Vaksin Gotong Royong Sinopharm

Facebooktwitterredditmail

Vaksin Gotong Royong Sinopharm. Halo assalammualaikum, apa kabar semua? Kemarin aku agak sedih setelah membaca sebuah berita yang mengatakan kalau 50% guru menolak pemberian vaksin corona. Padahal sekolah tatap muka (PTM) dijadwalkan akan dimulai bulan Juli 2021. Kan orang tua jadi lebih worry ya. 

Kalau yang menolak karena punya sakit darah tinggi, jantung, dan sebagainya sih masih bisa dimaklumi. Tentunya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter pemberi vaksin. Enggak ujuk-ujuk menolak.

Sebagai wali murid, aku sangat berharap ada upaya tegas dari Pemerintah agar para guru lebih teredukasi tentang vaksin corona dan enggak termakan hoax.

Jadi secara nasional, cangkupan vaksin corona di Indonesia masih di bawah 10%, padahal untuk mencapai herd imunity itu butuh cangkupan vaksinasi di atas 75-80%. Makanya sekarang sudah mulai dilakukan vaksinasi percepatan.

Ketika Pemerintah mulai mengabarkan akan ada vaksin corona gratis, yang diberikan secara bertahap, aku berharap bisa mendapatkannya. Tapi begitu tahu bahwa yang diutamakan adalah nakes, guru, aparat, lansia, baru rakyat biasa, harapanku mulai pupus.

Sebenarnya latar belakangku adalah nakes. Tapi karena sedang enggak praktik, jadi aku pikir mana bisa dapat vaksin corona. Ternyata semua nakes yang STR (Surat Tanda Registrasi) masih berlaku, dapat mendaftar ke puskesmas terdekat. Tahu gitu, daftar ke puskesmas ya, hehe.

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Aku hanya bisa menunggu. Hingga akhirnya, suatu hari suamiku bertanya aku mau divaksin corona enggak? Karena di kantornya sedang membuka pendaftaran vaksin gotong royong untuk keluarga inti, yaitu istri/ suami dan anak-anak berusia > 18 tahun. Tentu saja aku mau. Alhamdulillah banget.

Vaksin Gotong Royong, Apakah Itu?

Vaksin gotong royong diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021. Dalam Permenkes tersebut, vaksinasi gotong royong merupakan pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan, keluarga, dan individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha. Oleh sebab itu, penerima program vaksinasi gotong royong tidak dipungut bayaran atau gratis.

Jenis Vaksin Gotong Royong

Jika Pemerintah menggunakan vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer, maka vaksin mandiri atau gotong royong menggunakan vaksin produksi CanSino dan Sinopharm.   

Lokasi Vaksin Gotong Royong

Lokasi vaksin gotong royong berbeda dengan lokasi vaksinasi corona dari pemerintah. Agar proses vaksinasi gratis program pemerintah tidak terganggu, maka lokasi vaksinasi gotong royong tidak boleh dilaksanakan di fasilitas layanan kesehatan milik Pemerintah. Vaksinasi gotong royong harus dilakukan di fasyankes milik BUMN atau swasta yang memenuhi syarat menjadi pos pelayanan vaksinasi.

Seperti saat aku mendapatkan vaksin gotong royong, pelaksanaan vaksin dilakukan di kantor suami. Sedangkan suamiku sendiri, karena vaksin coronanya dari pemerintah, ia mendapatkan Vaksinasi di GBK.

Alur Pendaftaran Vaksin Gotong Royong

  1. Persiapan Vaksinasi

Vaksin gotong royong dari kantor suamiku bekerja sama dengan Kimia Farma sehingga menggunakan aplikasi Kimia Farma Mobile. Sebelumnya, aku sudah didaftarkan oleh suami. Lalu aku mendapatkan e-mail dan Whatsapp terkait pelaksanaan vaksinasi.

Ada form yang harus diprint dan diisi serta ditanda tangani dan dibawa ke lokasi vaksinasi.  Nama formnya adalah Kartu Kendali Pelayanan Vaksinasi Covid-19. Selain itu, aku juga diwajibkan membawa KTP. 

