holy kabah

18 FAQ tentang Umroh dan Persiapannya

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Saya sudah menulis persiapan umroh di Umroh, Bawa Apa yang Paling Penting? Tapi masih banyak pertanyaan yang singgah. Oleh karena itu, saya akan rangkum di artikel Q&A ini ya.

Saya berharap, teman-teman yang akan berangkat umroh akan terbantu dengan tulisan ini. Terutama yang umroh bersama orangtua, anak, atau mertua dan kakek nenek. 

Q1: Berangkatnya sempat ditunda enggak?

A: Setahu saya jika seat masih tersedia pada tanggal yang kita daftar, ya kita berangkat pada tanggal tersebut. Dengan catatan semua persyaratan sudah lengkap. Ketika sedang antri vaksinasi meningitis, saya sempat mendengar seorang laki-laki berkata bahwa ia berangkat sendirian, padahal seharusnya ibu dan neneknya ikut serta. Usut punya usut ada masalah pada paspor entah harus perpanjangan atau karena namanya kurang dari tiga kata.

Kecuali kendala bencana alam, atau kondisi lain yang sifatnya tidak terduga, tidak dapat diprediksi dan tiba-tiba. Kesimpulannya saya langsung berangkat. Enggak pakai antri, enggak ditunda. Alhamdulilah semua atas izin Allah. Rata-rata umroh di Indonesia memang tidak ada antrian seperti haji.

Q2: Syarat dokumen untuk pendaftaran apa saja?

A: Lebih lengkapnya tanya travel agennya, tapi kalau mau berangkat mandiri atau backpakeran setidaknya persiapkan syarat-syarat berikut: KTP, paspor, vaksin meningitis, KK, foto background putih dengan bagian wajah 80%, DP umroh, syarat visa yang semenjak tanggal 29 Desember 2018 bertambah biometrik.

Q3: Syarat visa apa saja? Mudah enggak mengurusnya?

A: Jujur, visa kami diurus oleh pihak travel. Jadi kami terima beres, tapi tetap dong mempersiapkan dan mengumpulkan semua dokumen persyaratan.

Apa saja? Antara lain paspor asli yang masih belaku minimal 6 bulan, dengan nama minimal 3 kata. Jika hanya mempunyai 2 kata harus mengurus untuk penambahan nama di paspor dengan memakai bin/binti + nama orang tua, KK dan buku nikah asli bagi suami istri (tapi kami kemarin fotocopy semua), akte lahir bagi anak di bawah usia 17 tahun, pasfoto terbaru dengan background berwarna putih dan tampak wajah 80% sebanyak 8 lembar ukuran 4 x 6, buku kuning Meningitis.

Selain itu bagi jamaah wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami atau mahramnya, apabila tidak didampingi, maka diwajibkan untuk melengkapi diri dengan surat mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami atau mahramnya cukup menyertakan KTP ASLI saja. Jadi nanti jamaah wanita ini akan dimahramkan dengan wanita lainnya yang berangkat bareng (setahu saya). 




Ketika saya baca-baca lagi ada yang mensyaratkan tiket PP, jadwal selama umroh, dan syarat terkait travel umroh seperti legalitas dan sebagainya. Maaf kalau jawabannya kurang memuaskan untuk yang ingin umroh backpakeran. Sedangkan untuk umroh mandiri (agak beda dengan travel biasa) setahu saya visa bisa diuruskan karena berangkatnya tetap bersama banyak jamaah. 

Q4: Vaksinasi meningitis mudah enggak?

A: Mudah dan cepat. Tinggal daftar online, lalu bawa formulir pendaftaran yang masuk ke email dan persyaratan lainnya seperti fotocopy paspor, KTP, dan foto berwarna ukuran 4×6. Datang sesuai tanggal yang dipilih lalu tunggu antrian.

Untuk perempuan jangan lupa memakai baju yang bagian lengannya mudah digulung. Pembayaran langsung di kasir sehingga siapkan uang tunai. Jumlahnya kalau enggak 320 ribu ya 350 ribu rupiah.

Q5: Persyaratan biometrik itu kayak apa?

A: Biometrik ini syarat baru per tanggal 29 Desember 2018 untuk memperoleh visa Arab Saudi. Kita tinggal datang membawa paspor dan kelengkapan lainnya seperti foto. Saat kemarin melakukan cek biometrik, semua dokumen sudah disiapkan oleh travel umroh, sehingga saya tinggal datang saja.

Sayangnya, kuota pengecekan per hari hanya 40 orang. Tempat pengecekan hanya ada di beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Purwokerto.

Saya dan mertua pun kebagian cek di Purwokerto karena sudah mepet dengan tanggal keberangkatan. Sementara hari lain di Jogja sudah full. 

biometrik syarat visa umroh

Ketika datang, kami dipanggil berdasarkan nomor antrian. Lalu melakukan pemindaian sidik jari menggunakan alat, dan pindai retina dengan menghadap kamera. Terakhir, kami diminta menandatangani dokumen biometrik yang berupa selembar kertas print-print an dengan identitas.

Q6: Lebih baik tukar mata uang riyal di Indonesia atau di Arab Saudi?

Kami sempat browsing tentang ini. Ada yang bilang lebih untung kalau tukar di Arab lah. Ada yang bilang sama saja. Akhirnya kami memutuskan untuk menukar uang di Indonesia. Jadi begitu sampai sudah enggak perlu mencari money changer. 

Oh ya, mata uang rupiah juga diterima di beberapa toko oleh-oleh baik di Madinah, Mekah, maupun Jeddah. Jadi, jangan lupa bawa rupiah ya. 

Q7: Perlu bawa makanan instan atau lauk khas nusantara enggak?

A: Saya kemarin enggak bawa, tapi mertua bawa pop mie. Alhasil kami kebagian pop mie deh. Kemakan sehabis umroh, karena sempat kelaparan.

Kalau haji beda dengan umroh. Saya membaca di buku Memori of Haramain bahwa konsumsi hanya ditanggung selama kurang lebih hanya 15 hari saja.

Sisanya, jamaah haji dipersilakan mencari makanan sendiri. Entah dengan cara memasak, memesan katering, atau membeli di sekitar lokasi penginapan. Oleh karena itu, banyak pula jamaah yang membawa lauk kering, bumbu instan, atau makanan instan. 

makanan saat umroh

Contoh menu sarapan

Oh ya, ada yang bilang bahwa hotel bintang 3 masakannya Indonesia, sedangkan hotel bintang 5 masakan Eropa dan Arab. Kenyataannya, hotel bintang 5 yang kami tempati juga menyediakan masakan Indonesia.

Lengkap alhamdulillah berbagai pilihan menu ada semua. Bahkan saya sempat menyantap sayur terong dan pare di hotel di Madinah=D. Untuk memastikan, sebaiknya bertanyalah ke travel umroh masing – masing.

masakan umroh

Mas Firman, chef asli Bandung

Pokoknya jangan sampai enggak makan, karena umroh termasuk ibadah fisik yang butuh tenaga. Kalau lauknya enggak cocok, makanlah telur, roti, dan buah. 

Q8: Bawa berapa baju? Kabarnya banyak yang kelebihan baju yang dibawa. 

Saya bawa 10 gamis dan kurang. Sewaktu di Madinah sehari 1 baju. Ternyata di Mekah setiap habis thawaf sunah, gamis basah kuyup. Harusnya bisa dipakai seharian, otomatis ganti. Akhirnya hari terakhir saya memakai gamis yang dibeli di Madinah. Pernah juga pakai kaos suami yang didobel gamis, karena gamis sudah basah=(. 

Jadi saran saya, bawa lah lebih dari 10 baju biar aman=D. Atau di Madinah ganti baju 2 hari sekali. Tergantung cuaca juga sih. Kalau di Madinah nya musim panas bisa basah kuyup juga bajunya.

Q9: Bawa uang berapa?

A: Hmm, berapa ya? Bingung juga soalnya kemarin enggak ngitung. Jadi ceritanya saya menukar ringgit Malaysia ke riyal. Meskipun harus ditukar ke rupiah dulu, tapi saya enggak ngecek berapa rupiah yang ditukar ke riyal. Langsung terima jadi gitu pas di money changer nya. 

Setelah itu, uang dibagi dua dengan suami. Uang suami habis bis karena beli kurma dan cokelat di pasar kurma hampir 1,5 juta rupiah. Bagaimana dengan uang saya? Sisa banyak (soalnya enggak dibolehin beli ini itu termasuk emas, wkkka curcol).

Kecuali teman-teman mau beli emas, saya sarankan bawa uang secukupnya saja. 1-2 juta cukup. Sebaliknya, kalau tidak berencana membeli oleh-oleh di Arab Saudi ya enggak usah bawa uang riyal. Bawa aja rupiah kadang diterima lho sama penjual oleh-oleh di sana=) 

Q10: Paling penting bawa apa?

