PLAZA KALIBATA, Lt. GF no. G41, Rawajati, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750
Buka setiap hari, 11.00 – 22.00
- Outlet Tanah Tinggi, Kota Tangerang
https://goo.gl/maps/L9wEoGakp3CgX99AA
Jl. Jend. Sudirman No.105, Tanah Tinggi, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15119
Buka setiap hari, 11.00 – 22.00
- Outlet Bogor Junction, Kota Bogor
https://maps.app.goo.gl/cRn4wGBbUk1TTbby8
Jl. Jend. Sudirman No.11, RT.01/RW.03, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16121
Buka setiap hari, 11.00 – 22.00
- Outlet Pawon Djowo, Marga Mulya, Kota Bekasi
https://maps.app.goo.gl/ZXNhnQDct7o1oXi2A
Jl. Raya Perjuangan No.26, Marga Mulya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17124
Buka setiap hari, 10.00 – 21.00
- Outlet Dragon Point PIK 2
https://maps.app.goo.gl/udEfQFrL3A4r37NfA
Dragon Point PIK 2. MK, Jl. Rasuna Said No.05, Salembaran, Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten 15214
Buka setiap hari, 15.00 – 22.00, Libur tiap hari Rabu.
Sekarang jelas ya sejarahnya Bumbu Haji Parto. Buat sahabat ismi yang ingin masak dengan praktis dan anti ribet, cobain deh bumbu-bumbunya dengan pesan di Instagram bumbuhajiparto atau TikTok bumbuhajipartoofficial



