Jenis Transportasi Pilihan Masa Kini

Facebooktwitterredditmail

Mau cerita nih soal aktivitas keluar rumah saya yang nggak rutin. Jadi, saat ini saya adalah mahasiswa tingkat akhir di UGM. Selain mengerjakan tesis, aktivitas saya adalah momong anak dan freelancer. Freelancernya ngapain? Ngeblog dan bisnis dong. Jadi kebayang kan ya gimana hetic-nya dunia saya? Terus terang saya juga nggak menyangka akan sesibuk ini, karena awal mula berniat sekolah adalah karena saya selo, wkkkka dan butuh meng-upgrade ilmu. Ternyata begitu pindah ke Jogja (awalnya setelah menikah dan punya anak saya pindah ke Depok), malah bisnis saya berkembang dan kegiatan ngeblog saya juga makin serius. Siapa sangka, kemudahan mobilitas di Jogja, juga memudahkan berkembangnya pekerjaan saya. Bonusnya, saya dipercaya lagi menjadi ibu. Setelah hampir 3 tahun mendambakan anak kedua, kok ndilalah malah  dikasihnya saat lagi meneruskan sekolah. Kebayang dong ya, aktivitas momong anak saya pun bertambah.

Saat harus keluar rumah, saya biasanya lebih nyaman naik motor sendiri. Kenapa? Karena bisa menjangkau jalan-jalan atau gang kecil di Jogja. Apalagi dengan suasana Jogja yang mulai macet, kalau naik motor, jelas lebih cepat sampai.

Selain motor, saya juga punya beberapa jenis transportasi yang jadi pilihan. Mau tahu apa aja?

  1. Mobil

Mobil punya orangtua saya sih lebih tepatnya. Kalau lokasi tujuan saya jauh dari rumah, saya memilih mode transportasi ini. Kenapa? Supaya nggak terlalu capek di jalan. Seringnya sih saya sampai bisa tidur, maklum namanya juga lokasi perginya cukup jauh. Kalau bawa anak-anak juga pakai mobil, dua anak gitu lho. Saat hujan turun pun, jika mobil tidak sedang dipakai, saya juga mending naik mobil biar nggak keujanan, hehe.

Positifnya naik mobil adalah lebih nyaman dan bebas hujan, bebas kepanasan juga. Negatifnya ya kalau jalanan macet, sampai di lokasi juga jadi lebih lama, dan yang kedua adalah mobil punya orangtua jadi musti jauh-jauh hari juga pesen mau pakai mobilnya, karena nggak Cuma saya yang pakai, hehe.

  1. Ojek online

Keberadaan ojek online sangat membantu saya sebagai ibu yang padat aktivitasnya. Saat malas bawa motor, sementara mobil dipakai, ya pilihan saya jatuh pada ojek online. Lumayanlah nggak harus konsentrasi bawa motor, karena saya pernah kecelakaan motor akibat ngantuk dan ketiduran di motor,hiks. Jadi mending dianter ojek lah daripada kelelahan dan ngantuk di jalan.

  1. Taksi

Nah ini pilihan kalau ojek online yang car nggak ditemukan, alias penuh semua. Naik taksi membantu sekali ketika ada lebih dari dua orang yang akan bepergian. Atau ketika barang bawaan banyak. Buat saya yang punya dua anak dan LDR sama suami, jelas taksi jadi pilihan yang ramah anak.

  1. TransJogja

Kalau di Jakarta ada Transjakarta alias busway, maka di Jogja juga ada TransJogja. Nah sebenarnya saya sendiri jarang banget pakai TransJogja, karena rumah saya halte terdekat adalah di Terminal Jombor, masih lumayan 2-3 km lagi dari rumah, yang artinya tetap harus nyambung kendaraan lainnya lagi. Tetapi untuk beberapa teman, TransJogja itu membantu sekali.

Keunggulan naik TransJogja jelas ongkos lebih murah dibanding taksi atau ojek online, dengan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dari angkot bis biasa. TransJogja ber-AC, haltenya juga banyak, dan bisa bawa banyak barang serta ramai-ramai naiknya.

  1. Sepeda listrik

Siapa yang sudah pernah lihat sepeda listrik? Saya pernah beberapa kali di Jogja. Penasaran juga sih sebenernya. Kenapa? Karena ramah lingkungan tetapi juga tampak nyaman. Sejak dulu, alasan saya malas naik sepeda adalah capek genjot, hehe. Padahal kan justru jadi sehat ya, tapi membayangkan kalau kemana-mana naik sepeda ya gempor juga. Kerennya, zaman sekarang mah udah lebih canggih, ada yang namanya sepeda listrik! Iya, sepeda, tapi bisa di-charge sehingga akan berfungsi seperti motor. Jadi saat capek, bisa nggak genjot, yeay!

Selain itu kelebihannya, juga ada sepeda listrik yang bisa dilipat lho. Hmm, saya jadi membayangkan andai sepeda listrik bisa meramaikan kancah transportasi di Indonesia, mungkin polusi dan kemacetan di negara kita akan berkurang.

Lalu, gimana dengan harganya? Boleh cek harga sepeda listrik sekitaran berapa, jadi bisa nabung dulu deh. Saya langsung inget teman saya yang lagi sekolah di Belanda nih, kemana-mana naik sepeda. Kalau naik sepeda listrik tentu saya nggak akan kecapekan (wkkka, ngarep tinggal di negeri orang suatu hari)

Sebenarnya kalau di luar Jogja masih banyak transportasi lainnya yang bisa dijadikan pilihan ya, seperti KRL atau MRT yang sedang dibangun. Semoga ya, suatu hari, Indonesia bisa mempunyai transportasi yang lebih efektif dan efisien, aamiin:)

Kalau teman-teman lebih suka naik transportasi apa?

(Visited 121 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

14 thoughts on “Jenis Transportasi Pilihan Masa Kini

  1. Ihwan Reply

    Kalau saya masih suka naik motor sebab lebih bebas, kalau capek bisa berhenti dimana saja. Moga ada rejeki kelak beli mobil, aamiin.

  2. Grace Melia Reply

    Jadi inget temenku dulu ada yg pake seli (panggilan kesayangannya untuk sepeda listriknya) pas kuliah, hepi banget wajahnya. Hahaha.

  3. @bangsaid Reply

    Semenjak ada taksi dan ojek online, pilihan utama transportasi ya itu. Satu lagi kalau di Jabodetabek mba, kereta. Selain murah, naek kereta bebas macet ?

  4. Hastira Reply

    akua ngkoters sejati dari kecil loh akrena takut naik motosr krn pernah jatuh

  5. Johanes Anggoro Reply

    untuk antar kota saya lebih suka naik kereta api, itu pun kalo ada jalurnya 😀
    untuk berpergian dalam kota lebih prefer ke motor, itupun kalo ada yang minjemin 😀

  6. Jiah Reply

    Muter daerah Jepara pake motor. Tapi ke daerah lain, bs mobil, bus. Trans kalo di Semarang, hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *