Hokben Restoran Halal untuk Keluarga

Facebooktwitterredditmail

Hokben Restoran Halal untuk Keluarga

Restoran Hokben Jalan Kaliurang, Yogyakarta tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena jam makan siang, tetapi karena kedatangan blogger-blogger Jogja. Tanggal 4 Juni 2016, kami para blogger diundang dalam acara diskusi #HokbenHalal oleh manajemen Hokben. Maka pada hari itu, sekitar 38 blogger meluangkan waktunya demi mendapat pencerahan dan agar dapat menjadi penyalur informasi kehalalan Hokben ke masyarakat melalui media sosial.

Acara dibuka dengan materi dari Manager Hokben yang bercerita tentang sejarah pendirian Hokben, mulai dari gerai kecil di tahun 1985, hingga saat ini menjadi besar dengan 150 gerai di seluruh Indonesia.

Sejarah Hokben

Gerai pertama Hokben dibuka di Surabaya, dan saat ini sudah ada 13 gerai di Surabaya. Pada tahun 2007, Hoka Hoka Bento meluncurkan call center-nya untuk layanan delivery. Lalu, pada tahun 2008 website Hoka Hoka Bento pertama kali dilaunching agar konsumen dapat memesan secara online. Saat itu juga, Paket Kidzu Bento diperkenalkan untuk anak-anak. Nah, tahun 2008 adalah tahun yang penting, karena di tahun tersebut Hoka Hoka Bento memperoleh sertifikat halal, yeay! Terbukti, kan, bahwa Hokben restoran halal. Mengenai sertifikat halal ini akan saya jelaskan lebih lanjut ya.

Melihat antusiasme konsumen muda terhadap produk Hoka Hoka Bento, akhirnya pada tahun 2012 didirikanlah Hocafe, yang ditujukan untuk kaum muda, dengan bentuk dan fasilitas gerai yang lebih fresh dan simpel. Tahun terpenting kedua setelah 2008, adalah tahun 2013, Hoka Hoka Bento melakukan rebranding dari merk Hoka Hoka Bento menjadi Hokben. Hal ini dilatarbelakangi penyebutan Hokben dibanding Hoka Hoka Bento lebih familiar dan lebih sering diucapkan oleh konsumen. Wah, jadi manajemen Hokben begitu aware ya soal branding ini, karena peduli pada konsumen, sekalian saja namanya diubah menjadi Hokben, dan memang lebih mudah diucapkan juga sih ya.

Award dan Accolades

Hokben ternyata mengantongi berbagai award lho, mulai dari Top Brand Fast Food Chain di tahun 2009, hingga beberapa kali mendapatkan award sebagai Superbrand. Yang menarik adalah award yang didapat pada tahun 2015 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, yaitu sebagai Pelaku Usaha Peduli Lingkungan. Wow! Penasaran kenapa bisa? Tentu saja karena komitmen Hokben terhadap lingkungan, antara lain, memakai plastik yang dapat terurai, lalu yang tadinya kotak produk memakai steroform, diganti menjadi bukan sterofom.

Launching produk baru, Berbagi Kehangatan Bersama Omiyage!

Menjelang bulan puasa, Hokben juga punya kejutan lho, yaitu dengan adanya produk baru yang menarik. Diberi nama Omiyage, atau dalam bahasa Jepang, berarti buah tangan. Maksud diluncurkannya produk ini, adalah agar yang menikmati Hokben tidak hanya satu orang saja, namun bisa beramai-ramai. Jadi, Omiyage sendiri ada dua pilihan, yaitu paket ber-4 dan paket ber-6. Isinya apa saja? Bisa dilihat di foto ini ya.

Ada apa lagi di Hokben selama Ramadhan?

Nggak hanya ada paket Omiyage saja, tapi juga ada paket bento Ramadhan lho. Paket bento ini isinya lengkap mulai dari makan besar, sayur hingga takjil berupa inaco/jelly. Hokben juga mengadakan program β€œShare to Love” yaitu dengan memposting tentang Ramadhan di media sosial Hokben, pemenangnya bebas mengirim paket menu Hokben, ke orang yang disayangi. Para konsumen juga dapat berbagi paket Hokben ke panti asuhan atau panti jompo melalui Hokben, karena setiap store-nya memiliki list panti-panti tersebut.

Hokben Restoran Halal

Ini dia yang ditunggu-tunggu, bagaimana ceritanya Hokben memiliki sertifikat halal? Mudah kah mendapatkannya?

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan lho! Hai itulah yang sempat dikatakan oleh Ibu. Ir. Hj. Osmena Gunawan, Wadir LPPOM MUI Pusat sekaligus Direktur LPPOM MUI DKI saat menjelaskan kepada teman-teman blogger.

Dasar hukum yang dipakai untuk kehalalan adalah Al Baqarah ayat 168.

Oleh karena itu, penting agar makanan yang masuk ke perut adalah makanan halal, dan thayyib. Bila kehalalan makanan telah secara jelas disebutkan di Al Qur’an, yaitu bukan bangkai, bukan babi, darah, kamr, dan yang disembelih dengan nama Allah, maka thayyib sendiri berarti makanan yang lezat (makanan yang mengundang selera), baik (tidak kotor, tidak kedaluwarsa, tidak mengandung najis), sehat (bergizi seimbang), menentramkan dan paling utama.

