Tempe Kemul Khas Wonosobo

Facebooktwitterredditmail

Tempe kemul? Apaan ya itu? Tempe kok kemulan? Olahan tempe ini biasa di temukan di Wonosobo lho. Mau tahu kenapa bisa dinamakan tempe kemul? Lanjut baca ya.

Foto dari sini
Foto dari sini

Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo adalah daerah pegunungan. Bagian timur (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung) terdapat dua gunung berapi: Gunung Sindoro (3.136 meter) dan Gunung Sumbing (3.371 meter). Daerah utara merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prau (2.565 meter). Sumber wikipedia.

Letaknya yang strategis dan berada di daerah pegunungan membuat Wonosobo menjadi kabupaten dengan potensi ekonomi, wisata, dan pertanian. Salah satunya adalah jajanan tempenya.

Siapa yang tidak kenal dengan tempe? Makanan asli indonesia yang terbuat dari kacang kedelai. Bukan hanya rasanya yang membuat kita ketagihan, tetapi juga kandungan gizinya yang padat membuat tempe sangat digemari.

Coba deh tanya orang sekitarmu, ada nggak yang nggak doyan tempe? Pasti 1000:1 deh yang jawab nggak doyan, atau nggak pernah makan tempe.

Apa saja ya zat gizi dalam tempe? Mari kita kupas satu per satu.

1. Sumber protein

Mengandung asam amino yang berfungsi untuk membentuk otot dan sel, serta memperbaiki sel.

2. Sumber vitamin B

Merupakan bahan nabati yang mengandung vitamin B12, sehingga sering digunakan oleh vegetarian sebagai pengganti daging. Mengandung vitamin B1, B2, B6 dan sebagainya. Vitamin B ini berperan pada kesehatan kulit, syaraf, termasuk pembentukan sel darah merah.

3. Sumber antioksidan

Mengandung 3 jenis isoflavon kuat yang dapat menangkal radikal bebas.

4. Mengandung mineral makro dan mikro

Antara lain mangaan, tembaga, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalsium dan zink. Mineral ini dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan menjaga regenerasi sel.

5. Tinggi serat

Baik untuk pencernaan. Bisa dikonsumsi oleh berbagai usia.

Tempe pun dapat dinikmati dengan berbagai cara. Sebut saja digoreng, dikukus, dibacem, ditumis bareng sayuran seperti kangkung, ditumbuk lalu tambahkan telur sehingga menjadi perkedel tempe. Bahkan yang mulai populer adalah dibikin steak dan sate tempe! Glekk, kok jadi laper ya, hehe.

Ada lagi menu tempe yang digemari orang asli Jawa, yaitu mendoan. Suami saya paling senang nih sama mendoan. Beda dengan tempe goreng biasa, mendoan digoreng menggunakan tepung dan tempenya diiris tipis-tipis. Kalau saya biasanya adonan tepung ditambah daun bawang.

Ada lho satu olahan tempe yang belum sepopuler mendoan, tetapi juara dalam soal rasa.

Tak lain dan tak bukan, TEMPE KEMUL khas WONOSOBO.

Coba siapa yang sudah pernah mencicipi? Apa bedanya ya dengan mendoan? Siap-siap tambah ngiler ya:) Tempe kemul atau dalam bahasa indonesia tempe selimut, mengandung makna tempe yang diselimuti oleh adonan tepung. Konon katanya, nama tersebut disematkan karena Wonosobo merupakan daerah dataran tinggi yang dingin, di mana penduduknya banyak yang selimutan sambil menghangatkan diri dengan perapian.

Foto dari sini
Foto dari sini

Ada beberapa daerah di Indonesia yang menyebut tempe kemul sama dengan mendoan. Tetapi, Wonosobo memilik jenis tempe kemul yang berbeda. Yaitu dalam soal penampakan yang berwarna kuning, dan berukuran besar setelapak tangan. Warna kuning kalau ibu-ibu pasti tahu ya berasal dari mana, yaitu dari kunir/kunyit. Pewarna alami yang juga mengandung fungsi antioksidan dan antibakteri. Mantap, kan?!

Ciri khas lainnya, daun yang diiris dan di masukkan ke adonan adalah daun kucai, bukan daun bawang. Efeknya apa? Tempe kemul dengan kucai ini aromanya wangi, mengundang untuk dimakan tentunya ya. Kucai inilah yang belum tentu kita dapat di kota lain.

Dengan bau wanginya, warna yang memikat, ditambah tipisnya irisan tempe dan renyahnya hasil gorengan, membuat tempe kemul ini menjadi menu wajib di segala acara dan segala tempat di Wonosobo.

Ibaratnya, sepanjang mata memandang kalau ada orang kumpul, pasti ada tempe kemul. Teh hangat dan cabe rawit yang menemani pun menambah lezat tempe kemul.

Bahkan, ketika teman saya yang asli Wonosobo saya tanya, kuliner apa sih khas Wonosobo yang kamu pingin banget? Eh, dijawab tempe kemul! Lalu dia menceritakan dengan betapa sumringahnya seolah bernostalgia sedang menikmati tempe kemul. Padahal sekarang dia berdomisili di Jogja yang sebenarnya mudah menemukan warung penjual mendoan ataupun bisa saja membuat mendoan sendiri. Tapi katanya, mendoan dengan tempe kemul itu berbeda! Tak ada yang bisa menyaingi gurihnya, renyahnya, dan lezatnya makanan khas Wonosobo itu.

Saya pun jadi penasaran banget nih. Siapa tahu kalau diundang ke acara ulang tahun Wonosobo, bisa beneran mencicipi makanan ini. Ngeces lagi deh:)

(Visited 723 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

4 thoughts on “Tempe Kemul Khas Wonosobo

  1. siti latifah Reply

    klo ke wonosobo mampir tempat saya mak, nanti tak suguhi tempe kemul, geblek, sama teh tambi. enak lho….

    • dian farida Post authorReply

      Huaa..asik..siap mak..kl ke wonosobo aku mampir ya:)

  2. Efi Fitriyyah Reply

    Jadi laper malam-malam gini setelah baca tentang tempe kemul. Diaaan, kirim sini, dong

    • dian farida Post authorReply

      Hihi..saya malah baru aja nyobain pertama kali tgl 30 mei kemarin..akhirnya kesampaian:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.