Ini Harapan Saya Jika Jakarta Bukan Ibukota Lagi

Facebooktwitterredditmail

Internet rumah rekomendasi dari saya. Beberapa tahun lalu, saya sempat menulis sebuah novel dengan setting Kalimantan (Pontianak) sebagai ibukota Nusantara. Novel ini bergenre science fiction, yang artinya segala yang ada di cerita tersebut hanyalah fiksi, bukan kejadian nyata.

Nama negara yang saya pakai bukan Indonesia, melainkan Nusantara. Meskipun ada beberapa nama tempat yang sama dengan Indonesia seperti Pontianak dan Danau Toba. Dalam cerita tersebut, ibukota sudah pindah ke Kalimantan. Tentu saja, settingnya di masa depan.

Siapa sangka, proyek perpindahan ibukota sudah dimulai. Bukan lagi wacana semata. Dan bila Jakarta tak lagi jadi ibukota, saya punya beberapa harapan.

Terus terang, saya bukan penduduk asli Jakarta. Saya lahir dan besar di Yogyakarta. Tapi saya keturunan Sumatera. Ibu saya orang Bangka, dan ayah saya orang Lampung-Arab. Sebagai campuran Sumatera dan besar di Jawa, saya tahu betul bahwa banyak budaya yang berbeda. Tapi kita adalah Indonesia. Meskipun berbeda tetap satu jua.

Menyambut HUT Jakarta yang ke-495 pada tanggal 22 Juni 2022, saya ingin menuliskan beberapa harapan. Harapan bagi ibukota yang sudah 13 tahun ini menjadi tempat suami saya mencari nafkah.

Harapan Untuk Jakarta Bila Tak Lagi Jadi Ibukota

Internet rumah di Jakarta

Saat tinggal di Jogja, bayangan saya tentang Jakarta adalah kota yang keras. Kasarnya kalau enggak kuat mental, bakal ambyar. Memang benar, baru tiga bulan di Jakarta, saya langsung mengalami 3 kejadian kriminal. Mulai dari pemalakan sopir angkot yang saya tumpangi, hingga jadi saksi di pengadilan karena sebuah kasus pencurian.

Rasanya mantap. Tapi semua orang bilang, kalau berhasil survive di Jakarta, maka pasti bisa tinggal di kota lain di Indonesia.

1. Berharap Kriminalitas Akan Menurun

Kriminalitas di kota besar memang biasa terjadi. Penyebabnya adalah banyak penduduk Indonesia yang berharap bisa mencari nafkah di ibukota. Kesempatan kerja dan lapangan kerja yang tersedia juga lebih banyak.

Makanya kalau Jakarta sudah tidak lagi jadi ibukota, saya berharap ibukota baru akan lebih berkembang. Dengan kata lain, para pencari kerja tak hanya menuju Jakarta, tapi juga ke pulau lain yang kabarnya akan jadi Ibukota negara.

Semoga saja dengan begitu, mata pencaharian akan lebih merata sehingga tidak perlu ada yang mencari uang dengan berbuat kriminal.

2. Berharap Macet Akan Berkurang

Fakta kedua yang tak terbantahkan adalah kemacetan. Jogja saja sekarang sudah mulai macet. Apalagi Jakarta, macetnya sudah dari dulu. Pembangunan dan pembenahan transportasi umum yang masif, menjadi solusi yang semoga saja akan mengurangi kemacetan.

Penyebab kemacetan

Makanya saya berharap, kalau Jakarta sudah tidak lagi jadi ibukota, setidaknya kemacetan akan berkurang. Secara tidak langsung, pusat pemerintahan akan pindah ke ibukota baru. Yang artinya banyak PNS yang ikut pindah. Meskipun pusat industri dan bisnis masih di Jakarta.

Seperti New York dan Washington, dua kota di Amerika Serikat yang sekarang sama-sama berkembang. Mungkin itulah yang akan terjadi pada Jakarta dan ibukota baru.

3. Berharap Kualitas Udara Jakarta Semakin Bersih

Harapannya, berkurangnya kemacetan akan berdampak pada udara Jakarta yang makin bersih. Anggap saja pengguna transportasi pribadi berkurang, maka polusi udara pun berkurang. Saya mengharapkan langit Jakarta menjadi biru lagi, seperti saat awal-awal pandemi dulu Tapi tentu saja saya tidak mau ada kasus corona yang tinggi lagi.

Mungkin ada sahabat ismi yang belum tahu, berdasarkan data IQ Air indeks kualitas udara Jakarta saat ini berada pada level: 117 AQI US. Indeks ini (101-150) termasuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sebagai informasi, indeks kualitas udara dan polusi udara Jakarta > 8 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lalu apa penyebab buruknya kualitas udara di Jakarta? Menurut Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, penyebab utamanya adalah musim kemarau dan polusi dari kendaraan. Selain itu, pembangunan-pembangunan gedung di Jakarta pada tempat terbuka yang penuh tanah dan debu juga ikut menambah polutan.

