#BeraniLebih Mandiri, Demi Buah Hati

Facebooktwitterredditmail

#BeraniLebih Mandiri

Sebagai wanita, sejak masih gadis, saya memang terbiasa mandiri dalam beberapa hal. Seperti ke mana-mana mengendarai kendaraan sendiri (satu-satunya anak orangtua saya yang bisa naik kendaraan cuma saya, itupun dibilang nekat), terbiasa memegang uang dari hasil keringat sendiri (sejak zaman sekolah sudah jualan buat nambah uang jajan). Tapi di sisi lain, saya juga terbiasa terima jadi, terutama soal makanan atau urusan rumah tangga lainnya. Ada pembantu rumah tangga di rumah orangtua yang melakukannya. Paling pol kalau urusan masak ya bantu potong-potong aja, hehe. Akibatnya apa? Ketika saya menjadi istri dan ibu yang merantau jauh dari orangtua, keteteran deh.

Daripada menyesali apa yang telah lalu, saya memutuskan untuk move on dan #BeraniLebih mandiri. Maka jadilah sejak 2 tahun yang lalu saya menjadi lebih mandiri. Apa saja sih yang bisa dilakukan wanita dengan tangannya sendiri, yang tampaknya tidak mungkin, tanpa meminta bantuan orang lain?

1. Mengantar anak sekolah, berenang, bermain outdoor dan sebagainya.

#BeraniLebih Mandiri

Lihatlah perlengkapan tempur saya mengantar Najla sekolah atau pun berbelanja bulanan. Kalau nungguin suami pulang kerja keburu malam belanjanya. Kecuali saya nikah sama anak pengusaha/presiden mungkin bakal dikasih sopir pribadi kali ya. Nah karena nggak, ya siap-siap jadi racer keluarga.

2. Mengganti tabung gas
Sering, kan, pas lagi masak, eh gas habis. Gawat kalau nggak bisa pasang gas sendiri, bisa-bisa nggak makan hari itu, hehe (lebay), soalnya kalau sudah niat masak rasanya gemes ya jika tiba-tiba nggak jadi.

Foto dari sini

3. Mengganti air minum dispenser.
Pernah nih sampai nggak bisa minum dan harus masak air karena nggak bisa mengganti dispenser. Seru juga sih masak air, tapi di rumah hanya berdua dengan balita agak rentan kalau bawa-bawa air panas ke mana-mana apalagi anak keburu haus. Solusi selain belajar mengganti dispenser, bisa dengan menyiapkan air minum di botol khusus di kulkas misalnya. Atau yang seperti saya lakukan, dispensernya yang galonnya dipasang di bawah, hehe. Praktis, kan?:)

4. Mandiri secara financial.
Sebagai wanita yang mengeyam pendidikan di universitas, tentu saja keinginan untuk menyalurkan ilmu yang didapat sangat besar. Kalaupun berbeda jalur dengan background pendidikan, menjadi wanita yang mandiri secara financial tentulah menjadi perencanaan tersendiri. Saya salut kepada para wanita yang berkarya dari mana saja, membuat craft dengan tangannya, menjahit baju, membuka katering, penulis, ataupun yang bekerja kantoran.

Belajar Wrapping Seserahan

Foto di atas adalah kreasi wrapping seserahan yang saya pelajari. Buat menambah pundi-pundi financial tentunya:)

Lagi-lagi tidak mudah untuk membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan. Tapi mandiri secara financial, membuat kita ke depannya lebih siap bila ada hal-hal emergency/hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada keluarga/rumahtangga/suami. Sedia payung sebelum hujan lah. Jangan sampai hujan-hujanan dulu sambil nyari di mana yang jual payung.

Nama FB: Dian Farida Ismyama

https://m.facebook.com/dian.ismyama?_rdr

Twitter:@dian_ismy

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi  Pendek #BeraniLebih

#BeraniLebih

(Visited 71 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

1 thought on “#BeraniLebih Mandiri, Demi Buah Hati

  1. qhachan Reply

    maak, no.2 ampe skrg belum #beranilebih ­čśÉ masih takut..hhuhuuu

Leave a Reply

Your email address will not be published.