  1. Tiba di Lokasi Vaksinasi

Sesampainya di sana, aku dan teman-teman penerima vaksin melakukan registrasi dan daftar ulang. Prosesnya cukup cepat dan mudah karena menggunakan aplikasi Kimia Farma Mobile. Petugas cukup melihat QR code dari aplikasi tersebut. Aku juga menunjukkan undangan dari Whatsapp perusahaan.

  1. Meja 1 (Registrasi)

Selanjutnya, aku tinggal mengikuti alur saja. Alur vaksinasi cukup rapi. Setelah daftar ulang, kami diverifikasi sekali lagi. Petugas mencocokkan data di form dengan KTP dan di aplikasi. Petugas juga memeriksa kelengkapan dokumen dengan memindai QR code. Setelah itu, aku mendapatkan nomor meja untuk divaksin oleh petugas kesehatan.

  1. Meja 2 (Skrining)

Karena tidak antri, selesai diverifikasi, aku langsung menuju lokasi vaksinasi, yaitu berada di sebuah ball room. Di sana sudah ada beberapa meja dan kursi yang dilengkapi dengan para dokter dan perawat. Ada petugas yang mengukur tensi, dan suhu. 

Lalu ada petugas kesehatan yang menanyakan beberapa pertanyaan terkait syarat dapat atau tidaknya divaksinasi. Misalnya apakah sedang hamil, apakah pernah mengalami alergi saat divaksin lain, apakah punya penyakit autoimun seperti lupus, apakah menggunakan obat untuk kelainan darah, pembekuan darah, obat defisiensi imun, obat imunosupresan (kemoterapi, kortikosteroid), dan sebagainya. 

  1. Meja 3 (Vaksinasi)

Setelah semua syarat vaksinasi corona terpenuhi, barulah aku mendapatkan suntikan vaksin Sinopharm. Oh ya, saat itu lengan bajuku tidak bisa digulung sampai atas sehingga dokter menyarankan disuntik di bilik yang tersedia. Untuk muslimah juga boleh request disuntik di bilik lho.

Mengenal Vaksin Sinopharm

Vaksin gotong royong yang aku dapatkan adalah Sinopharm. FYI, vaksin Sinopharm telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jenis vaksin Sinopharm adalah inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell).

Bagaimana rasanya saat disuntik? Dokter memintaku untuk rileks agar tidak merasa sakit. Dan benar, enggak ada rasa sakit sama sekali. Bahkan rasa seperti digigit semut pun enggak. Tapi beberapa detik kemudian, aku mulai merasakan vaksin mengalir ke pembuluh darahku. Rasanya kayak ada sesuatu yang kental mengalir. Hal tersebut membuat lenganku terasa pegal sebentar.

  1. Meja 4 (Pencatatan dan Observasi)

Setelah disuntik, aku dan para penerima vaksin diharuskan menunggu sekitar 10-15 menit untuk mendapatkan kartu vaksinasi. Saat menunggu itulah, kami sekalian diobservasi apakah mengalami efek yang tidak diinginkan atau tidak. Misalnya pusing, atau bengkak di area suntikan. Kalau ada yang mengalami reaksi berat seperti sesak napas, dan ruam parah juga bisa langsung ditangani. Tapi alhamdulillah hari itu tidak ada yang mengalami.

Aku dan penerima vaksin Sinopharm juga diberi snack dan air minum. Kami menunggu sembari duduk dan makan camilan. Beberapa menit kemudian, namaku dipanggil dan petugas menanyakan apakah mengalami reaksi enggak enak setelah divaksin? Aku jawab tidak ada. Bahkan pusing pun tidak. 

Setelah itu, petugas memberikan kartu vaksinasi. Beliau juga menjelaskan kalau mengalami reaksi seperti demam dan nyeri di area suntikan, maka bisa meminum parasetamol. Lalu jika ada pertanyaan atau mengalami reaksi lain yang berat dalam kurun waktu 24 jam, maka bisa menghubungi nomor dokter yang tertulis di kartu vaksinasi. Tapi bila sudah > 24 jam, disarankan agar langsung ke UGD RS terdekat.

