Bersama Garuda , Aku Tak Takut Ketinggian

Facebooktwitterredditmail
Foto dari sini
Foto dari sini

“Najla mau naik pesawat?”

“Mau Bunda..asyik..Naja mau teybang!”

Begitulah ekspresi Najla ketika mudik lebaran dari Jakarta ke Yogyakarta. Kegembiraan tersebut tidak muncul begitu saja. Awalnya, Najla begitu ketakutan dan beberapa kali menangis minta turun dari pesawat. Tapi tak jarang dia tertidur pulas selama perjalanan kurang lebih 45 menit itu. Dulu, pertama kalinya, mau tak mau di usianya yang 1 tahun lebih, putriku harus dibawa bepergian dari Yogyakarta ke Depok Jawa Barat. Dari beberapa pilihan transportasi, akhirnya menuju Jakarta lewat udara menjadi pilihan utama. Dilihat dari segi biaya yang tidak terlalu jauh bila menaiki kereta eksekutif misalnya, dengan perbandingan waktu yang jauh lebih cepat. Maka membawa balita dengan armada langit menjadi keputusan kami sebagai orangtua (terlebih Nyai dan Njit Najla yang bahkan rela menambah ongkos bila dibutuhkan, hehe) demi cucu satu-satunya tentunya.

Alhamdulillah setelah penerbangannya yang kesekian dan seiiring bertambah usianya, Najla jadi ketagihan terbang (ketagihan tapi bukan berarti minta terbang terus ya, hehe). Usia 2 tahun Najla sudah dapat duduk di bangkunya sendiri.  Garuda Indonesia tentu saja menjadi airlines pilihan kami. Jarak dari kursi satu dengan kursi di depannya termasuk luas, sehingga ketika dulu saya masih memangku Najla, berasa nggak pengap. Sejak awal melangkahkan kaki ke pesawatpun, kami sudah di sambut ramah oleh pramugari dan para kru. Senyum dan sapa mereka membuat saya merasa nyaman. Sebelum pesawat take off, seorang pramugari mendatangi kami memberikan tambahan pelampung dan masker untuk anak. Berbagai pilihan entertainment tersaji di layar kursi di depan kami. Tentu saja ada pilihan video anak-anak.

Najlapun berkata seraya menunjuk layar kecil di hadapannya,“Bunda..Naja mau lihat Doya (Dora) di situ.”

Dengan gembira Najla memilih sendiri film yang akan di tontonnya.

Foto dokumen pribadi
Najla asyik menonton Dora. Foto dokumen pribadi

Ketika Najla naik pesawat, pramugari juga menghampiri untuk menawarkan mau mainan apa? Ada catur mini, puzzle, boneka orang utan, mobil- mobilan, dan sebagainya. Najla senang sekali, dalam perjalanan ke Jogja, Najla mengambil boneka orang utan. Komitmen Garuda Indonesia ini, untuk mengangkat fauna Indonesia perlu diacungi jempol, selain orang utan, ada banyak fauna lain yang diambang kepunahan diangkat menjadi souvenir yang dilengkapi pengetahuan serta ajakan untuk melindungi hewan tersebut. Sedangkan ketika perjalanan kembali ke Jakarta, Najla mengambil mainan yang berbeda. Yaitu…puzzle Boot, bonekanya Dora. Tentu saja perjalanan selama 45 menit itupun dapat dilalui dengan tenang. Asyik merangkai puzzle, dan menonton Dora. Sebuah fasilitas yang sangat membantu kami para orangtua agar anak tetap tenang dan nyaman di pesawat. Nggak semua maskapai memberikan layanan ini lho, setahu saya baru Garuda Indonesia yang memberi fasilitas mainan anak untuk di bawa pulang:)

Najla bersama boneka orang utan. Foto dokumen pribadi
Najla bersama boneka orang utan. Foto dokumen pribadi

Selain itu, snack yang di sediakan juga lengkap. Biasanya roti manis, di tambah jajanan asin dan air mineral. Untuk bayi pun ketika Najla masih 1 tahunan, pramugari akan memberikan pure kemasan kepada sang ibu. Enak apa enak bangets? Gratis sudah termasuk dalam harga tiket. Selain itu, kita juga dapat memesan makanan berat. Foto dibawah ini beberapa menu di Garuda Indonesia. Yummy ya..

Makanan di kelas bisnis. Foto dari sini
Makanan di kelas bisnis. Foto dari sini
Makanan di kelas ekonomi. Foto dari sini
Makanan di kelas ekonomi. Foto dari sini

Ada pula gimmic Garuda Indonesia atau khas Indonesia yang dapat kita beli. Dari seragamnya pun dapat saya lihat bahwa maskapai terbaik Indonesia ini memilih batik sebagai elemennya, yang terinspirasi dari motif Parang Gondosuli. Motif ini disebut sebagai Lereng Garuda Indonesia. Sementara seragam bagian atas bermodel kebaya dengan warna- warna cerah seperti hijau toska, oranye dan biru. Adem melihatnya dan terkesan Indonesia sekali. Menurut saya seragam pramugari Indonesia sangat sopan dan sesuai dengan keramahan yang di tampilkan oleh pemakainya.

Foto dari sini
Foto dari sini

Bagaimana dengan harga tiketnya?

Memang harga sebanding dengan kualitasnya. Pilih mana, harga lebih murah tetapi tempat duduk sempit, sering delay, dan fasilitas minim dibanding harga bersaing dengan pelayanan dan fasilitas yang mumpuni? Kalau saya sih pilih yang kedua donk. Oh ya, sejak tahun lalu, dari ayah saya yang bekerja sebagai dosen, saya mengetahui bahwa Garuda Indonesia bekerjasama dengan salah satu universitas swasta di Yogyakarta dengan memberikan potongan khusus bagi karyawan, dosen dan alumninya, asyikkan? Saya yakin, banyak juga perusahaan-perusahaan yang memiliki kerjasama serupa dengan maskapai ini. Termasuk kantor suami saya, salah satu provider di Indonesia. Wah, jelas tiket pesawat murah kalau begini.

Tambahan dari pengalaman ayah Najla, beliau menyatakan bahwa proses booking pesawat melalui online juga paling mudah. Bila terpaksa mengganti jadwal penerbangan, atau cancel, pihak Garuda Indonesia merupakan maskapai yang responnya paling cepat dan tidak berbelit- belit. Nah layanan seperti ini nih yang di butuhkan oleh keluarga Indonesia. Teman saya menceritakan pengalaman suaminya yang selalu menggunakan maskapai Garuda Balikpapan dari Balikpapan menuju Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa pelayanannya tidak pernah bermasalah alias TOP. Sebagai seorang yang bekerja di pertambangan dan baru bisa bertemu keluarga beberapa bulan sekali tentu saja pelayanan yang optimal lah yang bakal di pilihnya, dan ternyata suami teman saya memilih Garuda Balikpapan.

Oh ya, sampai lupa ada titipan pernyataan dari suami saya nih, katanya pramugari Garuda Indonesia kurang banyak yang muda-muda, hehe. Wah, ibu-ibu kayak saya malah jadi menyarankan, “Bagus donk kalo pramugarinya bukan ABG, bisa lebih tenang. Pesen tiket pesawat untuk suami di Garuda aja.”:)

Jadi..saya sih udah kesengsem dengan maskapai terbaik Indonesia ini, apalagi Najla jadi nggak takut terbang kalau naik Garuda. InsyaAllah perjalanan-perjalanan membelah awan berikutnya bisa terus menggunakan Garuda Indonesia:)

Ada bonus video nih, first classnya Garuda Indonesia dari Tokyo ke Jakarta, siapa tahu suatu hari bisa juga merasakan fasilitas first class Garuda Indonesia. Aamiin

Tulisan ini di ikutsertakan dalam Lomba Blog Bersama Garuda Indonesia

 

(Visited 834 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

9 thoughts on “Bersama Garuda , Aku Tak Takut Ketinggian

  1. entik Reply

    Anak saya juga seneng banget kalau diajak terbang naek Garuda, alasannya karena bakal dapat maenan gratis di pesawat hehe….
    sukses Untuk GA-nya..

  2. priest Reply

    Itu najla seneng banget kayanya di situ ya hhe

    Saya mah belum pernah naik pesawat, da apa atu aku mah, naek genteng aja udah parno takut jatuh hhe

  3. arifah wulansari Reply

    senangnya dek najla terbang naik pesawat garuda:) goodluck ya mak buat lombanya

Leave a Reply

Your email address will not be published.