Seperti dikatakan di awal, bahwa memperoleh SJH (Sertifikat Jaminan Halal) itu tidak mudah, setidaknya ada 11 kriteria yang harus dipenuhi oleh tempat/perusahaan yang mengajukan SJH tersebut. Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di slide di bawah ini:

Kriterianya ada 11, banyak ya=)

Hebatnya, Hokben telah lolos 11 kriteria tersebut, sehingga pantas menyebutnya sebagai Hokben restoran halal. Pihak manajemen Hokben mengemukanan bahwa untuk memperoleh SJH, Hokben juga harus mencari vendor yang ber-SJH, misalnya saja untuk vendor daging, maka Hokben pun mengambil daging ke produsen yang sudah bersertifikasi halal juga. Sebagai informasi, SJH ini hanya berlaku selama 2 tahun, dan harus terus diperbaharui, untuk memastikan apakah ada perubahan baik dari segi pemasok bahan baku, perubahan manajemen, SOP, dan sebagainya yang bisa saja tidak sesuai dengan prinsip kehalalan. Nggak semua perusahaan dapat berkomitmen untuk melakukan itu semua lho, bayangkan, per 2 tahun harus dicek dan diperbaharui! Salut deh buat Hokben restoran halal.

Ibu Osmena atau yang biasa disapa Bu Bos (lalu saya teringat Kapten Big Boss, hehe), merangkum beberapa tips memilih produk yang halal, agar mempermudah konsumen menentukan makanan mana yang halal dan yang meragukan.

Perlu diketahui bahwa logo MUI yang asli adalah seperti gambar di bawah ini, bukan yang berwarna lain atau tulisan halalnya berbeda, bahkan tidak ada kalimat Majelis Ulama Indonesianya. Hati-hati karena ada juga logo MUI abal-abal lho, bahkan bisa jadi si pemilik usaha malah nggak mengerti soal kehalalan, yang ditahu hanya logo MUI sedang tren. Wah, gawat kalau sampai seperti itu.

Untuk memastikan itu logo asli atau bukan, konsumen dapat bertanya ke MUI baik melalui email maupun sms ke 98555, dengan sms berisi kalimat: halal spasi nama restoran/makanan.

Selain itu, LPPOM MUI juga dapat dihubungi melalui Fan page LPPOM MUI, twitter @HalalIndonesia dan instagram Halal Indonesia. Bahkan aplikasi untuk android, ipad, dan iphone-nya juga sudah ada lho.

Diskusi kehalalan Hokben sangat berarti bagi saya pribadi. Saya jadi mengetahui bagaimana kriteria dan proses pengajuan sertifikat halal. Meskipun tidak mudah, tetapi bila ada niat dan komitmen dari perusahaan, maka proses sertifikasi pun akan berlangsung cepat dengan hasil yang memuaskan. Bila dalam proses sertifikasi masih ada yang kurang pas, maka LPPOM MUI akan memberikan masukan untuk dijalankan oleh perusahaan sehingga sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh SJH. Itu artinya, semua produk dan perusahaan, mempunyai kesempatan untuk menjadi halal dan lolos pengecekan SJH. Bu Bos juga menyampaikan bahwa kejujuran amat penting selama proses pengecekan tersebut.

Event yang diadakan oleh Hokben ini menjadi tonggak informasi kepada masyarakat, terutama pecinta kuliner dan pengusaha kuliner, agar lebih aware soal isu kehalalan ini. Saya pribadi mengharapkan agar para pengusaha lain juga tergerak hatinya untuk memastikan kehalalan produknya, agar konsumen muslim terutama, lebih terlindungi dari yang syubhat (meragukan).

Acara ditutup dengan tanya jawab, pembagian doorprice, santap siang dengan menu Hokben restoran halal, dan yang tak kalah seru, tentu saja foto bersama. Alhamdulillah, perut kenyang makan makanan halal dan thayyib dari Hokben restoran halal.

1. Selfie di Hokben Jakal, 2. Foto bersama blogger Jogja (by Manda), 3. Presentasi dari Hokben, 4. Kakak Najla menikmati menu anak, berhadiah buku lho.

Referensi:

Materi presentasi manajemen Hokben

Materi presentasi LPPOM MUI

(Visited 322 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

15 thoughts on “Hokben Restoran Halal untuk Keluarga

  1. Omali Reply

    Kalo resto jepang, saya punya 3 pilihan untuk mampir, Yoshinoya, Gokana Teppan ama Hokben. Cuma dari ketiganya, paling sering mampir ke Hokben, suka ada promo maenan soalnya, lumayan buat bocah, hehehe.

    • dian.ismyama Post authorReply

      Itu yang 2 lainnya saya belum pernah dengar. Apa memang nggak ada di Jogja y? Iy mainan buat anaknya memang menarik ya=)

    • dian.ismyama Post authorReply

      Padahal ini cita rasa sudah disesuaikan dg lidah Indonesia lho, coba lain kali ajak suami lagi. Yang aq suka kalau Hokben Jogja ada playgroundnya juga, jadi anak-anak betah=)

  2. Beautyasti1 Reply

    Mba, ikutan kompetisi di sosmed hokben deh.. Lumayan bisa dapet gratis omiyage ber-4.. Bisa foto flatlay or selfie bareng bento ramadhan, cara lengkap nya ada di instagram aku @beautyasti1 or twitter aku juga ada πŸ˜€ hehehee gak pake di undi

  3. Anisa AE - Wisata Malang Reply

    Aku mau tempuranya. πŸ˜€ Hehehe …. Agak ketar-ketir waktu mau makan, takutnya ada bahan yang gak boleh dikonsumsi muslim dan muslimah. Alhamdulillah kalau ternyata halal. Jadi aman hidangannya buat dinikmati seluruh keluarga. πŸ˜€ Minggu depan ajak anak2 ke sana ah!

  4. Vety Fakhrudin Reply

    jaadi ga ragu lagi makan hokben bareng keluarga. semoga resto jepang lainnya mulai mengikuti langkah hokben dalam mengantongi sertifikat halal mui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *