Ketika Anak Opname di Rumah Sakit

Facebooktwitterredditmail

Anak opname di rumah sakit, persiapannya apa saja? Gimana rasanya ketika anak sahabat ismi harus dirawat inap di rumah sakit? Sebagai orangtua pasti perasaannya menjadi enggak karuan. Itulah yang saya rasakan saat si bungsu harus opname karena sesak nafas.

Awalnya Bintang anak bungsu saya mengalami batuk pilek berulang. Lalu suatu hari batuknya makin parah dan nafasnya semakin cepat (pendek-pendek). Sebagai seseorang yang berlatar belakang tenaga kesehatan, saya tahu bahwa sesak nafas termasuk tanda kegawatdaruratan yang butuh penanganan profesional dan intensif.

Oleh karena itu, ketika saya observasi dan sesaknya tidak membaik, saya langsung menyampaikan ke suami agar membawa Bintang ke IGD rumah sakit. Harapannya bisa langsung dicek saturasinya, dan diberi oksigen.

Siapa sangka malam itu IGD sangat ramai. Bintang tidak dapat bed, hanya dapat kursi. Alhamdulillah ia langsung ditangani dengan dinebu sembari suami saya mengurus pendaftaran. Bintang juga sempat diambil darahnya untuk diperiksa di laboratorium

Karena belum ada kamar kosong, Bintang dan ayahnya terpaksa bermalam di IGD yang ramai. Alhamdulillah pukul 3 pagi, mereka bisa masuk ke kamar. Bintang mulai diinfus dan mendapatkan oksigen.

Persiapan Ketika Anak Menginap di Rumah Sakit

Pengalaman selama 3 hari 2 malam di rumah sakit membuat saya menyadari ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan selama anak diopname. Terutama bagi orangtua yang keduanya bekerja dan punya lebih dari satu anak.

1. Pelajari Tanda Kegawatdaruratan dan Jangan Abai

Ada banyak tanda kegawatdaruratan yang perlu diwaspadai. Seperti saat suhu anak sudah diatas 38, lalu jika terdapat tanda-tanda dehidrasi, dan sebagainya. Termasuk sesak nafas yang bisa berakibat gagal nafas dan berkurangnya oksigen yang mencapai otak sehingga menyebabkam kematian.

Tentu orangtua tidak mau kejadian di atas dialami oleh anak. Jadi, sebisa mungkin tidak terlalu santai, tapi juga jangan panik saat anak menunjukkan tanda gawat darurat.

Btw, saya pernah membawa anak pertama ke IGD karena dia lemas saat diare, mulai susah makan dan susah minum. Saya khawatir ia mengalami dehidrasi. Langsung deh sama suami packing barang-barang anak pakai ransel ke IGD. Eh enggak tahunya sampai sana anak berontak ketika akan diinfus dan diambil darah. Alhamdulillah berhasil diambil darah dan hasilnya elektrolit masih bagus. Disuruh pulang dong sama dokternya. Rawat jalan saja katanya, wkkka.

2. Komunikasikan dengan Pasangan, Siapa yang Mendampingi Anak di Rumah Sakit

Anak opname
Pendamping dan pasien sama-sama harus makan banyak

Bila akhirnya anak harus menginap di rumah sakit, maka tahapan berikutnya tentu siapa yang akan menjaga anak. Suami istri sebaiknya berdiskusi. Apalagi jika punya anak lebih dari satu dan atau tidak ada saudara/anggota keluarga lainnya yang bisa bergantian ke rumah sakit.

Selama masa perawatan, terus terang lumayan melelahkan karena harus bolak-balik rumah sakit. Saya dan suami bergantian menemani Bintang bersama pengasuh/sopir. Saat salah satu dari kami menginap di rumah sakit, maka yang lainnya menginap di rumah bersama kakak-kakaknya Bintang.

3. Komunikasikan pada si Kecil tentang A-Z Rawat Inap di Rumah Sakit

Ada anak yang butuh waktu untuk adaptasi dan merasa kurang nyaman menginap di luar rumah. Tapi ada pula anak yang biasa saja asal tetap bersama orangtua/pengasuh yang ia kenal dan percaya.

Nah, Bintang termasuk yang kedua. Asal bersama ayah atau bundanya tak mengapa. Tapi Bintang juga sempat rewel ketika ayahnya pulang ke rumah untuk istirahat. Dia minta gendong terus yang berakhir dengan Bundanya mengalami encok 😆.

Saya mengobrol dengan Bintang bahwa ia harus tinggal sementara di rumah sakit agar bisa mendapatkan oksigen, diinfus dan dinebu. Saya juga menyampaikan bahwa mungkin terasa tidak nyaman saat mendapat pengobatan di atas.

Persiapan anak rawat inap
Main lego, baca buku boleh. Yang belum bisa lari-larian

Selain itu, Bintang juga belum bisa bermain yang terlalu capek atau bermain bersama kakak-kakaknya seperti hari biasanya.

4. Komunikasi dan Minta Pengertian Kakak/Adik di Rumah

Nomor empat ini lumayan susah karena kedua kakaknya maunya sama ayah saat persiapan pagi mau berangkat sekolah. Padahal sudah dijelaskan bahwa ayahnya menginap di rumah sakit saat malam. Akhirnya win-win solution, ayah pulang subuh-subuh agar tetap bisa membangunkan dan mengantar kakak-kakak ke sekolah.

5. Izin Atasan/ Ambil Cuti Bila Kondisi Sangat Genting dan Harus Menemani Anak di Rumah Sakit

Ketika anak sakit

Suami saya sempat cuti satu hari di Jumat karena memang malam sebelumnya tidak bisa istirahat di IGD. Bayangkan saja baru dapat kamar jam 3 dini hari. Alhamdulillah kantor memaklumi bahkan mengirimkan buah tangan.

6. Siapkan Dokumen-dokumen yang Dibutuhkan Selama di RS

Dokumen penting seperti KTP orangtua, kartu asuransi/BPJS harus langsung dibawa saat akan menuju IGD. Tujuannya agar proses pendaftaran/administrasi jadi lebih mudah dan cepat.

7. Siapkan Biaya untuk Opname

Biaya rawat inap jelas lebih mahal dibanding rawat jalan. Oleh karena itu jauh-jauh hari siapkaj budget untuk keadaan darurat ini. Atau alokasikan khusus di dana kesehatan. Bagi yang punya BPJS/ asuransi kesehatan dari kantor penting untuk memastikan plafon masih tersedia.

Jangan lupa bawa uang tunai atau non tunai untuk keperluan pendamping selama di rumah sakit seperti bayar parkir, makan minum, dan sebagainya.

Apakah ada sahabat ismi yang mau menambahkan? Terakhir saya tambahkan untuk tetap berdoa dan tawakal kepada Allah, agar anak lekas sehat dan bisa pulang ke rumah.

(Visited 147 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

1 thought on “Ketika Anak Opname di Rumah Sakit

  1. dya Reply

    sedih banget memang kalau liat anak sakit apalagi kalo sampe opname, bener banget langkah-langkah diatas itu harus diterapkan, dan lebih baik lagi kalau bunda stock vitamin dan makanan organik
    kalau bunda bingung bunda bisa liat rekomendasi riview terbaik dari modusgaia, karena disana banyak produk vitamin dan jajanan organik buat si kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published.