Rumah Ramah Rubella, ketahui TORCH sejak dini yuk!

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

Rumah Ramah Rubella, sebuah rumah untuk para orangtua anak berkebutuhan khusus.

TORCH (Toxoplasma gondii, Other disease, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex) adalah salah satu infeksi yang perlu kita ketahui. Mengapa? Karena biasanya terjadi di masa kehamilan, sering tanpa gejala nyata, namun dapat berdampak serius pada janin yang dikandung.Hal terburuk yang dapat terjadi adalah keguguran.Namun bila bayi berhasil dilahirkan, kemungkinan besar anak menjadi cacat fisik/mental, seperti hidrosefalus, mikrophtalmia, mikrosephalus, endophtalmia.Jika terjadi pada trimester ketiga dapat menyebabkan retardasi mental, retinokoroiditis, serta lesi pada organ tubuh janin. Istilahnya adalah cacat kongenital, dimana kecacatan ini bisa melanda semua organ tubuh, termasuk organ sistem saraf pusat dan perifer yang mengendalikan fungsi gerak, penglihatan, pendengaran, sistem kardiovaskuler (jantung) serta metabolisme tubuh. (Ethical Digest No.79, Thn.VIII, September 2010)

Dari penjelasan diatas, akibat yang ditimbulkan cukup mengerikan bukan? Saya sendiri beruntung sebagai seorang dengan background kesehatan, sehingga cukup familiar dengan infeksi TORCH ini. Maka, ketika saya memutuskan untuk tidak menunda kehamilan, saya berencana untuk tes terinfeksi/tidaknya melalui Lab.

Namun karena kesibukan dan lain hal, akhirnya saya baru benar-benar mencek ketika saya mengetahui kalau saya hamil. Sebenarnya dokter kandungan saya sendiripun tidak terlalu menekankan harus tes TORCH atau tidak, tapi bagi saya pribadi alangkah bijaknya bila memang ada waktu, tenaga dan dana maka TORCH merupakan salah satu infeksi yang perlu diantisipasi bagi pengantin baru yang menginginkan momongan.

Rumah Ramah Rubella, Komunitas untuk Orangtua dengan Anak Terinfeksi TORCH

Saya menyadari bahwa tidak semua calon ibu paham mengenai TORCH, jangankan paham, bahkan mungkin banyak yang belum pernah mendengar. Bersyukur sekarang sudah ada Rumah Ramah Rubella (RRR), komunitas yang didirikan oleh mba Gracie Melia untuk mewadahi orangtua yang anaknya terinfeksi TORCH.

Komunitas ini dapat teman-teman temukan di grup Facebook, sebuah langkah awal yang menurut saya kedepannya dapat bermanfaat besar bagi lebih banyak orang.

Rumah Ramah Rubella mengedukasi calon ibu tentang apa itu TORCH, bahayanya, pencegahannya, dan lain-lain. Rumah Ramah Rubella juga tempat untuk sharing dan bertukar informasi mengenai problem dan kendala-kendala yang dihadapi anak-anak yang lahir dengan Rubella. Oleh karena itu, saya berharap Rumah Ramah Rubella dapat terus langgeng dan melebarkan sayapnya di dunia online dan offline. Aamiin.

Logorumahramah

Terus terang, saya sebagai silent reader Rumah Ramah Rubella, selalu berkaca-kaca ketika membaca sharing dari ibu-ibu terpilih dengan amanah anak berkebutuhan khusus. Saya merasa harus lebih banyak bersyukur, melihat teman-teman sesama ibu yang begitu tangguh dan semangat berjuang untuk anak-anak tersebut.

Sungguh merupakan tamparan bagi saya yang kadang tanpa disadari mengeluh lelah menghadapi tingkah dan polah anak saya Najla (25 bulan) yang sedang aktif-aktifnya, padahal secara fisik Najla normal. Saya belum tentu mampu menghadapi apa yang ibu-ibu tersebut hadapi. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi keberadaan Rumah Ramah Rubella.

Rumah Ramah Rubella dan Ide Pengembangannya

Oke, selanjutnya saya coba menuangkan ide-ide saya untuk pengembangan Rumah Ramah Rubella:

1. Charity sebagai dana untuk tes TORCH dan pengobatan anak-anak dengan infeksi TORCH yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Saya tahu bahwa biaya untuk melakukan tes TORCH tidaklah murah, apalagi untuk berbagai pengobatan, operasi maupun fisioterapi bagi anak-anak yang lahir dengan infeksi TORCH. Oleh karena itu alangkah baiknya mulai dipikirkan adanya kas Rumah Ramah Rubella yang nantinya dapat dipergunakan untuk hal-hal urgent bagi keluarga tidak mampu. Proyek penggalangan dana ini bisa di realisasikan dengan berbagai cara, yaitu:

a. Membuat buku kisah inspiratif based on true story, yang nantinya hasil penjualan seluruhnya disalurkan untuk kas amal RRR. Saya yakin beberapa penerbit buku minor maupun mayor dapat diajak bekerjasama untuk tujuan charity.
b. Dapat juga dengan mengajukan proposal ke sponsor atau dinas kesehatan terkait (teknisnya sebenarnya saya kurang tahu, tapi saya yakin kedepannya siapa tahu Rumah Ramah Rubella akan berkembang menjadi yayasan offline yang bisa bekerjasama dengan kemenkes ataupun organisasi internasional terkait)

2. Edukasi TORCH secara online dan offline

a. Untuk online, menggunakan Facebook sebagai langkah awal sudahlah bagus. Bisa dikembangkan menjadi blog/website sehingga menjaring lebih banyak orang. Oh ya, edukasi melalui twitter juga terbilang cepat responnya.
b. Untuk offline, menurut saya perlu diadakan seminar edukasi mengenai pencegahan/antisipasi infeksi TORCH bagi calon ibu dan ibu hamil.

Rumah Ramah Rubella bisa bekerjasama dengan puskesmas yaitu bagian KIA (Konseling Ibu dan Anak), kerjasama dengan Rumah Sakit dalam bentuk seminar dengan menghadirkan narasumber dokter yang kompeten dibidang tersebut dan tentu saja menghadirkan member Rumah Ramah Rubella untuk sharing kisahnya, ataupun bekerjasama dengan ibu-ibu PKK di wilayah-wilayah di tempat tinggal member RumahRamah Rubella masing-masing.

Sasaran dari edukasi ini adalah para calon ibu dan ibu hamil, sehingga nantinya diharapkan kesadaran untuk tes TORCH dan pencegahan agar tidak terinfeksi (seperti memelihara binatang tertentu yang harus dipastikan kesehatan binatang tersebut, menghindari konsumsi daging mentah/setengah matang, menghindari konsumsi sayuran mentah yang diragukan kebersihannya, dan cuci tangan, termasuk edukasi penggunaan vaksin MMR).

Oh ya, untuk edukasi seperti ini menurut saya Rumah Ramah Rubella membutuhkan sukarelawan/volunter, jadi mungkin sebelum mengadakan acara bisa dibuka perekrutan sukarelawan tersebut.

Semoga ide yang saya tuliskan diatas dapat bermanfaat untuk Rumah Ramah Rubella. Sukses selalu dan tetaplah bersemangat, Tuhan tidak memberikan ujian yang melebihi kemampuan hambaNya. Jadi ibu-ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, pasti MAMPU menghadapinya.

(Visited 64 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

One Comments

  • aRai February 20, 2014 Reply

    saya mah gak bisa hamil jadi ga perlu mengetahui gejala TORCH juga yah

Leave a Reply

error: Content is protected !!