Oh ya, kartu vaksinasi ini juga harus disimpan dengan baik karena perlu dibawa lagi untuk vaksinasi kedua.Alhamdulillah, setelah kartu vaksinasi diserahkan, aku diperbolehkan pulang. Kalau mau menunggu sekitar 15 menit dulu sambil duduk di dekat lokasi vaksinasi juga boleh, untuk memastikan tidak ada reaksi berat pasca vaksinasi.

Vaksin gotong royong sinopharm

Setelah selesai, suamiku menemui di pintu keluar. Aku berfoto dahulu dengan background Ayo Vaksin Corona, tanda kalau aku sudah divaksin. Suami mengajak untuk makan siang, karena waktu sudah menunjukkan pukul 12. Jelas aku langsung setuju, karena perut sudah keroncongan.

Do’s and Don’ts Vaksinasi Corona

Ada beberapa hal yang harus dicek dan dilakukan, serta tidak boleh dilakukan selama proses vaksinasi, antara lain:

Do’s

  1. Memastikan kondisi diri sendiri, pasangan, dan anak dalam keadaan sehat
  2. Datang sesuai jadwal dan hadir di lokasi 5 menit sebelum jadwal
  3. Hanya peserta vaksin yang boleh masuk ke ruangan
  4. Memakai pakaian yang memudahkan proses penyuntikan vaksin
  5. Membawa dokumen yang diperlukan, seperti kartu kendali, KTP, alat tulis, air minum dan snack
  6. Menerapkan prokes
  7. Segera meninggalkan lokasi setelah selesai

Don’ts

  1. Membawa balita dan membawa rombongan pengantar
  2. Datang tidak sesuai jadwal
  3. Berkerumun sebelum, selama, dan setelah proses vaksinasi
  4. Mempublikasikan pelaksanaan vaksinasi di media sosial

Untuk syarat keempat ini kebijakan perusahaan ya. Mungkin agar peserta nyaman dan tidak terjadi kegaduhan saat proses vaksinasi.

Yang Dirasakan Setelah Vaksinasi

Pada hari pertama vaksinasi, malamnya badanku agak hangat, tapi enggak sampai demam sehingga aku enggak minum parasetamol. Lengan sempat pegal di bagian yang disuntik. Selain itu, aku jadi sangat mengantuk. Tapi aku justru senang, karena bisa tidur lebih nyenyak dibanding hari biasanya yang insomnia. Aku tidur dengan lebih rileks dan nyaman. Sebuah keuntungan tersendiri buatku.

Kini, aku tinggal menunggu jadwal vaksinasi kedua. Doakan lancar ya.

Kalau teman-teman gimana? Sudah divaksin corona belum? Pakai vaksin apa dan bagaimana reaksi pasca vaksinasinya? Cerita dong di komentar.

(Visited 207 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

35 thoughts on “Vaksin Gotong Royong Sinopharm

  1. Achmad Muttohar Reply

    Saya belum divaksin nih, mbak. Tapi sudah ada pemberitahuan kalau bakal ada vaksinasi dari perusahaan tempat saya bekerja. Ya, semoga saja sesegera mungkin. Meskipun saya sebetulnya agak takut, sih, mbak. Hehehe.

    Semoga lancar untuk vaksinasi selanjutnya ya, mbak.

    • dian.ismyama Post authorReply

      Takutnya karena apa? Pas divaksin pertama kemarin, tensiku 120 lho. Padahal normalku itu 90 mmHg. Wkkka ternyata aku deg2an

  2. Meirna Reply

    aku belum vaksin mba. jujur khawatir setelah vaksin malah kena corona dan khawatir efeknya.

    kalau saudaraku yang nakes, dia setelah vaksin badannya demam berapa hari gitu. tugasnya emang langsung ketemu pasien covid-19. katanya hidungnya udah kebal dicolok terus. hehe

    jarang aku menemui nakes seorang blogger. harus pintar atur waktu ya. salam kenal mba ^^

    • dian.ismyama Post authorReply

      Iya mba kalau vaksin harus dalam keadaan sehat. Ketat, apalagi kalau nakes mah wajib vaksin lho. Tapi kan dites swab atau pcr dlu. Biar pasti ga sedang positif. Aku udah lama ga praktik mba. Terakhir ngajar di kampus. Terus habis lahiran off. Eh corona deh