A: Jawaban pertanyaan ini ada di artikel Umroh, Paling Penting Bawa Apa? 

Q11: Kulit beneran bisa kering dan mengelupas?

A: Sudah saya rangkum di Kosmetik Khusus Haji dan Umroh, Perlu Enggak? 

Q12: Katanya jangan mandi sering-sering ya karena airnya sulingan dari air laut? Kalau sering mandi badan jadi gatal?

toilet di Hotel Movenpick Mekah

Toilet di Hotel Movenpick Mekah

A: Nah ini saya dengar dari ustad travel kami. Penasaran dong apakah benar. Hari pertama di Madinah sampai hari terakhir di Mekah, saya tetap mandi dua kali sehari, hehe. Bahkan ada yang tiga kali karena basah kuyup sehabis thawaf.

Alhamdulillah kulit baik-baik saja, enggak gatal-gatal atau kering. Entah karena kulit saya badak, atau karena saya mandi pakai shower gel hotel dan head to toe cleanser khusus umroh. Wallahualam. Yang pasti, karena atas izin Allah=) 

Q13: Cara dapat saf pertama salat berjamaah? Apalagi hotel jauh dari masjid.

bagian dalam masjid nabawi

Bagian dalam Masjid Nabawi. Ada area berkarpet merah

A: Saya jawab sesuai pengalaman saya ya. Kalau di Masjid Nabawi relatif lebih mudah. Datanglah satu jam sebelum jam salat, maka insyaallah dapat saf di depan.

Saya pernah salat dhuha di Masjid Nabawi dan masih lowong sekali safnya. Jika sehabis salat dhuha stay di masjid sampai dhuhur ya dipastikan saat salat berjamaah dapat saf depan. 

serambi Masjid Nabawi

Kalau tidak kebagian saf di dalam Masjid Nabawi, masih bisa salat di serambinya:)

Begitu juga ketika subuh, sebaiknya salat tahajud lanjut subuh. Untuk magrib bisa datang satu jam sebelumnya. Isya lanjut magrib. Apalagi jika hotelnya jauh. Pulang ke hotel saat makan saja. Mandi sorenya setelah salat isya dan makan malam. 

Berbeda dengan salat di Masjid Nabawi, salat di Masjidil Haram ini perjuangannya luar biasa. Karpet sajadah tersebar di berbagai penjuru. Saf-safnya juga tidak dapat diprediksi. Jadi, para askar mengisi saf yang belum penuh dulu, baru membuka bagian lainnya untuk digunakan menjadi saf. 

Mungkin agak bingung ya dengan penjelasan saya. Intinya, kalau teman – teman datang awal (1,5-2 jam sebelum waktu salat) maka akan kebagian salat di saf berkarpet.

Bila saf berkarpet sudah penuh, maka saf-saf lain bertebaran, tapi enggak ada penanda mana yang bisa ditempati. Penandanya adalah ketika askar membuka palang sehingga jamaah boleh menggelar sajadah di sana.

Jika belum waktunya (daerah lain di Masjidil Haram masih lengang) ya bakal diusir agar mencari tempat lain. Jangan ngotot salat di tempat yang belum ada safnya ya, beneran diusir. 

masjidil haram

Masjidil Haram dari lantai 10 Hotel Movenpick Mekah

Secara garis besar, saf terdepan di Masjidil Haram adalah yang paling dekat dengan Kabah. Padahal, yang bisa salat di sekitar Kabah itu hanya jamaah laki-laki.

Untuk jamaah perempuan paling dekat ya di pelataran Kabah. Supaya kebagian tempat bagaimana? Ya datang 2 jam sebelum waktu salat.

Saat salat Jumat, kami bahkan sudah diwanti-wanti untuk berangkat pukul 10 pagi agar kebagian tempat. Padahal salat Jumatnya baru mulai pukul 1 siang. Jadi sekalian salat dhuha, salat sunah lainnya, mengaji, berdoa, berzikir, dll.

Yang paling sedih adalah ketika kebelet pipis. Kamar mandi terdekat ada di serambi Masjidil Haram. Yang artinya harus keluar dulu hiks. Awal-awal saya beseran tuh sampai sedih banget kebelet pipis mulu.

Lalu suami saya kasih tips jitu yaitu minumnya menjelang waktu salat. Padahal udara di Mekah kering, jadi ya tenggorokan bakal kering. 



Q14: Umroh bawa anak gimana?

A: Saran saya sih sebaiknya anak dititip kan orang rumah saja. Mengapa? Agar lebih fokus ibadah (maksud saya jika anak belum baligh ya). Anak yang belum baligh tidak dianggap melaksanakan umroh.

Dengan kata lain, ia hanya belajar, dan mendapat pengalaman langsung mengenai umroh. Berbeda dengan anak yang sudah baligh. 

Tapi kalau ada budget -nya, dan tidak ada yang menjaga anak di Indonesia, maka harus sudah siap dengan segala konsekuensinya. Suami istri harus bekerja sama.

Misalnya siapa yang menggendong anak saat thawaf, lalu gantian yang menggendong saat sai. Siap – siap menggotong anak di sepertiga malam untuk salat tahajud. Siap-siap untuk menggendong ketika thawaf sunah dan sebagainya. 

Q15: Bagaimana caranya agar bisa salat di raudah, di Hijr Ismail dengan membawa anak?

Balik ke jawaban Q14, harus  siap dengan konsekuensinya jika membawa anak kecil. Kalau kata ustad kami, utamakan yang wajib, bukan yang sunah. Dengan kata lain, jangan memaksakan diri. Daripada menzolimi diri sendiri atau orang lain (termasuk anak), lebih baik mengalah. 

Seingat saya saat di raudah saya sempat bertemu jamaah berkebangsaan Pakistan (atau semacamnya) yang membawa bayi. Ya nangis bayinya saat berdesak-desakan salat di saf depan raudah=(. Yang saya takutkan adalah kalau sampai bayinya jatuh terus keinjek-injek, hiks, nauuzubillah minzalik. 

Lalu bagaimana dengan salat di Hijr Ismail? Sama saja. Kami berhasil salat di Hijr Ismail karena bekerjasama dengan rombongan.

Saat 3-4 orang salat, 4 orang lainnya memagari. Masya allah kalau ingat ini jadi terbayang lagi, nangis! Rasanya enggak bisa dituliskan dengan kata-kata saat salat dipagari agar enggak kegencet dan agar bisa sujud.

Sehari sebelumnya, suami saya sempat salat sendirian di Hijr Ismail. Dia bilang susah sujud, susah masuk dan keluarnya. Saat berdamai-ramai cenderung lebih mudah. Berani gendong anak ditengah gencetan manusia? Saya sih enggak berani ambil risiko. 

Solusinya gimana? Jika umroh bersama mahram, gantianlah. Misal suami ke raudah dulu, istri menunggu di serambi Masjid Nabawi atau di hotel bersama anak. Di waktu lainnya istri berangkat salat ke raudah bersama rombongan perempuan, Pak suami jaga anak di hotel. 

Begitu juga dengan salat di Hijr Ismail. Istri bisa menunggu bersama anak dulu di pinggiran luar Kabah. Lalu gantian istri yang berusaha salat di Hijr Ismail sementara suami bersama anak. Kuncinya tidak memaksakan diri. Jangan egois. Pikirkan keamanan dan keselamatan anak.

Q16: Bagaimana bila perempuan berangkat dengan teman wanitanya, bukan muhrimnya?

A: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, muhrim mempunyai beberapa arti. Muhrim dapat berarti orang yang masih ada hubungan dekat keluarga sehingga terlarang menikah dengannya.

Makna lainnya, orang yang sedang mengerjakan ihram dan laki-laki yang dianggap dapat menjaga dan melindungi perempuan yang berhaji dan atau berumrah. Sedangkan dalam Bahasa Arab, arti yang pertama disebut mahram. 

Lalu, siapakah yang menjadi mahram perempuan? Ibrahim Muhammad al-Jamal melalui bukunya, Fikih Wanita menjelaskan siapa saja yang merupakan mahram itu. Ia menguraikannya melalui  surah an-Nur ayat 31. 

Ayat tersebut menyebutkan, “Janganlah perempuan menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka dan putra suaminya, dan saudara mereka atau putra saudara laki-laki mereka. Juga putra-putra saudara perempuan mereka atau perempuan Islam.”

Selain itu, budak-budak yang mereka miliki atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan.

jamaah umroh

Di rombongan ini ada Ibu-ibu yang berangkat sendirian dan dimahramkan dengan jamaah lain lho

Perempuan yang berangkat tanpa didampingi suami masih bisa didampingi oleh mahram lainnya. Jika berangkat sendirian, dia akan dimahramkan dengan perempuan Islam lainnya yang ada di rombongan jamaah umroh.

Q17: Nabungnya gimana supaya uangnya cukup buat umroh?

A: Fokuslah pada Allah, tuan rumah Baitullah. Minta pada yang Maha Kaya, yaitu Allah. Rayulah Dia untuk memanggilmu ke rumahNya. 

Ada yang menabung bertahun-tahun, tapi terpakai terus uangnya. Mungkin Allah belum panggil ia untuk bertamu. Mungkin ia belum menyertakan Allah saat menabung.

Ada yang uang di rekeningnya bisa untuk memberangkatkan umroh orang sedesa, tapi Allah belum gerakkan ia untuk mendaftar umroh. Ada? Banyak! 

Ada yang kalau dihitung-hitung secara matematika, uang hasil kerjanya hanya cukup buat makan, tapi rezeki datang dari jalan yang tidak disangka – sangka. Allah panggil ia untuk berangkat umroh secara gratis, tanpa mengeluarkan uang. MasyaAllah.

holy kabah

Bayangkan Kabah ada di hadapanmu:)

Kalau secara ilmu mindset sih sama dengan cara saat kita memiliki keinginan, misal tulis di tempat yang bisa dilihat setiap hari. Tuliskan secara jelas mau berangkat bulan apa, tahun kapan. Bawa impian umroh dalam setiap doa. Doa yang sungguh-sungguh, bukan sekedarnya.

Kemarin saya baru mendapatkan materi tentang azam. Ketika menginginkan sesuatu apapun itu, hadirkan Allah. Rayu Dia dengan mentaati perintaNya dan menjauhi larangan Nya.



Tentunya syarat-syarat dikabulkanya doa harus terpenuhi, antara lain, istigfar dulu, tobat dulu. Dosa kita yang banyak dan belum bertaubat, bisa menjadi penghambat tidak dikabulkannya doa. 

Ikhtiar juga dioptimalkan. Berusaha menyisihkan pendapatan, berhemat, mencari penghasilan tambahan, dan sebagainya.

Lakukan ikhtiar dengan jalan dan cara yang halal. Jangan malah uang korupsi, uang hasil curian, dipakai untuk umroh. Sama aja bro, enggak bakal diterima umrohnya =(.

Yakinlah Allah akan memudahkan. Kadang jalannya enggak masuk di akal, karena bagi Allah semua itu mungkin. Kalau Allah berkehendak, Kun faya kun! Besok teman-teman terdaftar menjadi jamaah umroh juga bisa, langsung lunas pula biayanya.

Lha Mbak Dian sendiri gimana proses nabungnya? Jangan cuma teori, tapi pengalaman nya gimana? Praktiknya gimana? Saya tulis lengkap di artikel Keajaiban Umroh (Part 1)

Q18: Sinyal handphone gimana? Tarifnya roaming atau gimana? Lalu solusinya?

A: Sebelum berangkat, pihak travel juga sudah mewanti-wanti untuk membeli paket khusus telepon atau internet. Provider yang disarankan Adalah Telkomsel dan 3 (Tri).

Saya sendiri menggunakan Telkomsel dan langsung membeli paket khusus haji dan umroh melalui aplikasi My Telkomsel. Ada beberapa pilihan antara lain internet saja, paket telepon dan internet, dan sebagainya.

Suami saya memilih paket telepon dan internet, sedangkan saya paket internet saja sehingga hanya bisa menelepon melalui Whatsapp dan aplikasi sosial media lainnya.

Alhamdulillah semua pertanyaan yang sering ditanyakan sudah saya jawab. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada yang masih mau ditanyakan, bisa langsung ke komentar ya:)

(Visited 126 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

19 Comments

  • Ila rizky February 19, 2019 Reply

    Wah, alhamdulillah. Makasih jawabannya mba dian. Jadi makin semangat nabung buat ke sana. 😍
    Aku nanya soal shaf pertama karena katanya paling baik.

    Malaikat akan bershalawat untuk orang2 yg shalat di shaf pertama.

    Semoga bisa dapat shaf pertama kalau shalat di sana. Hehe

  • amanda February 19, 2019 Reply

    Mbaak…. makasiih banyak loh infonya ya ampun ini bener bener lengkaaap… Aku mau kasihtau juga infonya ke orangtua nih. banyak hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan ya.

  • vira elyansyah February 20, 2019 Reply

    Alhamdulilah jadi makin semangat nih aku nabungnya biar segera bisa ke baitullah :”)

    Penjelasannya juga lengkap banget! Sampe tips biar bisa dapat shaf paling depan untuk perempuann gimana, hehe 🙂
    Terima kasih mbak! Akan aku pakai nih triknya Insya Allah 😀

  • Zefy Arlinda February 20, 2019 Reply

    Aku kapan gitu ya bisa umroh bareng keluarga, semangat!!!!!!!!!!!!!!
    Kalau sudah ada niat biasanya bisa terkabul kan ya, aamiin
    Aku suka foto bareng itu lho, mupeng

  • Diah Kusumastuti February 20, 2019 Reply

    Masya Allah, perjuangan banget ya untuk shalat dengan tenang dan khusyuk di Raudah dan Hijr Ismail..
    Terima kasih Mbak sharing pengalamannya. Bermanfaat sekali. Semoga saya dan keluarga termasuk bagian orang-orang yang bisa berumroh dan haji suatu saat nanti. Aamiin 🙂

  • Tukang Jalan Jajan February 20, 2019 Reply

    semoga yang lagi galau mau umroh bisa langsung paham dan bisa segera berangkat umroh karena semua permasalahan sudah terjawab dengan tuntas. ayoook siap siap

  • Marfa February 20, 2019 Reply

    Lengkap kaliiii kak, kalau dua kata perlu ditambahin ya? Namaku dua kata doang jadinya nanti perlu ditambahin nama bapak ya? 10 gamis nggak cukup, di sana dilaundry jg nggak ka atau gimana wkwk

    • dian.ismyama February 22, 2019 Reply

      Laundry hotel sih ada kayaknya. Tapi aku ga ngecek harga. Cuci sendiri bisa sih

  • April Hamsa February 20, 2019 Reply

    Waaah itu gamisnya basah kuyupnya krn keringatan mbak?
    Tapi mungkin jg tergantung musimnya jg apa ya? Pas dirimu ke sana lg panas2nya atau gmn?
    Btw yang biometrik itu skrng yg bikin agak susah kalau mau bolak balik umroh ya katanya? Jd nunggu 2 tahunan dulu atau apa gtu ya?

    • dian.ismyama February 22, 2019 Reply

      Aku musim sejuk mbak. 20an derajat malah. Desember sampai Februari itu masih sejuk banget. Tapi thawaf kan berdesak2an, dan muter kabah 7 kali. Jadi keringetan. Enggak kebayang kalau musim panas

  • Nurul Fitri Fatkhani February 20, 2019 Reply

    Wah, banyak sekali informasi yang bisa saya dapatkan dari membaca pengalaman Mbak Dian. Semoga saya dan keluarga bisa segera pergi umroh secepatnya, aamiin.

  • Yesi Intasari February 20, 2019 Reply

    wah ini wajib banget di bookmark artikelnya, lengkap banget faq tentang persiapan umrohnya mba, doain mba semoga kami sekeluarga juga bisa segera berangkat ke tanah suci

  • Sapti nurul hidayati February 21, 2019 Reply

    Wah keren mb…Q & A nya, bisa menjadi panduan dan motivasi bagi yang ingin berumroh. Tfs mb…smg umrohnya mabrur.. Aamiin…

  • Miss Riana February 21, 2019 Reply

    Wah keren. Sharingnya semoga bermanfaat bagi temen2 yang juga pingin ibadah umroh ya mbak. Berkah untuk mbak Dian & keluarga 😍

  • Ima satrianto February 22, 2019 Reply

    Membacanya tuntas dam makasih ya, Di untuk QnAnya, bener2 umroh haji itu karena undanganNya ya. Semoga segera diundangNya juga ke Baitulloh. Aaamiinn.

  • Nisya Rifiani February 22, 2019 Reply

    Masyaallah, Tabarakallah, kalau ada temen berangkat ibadah haji atau umroh aku pasti mendoakan mereka supaya ibadah mereka lancar dan mendoakan diri sendiri supaya bisa berangkat juga…

  • Agata Vera February 22, 2019 Reply

    Wahhh syaratnyaaa lengkap sekali ya mbakk mantappp mbakkkk

  • ira sulistiana February 26, 2019 Reply

    Masyaallah mba Dian, semoga bisa segera ke sana dengan pasangan halal ya mba. Amiiinn hahaha

Leave a Reply

error: Content is protected !!