Penipuan Bermodus Endorse Mengatasnamakan Elzatta, Kemana Lagi Kami Harus Mencari Keadilan?

Facebooktwitterredditmail

Yeni Aliviawati tersandung kasus penipuan bermodus endorse mengatasnamakan Elzatta. Kalau ada yang berteman dengan saya di media sosial pasti ngeh jika beberapa hari belakangan saya tidak aktif mengunggah konten. Yang biasanya status Whatsapp dan Instagram story penuh, ini nyaris tidak ada. Bukan tanpa alasan saya melakukannya, hal itu terjadi karena saya sedang banyak pikiran.

Bukan tentang keluarga, tapi tentang pekerjaan. Sedikit cerita, saya yang awalnya menulis di blog, lama-lama ikut terjun sebagai content creator di Instagram dan platform medsos lainnya. Selama ini memang ada suka dukanya. Tapi tidak sampai melibatkan kerugian secara materi.

Lalu terjadilah yang tidak diinginkan. Saya kena tipu! Jumlahnya tidak terlalu besar bila dibandingkan teman-teman lainnya yang mencapai jutaan- puluhan juta. Tapi sekalipun tidak besar, saya jelas-jelas kehilangan uang.

Belum lagi waktu, energi dan pikiran yang terkuras selama mengawal kasus ini. Mengapa demikian? Karena ketika para korban berkumpul, jumlahnya mencapai 200-an orang, dengan total transaksi senilai hampir 5 Milyar!

Kok bisa sih kami yang sebagian besar emak-emak ini tertipu? Apakah kami serakah? Atau kami mudah tergiur terhadap iming-iming penipu? Kalau boleh saya klarifikasi, alasan utama ya karena percaya. Kami menaruh kepercayaan kepada orang yang mengajak, atau koordinator (PIC) dari campaign ini.

Lalu alasan kedua adalah brand yang dibawa. Saya adalah salah satu korban dari endorse baju bermerek Elzatta. Sebuah merek yang saya kenal di dunia muslimah. Jadi saya pikir brand besar enggak mungkin tipu-tipu lah.

Ternyata saya salah! Sang penipu membawa-bawa nama Elzatta demi keuntungannya sendiri. Penipu yang bernama Yeni Aliviawati ini membuat chat palsu, membuat screenshot mengatasnamakan akun Elzatta, bahkan membuat perjanjian palsu yang ditandatangi atas nama salah satu karyawan Elzatta (tanda tangannya ternyata palsu juga).

Tak hanya itu, ketika para korban mengejar Bu Yeni, ia dengan entengnya menjanjikan akan tetap membayar dengan mencicil hingga Januari 2023! Lalu sempat membagikan surat kuasa hukum agar tidak ada yang bisa menemuinya tanpa didampingi kuasa hukum. Tapi seperti biasa, semua janji dan surat yang ia buat adalah palsu!

Duh, Bu Yeni, hidupmu penuh kepalsuan!

Kronologi Penipuan dengan Sistem Reimburs

Teman-teman saya sempat ada yang bertanya, kok bisa sih dengan mudahnya percaya? Lalu kenapa enggak langsung lapor polisi saja? Biar Bu Yeni Aliviawati segera tertangkap.

Percayalah, itu yang saya inginkan. Saya sudah tidak percaya dengan janji manisnya. Sayangnya, melaporkan kasus penipuan atas nama Elzatta ini tidak semudah itu. Sebagai informasi, selain brand Elzatta, Bu Yeni juga mencatut nama 2 brand besar lainnya yaitu Batik Semar dan Giordano.

 

 

Dengan lihainya, Bu Yeni mengambil kepercayaan para duta dan PJ (PIC endorse). Mereka diajak kerja sama berbulan-bulan sebelumnya dan sistem reimburse selalu terbayar. Lalu akhirnya mulai macet dan ternyata merupakan penipuan!

Jadi sistem endorse ini berupa reimbursment. Maksudnya adalah kami para talent (influencer/content creator) diminta untuk mentransfer sejumlah uang nominal tertentu. Nominal ini dipukul rata untuk per item jenis barang yang dibeli. Misalnya gamis+scarf dihargai 500 ribu rupiah, scarf dihargai 150 ribu rupiah, mukena dihargai 400 ribu rupiah, hingga sarimbit keluarga senilai jutaan rupiah.

Setelah memilih jenis barang, kami boleh memilih produk yang tersedia. Foto produk terpampang lengkap dengan ukuran dan lokasi toko Elzatta daerahnya. Sistemnya cepat-cepatan konfirmasi dan transfer. Jika akhirnya kehabisan, ya terpaksa dikirim random.

Saya memilih produk berupa gamis dan scarf sehingga yang dikirimkan bukan random. Tak lama, barang pun datang. Lalu kami diminta untuk segera posting dan mengisi laporan sambil menunggu reimburs H+30. Selain dijanjikan reimburs, para talent juga mendapatkan fee yang nominalnya cukup kecil.

Kok masih percaya juga? Karena Bu Yeni Aliviawati menjanjikan hadiah bagi talent atau PIC yang transaksi nya besar. Hadiahnya mulai dari sarung gratis, mukenah gratis, hingga iPhone!

Di grup saya, akhirnya kejanggalan-kejanggalan mulai terjadi. Satu persatu teman yang sudah waktunya mendapatkan reimburs, tidak kunjung menerima transferan. Tentu saja kami bertanya ke PIC, lalu terkuaklah bahwa mereka selama ini hanya menampung uang talent, dan diteruskan ke Bu Yeni. Bu Yeni pula yang mengurus pengiriman barang. Alamak!

Modus Penipuan Berskema Ponzi

Seperti yang sudah saya singgung di atas, penipuan ini tuh rapi banget. Bu Yeni Aliviawati menggunakan skema Ponzi agar ia tidak mudah terlacak.

Kalau boleh saya simpulkan, begini skemanya:

1. Bu Yeni mengajak orang lain sebagai PIC

Yeni aliviawati penipuan apa?

PIC ini dibuat percaya dengan berbagai macam cara seperti seolah-olah ia memang marcom dari Elzatta JCM lah, seolah-olah Elzatta mau gulung tikarlah, sehingga memerlukan bantuan untuk mendongkrak pembelian, dll

PIC yang sudah percaya, diminta merekrut talent yang nantinya menerima endorse yang menstransfer sejumlah uang. Uang tidak langsung ke Bu Yeni, tapi melalui PIC dulu. Sehingga jika dikemudian hari talent ingin lapor polisi, ya tidak bisa, toh mereka transfernya ke PIC.

PIC adalah orang-orang yang dipercaya oleh komunitasnya/ MG nya sehingga dengan mudah memdapatkan talent. Bahkan para talent tidak tahu menahu ada yang namanya Bu Yeni Aliviawati.

2. Bu Yeni membuat sistem kirim barang sedemikan rupa

Bu Yeni Aliviawati ternyata memang memiliki kerja sama dengan beberapa toko Elzatta, dan Batik Semar, tapi kerja samanya berupa jual beli. Bukan campaign/endorsement. Yang mengherankan, ketika talent beramai-ramai posting dengan mention brand, termasuk Elzatta, admin akun officalnya diam saja, tidak curiga ada campaign.

3. Bu Yeni membuat batch 1-2 aman. Lalu membuka batch ke-4 agar batch 3 bisa terbayar

Terus terang saya tidak hafal campaig mengatasnamakan Elzatta ini sudah ada berapa batch. Yang saya tahu, beberapa teman saya juga mengikuti campaign ini dan aman, reimburs terbayar. Makanya saya makin yakin dan percaya.

Sampai batch ke-4 selalu ada mention ke akun official Elzatta, dan brand diam saja. Tidak ada himbauan apapun tentang campaign ilegal dan sebagainya.

4. Bu Yeni memainkan semuanya dengan terencana

Bu Yeni Aliviawati ini pandai membuat janji manis sehingga para PIC makin percaya. PIC yang sudah menerima hadiah seperti iPhone tentu semakin terikat. Kelak dikemudian hari ketika penipuan terungkap, Bu Yeni menjadikan hadiah ini sebagai tameng untuk menyeret dan mengancam PIC.

Melalui skema ponzi di atas, banyak PIC yang hanya menjadi penampung uang. Dengan kata lain bukan uang mereka melainkan uang talent. Maka secara logika kerugiannya berupa kehilangan kepercayaan dari para talent.

Sama halnya dengan talent yang jika melapor ke polisi, kerugiannya tidak akan dianggap besar. Apalagi tidak transfer langsung ke Bu Yeni.

5. Bu Yeni memainkan emosi dan psikis para korban

Sudah bukan rahasia umum bahwa para penipu terbiasa bersilat lidah. Termasuk ketikannya juga sama. Tak sering, mereka memutarbalikkan fakta.

Kali ini, entah sudah berapa kali para korban dibuat kaget dengan pernyataan-pernyataan Bu Yeni yang tidak masuk diakal, tapi masih saja ada yang percaya.

Kemana Lagi Kami Harus Mencari Keadilan?

Sebagai informasi, Bu Yeni Aliviawati sudah melakukan penipuan sejak 2018, 2019, 2021 dan kini 2022. Itu yang terungkap ya. Semuanya mulai terkuak ketika para korban satu per satu speak up di media sosial.

Yeni aliviawati

Modusnya tidak hanya berupa endorse, tapi ada juga kerja sama fotografi untuk memotret anaknya, hingga modus pembukaan PH (Production House) baru. Dengan kata lain, Bu Yeni Aliviawati penipu kelas kakap!

Somasi untuk Yeni Aliviawati

Kini, kami masih mencari keadilan. Beberapa PIC sudah melaporkan ke kepolisian. Lainnya membuat somasi melalui pengacara.

Brand Elzatta, Batik Semar dan Giordano juga sudah membuka posko pengaduan dan berjanji akan mengusut dan melakukan tindakan hukum agar penipu bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Yeni aliviawati penipuan batik semar

Penipuan brand giordano

Kasus penipuan catut Elzatta

Sebagai brand muslimah, besar harapan saya agar Elzatta komit terhadap pernyataan di atas. Bu Yeni telah mencatut nama Elzatta. Bahkan membuat surat palsu, tanda tangan palsu dan sebagainya. Tentu Elzatta tidak seharusnya membiarkan seorang penipu dengan mudahnya memakai nama Elzatta tanpa mendapatkan efek jera.

Kalau Elzatta membiarkannya, bukan tidak mungkin di kemudian hari ada Bu Yeni-Bu Yeni lain yang dengan santainya memanfaatkan nama Elzatta. Toh, brand diam saja.

Kerugian para korban tidak sedikit. Mulai dari 150 ribu rupiah per orang hingga 50 juta rupiah per orang. Totalnya sampai hampir 5 Milyar lho! Belum lagi kerugian non materiil seperti pikiran, psikis, waktu, dan tenaga untuk mencari keadilan.

Mungkin ada yang bertanya apa yang sudah para korban lakukan. Beberapa orang sudah mendatangi rumah Bu Yeni, dan nihil, orangnya tidak ada di tempat.

Selain itu, ada PIC yang sudah mendatangi Elzatta JCM dan Batik Semar Jogja, untuk meminta kejelasan, dan benar bahwa semua surat yang disampaikan oleh Bu Yeni Aliviawati ke PIC ternyata palsu.

Beberapa PIC sudah melaporkan ke kepolisian, dan PIC lain memberikan somasi melalui pengacara. Bahkan kami sudah speak ke media sosial, agar korban lain juga speak up, agar brand terketuk hatinya.

Saya dan beberapa teman penulis juga menerbitkan artikel karena kronologi kejadian amat panjang bila harus diceritakan lagi dan lagi.

Yeni aliviawati siapakah dia?

