Melatih Motorik Anak 2-3 Tahun dengan Permainan

Facebooktwitterredditmail

“Bunda, lihat, bagus enggak wajah Sara?”

Saya tersenyum mendengar celoteh si putri bungsu. Wajahnya penuh coretan warna-warni. Kumis di pipi, gambar bintang di kening, dan jenggot biru di dagu. Sara menatap lugu ke kaca. Tangan kanannya piawai menggores aneka bentuk di mukanya. 

melatih motorik balita

Di sampingnya, anak perempuan berambut hitam kecokelatan membantu mengambilkan krayon wajah. Namanya Najla, Kakak Sara yang berusia hampir 7 tahun. Ia juga mewarnai dan berkreasi di wajahnya.

krayon warna

Sara dan Najla menyebut keseruan tadi sebagai “permainan krayon wajah”. Mereka semakin gembira bila wajahnya penuh gambar. Tangan dan kaki tak luput menjadi sasaran. Mata mereka berbinar ketika kulit sawo matang berubah menjadi beraneka warna.

Lain waktu, puzzle-puzzle berserakan di lantai. Sara memegang kepingan puzzle untuk disatukan. Kakaknya tak mau kalah. Satu set puzzle ia taklukkan.

melatih motorik

Sara memutar bentuk puzzle ketika polanya tidak cocok. Sesekali ia mengganti kepingan puzzle yang dipegang dengan kepingan lainnya. Kadang ia meminta bantuan saya atau kakaknya sembari bertanya,

“Ini benar, Kakak? Puzzle ini di bagian bawah?”

Pipi Sara menggembung kala ia berbicara. Tangannya bergerak kesana- kemari. Bila satu puzzle selesai, ia mengambil puzzle lainnya. 

Mainan kesukaan Sara lainnya adalah lego. Sara menyusun lego satu per satu. Lego berwarna hijau digandeng dengan yang berwarna hijau. Lego biru disatukan dengan yang warnanya sama.

Secara tidak sengaja, Najla banyak membantu saya dalam menstimulasi perkembangan adiknya. Mulai dari bahasa, verbal, termasuk melatih motorik.

Saya ingat sekali, dulu Sara lebih sering menggunakan tangan kiri untuk menulis dan menggambar. Berkat kesabaran Kakak Najla, lama-lama Sara terbiasa menggunakan tangan kanannya. Termasuk saat menggambar dan mewarnai, selain saya, kakaknya lah yang selalu mengingatkan untuk menggunakan tangan kanan. Başkan ia membantu membenarkan cara memegang krayon yang benar.

mewarnai
Kadang Sara masih Mewarnai menggunakan tangan kiri

Memiliki dua anak justru memudahkan saya untuk menciptakan momen berharga  motorik si kecil. Sara dan kakaknya juga senang bermain pasir kinetik yaitu mainan pasir yang bentuknya mirip pasir pantai, tetapi teksturnya lebih halus. Saya bahkan pernah membuat sendiri sewaktu Kak Najla kecil di sini.

Nah, semenjak Sara lahir, ternyata anak-anak saya semakin antusias bermain pasir kinetik.  Jika membuat sendiri butuh bahan yang banyak. Oleh karena itu, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya membeli pasir kinetik dalam jumlah besar.

Melatih Motorik Halus Untuk si Kecil

Permainan- permainan di atas secara tidak sadar merupakan cara melatih motorik halus si kecil. Ketika mengenyam bangku PAUD, Sara sudah terbiasa melakukan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan motorik halus. Gurunya sampai kaget dan mengatakan bahwa kemampuan Sara di atas rata-rata anak-anak seusianya. 

juara meronce

Suatu hari, Sara mengikuti lomba meronce mewakili sekolahnya. Siapa sangka, ia Juara II. Padahal lawannya banyak sehingga kami tak menyangka ia menang. Sejak awal, yang terpenting bukan menang atau kalah, tapi melatih keberanian dan kepercayaan dirinya. 

Percayakah Bunda bahwa motorik halus yang sesuai dengan usia anak, akan membuatnya semakin percaya diri? Ini terjadi pada kedua anak saya. Sebenarnya Kakak Najla dan Adik Sara sama-sama saya dampingi dalam hal melatih motorik. Hanya bedanya, Sara lebih banyak belajar langsung dari Kakaknya yang mungkin lebih dekat secara usia. Ia praktik dengan mengamati. Berbeda dengan Kakaknya yang memahami dari pengajaran saya dari kacamata orang dewasa.

Meski begitu, Bunda sebagai orangtua tidak perlu berkecil hati. Dengan memahami dunia anak dan konsistensi, Bunda dapat menjadi sahabat anak sehingga melatih motorik dengan cara menyenangkan.

Melatih Motorik Kasar Sambil Bermain

Bagaimana dengan motorik kasar si kecil? Beberapa kegiatan di rumah secara tidak langsung melatih motorik Sara. Misalnya ketika ia melompat- lompat di kasur dan berlarian di dalam rumah. 

