7 Fakta Unik Tentangku, Dari Melly Goeslow Hingga Bollywood

Facebooktwitterredditmail

7 Fakta Unik Tentangku
Tema hari kelima #BPNRamadan2021 ini personal sekali ya. Hehe. Okelah, enggak apa-apa sesekali membongkar tentang sosok di balik blog ismyama.com

Kalau ngomongin tentang fakta unik, hmm, sebenarnya enggak unik-unik banget sih ya. Karena yang mau aku tulis lebih ke karakter dan beberapa pengalamanku yang menurutku jarang terjadi di orang lain.

1. Merantau Pertama Kali Usia 22

Fakta pertama adalah aku ini anak rumahan banget. Anak mama gitu istilahnya. Mungkin karena anaknya orang tuaku perempuan semua, dan kami tinggal di kota pelajar. Jadi kami enggak pernah merantau untuk bersekolah. Semua fasilitas ada di Jogja. Termasuk sekolah atau pendidikan yang berkualitas.

Pertama kalinya aku merantau dalam waktu lama adalah ketika PKL di Surabaya. Waktu itu usia ku 22 tahun, sedang menempuh pendidikan Apoteker. Dan alhamdulillah kebagian praktik di RSUD. Dr. Soetomo.

Gedung pencakar langit

Aku dan 9 orang lainnya (kalo enggak salah kami bersepuluh), menyewa travel untuk mengantar kami ke Surabaya. Aku masih ingat pertama kalinya travel memasuki kota Surabaya, kami semua melongo melihat gedung-gedung pencakar langit yang berjejer. Karena di Jogja, nyaris enggak ada gedung tinggi😅

Tentu saja, di Surabaya pula aku pertama kali mengalami banjir, sakit di perantauan, dan mencuci sendiri baju-bajuku yang segambreng-gambreng.

Aku ingat banget ketika baju sudah dijemur, eh hujan deras dan posisiku sedang jalan-jalan ke Malang. Pulang-pulang cek jemuran, sudah basah kuyup karena hujan angin. Jadi meskipun dijemur di bawah atap, tetap saja kebasahan. Hiks. Sedih banget waktu itu, rasanya lemes, dan kesal. Akhirnya aku bawa ke laundry deh. Daripada nyuci ulang.

Kejadian paling berkesan berikutnya adalah saat sakit. Ceritanya aku homesick gitu. Jadi memasuki akhir bulan pertama (kami PKL selama 2 bulan), aku pulang ke Jogja naik travel.

Ternyata pas balik ke Surabaya, travelnya ngebut enggak karuan. Alhasil sepanjang jalan mobil travel naik turun bikin perutku teraduk-aduk. Belum lagi AC nya sangat dingin.

Benar saja, ketika sampai kontrakan, aku mual dan muntah-muntah. Hiks. Sungguh enggak enak banget sakit di perantuan. Enggak ada orang tua yang membuatkan sup hangat dan memijati badan kita.

Mau enggak mau aku harus survive dengan meminum obat dari dokter yang aku datangi. Memang ada teman-teman yang membantuku saat sakit, tapi rasanya beda dengan bersama orang tua. Bila bersama orang tua, aku bisa bermanja-manja.

Pengalaman merantau ini sedikit banyak menjadi bekalku saat akhirnya harus pindah ke Jakarta di usia 24 tahun. Setelah menikah, aku ikut suamiku yang sudah lama bekerja di Jakarta. Apalagi saat itu, aku juga sudah diterima kerja di Jakarta. Meskipun 11-12 dengan Surabaya, tapi merantau di Jakarta butuh lebih dari sekadar ketangguhan. Mental harus baja dan tahan banting. Hmm.

2. Bukan Psikolog

Fakta kedua adalah aku bukan Psikolog. Ternyata beberapa teman atau pembaca blog ismyama.com mengira aku adalah seorang Psikolog. Bahkan pernah ada teman blogger yang pertama kali ketemu di Jakarta, sempat menanyakan langsung apakah benar aku seorang Psikolog?

Katanya saat dia membaca tulisan-tulisanku, ada beberapa hal yang sering mengambil sudut pandang psikologis.
Aku sampaikan bahwa aku bukan Psikolog. Aku juga bukan lulusan psikologi.

Sebenarnya ada hal unik tentang fakta ini, dan enggak semua orang tahu. Waktu SMA dulu, di sekolahku diadakan psikotes untuk melihat kecocokan terhadap sebuah jurusan. Hasil tesku menunjukkan bahwa aku cocok masuk ke jurusan Psikologi, Hubungan Internasional (HI), dan satu lagi aku agak lupa jurusan apa.

Jadi, aku memang sempat berpikir untuk mengambil jurusan psikologi. Tapi di detik-detik terakhir, tiba-tiba aku berubah pikiran dan memutuskan untuk masuk jurusan Farmasi. Yup, latar belakang pendidikanku adalah farmasi. Aku bahkan sudah tersertifikasi menjadi seorang Apoteker dan bisa praktik di pelayanan seperti Apotek dan Rumah Sakit.

Meski demikian, aku menyadari minatku terhadap dunia psikologi. Terlebih ketika mempunyai anak atau menjadi ibu. Banyak istilah-istilah dan teori psikologi anak yang aku pelajari. Sampai-sampai aku pernah berandai-andai jika dulu aku kuliah psikologi, mungkin aku enggan terlalu pusing soal pengasuhan anak. Hehe.

Apa saja tugas seorang psikolog

Di sisi lain, aku menyadari minatku adalah berinteraksi dengan pasien, atau klien. Di Farmasi pun, aku memilih pendidikan master Farmasi Klinik karena minat tersebut. Aku lebih menyukai memberikan konseling, informasi dan edukasi kepada pasien. Dibanding harus berkutat dengan laboratorium, atau duduk di belakang meja kerja.

Saat ini, sesungguhnya aku berpikir untuk mengambil kuliah psikologi. Tapi bakal sangat panjang prosesnya. Bila menjadi apoteker membutuhkan waktu minimal 5 tahun, maka menjadi psikolog membutuhkan waktu 7 tahun. Apakah aku masih sanggup? Atau aku cukup mengambil sertifikasi yang sesuai kebutuhanku saja? Teman-teman ada masukan?

3. Suka Film Bollywood

Sebelum film dan drama korea ramai diperbincangkan, aku termasuk penyuka film Bollywood. Film India pertamaku tentu saja Kuch-Kuch Hota Hai. Ayo yang seangkatan mana suaranya? Hehe. Aku nonton Kuch-Kuch Hota Hai di televisi.

Kuch kuch hota hai quotes

Masih segar diingatanku, sepulang sekolah, aku langsung berganti baju dan menghidupkan televisi. Lalu dengan khusyuk menonton film tersebut. Aku juga sempat menonton Kuch-Kuch Hota Hai melalui VCD lho. Atau pertama kali nonton malah lewat VCD ya? Setelah itu baru muncul di televisi? Hehe malah lupa. Mungkin ada yang ingat?

Selain Kuch Kuch Hota Hai tentu ada banyak film India lain yang aku suka. Seperti Kabi Kusi Kabi Gam, Mujhse Dosti Karoge, dan yang termasuk film baru seperti Slumdog Millionare, My Name is Khan, serta Three Idiots. Ketiga film Bollywood tersebut patut diacungi jempol.

4. Fans Melly Goeslow

Teman-teman sekolahku terutama teman SMA sih kebanyakan sudah tahu kalau aku suka dengan Melly Goeslow. Tentu saja rasa suka yang aku maksud adalah terhadap karya-karyanya. Terutama saat Potret masih bergaung.

Aku mengoleksi kaset-kasetnya Potret. Aku bahkan datang ke konser Potret saat dulu beberapa kali manggung di Jogja.
Zaman remajaku memang termasuk sering mendatangi acara-acara pensi atau acara musik. Biasanya tergantung band apa yang pentas. Kalau ada Melly atau Potret, tentu aku akan datang😁.

Apalagi saat AADC booming. Wah, lagu-lagunya Melly jadi soundtrack jatuh cinta dan patah hatiku. Eaa. Kayak lagu Tentang Seseorang yang dinyanyikan oleh Anda. Atau lagu-lagu potret yang lain seperti Bagaikan Langit, Insan, Kupu-kupu, hingga lagu Salah. Aku suka lirik-liriknya yang manis, tapi enggak cengeng. Menurutku lagu-lagu potret itu menggambar kisah cinta yang kadang enggak berakhir bahagia tapi bukan berarti lembek saat jatuh cinta.

Lagu band potret

Ada kejadian lucu sewaktu SMA. Saat itu, guru BK memberi tugas agar murid-murid tampil ke depan mempresentasikan siapa idolanya. Sudah dipastikan, kebanyakan temanku akan menyebut ibu, ayah, dan Rasulullah.

