Beritahu Aku, Kawan, Adakah Cerita Tanggal Tua yang Lebih Mengiris Hati daripada Ini?

Facebooktwittergoogle_plusredditmail

cerita tanggal tua ismyam.com

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

Ini bukan kisah dimana perut melilit karena uang di dompet tinggal lima ribu. Ini juga bukan kisah di mana harga diri disembunyikan karena tidak bisa memenuhi ajakan teman untuk makan di kafe. Ini adalah cerita yang lebih perih, yang lebih menusuk daripada cerita tanggal tua yang pernah ada.

Alkisah ada seorang pria yang begitu gigih berjuang untuk keluarga. Sejak detik pertama mengucapkan ijab, di hari itulah, dirinya resmi menjadi imam sekaligus berkewajiban mencari nafkah. Alkisah ada seorang perempuan, yang di pundaknya terpikul kewajiban mendidik keluarga. Sejak hari pertama menandatangani surat nikah, ia berkeyakinan bahwa Allah akan meninggikan beberapa derajat orang yang menuntut ilmu dan mengamalkannya untuk mendidik anak-anaknya.

Kedua insan itu dipisahkan oleh keadaan. Seorang pria tangguh dan perempuan haus ilmu yang mengejar impian dan kehidupan yang lebih baik. Seorang suami dan seorang istri yang memastikan pemenuhan kewajiban dalam bahtera rumah tangga. Seorang ayah dan ibu yang sedang sama-sama berpeluh demi keluarga.

Sang Ayah yang giat bekerja

Sang Ayah yang giat bekerja

Adakah kisah yang lebih menyentuh daripada itu? Adakah kisah yang lebih haru daripada dirapalkannya doa-doa untuk satu sama lain agar kelak dapat berkumpul kembali?

Ya, doa mungkin adalah cara terbaik untuk saling memeluk kala jarak begitu jauh.

Hari ini, tepat satu setengah tahun semenjak mereka memutuskan untuk menjalani hidup sendiri-sendiri dulu. Selama itu pula, malaikat kecil menemani sang ibu menuntut ilmu, kembali ke kampung halaman. Siapa sangka, tumbuhlah malaikat kecil lain di rahim sang ibu. Mungkin Tuhan bermaksud menambah penjaga untuk menceriakan hari-hari sulit ibu tersebut. Atau Tuhan sedang menguji, seberapa kuat kedua hambanya tetap teguh menggapai cita saat ada cinta yang juga membutuhkan perhatian lebih.

Kau tahu kawan, hidup bertambah bahagia, tapi juga sulit.

Sang ayah bekerja lebih keras, mengambil lemburan, demi mengumpulkan pundi-pundi rezeki. Sang ibu belajar lebih giat, begadang sembari menyusui, demi lulus tepat waktu, tak perlu mengulang mata kuliah yang memperlama masa studinya. Sementara di situ ada dua bidadari yang perlu terus dicintai dan dimengerti.

Seorang perempuan penuntut ilmu

Seorang perempuan penuntut ilmu

Hari-hari bertambah rumit. Saat ibu harus menghadapi ujian, dan membagi waktu untuk memperhatikan sang kakak yang mulai cemburu karena kehadiran adik. Hari-hari bertambah berat, saat ayah harus pulang seminggu sekali demi memupuk rasa sayang yang bisa saja hilang karena pertemuan yang kurang dengan dirinya. Tapi dua insan tersebut berusaha sekuat tenaga dan sepenuh hati, untuk tetap berjalan dan bertahan dari segala rintangan.

Kau tahu kawan, hidup bertambah bahagia, dan penuh makna. .

Mungkin engkau pernah mendengar kalimat ini,

Tanyakanlah seberapa berharganya waktu satu tahun, pada mereka yang tidak lulus ujian akhir.
Tanyakanlah seberapa berharganya waktu 1 bulan, pada ibu yang melahirkan bayinya secara prematur.
Tanyakanlah seberapa berharganya waktu 1 minggu, pada editor majalah mingguan.
Tanyakanlah seberapa berharganya waktu 1 hari, pada mereka yang bekerja sebagai buruh harian dan menanggung beban menghidupi keluarga.
Tanyakanlah seberapa berharganya waktu 1 menit, pada mereka yang ketinggalan kereta api.
Tanyakanlah seberapa berharganya waktu 1 detik, pada mereka yang baru saja lolos dari maut atau kecelakaan.                                                                   Tanyakanlah seberapa berharganya waktu 1 milidetik, pada para juara olimpiade lari.

Maka untuk kami, waktu dua hari sangat berharga untuk menumbuhkan kembali rasa cinta yang mungkin pudar ditelan senin sampai jumat. Ya, hanya dua hari yang bisa diberikan sang ayah untuk memeluk anak-anaknya. Hanya dua hari yang bisa dijanjikan sang suami untuk mendengarkan keluh kesah dan menatap wajah lelah istrinya. Hanya dua hari, yang bahkan kadang dicuri oleh aktivitas menulis dan bisnis si perempuan.