Sedangkan untuk di luar rumah, Sara bersepeda di akhir pekan dan bermain engklek bersama saya, kakak, dan teman-teman di desanya. Meskipun Sara belum dapat mengikuti permainan engklek hingga akhir, tapi ia berlatih melompat dengan satu kaki.

Permainan tradisional memang mempunyai manfaat dalam melatih motorik anak. Saya jadi ingat lompat tali yang juga beberapa kali dimainkan Sara bersama sepupu-sepupunya di Bantul. Sara senang sekali, karena lompat tali membuatnya bisa melompat tinggi.

menyiram tanaman

Selain itu, Sara juga bersahabat dengan alam. Ia dan kakaknya belajar mencintai alam dengan cara merawatnya. Mengambil air dan menyiram tanaman juga melatih motorik Sara.

Ngemil Setelah Bermain

Bermain membutuhkan banyak energi. Tak jarang, anak belum mau makan besar, karena masih ingin bermain bersama teman-temannya. Saya punya trik jitu yaitu memberikan camilan yang bergizi sekaligus bermanfaat untuk melatih motorik si kecil.

Saya senang membuat camilan homemade. Selain bervariasi, anak-anak dapat membantu memasak sehingga mereka belajar banyak hal. Biasanya saya membuat makanan basah seperti puding, kacang hijau, bahkan klepon dan bubur sumsum. Kendalanya adalah ketika akan bepergian, yang dibutuhkan adalah camilan kering seperti biskuit, kukis dan kacang.

Berapa banyak camilan kemasan yang kopong alias tanpa gizi? Makanan ringan orang dewasa (yang juga dimakan anak-anak) dan beberapa camilan anak perasanya begitu nyegrak (kuat). Suatu hari, saya mengetahui ada kukis bebas gluten.

Makanan selingan ini bernama Monde Boromon Cookies, kukis untuk anak usia 1-5 tahun. Saya penasaran karena di kemasannya tertulis teksturnya lembut sehingga mudah meleleh di mulut dan mudah dicerna. Apakah benar?

cookies monde

Penampakan kukis Monde Boromon imut seperti pilus. Warnanya putih dengan bekas panggangan di tengah. Di kemasan memang tertulis bahwa kukis ini dipanggang. Bentuknya yang mungil melatih motorik halus Sara. Ia menjapit, menggenggam, dan memasukkan Monde Boromon Cookies ke mulut. 

monde boromon cookies

Saya melihat Sara mengunyah kukis dengan mudah. Dalam hitungan detik, ia sudah mengambil bulatan kukis yang baru. Itu artinya, Monde Boromon Cookies mudah dikunyah dan mudah ditelan. 

Selain itu, Monde Boromon Cookies mengandung sari pati kentang, madu dan DHA. Wah, tiga komposisi yang bagus untuk tubuh Sara. Oh ya, kukis ini sudah bernomor BPOM RI yaitu MD 860809120063.

kukis anak

Sara suka ngemil Monde Boromon Cookies sehabis bermain. Sekali makan bisa habis seplastik kecil. Saya suka, karena kukis ini dikemas kecil-kecil dalam plastik sehingga tidak mubazir atau jadi mlempem ketika anak tidak habis makan kukisnya.

Melatih motorik si kecil bukan pekerjaan semalam, tapi harus konsisten dan setiap hari. Stimulasi dengan cara yang menyenangkan akan membuat anak bersemangat dan seolah sedang bermain (bukan belajar serius). Dengan permainan yang menyenangkan, kemampuan anak akan berkembang dengan sendirinya. Bunda dapat melatih motorik setiap hari sampai menjadi kebiasaan sehingga anak dapat mencapai milestone sesuai usianya.

Ciptakanlah momen indah bersama anak dengan mengajaknya bermain. Kelak, yang Bunda syukuri bukan Hanya kemampuan motorik si kecil yang meningkat, tapi juga kedekatan Bunda dan anak. Keintiman bersama anak merupakan anugerah luar biasa yang tidak dimiliki semua orangtua. Oleh karena itu, buatlah momen menyenangkan yang akan diingat anak.
(Visited 222 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

43 thoughts on “Melatih Motorik Anak 2-3 Tahun dengan Permainan

  1. Katerina Reply

    Cemilannya Sara sehat bergizi. Pasti enak rasanya bisa habis seplastik kecil gitu. Sehat kuat selalu ya Sara. Mbak Dian tulisannya bagus. Informatif.

  2. Arni Reply

    Asik banget nih mainnya Sara dan Najla. Apalagi lengkap dengan cemilan enak dan bergizi gitu, wAaaah makin enaaaak

  3. Retno Reply

    Aku pingin nyobain kukisnya, aku biasanya suka ngemilin jajan anak juga hehehe…
    Kalau anakku yang gede sekarang lagi suka banget main rubik, adiknya yang cewek jadi ikut ikutan juga. Ternyata main rubik susah juga, emaknya udah nyerah duluan..

  4. azhar al Reply

    Betul banget mbak, lebih baik permainan seperti ini dibandingkan gadget. Saya sebagai anak 90 an merasakan serunya bermain permainan yang melibatkan banyak gerak.