Lalu ketika giliranku, aku menyebutkan nama Melly Goeslow😅🤭 Enggak ngerti deh apa yang ada di pikiran guru BK saat itu. Yang jelas, aku jujur mengatakan siapa idolaku.

Adakah pembaca ismyama.com yang juga suka dengan Potret dan lagu-lagunya Melly? Paling suka lagu apa? Yuk, nostalgia dulu..

Ibanya hatiku sayang..
Ternyata pikiranmu salah slama ini..
Setiap kau tak datang sayang..
Padahal sebenarnya aku tak ada di rumah.
Slalu kubilang, aku tak sebaik kau pikir.
Tak kupernah kunantikan, kamu..

5. Keras Kepala

Nah, fakta nomor 5 sampai 7 lebih ke karakterku. Ya, aku akui aku termasuk orang yang keras kepala. Beberapa temanku malah dengan terang-terangan bilang aku ngeyelan. Hehe, mungkin itu kata lain dari keras kepala.

Tapi si keras kepala ini juga bermanfaat di titik tertentu. Dengan kata lain, aku sering ngotot memperjuangankan impianku dan apa yang aku yakini kebenarannya. Bagus dong ketika enggak pantang menyerah saat mengejar impian. Walaupun kadang keras kepala juga bikin aku jadi terjebak dalam hal yang sebenarnya sudah diduga oleh orang-orang sekitarku.

Fakta unik aries girl

Udahlah keras kepala, gengsian pula. Lengkap sudah karakter Aries tersemat di diriku. Soal pendapat, aku seringkali memaksakan pendapat yang aku rasa benar. Kecuali bisa dipatahkan oleh data dan fakta. Baru deh, aku mengalah.

6. Susah Move On

Fakta keenam adalah aku orang yang susah move on. Baik dalam hal percintaan, karir, atau apapun yang memberikan kenangan indah dan kenangan buruk. Susah lupa gitu jatuhnya.

Sebagai seseorang yang susah move on, diary menjadi salah satu tempatku menyalurkan isi hati. Di diary aku bahkan menempelkan tiket konser, tiket nonton, nota pembelian, nota makan, dan banyak hal lain yang berkaitan dengan kenangan. Semua tersimpan rapi tak hanya di memori tapi juga di diary.

Buku diary aesthetic

Susah move on ini membuatku menjadi orang yang suka bernostalgia. Makanya aku senang saat menulis tema kali ini. Aku jadi nostalgia lagu-lagunya Melly, dan juga film-film Bollywood yang sekarang sudah jarang aku tonton karena digantikan oleh drakor. Hehe.

Susah move on kadang bermanfaat untukku, tapi kadang juga tidak. Aku jadi susah melupakan kejadian-kejadian enggak enak yang terjadi. Aku bahkan masih mengingat perkataan orang-orang yang pernah mem- bully atau jahat padaku. Tapi di sisi lain, aku juga ingat kebaikan yang pernah aku terima. Meskipun itu kebaikan kecil.

7. Setia

Nah, fakta nomor enam berhubungan dengan sifatku yang setia. Karena susah move on, aku termasuk orang yang setia. Ketika menemukan seseorang yang baik dan nyaman, ya aku akan setia selamanya. Ketika menemukan tempat kerja yang cocok, ya aku akan kerja terus di sana.

Sama halnya dengan pertemanan. Aku tipe teman yang setia. Kecuali tiba-tiba teman tersebut menjadi orang yang tidak aku kenali lagi. Atau dia sudah tidak sevisi misi denganku.

Sekali lagi, sifat setia bisa jadi bagus, bila seseorang atau sesuatu yang aku setiakan adalah hal yang baik. Tapi bila sebaliknya, bisa saja aku terjebak dalam hubungan atau lingkungan yang toksik. Hmm, aku pernah mengalaminya lho. Coba deh dengarkan podcastku yang ini.

Yeay, sekarang teman-teman sudah tahu 7 fakta unik tentang diriku. Ceritakan juga dong fakta unik tentang dirimu. Biar kita makin kenal gitu.

(Visited 54 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

2 thoughts on “7 Fakta Unik Tentangku, Dari Melly Goeslow Hingga Bollywood

  1. deddyhuang.com Reply

    wah berasa seru banget ya mbak pas pengalaman merantau pertama kali di umur 22 itu. aku sendiri masih bermain di Palembang, mau pindah ke Jakarta belum berani dengan situasi pandemi ini. serba tidak pasti gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.