Bingung Menemukan Bakat dan Potensi Anak? Begini Cara Ceknya

Facebooktwitterredditmail

Assalammulaikum sahabat ismi. Hari ini aku mau berbagi hasil dari talkshow tentang IBK (Insan Berkemampuan Khusus) pada acara IBK’s Day yang aku ikuti pada Bulan September 2022 lalu. Meskipun pembahasannya untuk IBK, tapi bisa dipraktikkan ke anak non IBK juga.

Talkshow anak berkebutuhan khusus
MC nya Mbak Sahnaz Haque😊

Talkshow ini bertema bagaimana cara menggali minat dan bakat IBK sehingga mereka bisa memaksimalkan potensinya. Sebagai informasi, potensi adalah kumpulan bakat. Tidak hanya satu bakat, tapi banyak. Biasanya, bakat ini terpendam dalam karena orangtua atau pengasuh/gurunya tidak tahu cara menggalinya.

Cara Menggali Bakat Anak

Lalu bagaimana cara menggali bakat IBK?

Salah satu caranya adalah dengan assesment. Orangtua IBK dapat melakukan pengamatan sejak anak bangun tidur sampai tidur lagi. Cek apa yang paling disukai, dilihat, dan paling sering dibicarakan oleh anak.

Misal nih, kalau anak pertama saya tuh sejak kecil senang menggambar dan mewarnai. Mulai dari coretan biasa, coretan berbentuk, hingga akhirnya dia bikin komik sendiri. Saat masuk SD, dia dengan sadar memilih ekstrakurikuler melukis.

Selain itu, dia juga senang pada kucing. Senang membicarakannya, menggambarnya. Sampai-sampai saat pandemi, akhirnya dia memelihara kucing. FYI, anak yang suka kucing itu biasanya empatinya tinggi lho.

Pada IBK, terdapat 4 bagian di frontal lope yaitu kemampuan komunikasi, sosialisasi, kognisi dan emosi yang terbatas sehingga perlu dikembangkan agar optimal. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan guru untuk menemukan bakat mereka.

Setelah bakat ditemukan, orang dewasa di sekitarnya bisa memberikan ilmu tentang minat/ bakat anak tersebut. Tingkatkan skill -nya, berikan aktivitas dengan cara 3B yaitu beragam kegiatan, berulang-ulang, dan bertemu banyak orang dengan banyak profesi. Intinya, berikan skill terus menerus sampai ketemu kekuatannya.

Contohnya adalah ada anak IBK yang minatnya bermain musik yaitu drum. Maka orangtua bisa memasukkannya ke kursus drum/memanggil pelatih, dan mengajaknya bertemu drummer. Setelah latihan terus menerus, barulah akan tampak kemampuan anak.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, pada IBK butuh waktu berapa lama untuk menemukan bakatnya? Sebenarnya tidak ada indikator waktu. Yang penting adalah orangtua fokus pada minat anak dan kelebihannya, bukan keterbatasannya.

Disebut Bakat Bila

Lebih lanjut, suatu kegiatan produktif akan disebut bakat bila memenuhi kriteria 4E yaitu

1. Enjoy

Anak down sindrom Indonesia
Salah satu anak ini ketika ditanya kenapa suka menari? Ia menjawab, “Bikin bahagia.”

Orangtua dapat mengecek apakah setiap melakukan kegiatan tersebut mata anak berbinar-binar senang? Bila ya, mungkin itu bakatnya. Jika tidak, misalnya suatu hari anak bilang dia tidak mau lagi, maka artinya anak tidak enjoy. Sebaiknya orangtua mengganti kegiatannya.

2. Easy

Apakah aktivitas tersebut dilakukan dengan mudah jika dikerjakan setiap hari dalam hidupnya? Kalau jawabannya sama dengan easy, teruskan sampai 10 ribu jam sehingga anak akan menjadi ahli di bidang tersebut.

3. Excelent

Suatu aktivitas bisa disebut bakat bila bagus hasilnya. Kalau hasilnya standar atau malah jelek, maka itu bukan bakat. Misalnya anak yang suka menyanyi, mudah menghafal lagu, tapi ternyata suaranya fals. Fix bukan bakat sih itu, hehe.

Anak berkemampuan khusus mandiri
Tim band IBK dari Rumah Autis

Sebagai informasi, konsumen/penikmat karya di luar sana tidak peduli karya tersebut dibuat oleh IBK atau bukan. Yang konsumen lihat adalah bagus atau tidak. Berkualitas atau tidak. Di luar sana, IBK atau bukan, sama-sama susah berjualan. Apalagi di masa pandemi. Oleh karena itu, excelent pada hasil karya adalah hal yang penting.

4. Earn (menghasilkan uang)

Bakat dengan hasil yang excelent akan menarik orang sekitar untuk mengapresiasinya. Baik dengan membeli karyanya, memberi panggung untuk berkarya, atau mengajaknya berkolaborasi. Tentu saja ditahap ini anak bisa menghasilkan uang dari bakatnya. Diharapkan, bekal ini kelak bisa membuatnya menjadi mandiri.

IBK mandiri
IBK dengan bakat menjahit

Percayalah, orangtua pasti bisa mencari kelebihan anak, baik IBK atau bukan. Fokus pada kelebihannya dan bakatnya, siasati keterbatasannya. Jangan habiskan waktu untuk membenarkan kekurangannya.

Khusus untuk IBK, memang biasanya tidak bisa dilepas sendiri. Harus tetap ada pendamping dan support system. IBK terlibat 30% dalam aktivitas yang mengoptimalkan potensinya, sisanya yang 70% di- handle oleh keluarga, guru atau siapapun yang dipercaya. Kalau dengan 30% tadi karyanya bisa dijual ya bagus, alhamdulillah. Tapi jika belum, jangan berkecil hati. Dengan kata lain, bagi IBK tujuan utama menggali minat dan bakat adalah untuk produktivitas.

Saya jadi teringat tentang Kebun Maisa Petani, sebuah agribisnis yang dijalankan oleh IBK autisme. Saat ke sana, ternyata yang menghandle kebun tersebut tidak hanya Maisa. Tapi juga ada pekerja lainnya. Ya iyalah masa lahan seluas 3000 m2 mau dikerjain sendiri? Saya aja enggak bakalan sanggup.

Cara agak IBK mandiri
Lukisannya excelent sehingga bisa menjadi IBK inspiratif

Oh ya, mungkin ada orangtua yang bertanya-tanya contoh bakat tuh apa saja sih selain memyanyi, melukis, bermain musik? Ternyata dalam talent maping sendiri terdapat 114 aktivitas produktif. Wow, banyak, bukan? 15 diantaranya merupakan aktivitas fisik seperti cooking, sport, animal, farming, visual art. Lainnya masih banyak. Jadi jangan bingung kalau belum menemukan bakat anak. Jangan-jangan orangtua sendiri yang belum mengenalkan berbagai aktivitas produktif ke anak.

Sekian dulu hasil talkshow yang dibawakan oleh beberapa narasumber dalam acara IBK’s Day. Next saya akan tulis lebih detail tentang kegiatan kemandirian pada IBK. Gimana caranya agar mereka tetap bisa produktif seperti anak lainnya. Terutama ketika sudah beranjak dewasa.

Oh ya, saya juga mau mengucapkan terima kasih bagi Kose Spesial yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti acara ini sebagai salah satu perwakilan dari Kode Spesial.

Bakat anak berkemampuan istimewa
Narasumber dalam acara IBK’s Day

Terima kasih juga saya sampaikan kepada penyelenggara acara yaitu Cagar Foundation dan Rumah Autis yang sudah membuat acara semenarik ini. Ada talkshow -nya, ada penampilan IBK yang di atas ekspektasi (saya sampai nangis lho pas ada grup nyanyi dan pantomim). Kalian luar biasa!

(Visited 30 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

Leave a Reply

Your email address will not be published.