Tips Sukses Menyusui untuk Ibu yang Sedang Bersekolah

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Menyusui itu tak hanya soal kesiapan ibu, tapi juga kesiapan support sistem di sekitarnya.

Dua kali dikarunia anak, saya mempraktekkan menyusui. Bukan hal yang mudah tentunya. Kisah perjuangan menyusui anak pertama saya tuliskan di sini. Beda anak beda cerita, anak kedua sebenarnya lebih santai, dikarenakan merasa sudah berpengalaman anak pertama. Nyatanya, kondisi sedikit berbeda, kali ini saya hamil, melahirkan dan menyusui sambil kuliah. Tentu saja manajemen laktasinya beda. saya harus rajin pumping, nyetok asi perah, dan sebagainya.

Oleh karena itu, saya mau memberikan tips sukses menyusui untuk ibu yang sedang bersekolah atau melanjutkan sekolah nih.

  1. EdukASI diri dan orang sekitar

Bagaimanapun juga, belajar ilmu perASIan itu sangat penting. Khusus ibu yang punya aktivitas lain di luar rumah, tentunya perlu mempelajari manajemen ASI perah. Saya sendiri membaca beberapa buku antara lain, “Multitasking Breastfeeding Mama”. Dibuku ini lengkap banget manajemen ASI perah baik untuk ibu bekerja fulltime, ibu bekerja paruh waktu, hingga ibu bekerja dari rumah. Nggak hanya diri sendiri yang perlu diedukasi, tapi juga orang sekitar, terutama keluarga dan lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan tempat kita bekerja. Tips sukses menyusui yang pertama ini sebaiknya dipraktekkan jauh-jauh hari bahkan sebelum hamil atau sebelum melahirkan ya.

  1. Siapkan peralatan tempur

Untuk multitasking mom yang sedang bersekolah, peralatan tempur menyusui itu sangat penting. Jangan sampai kita berniat memberikan ASI ekslusif, tapi alat perah atau cooler bag aja kita nggak punya, kyaa. Sory to say, itu sih namanya nggak niat, hehe. Kalau memang dirasa harganya terlalu mahal, teman-teman bisa pinjam. Sekarang sudah banyak tempat persewaan peralatan menyusui, seperti breastpump electric (harganya lumayan mahal soalnya kalau beli sendiri), bottle warmer, hingga freezer 1-2 pintu khusus menyimpan ASI perah. Wuih ibu-ibu sudah sangat dimudahkan ya. Atau pinjem temen kayak saya, wkkka, ora modal. Saya punya sih cooler bag tapi kecil. Saat harus keluar kota, saya pinjem tas ransel yang ada coolernya punya temen saya. Sama juga saat saya lagi praktek di RS di Surabaya, saya pinjam cooler box (tempat es berwarna biru ituh, yang lumayan besar) untuk membawa stok ASI perah saya selama seminggu, saat saya mudik ke Jogja.

Sementara peralatan lain yang relative terjangkau kayak botol ASI perah, plastic khusus ASI perah, hingga nursing apron sih better beli sendiri ya. Jangan lupa beli ice gel-nya juga untuk ditaruh di cooler bag.

  1. Melatih yang akan memberikan ASI perah

Ketika ibu yang sedang bersekolah harus berangkat ke kampus atau menemui dosen, maka bayi akan mendapat ASI perah dari orang lain. Ibu bisa meminta bantuan suami, ibu, mertua atau pengasuh. Saya sendiri pernah dibantu oleh mereka semua lho, hehe. Saat H+10 saya harus presentasi di kelas, suami saya lah yang memberikan ASI perah ke Sara (saat itu suami masih cuti). Saat saya membawa bayi ke Malaysia untuk praktek farmasi klinis, mertua saya lah yang momong bayi Sara dan memberikan ASI perah. Saat saya harus praktek di Surabaya dan Sara nggak ikut, tetapi tiap weekend saya pulang, pengasuh dan Mama saya lah yang membantu memberikan ASI perah. Jadi, intinya nggak mungkin ibu yang sedang bersekolah bisa sukses menyusui dan memberikan ASI ekslusif tanpa bantuan support sistem.

  1. Menggunakan baju menyusui yang nyaman

Tips sukses menyusui keempat adalah soal fashion. Mungkin ada yang nggak menyangka kalau keberhasilan menyusui itu juga dipengaruhi oleh kenyamanan ibu dan bayi saat beraktivitas. Apalagi buat ibu yang sedang bersekolah kayak saya. Saat sedang ke kampus, tentu saya tidak bisa membawa bayi. Nah, meski begitu, saya tetap memakai baju yang busui friendly untuk memudahkan saat akan memerah ASI. Selain itu, ketika pulang pun bisa langsung segera menyusui si bayi. Atau misal adek bayi ikut menjemput ke kampus, juga bisa langsung menyusui tanpa bingung musti mlipir kemana.

Biasanya saya membali baju menyusui yang berkancing depan atau ada zipper (resleting) depan, tapi tentunya ada kekurangannya, yaitu jadi agak lama harus buka kancingnya dulu, atau ngeri-ngeri sedap si bayi rambutnya nyangkut ke resleting. Makanya, ketika bepergian atau beraktivitas bersama bayi sih saya lebih memilih yang bukaan busui friendly nya benar-benar nyaman dan benar-benar didesain khusus ibu menyusui karena ada akses buka- tutupnya. Kayak gamis menyusui Lactivers yang saya pakai ini, bukaan menyusuinya aman dan nyaman.

