Assalammualaikum sahabat ismi, akhir pekan kemarin ngapain aja? Saya dan keluarga main ke Ragunan. Sebenarnya sudah lama ingin ke sana, mau ngajakin si bungsu melihat hewan-hewan secara langsung. Tetapi pandemi membuatnya tertunda. Sejak PPKM diberlakukan, hanya penduduk dengan KTP DKI yang boleh memasuki Ragunan.
Sampai akhirnya, bulan ini Kebun Binatang Ragunan sudah dibuka untuk umum. Meskipun masih ada pembatasan dari segi kuota, tapi setidaknya kami bisa ke sana.
Oh ya, yang pertama kali dilakukan suami adalah mengecek jadwal wisata Ragunan. Ternyata diberlakukan ganjil genap sehingga harus memilih jadwal yang sesuai dengan plat kendaraan kami.
Akhirnya diputuskan untuk ke Kebun Binatang Ragunan hari Sabtu. Meskipun akhir pekan, kami sangat berharap tidak macet dan tidak terlalu ramai.
Kami berangkat pukul 9 pagi dari rumah. Kurang lebih 45 menit kemudian sampai di Ragunan. Sempat macet sih saat menuju gerbang kebun binatangnya, tapi setelah itu ya enggak macet lagi. Jadi lebih karena antrian di pintu masuk.
Apakah Masuk Ragunan Online?
Ngapain aja saat masuk gerbang? Pengunjung harus menunjukkan QR code pendaftaran. Yup, sehari sebelum kedatangan (H-1), sahabat ismi harus mendaftar online terlebih dahulu. Setelah menunjukkan bukti pendaftaran online, selanjutnya pengunjung harus menunjukkan aplikasi pedulilindungi untuk memastikan sudah divaksin.
Berapa Tiket Masuk Ragunan?
Di gerbang pintu masuk, sahabat ismi sudah langsung ditanya berapa tiket yang akan dibeli. Untuk dewasa harga tiket masuk Ragunan 4000 rupiah. Sedangkan anak-anak 3000 rupiah. Kendaraan roda empat ditarik biaya 6000 rupiah.
Parkirannya cukup luas sehingga meskipun cukup ramai, kendaraan masih bisa tertampung. Setelah parkir, saya dan anak-anak ke kamar mandi terlebih dahulu. Si bungsu kebetulan tidur saat berangkat. Memang jam tidurnya sih.
Setelah itu kami berjalan menuju pintu masuk. Beberapa pengunjung harus antri terlebih dahulu untuk membeli tiket. Tapi karena tiket kami sudah di beli saat akan parkir, kami bisa langsung menuju pintu masuk.
Di pintu masuk ada petugas yang mengecek dengan cara mentap kartu yang berisi informasi jumlah tiket. Oh ya, karena saya membawa stoller, pintu masuk saya khusus yang tidak ada palangnya.
Sesampainya di dalam Ragunan, terlihat kandang burung yang besar sekali. Kandangnya itu ada pohon-pohonnya lengkap dengan jaring yang mengitari pohon. Di dalamnya ada beberapa jenis burung termasuk burung merak.
Apakah Anak Balita Boleh Masuk Ragunan?
Bintang terbangun Karena mendengar bunyi pengeras suara dari bagian informasi Ragunan. Karena masih lemas, ia mau didudukkan di stroller. Kami melanjutkan perjalanan menuju tempat gajah dan jerapah.
Kalau ada yang tanya apakah anak balita boleh masuk Ragunan? Jawabannya iya. Bahkan saat saya ke sana, bayi juga boleh masuk.
Oh ya, sekarang Kebun Binatang Ragunan sangat bersih lho. Terdapat spanduk yang bertuliskan didenda 500 ribu rupiah jika membuang sampah sembarangan. Alhamdulillah ternyata cara tersebut berhasil.
Saya baru sadar kalau Ragunan luas sekali. Jalannya beraspal gitu, nyaman untuk dilalui anak-anak dan stroller. Di sekelling jalan terdapat banyak pohon dan rumput. Kalau sahabat ismi bawa bekal, enak banget sekalian piknik di bawah pohon. Jangan lupa bawa tikar.
Makan Dimana di Ragunan?

Meskipun di Ragunan ada sentra kuliner (food court), tapi pengunjung diizinkan membawa makanan dan minuman dari luar. Ada juga ibu-ibu yang jualan pecel yang tersebar di banyak titik.
Warung-warung kecil juga banyak. Mereka biasanya menyediakan aneka minuman kemasan, dan pop mi. Yang cukup menarik adalah, terdapat banyak penjual es krim. Buat keluarga yang datang bersama anak-anak, siap-siap ditagih es krim deh, haha.
Harganya lumayan sih. Mulai dari 10 ribu- 20 ribu rupiah. Tapi rata-rata 15 ribu rupiah lah untuk beberapa varian. Suamiku sempat menghitung biaya makan di Ragunan habis 65 ribu rupiah. Kami membeli 3 es krim, 2 pecel, dan 2 teh pucuk.
Saya dan anak-anak enggak beli makan, karena bawa bekal dari rumah. Kami juga membawa air putih menggunakan tumblr. Kalau yang bawa anak, saya sempat melihat ada stan CFC (ayam krispy).
Ngapain Aja di Ragunan?
Bintang melihat gajah untuk pertama kalinya. Dia sempat bengong ketika diberi tahu bahwa bagian tubuh yang panjang bernama belalai, yang merupakan hidung gajah. Apalagi ketika tahu gajah mengambil rumput dan air menggunakan hidungnya. Lucu, deh!
Bintang juga sempat melihat jerapah yang sangat tinggi. Matanya berbinar menandakan dia takjub. Bintang juga melihat rusa dengan tanduk yang bercabang.
Selain melihat hewan-hewan, sahabat ismi bisa menaiki kereta. Bentuk keretanya hewan gitu, ada macan, gajah, dan lain-lain. Saat kami ke sana, antrian tiketnya cukup panjang, tapi rapi.
Tempat duduk di keretanya diberi jarak, 1 baris isi, 1 baris kosong. Dengan adanya jarak ini, lumayan juga antri menunggu keretanya. Oh ya, untuk tiket sendiri harganya 10 ribu rupiah.
Awalnya saya kira kami akan diajak berkeliling seluruh lokasi yang ada hewannya. Ternyata hanya sebagian saja. Rute yang kereta kami lewati menjangkau area rusa, buaya, dan taman-taman.
Kalau sahabat ismi masih sanggup, boleh banget keliling Ragunan jalan kaki. Tapi jika enggak sanggup, ada persewaan sepeda lho. Baik yang boncengan, maupun tidak. Bahkan ada sepeda dengan 4 roda yang dikendarai oleh 2 orang. Sepeda sambung gitu.
Untuk sahabat ismi yang ingin santai sejenak, selain rebahan di tikar di bawah pohon, sahabat ismi juga bisa duduk-duduk di kursi di depan taman angsa. Meskipun agak bau sih. hehe.
Di Ragunan juga ada Taman Satwa Anak yang areanya lebih kecil gitu. Sayang kami baru melihat taman tersebut di jalan menuju pintu keluar. Dengan kata lain, kami enggak mampir karena sudah terlalu lelah.
Kak Najla sampai naik stroller, gantian sama Bintang. Malah Bintang yang dorong-dorong karena ia sudah bertenaga lagi.
Sebenarnya suami masih pingin cari area macan, karena Bintang mengira macan itu sama dengan kucing. Dia belum pernah lihat bentuk asli dan ukuran asli macan. Tapi karena saya dan anak-anak sudah ingin pulang, ya akhirnya kami pulang.
Total waktu yang dihabiskan di Ragunan kurang lebih 2 jam saja. Kami berangkat dari rumah (area Depok) pukul 9 pagi, dan sampai di lokasi pukul 10 pagi. Lalu kami pulang dari Ragunan pukul 12 siang, dan sampai di rumah pukul 1 siang.
Tips ke Kebun Binatang Ragunan
Khusus buat sahabat ismi, saya mau kasih beberapa tips nih.
1. Bawa bekal bila ingin lebih hemat.
2. Beli teh pucuk ke mbak2 SPG lebih murah daripada beli di warung di Ragunan
3. Bawa tikar bila ingin piknik bersama keluarga. Banyak area berumput di sana.
4. Pilihan makanan ada pecel, popmie, dan CFC.
5. Pakai topi/payung karena matahari cukup terik.
6. Jika suka bersepeda sebaiknya sewa sepeda agar puas berkeliling Ragunan.
7. Jika membawa anak, pastikan membawa gendongan dan atau stroller.
Gimana, ada yang mau ke Ragunan juga? Atua mau berwisata ramah anak di tempat lain?

dulu waktu kecil tuh aku selalu nolak karena sering banget ke kebun binatang tapi waktu udah gede gini selalu kangen ke kebun binatang liat hewan-hewan
wah mbak dian, pas banget aku kemarin diajak suami bulan depan mau ga ke ragunan. jadi ada bayangan mau ke sana. pengunjung terbatas dong ya. kalau ga salah senin libur kan?
Alhamdulilah sudah dibuka ya?
karena pemasukan dari tiket sangat dibutuhkan untuk pangan hewan
hewan di kebun binatang Bandung banyak yang mati selama pandemi
Wuih seru banget ya dan harganya pun masih terjangkau, berbanding terbalik dg bonbin Bandung
Ya ampun kangen bangett bisa ke kebun binatang ya mbaa, aku pandemi ini blm berkunjunglagi kesana huhu. padahal biasanya sering jg sih hehe
Alhamdulillah tempat wisata anak-anak udah pada bisa offline. Seneng banget pasti anak-anak kalo diajak ke Ragunan. Yupps! seru sambil bawa bekal sendiri.
Duh jadi kangen main ke raguanan lagi. Udh beberapa tahun ini blm kesana lagi. Pasti happy ajak anak-anak. Apalagi tiket masuknya juga kan murah.
waaa terakhiir ke ragunan pas banget seminggu sebelum pandemi meradang yang akhirnya harus lockdown itu, hehe.. Sekarang udh dibuka lagi ya? senangnyaaa jadi pengen main-main lagi kesana 🙂
aku belum pernah ke ragunan kak, sedih ya. paling disini aja di kebun binatang bandung. semoga tahun depan bisa kesana. aku save artikel kakak ya buat prepare kalo aku mau kesana, thanks kak