Tanggap Alergi dengan 3 K di Masa Pandemi

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Alergi anak. Angka kasus positif corona masih bergerak naik. Sedih banget, meskipun new normal sudah didengung-dengungkan, tapi saya pribadi belum berani mengajak si kecil ke tempat umum. Apalagi ada bayi di rumah. Suami saja masih wfh karena perusahaan memikirkan kesehatan karyawannya (yang memang bisa bekerja remote tetap wfh, sementara bagian lain yang harus hadir di lokasi dibuat shift), apalagi sebagai Bunda tentu saja saya memikirkan kesehatan anggota keluarga.

Salah satu kekhawatiran sebagai orangtua adalah jumlah positif corona pada anak yang cukup tinggi di Indonesia. Terutama bagi si kecil dengan sistem imun yang sensitif, seperti pada anak berkebutuhan khusus, anak dengan imunitas rendah, anak dengan penyakit penyerta, termasuk anak dengan alergi.

Saya pribadi jadi lebih protektif terhadap si kecil. Sebisa mungkin tidak keluar rumah kecuali penting seperti harus imunisasi. Saya juga berusaha sekuat tenaga untuk memasak sendiri. Memastikan nutrisi yang masuk ke si kecil merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatannya. Apalagi si kecil punya riwayat alergi. Duh, jangan sampai lagi pandemi gini si kecil harus ke rumah sakit karena kumat alerginya.

Bunda tahu, enggak, kalau menurut data World Allergy Organization, 30-40% penduduk dunia mengalami alergi. 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan. Lalu data dari klinik anak di RSCM : 31% dari pasien anak alergi putih telur. 23,8% pasien anak alergi susu sapi. Wah, cukup banyak ya si kecil yang mengalami alergi. Orangtua dengan si kecil yang alergi pasti cukup was-was selama pandemi.

Alergi Susu Sapi, Mengapa dan Harus Bagaimana?

Webinar tanggap alergi susu sapi

Seru banget webinarnya! =)

Pas banget, hari Senin tanggal 29 Juni 2020 kemarin, saya mengikuti Webinar Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dari Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes.

Mau tahu ilmu apa saja yang saya dapatkan?

Alergi anak alergi susu sapi

Apakah si kecilnya Bunda juga punya alergi?

“Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling banyak dialami anak. Gejala yang muncul akibat anak alergi susu sapi biasanya menyerang kulit seperti ruam-ruam merah, sistem pernapasan seperti batuk dan bersin yang berulang, atau sistem pencernaan misalnya sakit perut yang membuat anak menjadi rewel. Alergi susu sapi pada anak diakibatkan oleh respon sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi (whey dan kasein). Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Di sini, peran orang tua khususnya Bunda sangat penting untuk menangani kondisi anak yang alergi sapi, termasuk pemberian nutrisi alternatif yang tepat.” – Prof. Budi-

Sekarang saya jadi tahu kalau gejala alergi susu sapi itu khas. Beda dengan batuk karena virus atau penyakit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mencatat gejala alergi tersebut muncul setelah si kecil mengkonsumsi apa. Benar karena konsumsi susu sapi, kah? Atau konsumsi makanan dan minuman lain.

Saya jadi ingat ketika Prof. Budi mengatakan di Webinar bahwa alergi susu sapi bukan berarti alergi daging sapi lho. Yang benar adalah alergi susu sapi dan turunannya seperti keju, yogurt, dan sebagainya.

Penyebab Alergi

Sebelumnya, Bunda perlu tahu bahwa penyebab alergi pada si kecil terbagi menjadi dua, yaitu faktor genetik (orangtua dan saudara) dan faktor lingkungan (polusi udara, polutan di dalam rumah seperti asap rokok).

Saya pribadi mempunyai riwayat alergi ayam dan telur saat kecil. Sedangkan ibu saya alergi makanan laut. Dan ayah mertua mempunyai asma. Lengkap sudah faktor genetik yang menurun ke anak-anak saya.

Lalu apa yang bisa saya dan Bunda lakukan bila keluarga mempunyai riwayat alergi?

Menurut Prof. Budi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko si kecil terkena alergi, yaitu:

Prof Budi Konsultan Alergi Anak

Prof. Budi

1. Ibu Hamil Bebas Makan Apa Saja

Ibu hamil tidak perlu membatasi menu makanannya. Asal berat badan ibu dan bayi sesuai dengan yang semestinya, maka ibu hamil boleh makan apa saja. Termasuk makanan pemicu alergi seperti telur, susu, dan seafood. Jika sejak dalam kandungan sudah terpapar dengan berbagai jenis makanan, diharapkan bayi yang lahir tidak alergi terhadap makanan yang pernah dikonsumsi oleh Bundanya.

2. Perkenalkan MPASI Apa Saja

Nutrisi 1000 hari pertama amat penting, oleh karena itu, berikan MPASI yang bervariasi dan bergizi. Tidak perlu menunda protein hewani karena khawatir dapat menyebabkan alergi. Sebaliknya, protein hewani justru sangat diperlukan oleh bayi yang mulai MPASI. Bila terdapat tanda-tanda alergi, Bunda dapat mencatatnya dan mengurangi jumlah atau frekuensi pemberiannya. Lalu makanan pemicu alergi tersebut bisa diperkenalkan lagi ketika usia bayi sudah lebih besar.

Nah, saya punya pengalaman menarik tentang langkah mengenalkan semua jenis makanan. Dulu, anak pertama baru saya kenalkan telur dan ikan-ikanan setelah usia 8 bulan. Hiks, telat ternyata dan memang ternyata ia alergi telur dan ikan laut. Begitu anak ketiga, saya sudah langsung memperkenalkan telur dan ikan sejak usia 6 bulan, MPASI di bulan pertama. Wow, enggak alergi sama sekali, kecuali salmon, bruntusan gitu di leher dan dada.

3. Berikan ASI

ASI adalah asupan terbaik bagi bayi. Berikan ASI eksklusif agar bayi terhindar dari alergi susu sapi. Bunda yang menyusui tentunya juga harus menjaga makanannya bila bayi memiliki risiko tinggi mengalami alergi. Persis anak keduaku yang pernah sampai bentol-bentol sekujur wajah dan badan sesaat setelah minum ASI perah yang kupompa sehabis makan seafood berupa ikan, kepiting, udang dan kerang. Sejak hari itu, saya tidak makan seafood dalam jumlah banyak.

Bagaimana bila si kecil tidak bisa mendapatkan ASI karena satu dan lain hal? Tentunya Bunda harus memberikan alternatif nutrisi, misalnya susu soya. Seperti anak keduaku yang menolak ASI saat usia 1 tahun. Saya memberikan susu sapi sebagai pengganti, tapi ternyata dia alergi. Akhirnya pilihan jatuh pada susu soya.

3 K sebagai Solusi Tanggap Alergi

Dalam rangka mendukung World Allergy Week 2020 atau Pekan Alergi Dunia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) melalui brand SGM Eksplor Advance+ Soya ingin memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk jaga kesehatan si Kecil yang alergi susu sapi dengan menjadi Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju.

Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie mengatakan, “Melalui rangkaian program edukasi di Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, SGM ingin memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk jaga kesehatan si Kecil dengan Tanggap Alergi melalui gerakan 3K, yaitu Kenali, Kendalikan dan Konsultasikan.”

3K: Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan Alergi Anak

1. Kenali gejalanya

Gejala alergi susu sapi

Gambar diambil dari website www.generasimaju.co.id

Kenali gejala alergi susu sapi agar Bunda bisa waspada dan tidak panik ketika gejala tersebut muncul.

2. Konsultasikan ke dokter

Ketika gejala alergi muncul, Bunda sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter. Konsultasi di masa pandemi bisa dilakukan melalui telepon atau online agar si kecil mendapat penanganan yang tepat.

3. Kendalikan faktor penyebab alergi susu sapi

Setelah konsultasi dan menjalankan saran dokter, Bunda sebaiknya juga mengendalikan faktor penyebab alergi. Dengan kata lain, hindari pemicu alerfi dengan tetap memberikan nutrisi i yang dibutuhkan oleh si kecil. Berikan alternatif nutrisi yang tepat agar si kecil bisa tetap tumbuh dan berkembang secara optimal.

5 Tips Tanggap Alergi di Masa Pandemi

Lebih lanjut, Prof. Budi menyampaikan 5 tips tentang tanggap alergi di masa pandemi. Apa saja tipsnya? Bisa Bunda baca pada infografis yang saya buat ya.

Tips alergi anak di masa pandemi

Kalau ada yang mau ditanyakan bisa ke komentar ya, Bunda

Tips di atas tampaknya mudah dilakukan. Tapi mengajarkan si kecil tentang kebersihan diri terutama cuci tangan juga butuh konsistensi dan kesabaran. Membawa si kecil untuk imunisasi di masa pandemi juga harus hati-hati dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Saya sampai pindah ke klinik khusus vaksin dibanding ke rumah sakit. Yang penting imunisasi si kecil jangan sampai terlambat.

Natasha Rizky istri Desta

Natasha Rizky

Selama Webinar Tanggap Alergi tempo hari, ada juga sharing dari Mbak Natasha Rizky, salah satu Bunda idola saya. Ia bercerita tentang anaknya yang punya alergi sehingga ia harus mengenali gejalanya. Mbak Natasha juga tidak ragu berkonsultasi ke dokter dan ia sangat mengapresiasi SGM Eksplor Advance+ Soya yang terus mengadakan berbagai kegiatan edukasi yang terkait dengan anak alergi susu sapi sehingga lebih banyak lagi inspirasi untuk Bunda di Indonesia agar menjadi Bunda Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K.

Untuk Bunda yang ingin tahu lebih lengkap mengenai kampanye Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, yuk, kunjungi website https://www.generasimaju.co.id/alergianak dan akun Instagram @soya_generasi maju atau akun FB Soya dukung Generasi Maju. Pada Instagram dan website tersebut terdapat konten edukasi digital yang super lengkap. Ada sesi Expert Chat bekerja sama dengan beberapa publishers seputar nutrisi dan penanganan anak yang alergi susu sapi, kelas Zumba Tanggap Alergi untuk Bunda dan si Kecil agar tetap aktif dan sehat, dan inspirasi kreasi resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Advance+ Soya yang bernutrisi, bekerja sama dengan celebrity chef. Ada juga tips-tips untuk si kecil yang alergi susu sapi agar tetap sehat dan nyaman beraktivitas di rumah.

Wah, lengkap sekali, bukan konten digital nya? Semoga Bunda dengan si kecil yang alergi bisa tetap sehat di masa pandemi.

(Visited 25 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Leave a Reply

error: Content is protected !!