Kiri bukaan gamis Basic. Kanan bukaan gamis Mahira

Lactivers sendiri merupakan brand lokal baju menyusui yang berasal dari Yogyakarta yang sebenarnya sudah cukup lama berada dikancah baju khusus ibu menyusui. Nah, baru-baru ini Lactivers melakukan rebanding dengan mengeluarkan baju gamis khusus ibu menyusui.

Keunggulan gamis Lactivers

  1. Bahannya berkualitas

Siapa sih busui yang nggak keringetan kalau lagi menyusui? Hehe. Makanya perlu banget lah baju menyusui yang bahannya nyaman, dan adem. Nah, gamis menyusui dari Lactivers ini bahannya berkualitas. Tipe Mahira kayak yang saya pakai berbahan Baloteli, sedangkan tipe Basic berbahan rayon. Buat muslimah, bahan ini nggak nyeplak dan nggak nerawang, jadi syar’i.

  1. Modelnya syar’i

Gamis menyusui Mahira Kuning

Selain bahannya yang berkualitas dan syar’i, modelnya juga dong. Menutup aurat, termasuk saat menyusui. Dengan bukaan khusus, proses menyusui jadi lebih mudah, dan nggak khawatir aurat terlihat. Meski syar’i, tapi model gamisnya tetap kekinian, bagus difoto, dan tentu saja bikin ibu yang habis melahirkan jadi kelihatan langsing, hehe.

Model gamis menyusui dari Lactivers ini juga sepanjang masa lho, alias bisa digunakan saat hamil, saat menyusui, hingga saat nggak hamil dan nggak menyusui. Jadi lebih hemat kan, baju hamil dan baju menyusui jadi satu, hehe. Oh ya, model gamis menyusuinya juga nggak pasaran, nantinya akan launch model baru lagi agar selalu ada pilihan baru untuk para busui.

Oh ya, ada satu hal lagi yang menjadi concern designer Lactivers, yaitu bagian tangannya dibuat mudah untuk dibuka ke atas saat mengambil air wudhu. Kan ada tuh yang bagian tangannya ketika ditarik ke atas ngepas banget, alhasil jadi susah kalau mau wudhu. Nah cutting gamis menyusui Lactivers ini didesign sedemikian rupa untuk muslimah. Mantap, kan ya.

  1. WOW service

Apa yang beda dari Lactivers dibanding produk sejenis? Ini ih ada yang namanya WOW service. Jadi, kayak di bulan Januari ini, Lactivers memastikan semua bajunya ketika dibuka dari plastic dalam keadaan wangi. Benar-benar wangi lho yah, nggak bau pabrik gitu, dan saya sudah merasakannya sendiri, waktu saya buka kemasannya, wuih wanginya seger.

  1. Diperoleh di agen

Yang membedakan Lactivers dengan produk sejenis adalah sistem pembeliannya. Gamis menyusui ini hanya bisa diperoleh secara online melalui agen di seluruh Indonesia. Jadi, prinsip dari produsennya memang untuk memberi kesempatan pada orang lain untuk mendapatkan keuntungan dan keberkahan dari menjual gamis ini. Selain itu, juga agar dapat menjangkau daerah terpencil sekalipun. Sementara yang mau lihat langsung atau beli langsung sih katanya bisa langsung ke tempat produksi Lactivers di Jogja. Lebih lengkapnya soal sistem keagenan bisa cek foto di bawah ini, atau klik www.lactivers.com atau langsung ke IG nya @lactivers

Semoga tips sukses menyusui di atas dapat bermanfaat untuk para muslimah calon ibu ataupun muslimah yang sedang melanjutkan sekolah dan sedang hamil atau sedang menyusui ya:)

(Visited 105 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

13 Comments

  • Untung Kasirin January 30, 2017 Reply

    makasi tipsnya mba, sangat bermanfaat buat isteri :)

  • April Hamsa January 30, 2017 Reply

    Wah bagus banget gamisnya. Kalau udah gak menyusui bisa dipakai selamanya 😀

  • Rani Yulianty January 30, 2017 Reply

    asyik ada gamis khusus menyusui, saya terpaksa setor gamis ke tukang jahit untuk dibuatin belahan depan

    • dian.ismyama March 23, 2017 Reply

      wah saya malah belum pernah ndandakke ke tukang jahit, hehe

  • Grace Melia January 31, 2017 Reply

    Semoga aku menyusul sekolahnya. Tapi kalo sekolah lagi, Aiden masih nen nggak ya hihihi

  • Arni January 31, 2017 Reply

    Baju menyusui itu menurutku inovasi paling keren di dunia fashion
    Emak2 menyusui tak perlu lagi rikuh dan riweuh saat mu menyusui dan sekaligus bisa tetap tampil modis
    Jadi gak ada alasan untuk gak menyusui khan ya

  • Papa Blogger Narsis January 31, 2017 Reply

    Salut dan kasih jempol 2 buat ibu2 bekerja dan kuliah yang kasih mau komit kasih ASI.

  • lahiya February 1, 2017 Reply

    Mudah-mudahan sekolahnya cepet kelar ya mbak, dan anaknya sehat terus :))

    Salam,
    Pink

  • Jiah February 2, 2017 Reply

    Gamis busuinya tetep gaya ya, Mbak. Pake Asip kudu byk persiapannyaaa

  • qhachan February 7, 2017 Reply

    sekarang industri fashion kliatan bgt mulai suport busui ya. dulu kan kita yang harus pinter milih2 dan cari baju yg bisa buat nyusui. skrg mah, baju biasa aja udah sering dikasih note: busui friendly :). dan modelnya macem2. tetep kece deh.

Leave a Reply

error: Content is protected !!