Tak hanya itu, kelembaban tinggi dan suhunya rendah juga mengakibatkan polutan pencemar udara menjadi terakumulasi di lapisan troposfer. Hal ini membuat udara Jakarta seperti berkabut.

Sebagai anak yang besar di Jogja, tepatnya di daerah Jogja Utara, langit berkabut tentu sangat asing. Kecuali ketika Merapi meletus ya, tentu saja langit jadi penuh kabut asap. Dengan kata lain, pada hari-hari biasa, langit Jogja amat biru. Ditambah bonus pemandangan gunung dan yang kehijauan.

Makanya saya amat berharap, polusi udara di Jakarta akan berkurang bila Jakarta sudah tidak jadi Ibukota lagi. Semoga, harapan itu terwujud.

Cara Mengurangi Polusi Udara di Jakarta

Mungkin pindahnya ibukota negara masih agak lama. Tapi bukan berarti sahabat ismi tidak bisa mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta sejak sekarang.

Apa yang bisa dilakukan agar macet dan polusi berkurang?

1. Gunakan transportasi umum

Transportasi publik Jakarta
Saya dan teman-teman naik KRL

Cara nomor 1 ini sudah saya dan suami lakukan. Kami naik KRL bila ada pekerjaan atau acara di Jakarta. Bahkan suami saya sudah 13 tahun naik KRL setiap kali bekerja. Saya berharap, KRL makin hari makin bagus fasilitasnya. Kalau perlu dilakukan penambahan kereta atau gerbong, agar tidak penuh di jam berangkat dan pulang kerja.

2. Uji emisi kendaraan

Bila terpaksa membawa kendaraan pribadi, kami melakukan uji emisi kendaraan. Hal ini penting agar gas emisi yang dibuang dapat dikendalikan sehingga tidak mengotori udara.

3. Urbanfarming/ menanam tanaman anti polutan

Urban farming mulai digaungkan saat pandemi datang. Banyak masyarakat yang bekerja dan sekolah dari rumah, sehingga mereka merasa bosan. Apalagi tempat hiburan dan wisata sempat tutup. Oleh sebab itu, mereka mencari kegiatan yang bermanfaat sekaligus sebagai sarana hiburan. Nah, berkebun salah satunya.

Saya sendiri sudah mencoba menanam sayur-sayuran dan buah-buahan. Meskipun banyak gagalnya, saya enggak menyerah. Akhirnya saya banting stir ke tanaman hias. Tentu saja tanaman hias juga menyumbang udara bersih bagi lingkungan. Beberapa diantaranya merupakan tanaman anti polutan.

4. Pakai masker bila bepergian

Saat ini, aktivitas sekolah dan bekerja sudah kembali normal. Mau tak mau, saya dan keluarga mulai banyak bepergian. Kami tetap memakai masker meskipun aturan pemerintah sudah lebih longgar. Alasannya tentu saja agar udara yang terhirup bisa tersaring. Tahu sendiri bahwa udara di Jakarta dan sekitarnya masih seburuk ini.

5. Olahraga atau beraktivitas di dalam rumah bila polusi udara sedang tinggi-tingginya

Sahabat ismi bisa mengecek kualitas udara di sekitar dengan menggunakan aplikasi tertentu. Di zaman yang canggih ini, asal ada Wifi cepat, semua informasi bisa didapatkan dalam waktu singkat.

Bila kualitas udara sedang buruk, sebaiknya di rumah saja. Banyak kok kegiatan yang bisa dilakukan agar tidak bosan. Mulai dari nonton drama korea, nonton film via aplikasi, sampai berselancar di internet. Bahkan meeting juga bisa dari rumah. Sahabat ismi bisa menggunakan internet rumah agar lebih hemat.

Internet Rumah Pakai IndiHome, Anti Bosan Walaupun di Rumah Saja

Ibu-ibu biasanya cari paket internet rumah yang hemat? Nah, saya punya rekomendasi provider layanan internet dari Telkom Grup. Pada tahu dong ya Telkom Grup? Telkom Grup adalah perusahaan telekomunikasi digital yang merupakan gabungan dari seluruh anak perusahaan yang dimiliki oleh Telkom Indonesia.

IndiHome sendiri menyediakan layanan digital yaitu internet, telepon rumah dan TV Interaktif (IndiHome TV) dengan beragam pilihan paket serta layanan tambahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Lengkap sekali, bukan?

Layanan Keren dari IndiHome

Internet rumah murah

Jadi IndiHome enggak hanya menyediakan internet rumah saja, tapi lebih dari itu. Saya coba rangkumkan apa saja layanan kerennya ya.

1. Internet Rumah

Layanan internet rumah IndiHome antara lain Wifi.id Seamless yaitu bisa internetan di mana saja dengan jaringan Wifi.id di seluruh Indonesia. Ada pula layanan Speed On Demand yaitu bisa menambah kecepatan internet secara temporer sesuai dengan keinginan pelanggan.

Sahabat ismi juga bisa melakukan Upgrade Speed yaitu meningkatkan kecepatan internet broadband secara permanen sesuai dengan kebutuhan.

Yang tak kalah menarik adalah layanan Wifi Extender yaitu pelanggan dapat memperluas jangkauan sinyal wifi di rumah hingga setiap sudutnya, tanpa kabel tambahan.

2. Televisi

Pada kategori televisi, terdapat layanan TV Storage yang bisa merekam dan menyimpan tayangan favorit di IndiHome TV hingga mencapai 50GB. Pelanggan IndiHome juga dapat menikmati WeTV iflix yaitu bebas menonton hiburan Asia terbaik yang memiliki beragam tayangan series dan film keren.

Selain itu, IndiHome juga menyediakan layanan CATCHPLAY + sehingga pelanggan dapat memiliki bioskop pribadi selama 24 jam sehari. Ada pula layanan streaming serial dan film baik melalui Viu, Disney Hostar, Vidio, dan sebagainya. Bahkan di Mola TV, pelanggan juga bisa menonton tayangan liga ternama.

3. Layanan lain

IndiHome juga menyediakan layanan IndiHome Smart yang bermanfaat bagi keamanan dan kenyamanan. IndiHome Smart akan memonitor rumah pelanggan melalui smartphone/gadget dengan menggunakan perangkat kamera pengawas. Canggih ya.

Bagi content creator seperti saya, mendekam diri di rumah harus menghasilkan sesuatu yang produktif. Misalnya video-video edukasi yang saya tayangan di media sosial/ youtube.

Pas banget IndiHome juga punya layanan Cloud Storage for IndiHome. Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan ruang penyimpanan data online sebesar 16 GB selama 6 bulan untuk menyimpan data digital seperti foto, video, dokumen dan kontak. Tentu saja penyimpanan tersebut sangat praktis.

Satu lagi nih layanan internet rumah favorit saya, IndiHome punya Smooa. Dengan Smooa, sahabat ismi bisa berbagi kuota internet mobile untuk anggota keluarga saat di rumah atau di mana saja.

Kategori lainnya masih banyak ya. Sahabat ismi bisa mengecek langsung di website IndiHome, internet rumah terbaik.

Semoga pada HUT Jakarta yang ke-495, harapan saya bisa pelan-pelan terwujud. Tapi kalaupun belum, semoga bisa terwujud ketika Jakarta sudah tidak lagi jadi ibukota. Aamiin

(Visited 102 times, 27 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

9 thoughts on “Ini Harapan Saya Jika Jakarta Bukan Ibukota Lagi

  1. Irfa Hudaya Reply

    Makin banyak layanannya ya sekarang? Persaingan antar provider ketat sekarang ya? Keuntungan buat pelanggan makin banyak pilihan dan provider makin meningkatkan kualitas biar nggak ditinggal konsumen

  2. Laily Fitriani Reply

    Sepakat banget dengan keinginan Mbak nih, terutama nggak macet dan udara makin bersih. Btw, novel Mbak keren, tulisan Mbak secara tak langsung memprediksi masa depan nih.

  3. Farida Pane Reply

    Semoga semua harapanmu untuk Jakarta terkabul, ya. Dengan pindahnya ibukota, makin berasa deh pemerataan. Mau di mana aja, bisa tetap berkarya kalau jaringan internetnya bagus.

  4. Ulfahwahyu Reply

    Sepertinya itu juga akan menjadi harapan semua orang ya mbak. Mengingat betapa sibuknya kota Jakarta selama ini, bahkan ibarat mesin, gak pernah berhenti beroperasi. Semoga semua harapan baik akan terwujud. Jadi, sebagai orang daerah, kalau mau piknik ke Jakarta akan lebih nyaman, hehehe.

  5. Mugniar Reply

    Mbak Dian, sama deh harapan kita terhadap Jakarta … saya pernah ke Jakarta dan gak nyaman dengan suasananya. Semoga nanti, harapan2 itu terpenuhi dan Jakarta bisa jadi lebih nyaman yaa.

  6. Hendra Suhendra Reply

    Saya khawatir, tingkat kriminalitas di Jakarta malah meningkat, jika Jakarta nggak lagi jadi ibukota. Tapi semoga nggak sih ya,

    Ngomongin soal internet rumah, ya IndiHome jagonya. Saya juga pakai IndiHome sudah setahun lebih. Untuk kebutuhan internet cepat di rumah….

  7. Nursini Rais Reply

    Saya penasaran dengan keunggulan indihome. Sayangnya di tempat saya tak jadi2nya. Kabel dan tiangnya sudah lama terpasang. Malahan banyak yang sudah rusak. Tapi beberapa bulan terakhir kayaknya mereka udah mulai bergerak lagi, memperbaiki bagian yang telah hancur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.