Saoto Bathok, Kuliner yang Mengusung Tema Experience

Facebooktwitterredditmail
Saoto Bathok Mbah Katro. Dokumentasi pribadi
Saoto Bathok Mbah Katro. Foto dokumen pribadi

Hari beranjak sore ketika kami selesai mengelilingi Museum Affandi. Siapa sangka cacing-cacing di perut mulai meminta jatah. Jadilah setelah berwisata edukasi, terlintas di benak kami untuk mampir makan mengganjal perut. Pinginnya sih makan yang hangat-hangat, cocok dengan langit yang mulai mendung. Jam 3 sore rasanya nanggung banget ya, mau makan besar belum waktunya, mau ngemil tapi lapar, untung saya ingat ada tempat makan yang lagi nge-hits di Jogja.

Awalnya saya tahu justru dari adik saya yang bekerja di Jakarta. Akhir pekan ini, dia pulang ke Jogja, dan di hari Sabtu pagi, dia bilang mau makan di Saoto Bathok yang terkenal itu. Spontan saya bingung, lha kok saya yang asli Jogja malah belum pernah dengar tempat makan tersebut. Jadilah di hari yang sama, saya ingin menjawab rasa penasaran tadi.

Setelah googling lokasi Saoto Bathok, ketemu juga bahwa letaknya di dekat Candi Sambisari, di jalan ke arah menuju Bandara Adisucipto, berkelok-kelok sedikit, tapi mudah ditemukan.

Foto dokumen pribadi

Hal yang pertama kali membuat saya melongo adalah lokasinya yang diapit sawah. Pantas saja tempat ini menjadi popular, tempatnya asri dan nyaman. Di lengkapi dengan meja dan kursi dari kayu dan bambu, membuat tempat ini semakin terasa tradisional. Ada juga yang lesehan, semacam saung bambu atau gazebo gitu. Yang mengesankan juga ada permainan anak-anak seperti jungkat-jungkit dari bambu dan ayunan kayu, sayang ayunannya sepertinya ketinggian atau memang sudah rusak.

Sebelum duduk, di bagian depan warung, kami langsung memesan 3 bathok soto dan tempe goreng. Minumannya es jeruk dan jeruk hangat. Beberapa menit kemudian, datanglah pesanan kami, masih hangat. Najla yang sedang mengantuk, tadinya ogah-ogahan, tapi begitu dia melihat ada pohon Talok di atas tempat duduk kami, jadilah dia bersemangat. Iya, anakku suka makan buah talok, hehe.

Saoto, sebutan lain untuk Soto di Solo
Saoto, sebutan lain untuk Soto di Solo
Saoto bathok, tempe goreng dan jeruk hangat. Foto dokumentasi pribadi
Saoto bathok, tempe goreng dan jeruk hangat. Foto dokumen pribadi

Soto pun saya cicipi, hmm, lumayan sih, seperti soto daging pada umumnya. Tempe gorangnya lumayan istimewa, gurih dan garing menurutku. Dari dokumentasi teman saya yang ke sana, juga ada telur puyuh dan sate usus bacem, mungkin waktu kami datang, kedua menu tersebut sudah habis. Oh ya, ada kerupuk juga sebagai pelengkap.  Saya sukanya nyelupin kerupuk di kuah soto, meleleh seketika dan jadi ada rasa sotonya sewaktu dimakan=)



Buat teman-teman yang lagi lapar banget, sebaiknya memesan lebih dari satu porsi kalau ke sini. Saoto bathok yang dibanrol seharga 5.000 rupiah, porsinya memang sesuai harganya. Jadi bisa nggak kenyang kalau hanya pesan sebathok. Suami saya saja nambah, tapi karena kesorean, tinggal saotonya saja, nasinya sudah habis.

Masih banyak sawah di Jogja=)
Masih banyak sawah di Jogja=)
Lahap karena pakai kerupuk =D
Lahap karena pakai kerupuk =D

Selesai makan, saya tak lupa foto-foto dong untuk mengabadikan momen. Najla sibuk makan talok, saya sibuk hunting lokasi yang instagramable. Hmm, saya kasih bintang 3,5 dari 5 bintang deh untuk Saoto Bathok ini. Buat teman-teman yang memang mau ke Candi Sambisari, bolehlah mampir ke sini dan mencicipi Saoto yang khas karena disajikan bukan di mangkok tapi di atas bathok kelapa. Saoto ini, memang experience-nya yang dijual (inget ilmu marketing dari seminar).

Lokasi Saoto Bathok: Jalan Candi Sambisari, Yogyakarta, Indonesia (lihat peta)
No telepon: +62 813 9214 4526

(Visited 183 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

10 thoughts on “Saoto Bathok, Kuliner yang Mengusung Tema Experience

  1. Ihwan Reply

    Emang sekarang ini pengusaha kuliner harus kreatif, bukan hanya menjual makanan tapi juga menjual hal lain misal experiecne, atmosfer dan lain-lain.

  2. Aprillia Ekasari Reply

    Kirin tadinya jualan soto sam bothok (dua2nya masakan yg aku kangenin huhuhu)
    trnyata sotonya disajikan di bathok hihihi, wenak tu kalau pas laper2 makan sambil menikmatin pemandangan sawah 😀

  3. Ratna Dewi Reply

    Selalu suka soto di daerah-daerah Jogja atau Solo, sotonya bening plus yang spesial ada tempe jaitnya. Jadi ngiler deh liat postingan ini.

    • dian.ismyama Post authorReply

      Ayo main ke jogja=).saya malah suka soto yg buram alias berbumbu banyak atau bersantan kayak sotp banjar. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.