Ke Luar Negeri Ajak Anak, Do and Dont’s

Facebooktwitterredditmail

Ajak anak ke luar negeri, persiapan apa saja? Assalammualaikum sahabat ismi, setelah minggu kemarin bolak-balik rumah sakit untuk persiapan operasi, hari ini saya mau sharing yang agak ringan. Beberapa tahun yang lalu, saya, suami dan anak-anak sempat ke Malaysia karena ada nikahan anak dari saudara mertua.

Alasan anak-anak ikut tentu karena tidak ada yang menjaga di rumah. Selain itu, saya juga ingin mengenalkan budaya Malaysia (Melayu) kepada mereka. Apa makanan khasnya. Bagaimana bahasanya, dan sebagainya.

Selain mengunjungi saudara jauh, sekalian jalan-jalan. Nah, ternyata bepergian ke luar negeri bawa anak itu berbeda dengan jalan-jalan di dalam negeri. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Apa saja ya?

Persiapan ke Luar Negeri Bareng Anak

1. Persiapkan Paspor Jauh-jauh Hari

Paspor adalah dokumen yang sangat penting. Urus paspor jauh-jauh hari agar tidak gelagapan. Untuk bayi, dulu Kak Sara cara memotretnya dengan membaringkan di atas meja. Bagi anak yang sudah bisa duduk bisa didudukkan di kursi/meja.

Pasca pandemi, jangan lupa pastikan apakah perlu tes antigen/ PCR/ booster sebelum terbang. Persiapkan dokumen yang diperlukan terkait vaksin covid-19.

2. Siapkan Mainan/ Buku Untuk di Perjalanan

Sahabat ismi tidak perlu membawa semua mainannya. Cukup bawa yang paling disukainya. Karena kedua anak saya suka menggambar, kami membawakan kertas, pensil warna dan krayon.

Persiapan naik pesawat bersama anak
Kak Sara bawa empeng dan boneka monyet

Kalau anak punya buku atau boneka favorit, boleh juga dibawa untuk dibaca/ sebagai teman perjalanan. Beberapa maskapai memberikan mainan kepada anak-anak, tapi ada juga yang tidak. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mengandalkan pemberian.

Kadang di pesawat juga bisa menonton film di layar belakang kursi depan kita. Tapi ada pula yang layarnya enggak bisa nyala. Di bandara, sahabat ismi juga bisa membeli buku aktivitas seperti di toko Periplus. Beneran bagus-bagus lho, meskipun harganya lumayan.

3. Bawa Makanan Khas Indonesia Jaga-jaga Kalau Anak Susah Makan

Seperti perjalanan jauh pada umumnya, makanan itu tergantung selera. Apalagi anak-anak yang di Indonesia saja makannya picky. Dulu saat ke Malaysia, saya sempat membawa abon, pop mi, sereal, hingga roti tawar. Saya juga bawa susu dan cokelat bubuk untuk diseduh.

Oh ya, karena Kak Sara masih berumur 2 tahun, saya bahkan membawa mashed potato dan bubur instan untuk berjaga-jaga ketika ia tidak mau makan di waktu makan. Harapannya masih bisa makan di hotel dengan menyeduh bekal instan tadi. Dan percaya enggak percaya, makanan yang dibawa dari Indonesia kemakan lho. Terutama kalau anak-anak masih lapar di malam hari.

4. Jangan Pakaikan Perhiasan pada Anak

Dulu kedua putriku memakai anting. Tapi satu per satu anting lepas dari telinga dan jatuh entah dimana. Meskipun sudah tidak pakai anting, saya tidak lantas memakaikan gelang atau kalung kepada mereka. Selain ngeri hilang, saya juga khawatir kalau malah jadi sasaran pencurian.

5. Bawa Baju Lebih Daripada Kurang

Karena saya dan keluarga pergi ke Malaysia selama 6 hari, kami membawa barang berkoper-koper. Mengapa demikian? Karena kami berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain sehingga khawatir kalau mencuci baju malah tidak kering.

Saya juga membawa baju khusus untuk kondangan, karena memang tujuan awal kami ke Malaysia adalah menghadiri pernikahan saudara. Karena saat itu masih ada batita yang pakai diapers, baju gantinya juga banyak. Sudah kayak mau pindahan! Btw, kaos anak-anakpun sempat nyaris kehabisan sehingga di hari-hari terakhir, kami beli baju anak di mal, wkkkka.

6. Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

Perjalanan Jogja-Malaysia memang hanya 2 jam 30 menit, tapi bukan berarti terasa cepat. Tetap saja rasanya jauh karena sudah beda negara, hehe. Oleh karena itu, pastikan anak tidak sedang sakit.

Persiapan ke Malaysia
Pastikan bawa jaket

Lalu untuk menjaga kesehatannya, bawa jaket dan obat-obatan pribadi. Di Malaysia dan negara lain tentu ada apotek dan rumah sakit, tapi supaya tidak panik, setidaknya obat-obat P3K tetap dibawa sendiri.

7. Bawa Stroller/ Gendongan

Batu cave bawa anak
Sara waktu masih 3 bulan, digendong Mbahti

Kalau anak-anaknya masih kecil-kecil, saya sih menyarankan untuk membawa stroller atau gendongan. Pilih yang paling simpel dan paling dibutuhkan. Fungsinya banyak sekali. Terutama saat harus jalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lain.

8. Pastikan Anak Selalu dalam Pengawasan

Ajak anak ke Malaysia
Anak-anak digandeng Pakdenya di tempat wisata Japanese Village

Hal yang paling saya takutkan ketika berada di negeri orang adalah kalau tersasar/ hilang. Apalagi saat berada di keramaian seperti mal, restoran atau tempat wisata. Gandeng terus tangan anak atau gendong sehingga anak selalu berada di sisi orangtuanya/ keluarganya.

9. Jangan Lewatkan Jam Tidur Anak

Terus terang nomor 9 ini tidak mudah. Contohnya anak pertama saya yang hanya bisa tidur kalau di kasur. Atau kalau sudah sangat kecapekan baru deh bisa tidur, misalnya di kendaraan yang bergoyang.

Naik KLIA ekspres
Kak Sara tidur di mana saja

Sedangkan anak kedua saya bisa tidur di mana saja. Termasuk di gendongan atau di perjalanan.

Apakah ada sahabat ismi yang ingin menambahkan? Dulu bawaan saya termasuk banyak, karena yang ada di pikiran saya adalah enggak tahu lokasi menginapnya dekat dengan minimarket tidak.

Jadi barang-barang pribadi anak seperti diapers, obat, aneka minyak gosok, susu dan camilan sebisa mungkin bawa dari Indonesia. Kalau kehabisan baru deh beli di negara tujuan.

Semoga sharing ini bermanfaat ya.

(Visited 20 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

Leave a Reply

Your email address will not be published.