    Oh iya mbak, saran aja blognya dibelikan SSL supaya url terbaca aman di browser

  5. Eni Rahayu Reply

    Bener banget. Punya dua anak sangat membantu ya mbak. Anak saya yg pertama juga telaten banget melatih adiknya untuk belajar. Hehe… Bersyukur banget deh

  6. Nefertite Fatriyanti Reply

    Sekarang banyak mainan edukatif ya,, bahkan benar-benar membantu anak untuk terstimulasi motoriknya.
    Seperti puzzle dan lego itu memang menarik, sekaligus bermanfaat

  7. HM Zwan Reply

    Kalau punya anak 2 yang jarak usianya nggak terlalu jauh banget itu rasanya terbantu ya mbk, apalagi soal bermain. Pasti seru hahaha..

  8. Reyne Raea (Rey) Reply

    Seru bangeeettt deh.
    Monde Boromon cookies emang enak dan jadi favorit banyak orang.
    Ga cuman anak-anak, orang tua juga suka
    Kandungannya yang gluten free juga bikin kita ga deg-degan kasih ke anak 🙂

  9. Diah Reply

    Sara, bagikan cemilannya juga doong, Sayang. Serius dan lahap banget it mamamnya.
    Kakak Najla pintar ya Mbak, sabar banget main dan ajarin Adiknya. Sara juga keren, motoriknya sudah terasa dengan baik ini 🙂

  10. Rani R Tyas Reply

    jadi anak kedua itu emang lebih cepat mempelajari sesuatu karena dia belajar dari kakaknya ya Mbak. Wah camilannya Sara enak banget nih kayaknya.

  11. Ade Lisna Reply

    Nice Informasi mbk. Mendingan permainanya yang nmanual aja daripada main gadget. puzzle juga dapat meningkatkan sel otak anak ya kan mbak

  12. Allaely Hardhiani Reply

    Anak sy juga suka coret2 tp pakai spidol di lantai dan badan dia.meski kotor emaknya yo wes lah…drpd mainan gadget kelamaan. Btw cookiesnya bikin gemes, kemasan dan bentuknya lucu.

  13. Rach Alida Reply

    Ya ampun Sara lucu dan menggemaskan banget. Rambutnya juga bagus dan makin cantik. Aih kliatan banget perkembangan motorik Sara bagus juga. Minta biskuitnya dong 🙂

  14. Siti Faridah Reply

    Keponakan aku malah pakai lipstick milikku untuk mewarnai gambarnya. Kapan-kapan pengen beli Monde Boromon Cookies juga ah buat keponakan aku.

  15. Jiah Reply

    Ponakanku main krayon tapi gak dicoret ke wajah juga, hihihi. Melatih motorik mereka memang perlu banget untuk perkembangan dan pertumbuhan anak. Juga perlu diawasi dan jangan lupa camilan sehat

  16. siti hairul Reply

    Miqdad juga doyan banget sama Monde Boromonnya. Kalo di rumah Miqdad seneng main sama abang2nya dan juga anak tetangga. Bikin mainan sendiri sih seringnya

  17. Apura Reply

    Aduh awal baca langsung ketawa liai muka dua anak gadis yang makin cantik. Hihihi. Anakku juga suka Monde Boromon Cookies ini Mak, kemasannya juga lucu

  18. Nyi Penengah Dewanti Reply

    Hallo adek gemes, waaa keren ya juara duh bangga banget sama keponakan-keponakan lucu ini
    Bundanya jadi makin sayang nih pastinya, Boromon biskuit mendukung banget ya kak buat cemilan anak yang bergizi.

  19. Rani Yulianty Reply

    Seru banget mainin krauon mewarnai wajah, punya anak dengan usia yang berdekatan jaraknya ada keuntungannya ya bisa selalu main bareng, makan cookies boromon bareng juga hehhe

  20. Bunda Biya Reply

    Eh mba kalau dia biss mewarnai pakai tangan kiri bukannya itu berarti ada positifnya juga ya? Otak kanan kirinya seimbang gt, denger2 kata orang

  21. yola widya Reply

    anakku dua-duanya cowok, dan aku melatih motorik mereka dengan pola bermain

  22. April Hamsa Reply

    Adek Sarah lucu banget. Suka Monde Boromon ya? Biskuit Boromon memang bsia buat latihan motorik anak juga, bentuknya kecil2 dan bisa buat latihan memegang.
    Suka sama alam juga ya? Coba kaooan2 diajakin kemping mbak hehe.

  23. Uniek Kaswarganti Reply

    Cemilannya sehat banget nih buat Sara, mengandung minyak ikan juga yang baik banget untuk pertumbuhan otak anak yaaa… Memang butuh kreativitas bundanya ya untuk melatih motorik anak gini, agar anak makint terasah kemampuannya.

  24. Ety Abdoel Reply

    Betul mak, selagi masih balita puas-puasin deh main sama anak. Nanti kalau dah mulai gede waktu main berkurang karena waktu belajar di sekolah bisa sampai sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *