Anakku, Bila Kelak Engkau Menjadi Ibu

Facebooktwitterredditmail

wpid-photogrid_1450364309533.jpg

Assalammualaikum Anakku…

Apa kabarmu?

Ketika kamu membaca ini, mungkin usiamu sudah masuk SD atau belasan tahun, itu jika kamu menemukan blog Bunda. Tapi untuk mencerna kalimat-kalimat di surat ini, bisa jadi masih beberapa waktu ke depan. Kala kamu memutuskan untuk menikah, atau kala kamu mengandung anak pertamamu.

Baiklah, ini akan jadi surat yang sedikit berat. Ya, tentunya kakak Najla tahu bahwa Bundamu ini lebih banyak seriusnya dibanding Ayah, hehe.

Kita masuk ke bagian penting yuk. Pesan Bunda bila kelak kamu menjadi Ibu.

Pertama, kurangi kepanikanmu dengan banyak membaca. Ilmu menjadi ibu tidak diajarkan di pendidikan formal, setinggi apapun sekolahmu. Jadi, jangan lupa untuk mencari ilmu mengenai mengurus dan mendidik anak bahkan jauh sebelum kamu mengandung. Bisa melalui buku-buku parenting, buku-buku agama, mengajak suamimu ke seminar/workshop parenting, bertanya kepada yang sudah berpengalaman, dan sebagainya.

Kedua, saat kamu merasa berat atau merasa tak sanggup menjadi ibu, tarik nafas panjang dan berhenti sejenak dari aktivitasmu. Ambil wudhu dan salat bila memungkinkan. Bila tidak, berdzikirlah. Bunda tahu akan sulit mempraktekkan ini, karena Bunda pun mengalaminya. Bunda dulu lebih banyak menggunakan emosi bukan akal sehat ketika mengasuhmu. Oleh karena itu, Bunda tak ingin kamu mengalami hal yang sama. Latih cara ini sedini mungkin, sesering mungkin, hingga bila waktunya digunakan, cara tersebut sudah ter-setting otomatis di pikiran dan motorikmu.

Ketiga, tak perlu berusaha menjadi superwoman atau supermom. Karena, memang tak ada ibu yang sempurna. Akui saja kekuranganmu, perbaiki kesalahanmu, berdamai dengan diri sendiri dan fokus pada kelebihanmu. Rumput tetangga memang akan tampak lebih hijau, tapi ketahuilah bahwa rumput milik sendiri selalu lebih baik.

Keempat, komunikasi dengan suamimu lebih ditingkatkan. Sesibuk apapun kalian, mau tak mau urusan anak adalah tanggung jawab berdua. Bila perlu, buat waktu khusus untuk hal ini, sejak awal kalian menikah, mulailah untuk menyamakan visi dan misi mengenai cara mendidik anak yang kalian inginkan. Hal ini akan berguna di kemudian hari lho Nak..



Kelima, berusahalah menjadi yang paling dekat di hati anakmu. Bunda tidak tahu, kelak kau memutuskan untuk berkarir seperti apa, atau memutuskan untuk berwirausaha, menjadi ibu rumah tangga atau pilihan apapun itu ada di tanganmu. Yang penting, sebisa mungkin kau ciptakan hari-hari indah bersama mereka. Hingga kelak ketika mereka besar, mereka mau menjadi sahabatmu, bisa bercerita apa saja padamu. Terus terang hal itu yang tidak Bunda dapatkan dari Nyaimu. Entah apa kelak ketika kakak Najla dewasa mau menjadi sahabat Bunda?

Keenam dan yang paling penting, doakan selalu anak-anakmu. Semarah apapun kamu padanya, sekesal apapun suasana hatimu saat itu, nama mereka harus ada dalam doa-doa yang baik. Kakak Najla tahukan bahwa doa seorang Ibu itu sangat ampuh, jadi hati-hati dengan ucapan.

Anakku, bila kelak engkau menjadi ibu..ketahuilah bahwa amanah ini bisa membawamu pada kebaikan ataupun sebaliknya. Anak-anak ada yang menjadi rahmat dan anugerah, tapi juga ada saatnya mereka jadi ujianmu. Itu pesan Njit mu yang selalu Bunda ingat kala Bunda sedang tidak sabar..

Jadilah ibu terbaik menurut versimu, bukan versiku, atau versi orang lain.

Wassalammualaikum.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Sejuta Kisah Ibu”

(Visited 323 times, 1 visits today)
Facebooktwitterredditmail Nih buat jajan

16 thoughts on “Anakku, Bila Kelak Engkau Menjadi Ibu

  1. Titis Ayuningsih Reply

    Aku sedih mbak, menjelang hari Ibu mamaku sakit. minta doanya mbak 🙂

    semoga kita sebagai wanita bisa menjadi ibu yang terbaik untuk anak kita ya mbak ^^

  2. ijeverson.com Reply

    ilmu menjadi ibu emang tidak dipelajari secara formal. dan walaupun dapat dipelajari secara otodidak, menjadi seorang ibu tak semudah kelihatannya..

  3. Aya Reply

    Waaaaaa….
    Kakak Najla udah dapet surat
    Ngebayangin besok pas baca pasti terharuuu
    Kereen Dian, semoga menang yaaa 🙂

  4. mitro Reply

    Mbak suratmu itu semua pernah kualami, tanpa dampingan orang tua menjadi ayah terasa sangat berat surat buat anakmu adalah inspirasiku untuk menjaga anak dan keluargaku. Trimakasih atas ispirasimu. Matabpssssss

  5. Dian Reply

    Ternyata begitu ya rasanya jadi seorang ibu.Jadi harus lebih menghormati dan menyanyangi ibu.Makasih kak artikelnya mengesankan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.