La Pie Jogja, Makanan dan Minuman Khas Tempo Doeloe

Facebooktwitterredditmail

Saya baru menyadari bahwa selain di Jalan Palagan, saat ini Lempong Sari dan Jalan Damai juga nggak kalah soal kulinernya. Sebut saja ada Iga Sapi Bali, Kring krong, hingga yang pernah saya datangi yaitu La Pie.

La Pie Jogja lokasi





La Pie Jogja ini berada bersebelahan dengan Kring Krong., dan sederetan pula dengan tempat makan lainnya, seperti angkringan dan siomay. Nah, uniknya La Pie Jogja memakai nama seperti resto italia, tetapi bila di artikan dalam bahasa jawa berati “lha gimana”, hehe.

Penampilan waitersnya juga unik, menggunakan seragam seperti koki hotel, lengkap dengan topinya. selain itu, suasana resto La Pie Jogja juga nyaman, homy, dengan berbagai perabotan vintage yang penuh dengan quote dan hiasan lucu Lihat deh kursinya seperti sofa di ruang keluarga di rumah, ada bantal nya pula. Saat kami baru datang, dan melihat isi meja pelanggan lain, unik lho cangkir minumnya pakai blirik. Terus juga makanannya ditaruh di atas wajan kecil gitu.

Quote-quotenya bagus

Nah, sewaktu kami melihat menunya, ternyata pilihan makanannya banyak. Nggak hanya makan besar saja tapi juga ada cemilan. Nggak hanya menu western saja, tapi juga ada menu tradisional, tempo doeloe. Contohnya, selain ada sandwich dan salad, eh jadah bakar dan jagung rebus juga tersedia lho. Nggak nyangka deh pilihan menu makanannya sebanyak ini, sama dengan pilihan minumannya, selain jus juga ada minuman tradisional lho, seperti es kencur, temulawak, kunir asam, sekoteng, bajigur, susu jahe dan banyak lagi.

Makanan sebanyak ini nggak habis dan disarankan untuk dibungkus oleh La Pie (ada tulisannya gitu di meja). Foto dokpri

Setelah memilih menu, kami memutuskan memesan jamur crispy bumbu keju, ayam crispy bumbu BBQ, dan nasi lauk telur dadar. Cemilannya kami memesan edemame.

Rasa

Minumannya seteko! Padahal harganya 6 ribu. Foto dokpri

Tak perlu menunggu lama, pesanan datang dengan cepat. Kaget juga pas lihat minumannya dapatnya seteko! dilengkapi dengan gelas kecil untuk minumnya.

Telur dadar bawang lengkap dengan sambal. Foto dokpri
Warna kulit edemamenya hijau segar, tapi kematangan dalamnya pas. Foto dokpri
Foto atas ayam crispy, bawah jamur crispy. Dokumen pribadi.

Terus lauk ayam crispy dan jamur crispy-nya juga porsi besar. Dari penampakannya memuaskan lah. Gimana dengan rasanya? Ternyata oh ternyata, rasanya juga nggak kalah dengan penampakannya. Bumbunya pas, kriuknya pas, telur dadarnya enak, dan tentu saja minumannya super segar dan fresh. Saya kasih nilai 8,5 untuk rasanya.

Hal unik

Kelihatan kan kalau banyak jajanan tempo dulu dan mainan tradisional di belakang jajanan. Foto dokpri

Selain dekorasi restonya yang unik. La Pie juga memiliki keunikan lain, yaitu disediakannya cemilan anak zaman dulu dan mainan tradisional anak. Iya, ada coklat payung, permen yang bikin lidah berwarna-warni, dan sebagainya. Ada mainan tradisional dakon, halma, ular tangga, catur, monopoli, plembungan balon, dan sebagainya. Jadi para pengunjung yang membawa anak bisa betah. Sama halnya dengan pengunjung yang datang beramai-ramai, bisa nongkrong lebih lama sambil main mainan tadi.

Angklung dan gamelan. Foto dokpri

Ada juga alat musik tradisional yang boleh dimainkan lho. Tentu saja anak saya senang dong.

Oh ya, saat membayar, kami juga diberi kartu member dan kertas kupon parkir. Jadi kalau belanja 10 kali, bisa free apa gitu. Terus kupon parkirnya dikasihkan ke tukang parkir, jadi kita nggak perlu bayar parkir. Yeay, seru kan?

Nah teman-teman kapan-kapan perlu coba makan di sini ya:)

(Visited 828 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

5 thoughts on “La Pie Jogja, Makanan dan Minuman Khas Tempo Doeloe

Leave a Reply

Your email address will not be published.