Hari ini, sudah ada pertemuan antara kuasa hukum Bu Yeni penipu Antonius Djuang Saputra dengan pengacara PIC (disebut duta), para duta, tanpa ada perwakilan satu pun dari satu korban.

“Kami para korban tidak diizinkan mengikut zoom yang diwakili oleh kuasa hukum Bu Yeni. Bahkan kuasa hukum Bu Yeni juga tidak mengizinkan kami mendengarkan rekaman hasil pertemuan tsb.”

Kesimpulannya, kasus ini belum menemui titik terang. Uang belum kembali, dan Bu Yeni Aliviawati belum tertangkap.

Lalu, kemana lagi kami harus mencari keadilan??

(Visited 352 times, 6 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

13 thoughts on “Penipuan Bermodus Endorse Mengatasnamakan Elzatta, Kemana Lagi Kami Harus Mencari Keadilan?

  1. Sinok Farida Reply

    Saya juga korban penipuan Si Yeni ini, Mbak. Rugi uang, pikiran, dan tenaga. Pusing sampai berhari-hari setelah tahu kasus ini. Semoga segera ada jalan terbaik di kasus ini ya, Mbak.

  2. Sinok Farida Reply

    Saya juga korban penipuan Si Yeni ini, Mbak. Rugi uang, pikiran, dan tenaga. Pusing sampai berhari-hari setelah tahu kasus ini. Semoga segera ada jalan terbaik di kasus ini ya, Mbak Dian.

  3. Elya Reply

    Peluk jauh ya, aku berharap dapat keadilan. Lebih lebih kalau uangku pun juga balik sesuai perjanjian diawal.

  4. Silvana Reply

    Semoga sistem hukum dan penegak hukum negara ini berfungsi benar-benar menjadi pelindung warganya yang terjerat kasus penuh ketidakadilan dan kedzaliman.

    Dengan informasi seperti ini saya sangat terbantu untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada. Semoga Allah memudahkan urusan Mba dan teman2 yang sedang berjuang saat ini.

  5. Florensia Reply

    Ya Allah bingung mau ngomong apa. 😢
    Pokoknya semoga semua permasalahan lekas ada titik terangnya ya Mba.

    Juga semoga proses hukumnya berjalan dengan transparan.
    Semangat mba ❤️❤️

  6. Kyndaerim Reply

    Turut prihatin ya mbak. Semoga cepat tuntas kasusnya dan nggak akan kejadian lagi ke depannya, aamiin..

    Jujur, aku juga sempat tau job ini, cuma karena sistem reimbus dan jumlahnya juga lumayan, aku urung untuk ikut.

    Semangat dan sabar yah mbak dan teman-teman yg lain.

  7. Kyndaerim Reply

    Turut prihatin ya mbak. Semoga cepat tuntas kasusnya dan nggak akan kejadian lagi ke depannya, aamiin..
    Jujur, aku juga sempat tau job ini, cuma karena sistem reimbus dan jumlahnya juga lumayan, aku urung untuk ikut.
    Semangat dan sabar yah mbak dan teman-teman yg lain.

  8. Dian Reply

    Omg, mbK juga jadi korban? Ya Allah, semoga masalahnya lekas selesai ya mbak
    Segera mendapatkan keadilan

  9. fanny_dcatqueen Reply

    Aku baca kasus ini dari beberapa bloggers yg ikut tertipu 😔. Semoga nanti ada jalan kluar ya mba, yg bersalah tetap dihukum. Kalopun luput dari hukum dunia, ga akan bisa mengelak dari hukum Tuhan. Orang2 cari duit kok pake nipu gitu, ga serem apa Yaa kalo makan duit haram. 😣.

    Sabar ya mba… Semoga nanti diganti dengan yg jauh lebih baik .. ❤️

  10. Pipit ZL Reply

    Di salah satu grup pernah dibahas nih, cuma saya gak gitu ngeuh ceritanya. Hmmm ngeri ya. Semoga ada titik terangnya. Aamiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published.