Kuliner Unik Khas Parapat

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Kuliner Unik Khas Parapat

Parapat, sebuah kota cantik di tepi teluk Danau Toba merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Girsang Sipanganbolon kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kota ini menjadi tempat singgah bagi wisatawan yang melintas di Jalur Lintas Sumatera bagian barat yang menghubungkan kota Medan dan Padang. Kota ini juga menjadi akses bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Samosir – Danau Toba melalui pelabuhan Ajibata. Jalur lain menuju Pulau Samosir adalah dengan memutari tepian Danau Toba sampai dengan Pangururan di mana Pulau Samosir terhubung dengan daratan Pulau Sumatera.

Danau Toba adalah satu dari sekian wisata yang masuk ke wishlist saya untuk dikunjungi. Membayangkan bisa menikmati udara sejuk di Pulau Samosir sembari memandang ke arah Danau Toba adalah sebuah impian yang tak dapat saya lukiskan. Siapa sangka, ternyata ada kota cantik di sana, yang juga memanggil untuk disinggahi.

Parapat sebagai kota tua banyak menyimpan bangunan-bangunan bersejarah seperti Hotel Inna Parapat yang menjadi hotel pertama yang dibangun pada tahun 1911. Hotel ini juga dapat dipesan di Traveloka. Bahkan di kawasan Tanjung Sipora-pora terdapat bangunan dengan arsitektur bergaya Belanda yang tidak terawat di sisi kiri kanan jalan. Sebuah bangunan fenomenal yang tidak banyak diketahui orang telah menjadi saksi sejarah bangsa juga berada di Parapat, yaitu sebuah pesanggrahan kuno yang berdiri di tebing curam dengan pemandangan langsung ke Danau Toba menjadi tempat persinggahan Presiden RI pertama bersama Agus Salim dan Sutan Syahrir sebelum diasingkan ke Berastagi oleh Belanda.

Sebagai kota kecil dengan pemandangan Danau Toba yang indah, di kota Parapat tersedia hotel berbintang dan bungalow yang berdiri di tepi danau dengan pemandangan danau sebagai daya tariknya. Hotel-hotel ini menjadi tempat transit bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang hendak berpesiar ke Danau Toba.

Photoright: anthonynh.blogspot.com

Photoright: anthonynh.blogspot.com

Selain potensi alam yang menjadi keunggulan wisata di kota Parapat, kuliner khas menjadi hal yang wajib untuk dicicipi bila kita berkunjung ke kota ini. Berikut ini beberapa kuliner khas yang ada di kota Parapat.

Pizza Andaliman
Pizza kini tidak hanya menjadi makanan khas Italia saja. Makanan ini sudah mengalami berbagai penyesuaian rasa dan topping yang disesuaikan dengan citarasa masyarakat setempat. Sebagai contohnya pizza khas Toba Samosir yang diberi nama Pizza Andaliman telah mengalami kreasi sedemikian rupa sehingga diterima oleh masyarakat Batak pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya.

Pizza yang semula hanya ada di Jl. Tarutung Km.1, Sangkar Nihuta, Balige – Toba Samosir kini juga telah merambah Parapat dengan mengambil lokasi di tempat musisi Tongam Sirait dengan slogan Pizza Andaliman yang terkenal yaitu Italian Style, Batak Taste. Keunikan pizza ini terletak pada bumbu rempah andaliman sesuai dengan namanya.

Andaliman adalah bumbu masak khas Asia yang berasal dari kulit luar beberapa jenis tumbuhan dengan marga Zanthoxylum sejenis jeruk-jerukan. Karena di Indonesia banyak digunakan di Sumatera Utara, andaliman ini lebih dikenal dengan nama populer merica Batak.

Pizza yang dibuat dari tepung terigu yang sehat dengan topping sayur-sayuran yang mudah didapatkan di pasar tradisional dan menggunakan saos andaliman memberikan aroma jeruk yang lembut nan menggigit sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah walaupun tidak sepedas citarasa cabai atau lada. Toppingnya pun beragam mulai dari topping daging seperti pizza pada umumnya hingga topping sayuran untuk mereka pecinta vegetarian. Unik dan patut dicoba!

Photoright: medan.tribunnews.com

Photoright: medan.tribunnews.com

Mie Gomak
Sambil menikmati indahnya Danau Toba jangan lewatkan untuk mencicipi mie khas Batak yang diberi nama Mie Gomak yang banyak dijual di warung di pinggir jalan. Mie ini sejenis mie spaghetti yang dimasak dengan menggunakan campuran bumbu khas Batak yaitu andaliman.

Asal mula nama Mie Gomak sendiri berasal dari kata digomak-gomak yang berarti digenggam pakai tangan karena dahulu penyajiannya dengan cara demikian. Disebut juga Spaghetti Batak karena bentuk mienya yang besar-besar seperti spaghetti Itali.