Kau tahu kawan, ada satu lagi pencuri yang mengintai “si dua hari”. Dialah, si tanggal tua!

Tanggal tua berarti gajimu sudah terpotong untuk pengeluaran bulanan, biaya sekolah anak, belanja sembako, air, listrik dan pulsa, hingga tak bersisa. Tanggal tua berarti kau harus berhemat dan memangkas beberapa keinginan.

Tanggal tua berarti kebutuhan pokok mulai habis, bahkan lauk pauk mulai menipis. Itu pun masih ditambah dengan anak-anak yang belum mengerti soal tanggal tua atau tanggal muda, yang mereka tahu, perut mereka terisi makanan enak, dan tetap bisa jalan-jalan di saat libur. Iya memang sih, si anak sulung hobinya naik odong-odong yang harganya masih terjangkau, tapi kalau sudah tanggal tua, uang sekian ribu kan lumayan juga.

Yang paling berasa adalah, tanggal tua telah mencuri sesuatu yang paling berharga, yaitu waktu antara Ayah dan anaknya. Di tanggal tua, harga tiket yang sebenarnya sama saja dengan harga di tanggal muda, menjadi seolah dua hingga tiga kali lipat, karena efek sisa uang di dompet sudah tak cukup lagi.

Beri tahu aku kawan, adakah cerita tanggal tua yang lebih mengiris hati daripada ini?

Hari di mana anakmu bertanya, “Bunda, kenapa Ayah tak pulang? Ayah sayang Aku, kan? ”

Lalu, Bunda harus bagaimana?

Kalau Budi si anak kos berjuang menyiasati tanggal tuanya kayak video di bawah ini.

Saya juga mau #JadilahSepertiBudi, memanfaatkan TTS (Tanggal Tua Surprise) dari MatahariMall.com, agar pengeluaran tanggal tua bisa dipangkas, sehingga ada sisa uang untuk beli tiket pulang suami, dan akhir minggu ini, kakak Najla bisa kumpul lagi sama ayahnya=)

Kakak dekat banget sama Ayahnya

Kakak dekat banget sama Ayahnya

(Visited 386 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditmail

24 Comments

  • Julia Amrih May 20, 2016 Reply

    Tanggal tua oh tanggal tua, pengennya tanggal muda terus ya Mba’, hehe
    Sukses Mba’.. 😉

  • cputriarty May 20, 2016 Reply

    Kayaknya dimana saja kasusnya sama mengalami tanggal tua. Sukses untuk kontesnya y mbk

  • Aya May 20, 2016 Reply

    Aaahhh…mengiris iris benar deh hehehe…
    Untung ada rejeki tambahan yaaaa
    Asiiik asiikk

    • dian.ismyama May 21, 2016 Reply

      He eh Mbak, ming yo kadang misua capek juga kali ya pp terus

  • Ummi Nadliroh May 20, 2016 Reply

    Semoga lekas bisa berkumpul setiap hari. 🙂

  • Lidha Maul May 20, 2016 Reply

    ketika dimana-mana bercerita tanggal tua, yang ini bercerita dengan derita. Semoga bisa berkumpul ya, happy family selamanya

  • mak irul May 21, 2016 Reply

    semoga ayah dan ibu segera berkumpul kembali ya dek Najla 🙂

    • dian.ismyama May 21, 2016 Reply

      Aamiin. Makasih Mak, insyaallah setahun kurang lagi

  • Mas Bocah May 21, 2016 Reply

    Ternyata ada yang lebih berat daripada tanggal tuanya anak kos :’D

  • Amir May 21, 2016 Reply

    Gapapa deh tanggal tua, asal ada mataharimall yang ngasih diskon hingga 80%

  • Witri prasetyo aji May 21, 2016 Reply

    Berkaca kaca bacanya… secara aku ggpernah bisa jauh dari suami…

    • dian.ismyama May 21, 2016 Reply

      Huaa..Mbak Witri..akunya sih kalau pas lagi selo baru sedih..tapi anak2 ini lho..

  • Maria Soraya May 22, 2016 Reply

    good luck mak, aku mau ikutan lombanya binun … soale pak suami bukan orang kantoran, akupun juga bekerja di rumah hihihi

    • dian.ismyama May 22, 2016 Reply

      Wah enak dong ga ada tanggal tuanya=).Thanks Mba doanya

  • Emang sedih ya kalau harus LDM.. Berat di ongkos, semoga segera dipersatukan dalam atap yang sama..

  • Aireni Biroe May 24, 2016 Reply

    “Tanyakanlah seberapa harganya waktu” itu, Mbak, patut direnungkan 🙂

    • dian.ismyama May 26, 2016 Reply

      Benar sekali, waktu kan lebih berharga daripada uang

Leave a Reply

error: Content is protected !!