  3. eka fitriani larasati Reply

    alhamdulillah ya udah di vaksin. semoga sehat-sehat selalu ya mba. jujur aku agak ngeri mau ikut vaksin, dibilang pro iya dibilang gak juga iya, karena takut dengan berita di luar sana yang menyebutkan side effectnya.. tapi semoga gak terjadi ya. dan yess, edukasi dari pemerintah nih yang penting, keterbukaan informasi soal vaksin yang sejelas-jelasnya, biar gak ada lagi masyarakat yang ragu atau takut seperti saya.

  4. Ning! Reply

    Aku kemarin dapet jadwal vaksin juga yang dari pemerintah. Ini karena nenek yang dapet vaksin, dan pengantar kalau anggota keluarga bisa dapet juga. Tapi ternyata pas hari H vaksinnya habis, jadi diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    Makasih sharingnya mbak, aku jadi tau nih persiapannya apa aja sebelum vaksin nanti.

  5. hallowulandari Reply

    alhamdulillah udah vaksin ya mba, aku pun udh vaksin dari kantor pake sinovac, apa pun jenis vaksinnya yang penting kita ikut serta aktif bangun kekebalan tubuh dan komunitas yaa, semoga cepet kelar pandemi nih

  6. mer seniberjalan Reply

    vaksin terlalu banyak jenisnya, perlu edukasi ke masyarakat untuk program vaksin ini, karena masih adanya banyak anggapan negatif pada vaksin.

  7. Asty Intan Pratiwi Widyanti Reply

    Yang suka nolak vaksin karena berita hoax tuh emang bikin gregetannn, kayak bingung gt mau ngomong apa lagi. Tapi kalo diem aja juga gabisa kan, soalnya pandemi nih masih kritis loh di sini 😭

    Mertuaku juga besok mau vaksin Kak, tapi aku blm tau dapet vaksin apa. Semoga abis vaksin efeknya gak berat soalnya masih kerja.

  8. Maftuha Reply

    Saya belum dapat vaksin ini apakah harus ikut mendaftar vaksin gitong royong juga yak. Tapi katanya ada varian baru corona dan suami yang udh dicaksin 2x tetp aja kudu swab2 kalau mau kerj huhu

    • dian.ismyama Post authorReply

      Vaksin ga menjamin ga kena corona kak. Tapi meringankan gejala jika terkena. Jadi memang harus tetep prokes dan swab rutin kalau yang berisiko tinggi

  9. Angrumaoshi Reply

    Wah senangnya sudah divaksin. Aku belum nih, kantor suami belum menawarkan. Smg kntr suamiku ikutan vaksin gotong royong juga. Amin.

  10. Dian Reply

    dengan adanya vaksin gotong royong ini akan semakin banyak orang yang menerima vaksin ya mbak
    herd immunity bisa segera terbentuk

  11. nyi Penengah Dewanti Reply

    MasyaAllah kak lega ya udah vaksin, aku belum nih tapi teman di Kendal udah woro-woro ada vaksin untuk UMKM masalahnya aku nggak bisa ninggal ketika jaga mertua nggak ada yang menggantikan. Dilema

  12. Jihan Reply

    Alhamdulillah akupun juga dapat vaksin inii karena ada salah 1 yang mengundurkan diri mba.. Jadi happy bangett karena kalau nunggu lama lagi rasanya makin was was gituu.

  13. Farida Pane Reply

    Tidak semua orang berkesempatan mendapat vaksin corona. Jika itu diberikan ke kita, ada baiknya dimanfaatkan selama tidak ada kondisi khusus, ya

    • dian.ismyama Post authorReply

      Skrg smua bisa kak. Udah banyak vaksin gratis dari pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi. Mba di kota mana?