Cara pembuatan mie ini adalah dengan cara direbus untuk mie kuah dengan bumbu yang terpisah. Ada juga yang menyediakan mie gomak ini berupa mie goreng dengan sambal cabe rawit andaliman yang memberi aroma lebih lezat pada masakan. Dengan campuran aneka sayuran seperti kentang, buncis dan lainnya serta santan pada kuah dengan rempah-rempah termasuk andaliman menjadikan mie mempunyai citarasa gurih dan sedikit pedas yang sesuai dengan alam Parapat yang dingin.

Photoright: kompas.com

Photoright: kompas.com

Ikan Pora-pora
Danau Toba menjadi anugrah bagi penduduk di sekitarnya. Selain menghadirkan panorama cantik yang alami, Danau Toba juga memberikan karunia lainnya dalam bentuk ikan pora-pora yang lezat dan bergizi. Ikan yang bersifat endemik dan mirip dengan ikan bilih yang ada di Danau Singkarak Sumatera Barat ini telah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat di sekitar Danau Toba.

Populasi yang melimpah dan pemeliharaan yang mudah menjadikan ikan pora-pora menjadi suatu berkah dan dimanfaatkan sebagai oleh-oleh khas Danau Toba dalam bentuk segar dan kering. Dalam pengolahannya, ikan pora-pora disajikan dalam bentuk crispy yang gurih. Bahkan Restoran Cemara Hijau di Hotel Inna Parapat menjadikan ikan ini sebagai salah satu menu masakan. Dengan cocolan saus yang terbuat dari mayonaise yang dicampur dengan saus sambal dan air jeruk akan memperkuat citarasa ikan pora-pora yang renyah dan gurih.

Photoright: ubermoon.me

Photoright: ubermoon.me

Wah banyak sekali ya kuliner khas Parapat, semuanya kesukaan saya pula, mulai dari pizza, mie, hingga ikan. Semoga suatu saat nanti saya dan keluarga bisa benar-benar pergi ke Parapat, menikmati keindahan kota tersebut dan menikmati kulinernya yang menggiurkan. Tentunya dengan destinasi utama ke Danau Toba, dan mengabadikan keindahannya dengan kamera dan dengan retina mata.

Siapa mau ikut saya ke Parapat?=)

(Visited 1,052 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

12 Comments

  • meutia rahmah May 19, 2016 Reply

    terakhir ke prapat 2013 lalu, kalau ke sana lagi patut dicoba kulinernya apalagi mie gomaknya. karena postingan ini jadi tau kuliner yang ada di prapat. salam kenal mba 🙂

    • dian.ismyama May 19, 2016 Reply

      Saya belum ke Parapat nih..huaa mupeng..salam kenal juga Mbak

  • Yoanna Fayza May 19, 2016 Reply

    Mupeng sama pizza andalimannya.. Kapan yaa bisa beneran kesana.. Hehee

  • ophi ziadah May 19, 2016 Reply

    aku penasaran sm pizza andalimannya
    kmrn sempet cobain jus andalimannya dah bikin mulut bergetar…keren! hahahaha
    gak ilang2 itu rasanya di mulut..
    pingin nyebrang toba lagi jalan2 lebih lama…

    • dian.ismyama May 19, 2016 Reply

      Mulut bergetar? Hihi dalam artian positif atau negatif ya itu?=D. Yuk ke samosir lagi..mau diajak dong saya#eh

  • Hairi Yanti May 19, 2016 Reply

    Wah, ada pizza juga ya. Saya juga pengin banget ke Danau Toba euy…

  • Aya May 19, 2016 Reply

    Huwa huwa….
    Begini nih efek kunjungan ke blog blog yang bahas Travelling #emakkurangpiknik 😀

    • dian.ismyama May 21, 2016 Reply

      Nanti kalau cetita ttg kuliner dan wisata lagi, aku tag ya.hehe

  • Fanny F Nila May 20, 2016 Reply

    Tiap pulang kampung ke sibolga, udh pasti ngelewatin parapat :).. dan kita sekeluarga biasanya lgs berhnti sebentar ngeliatin danau toba.. duhhh, kangen pgn pulang lagi.. di antara semua makanannya, yg blm aku coba cuma pizza andaliman mbak.. harus dicoba ih kayaknya ^o^..

    kalo mie gomak, di sibolga juga bnyk soalnya, jd udh puas bgt makanan itu 😀

    • dian.ismyama May 21, 2016 Reply

      Wah asyiknya pulkam nya nun jauh di sana..bentar lagi libur panjang nih pasti pulang kan ya..sip cobain pizza andalimannya

Leave a Reply

error: Content is protected !!