Aku Pilih Laser Toner Blueprint

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Aku Pilih Laser Toner Blueprint

Ketika aku malas belajar, aku teringat bahwa anak-anak yang cerdas lahir dari ibu yang cerdas.

Melanjutkan kuliah lagi adalah cita-citaku sejak dulu. Bersama beberapa sahabat, kami berjanji suatu saat nanti akan mendapatkan beasiswa dan melanjutkan S2. Siapa sangka setelah lulus, kami sudah sibuk masing-masing. Beberapa menikah, memiliki anak dan berkarir di apotek dan rumah sakit. Sementara lainnya ada yang menjadi PNS di pemerintahan pusat. Ada juga yang sudah menjadi dosen dan lulus S2 sesuai impiannya. Saya sendiri menikah, berkarir di rumah sakit, lalu mempunyai anak dan menjadi mompreneur serta blogger. Tapi keinginan itu belum lenyap, dan saya melakukan beberapa hal untuk menuju ke arah sana. Cerita lengkapnya pernah saya tuliskan di sini.

Alhamdulillah setelah nego alot dengan suami, hehe, saya resmi tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana Magister Farmasi Klinis UGM. Sebuah program studi yang memang saya minati. Tentu tidak mudah kuliah sambil punya balita dan hamil. Tetapi keinginan kuat nyatanya mampu membawa saya hingga di titik ini.

Maka dunia mahasiswi pun kembali di kehidupan saya. Termasuk mempersiapkan segala peralatan tempur untuk kuliah, seperti laptop, alat tulis, membongkar buku-buku zaman dulu, dan tentu saja printer. Untuk membuat hardcopy bahan kuliah, kisi-kisi ujian serta mengerjakan tugas tentu saja membutuhkan printer. Makanya saya bela-belain punya sendiri semenjak yang lama sudah rusak dan di jual enam tahunan yang lalu. Printernya pun belinya patungan sama adik saya yang juga melanjutkan kuliah. Kami memutuskan membeli printer merk Canon, tetapi dengan pengisian tinta yang sudah dimodifikasi.

Begitu pentingnya printer membuat saya menjadi penasaran siapa sih penemunya?

Ternyata lagi-lagi Cina menjadi negara yang paling berkembang teknik cetak-mencetaknya. Mereka menciptakan inovasi tinta dan block printing. Hal tersebut bahkan sudah dimulai sejak abad ke 14 lho. Sayangnya, perkembangan teknik cetak Cina kalah dengan Eropa. Sebabnya tak lain justru karena alfabet Cina sendiri yang sulit diterapkan di mesin tik. Hingga pada akhirnya, di awal tahun 1950-an, Johannes Gutenberg, seorang usahawan dan tukang emas asal Jerman, berhasil mengembangkan teknologi mesin cetak yang canggih di zamannya.

Johannes Gutenberg

Johannes Gutenberg

Teknologi ini sangat revolusioner hingga membawa Eropa menjadi bangsa yang terdepan dalam teknik mencetak. Al Kitab pun menjadi buku pertama yang diproduksi secara massal berkat penemuan Johanes.

Sementara saat ini, perkembangan printerpun begitu maju dan cepat. Ada beberapa jenis printer, misalnya Printer Dot Matrix, Printer DeskJet /InkJet/BubleJet, Printer LaserJet, dan Printer Thermal. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Kita bisa memilih sesuai kebutuhan dan sesuai isi dompet:).

Saya sendiri memilih printer jenis ink jet karena hasilnya yang cukup berkualitas, dengan harga terjangkau. Ink jet sendiri memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih mudah mencetak gambar dan warna, kemampuan mencetak pada kertas yang lebar berkualitas baik. Tentunya juga ada kekurangannya, yaitu tidak dapat mencetak rangkap, biaya operasional agak mahal, dan waktu mencetak lebih lama dibanding laser jet.

Salah satu kelebihan ink jet canon adalah pengisian tintanya bisa dimodifikasi menjadi teknik infus, sehingga lebih hemat. Penting nih buat mahasiswi kayak saya, hehe. Caranya dengan menambahkan tabung tinta khusus di bagian samping printer, yang disambungkan dengan selang kecil untuk disambungkan pada bagian pencetak di printer. So far sih hasilnya memuaskan. Hasil print jelas dan terang, serta tidak terlalu berisik saat mencetak.

Nah untuk tinta infusnya sendiri pilih merk apa?
Blueprint donk!

Ada yang belum tahu blueprint itu apa?

Blueprint adalah merk tinta infus pertama dengan teknologi APV Balance. APV Balance ini menjadikan print head bebas karat lho.

Teknologi APV Balance blueprint

Teknologi APV Balance blueprint

Berikut penjelasannya:

Penjelasan APV Balance

Penjelasan APV Balance

1. Absorption (cepat menyerap)

Tinta blueprint cepat kering sehingga mendapatkan hasil sempurna.
Tinta tidak kering di printhead

2. Purity (rendah garam)

Purity yang rendah garam ditandai dengan tinta blueprint yang tanpa ampas, beda dengan merk lain.

3. Viscosity

Kekentalannya sesuai dengan tinta original sehingga hasil menjadi tajam. Hasil dari tinta ini sangat jernih hingga mirip dengan tinta originalnya, bahkan warna tinta lebih hitam. Ketika kita mengeprint gambar, kualitas hasilnya seperti asli. Wow, toner blueprint hitam dan hemat.

Mengapa saya memilih Blueprint?

Ada tiga hal utama ya.

1. Keramahan terhadap printhead menjadi poin penting.

Karena tinta yang bersahabat dengan printer menjadikan printer lebih awet. Tinta blueprint terbukti aman untuk segala jenis printer di dunia. Toner printer yang bagus, kan?:)

2. Wow, rekor MURI!
Rekor MURI pertama

Rekor MURI pertama

Sebagai TINTA TERBAIK DI INDONESIA. Tantangan menguji keramahan tinta terhadap head printer telah blueprint buktikan dengan Rekor MURI. Jumlah halaman tercetak 18.000 dan print head tetap mencetak sempurna tanpa garis. Sebagai perbandingan untuk cetakan sama, cartridge original canon PG40 dapat mencetak 109 lembar.

Rekor MURI kedua

Rekor MURI kedua

Catatan Rekor MURI kedua yaitu 36.100 lembar tanpa  merusak print head. Blueprint memegang rekor di dua tipe teknologi printer, yaitu buble jet dan piezzo.

3. Indonesia BEST BRAND AWARD
Best Brand-Blueprint

Best Brand-Blueprint

Blueprint didaulat sebagai merk tinta infus dan kertas foto dengan kualitas terbaik di Indonesia. Keren ya:)

Selain itu, ada empat standar mutu yang membuat laser toner blueprint pantas dipilih. Kita lihat dari gambar di bawah ini yuk.

Standar mutu blueprint 1

Standar mutu blueprint 1

Standar mutu blueprint 2

Standar mutu blueprint 2

Sekarang kamu tahu kan, mengapa aku pilih laser toner blueprint untuk printerku? Kalo kamu, pakai toner apa?

#TonerBlueprintHemat

Referensi:

www.blueprint.com

http://www.dkvdaily.com/t273-sejarah-printing-dan-jenis-printer

(Visited 135 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

4 Comments

  • Yoanna Fayza March 1, 2016 Reply

    Printer juga menolong banget buat belajar balita kita ya mak.. Tinggal cari free download & print, lumayan irit banget hihiii..
    Sukses lombanya yaa 🙂

    • dian.ismyama March 5, 2016 Reply

      Wah bener nih.. Aku sering tinggal print terus gambarnya diwarnai

  • mrbedelhoki March 1, 2016 Reply

    keren nih bund pengalamannya *salut

    ane juga dulu beli printer gara-gara banyak tugas kuliah yang dikerjakan. mau pergi ke rental jauh, mana kalo salah harus bayar ulang lagi.
    fiuh….

    emang sih printer inkjet keren, tapi kadang rewel bund.
    makanya ane takjub banget waktu tau ada produk blueprint untuk printer laser.
    sayangnya waktu dulu informasi masih terbatas, jadi ketika ditawari pilihan untuk membeli printer laser ane malah menganggapnya lebih boros, padahal sekarang baru tau kalo laser itu lebih simpel dan nggak rewel.
    apalagi ada support blueprint yang kece badai.

    artikelnya keren bund, jelas dan menginspirasi 🙂

    salam sukses dan salam blogger ya

    • dian.ismyama March 5, 2016 Reply

      Bener mas.. Punyaku juga mulai rewel. Tahu gitu pilih laser sekalian ya=)

Leave a Reply

error: Content is protected !!