  14. Diaz Bela Reply

    Aku gak sabar untuk vaksin! Ayo dong corona segera lenyap dari muka bumi! Kangen traveling dan beraktivitas tanpa masker 🙁

  15. Hendra Suhendra Reply

    ternyata nggak sembarangan ya kalo mau paksin, harus dalam kondisi sehat. Orang dengan riwayat penyakit berat, nggak layak untuk dipaksin. Makasih infonya ya, jadi tahu ada vaksin Gotong Royong, kirain kerja bakti doang yang gotong royong, ternyat paksin juga bisa seperti itu.

    • dian.ismyama Post authorReply

      Bukan ga layak, tapi harap ditunda dulu vaksinnya kalau sudah sehat. Nah, kalo sakitnya kanker, autoimun kronis atau yg pakai antikoagulan kronis ya ga bisa vaksin. Mknya tugas kita2 yg sehat ini untuk divaksin agar bs melindungi yg kontra indikasi atau ga bisa divaksin

  16. Fionaz Isza Reply

    aq udah di vaksin juga kak, setelah di vaksin kemaren rasanya badan ngilu semua tapi setelah minum Paracetamol Alhamdulillah udah mendingan. sekarang juga nunggu jadwal vaksin yang ke dua

  17. Narasi Nia Reply

    Oooh, jadi vaksin untuk masyarakat tidak mampu itu namanya vaksin gotong royong?

    Pajam aku mbak.

    Tapi masa iya vaksin dari pemerintah itu bayar?

    • dian.ismyama Post authorReply

      Siapa yg bilang buat masyarakat tdk mampu kak? Wkkka. Vaksin gotong royong itu kolaborasi antara swasta (biasanya perusahaan) dg pemerintah. Yg bayarin perusahaan. Kalo dr pemerintah yg di puskesmas, rs, percepatan via umkm, polsek, bahkan ada di terminal juga skrg, gratis semua itu kak

  18. Happy Dyah Reply

    Aku demam nih mba abis Vaksin AstraZeneca di Malang. Dari puskesmas dapet paracetamol n vitamin B12 setelah vaksin. Sekarang sudah enakan hehe

  19. Siti Mustiani Reply

    Aku gak sabar pengen cepet2 divaksin, beberapa dokumen wajib sudah disiapkan sih lokasi vaksin juga sudah tau akan dimana, tinggal tunggu jadwalnya saja. Doain semoga lancar.

  20. Fenni Bungsu Reply

    Noted nih mbak soal Sinovarm. Daku pernah dengar kalau mau divaksin, usahakan pakai outer buat yang berhijab. Biar memudahkan saat disuntik.

  21. Icha Marina Elliza Reply

    Wah senang banget kak udah vaksin ya kak..
    Sebenarnya masyarakat hanya perlu diedukasi yang baik ya kak biar gak kemakan hoax. Jadi bisa divaksin deh para guru.

  22. Nabilla - Bundabiya.com Reply

    saya tuh senang mbaa sekarang sudah banyak vaksin yang beredar. beda sama beberapa bulan lalu yang kita kan nungguin banget yaa.. saya juga alhamdulillah udah dapat vaksin tahap satu

  23. Marfa Reply

    Berkat baca post mengenai vaksin gotong royong ini saya jadi tahu kalau ada vaksin jenis sinopharm, biasanya paling astra, sinovac, pfizer hihi. turut senang sudah vaksin dan efeknya tidak sampai demam Mbak, semoga lancar sampai dosis ke dua nanti 🙂 kalau saya lagi nunggu daftar vaksin massal, semoga lancar juga hihi 🙂

  24. Qoty Intan Zulnida Reply

    Hmmm adik ipar juga gini nih, didatan di kantor suaminya untuk vaksin. Tapi entah yaa, kelanjutannya bagaimana apakah dia jadi divaksin atau belum. Semoga perihal vaksin ini bisa lebih merata yaaa semua masyarakat dapat haknya untuk divaksin. Sehingga terbentuklah herd immunity dan pandemi segera berlalu

  25. Meykke Santoso Reply

    MasyaAllah sudah vaksin pertama dan baik baik saja ya Mba. Aku malah belum vaksin ini mba. Belum dapat jatah dan aku ini banyak kali obat yang bikin alergi. Semoga one day kalau divaksin juga efek sampingnya ngantuk doang ya Mba. Sehat sehat kita semua ya mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *