Tips Menyusui di Bulan Puasa

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Bulan Ramadhan sebentar lagi, bagi umat Islam, persiapan bulan puasa sudah mulai terasa sejak sekarang. Baik yang belum melunasi hutang puasanya, belum membayar fidyah misalnya, atau ada yang mulai memperbanyak ibadah tadarus dan latihan puasa dengan puasa sunah. Nah, khusus ibu-ibu, terutama ibu menyusui, sudah bisa mulai memompa ASI nih, sebagai stok saat puasa di siang hari. Saya sendiri, saat dahulu hamil dan menyusui, terus terang banyak bolongnya, hihi, sempat puasa beberapa hari, tapi lebih banyak nggak puasanya. Alasannya karena mulai keliyengan dan dehidrasi, jadi saat saya merasa kondisi tubuh saya sudah tidak memungkinkan, ya saya langsung berbuka. Allah sendiri telah memberikan keringanan untuk ibu hamil dan menyusui, dengan mengganti puasa di bulan lain, atau membayar fidyah. Apalagi bila bayi Anda masih berusia di bawah 6 bulan, dimana minuman dan makanan yang dikonsumsinya hanya ASI.

Sementara bila usia bayi sudah di atas 6 bulan dan sudah MPASI, tubuh ibu lebih ringan mengkompensasi nutrisi yang diambil bayi melalui ASI saat berpuasa. Puasa selama 14 jam akan membuat tubuh mengambil cadangan nutrisi ibu baik dengan cara memecah cadangan energy dari glukosa, lemak, serta protein dan nutrisi lainnya. Lalu, saat berbuka hingga sahur lah yang menjadi waktu bagi ibu menyusui untuk mengganti zat-zat yang hilang tersebut. Produksi ASI dan kandungan ASI juga tidak akan berubah, selama gizi ibu tercukupi. Lain halnya dengan ibu yang kurang gizi, atau menderita sakit, komposisi ASI tentu saja dapat berubah dengan kondisi ibu yang ngedrop.

Lalu, bagaimana tips menyusui di bulan puasa agar ibu tetap kuat dan bayi menyusu dengan puas?

  1. Benahi mindset dan tujuan puasa saat menyusui

Ibu perlu untuk menentukan tujuan awal tetap berpuasa saat masih menyusui. Bukan karena gegayaan atau agar di cap ibu tangguh, tapi lebih kepada memang kewajiban, dan ibu merasa kuat, serta ibu dan bayi sedang dalam kondisi baik. Bila ibu atau bayi sedang sakit, dan ibu tetap memaksakan berpuasa, alih-alih mendapat pahala, yang terjadi justru mendzolimi diri sendiri, hiks. Jadi, ibu mesti memikirkan lagi ya kesanggupan ibu dan dukungan keluarga juga.

Untuk dukungan keluarga, bicarakan dengan suami dan orang rumah. Misal biasanya ibu mencuci dan beberes rumah, urusan cucian bisa didelegasikan sementara ke laundry, atau suami yang beberes rumah di malam hari (hehe). Hal ini semata-mata agar energy ibu tidak terkuras untuk hal lainnya. Lebih baik fokus menyusui, ibadah, dan menyiapkan makanan berbuka puasa semampunya (bila terlalu lelah untuk masak, bisa beli saja lho Bu). Kadang-kadang sikap ibu yang merasa bisa melakukan semuanya itulah yang justru menyebabkan ibu tidak kuat berpuasa saat menyusui. Jadi, stop memaksakan diri ya Bu.

  1. Konsultasi dengan dokter

Bila memungkinkan, konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan ibu. Terutama bila ada riwayat sakit, baik riwayat penyakit ibu, atau bila bayi juga sedang tidak fit. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau bayi yang berat badannya kurang tentunya juga perlu perhatian khusus soal ASI dan MPASI nya.

  1. Makan dengan komposisi gizi seimbang

Nah, penting sekali agar ibu menyusui makan makanan dengan gizi seimbang. Menyusui sendiri mengeluarkan kurang lebih 700 kalori, dimana kalori tersebut diambil dari makanan ibu atau memecah cadangan energi. Oleh karena itu, ibu menyusui yang sedang berpuasa, disarankan tetap makan 3x sehari, yaitu saat sahur, buka puasa, dan setelah tarawih/ menjelang tidur malam. Tenang saja, nggak akan tambah gendut kok Bu, hehe, karena kan memang fungsinya agar makanan tersebut bisa menjadi cadangan energi di siang hari, yaitu di saat puasa.

  1. Perbanyak konsumsi cairan

Saat dulu saya belum menikah dan memiliki anak, minum banyak juga disarankan bila sedang berpuasa. Apalagi bagi ibu menyusui ya. Minimal ibu menyusui harus minum 2 liter selama waktu berbuka hingga sahur. Boleh kok minum air apa saja, asal bukan kopi dan soda ya, hehe. Sebaiknya air putih, atau jus atau sari buah dan sari lainnya seperti sari kacang hijau. Minum susu saat sahur juga bagus untuk ibu menyusui, bisa susu sapi atau susu kedelai ya. Dengan jumlah cairan yang cukup, ibu menyusui tidak akan mudah terkena dehidrasi.

  1. Perbanyak memompa ASI atau menyusui di malam hari

Tips ini berlaku baik bagi ibu bekerja maupun ibu tidak bekerja. Memompa di malam hari atau saat sahur memang biasanya menghasilkan ASI banyak. Hal ini dikarenakan tubuh memproduksi ASI di saat malam. Ditambah lagi jika berpuasa, maka disarankan memang memompa di malam hari saja. Stok ASI perahnya bisa diminum oleh bayi di siang hari bila ibu mulai merasa dehidrasi. Ibu bekerja juga lebih santai memompa saat siang, bila kebutuhan ASI perah bisa dikejar saat malam hari.

  1. Istirahat cukup

Istiharat ini juga penting untuk ibu menyusui. Mungkin ibu masih begadang bila bayi menangis di malam hari. Oleh karena itu, pastikan ibu cukup istirahat di siang hari. Tidur selama 30-60 menit rasanya sudah lumayan banget untuk ibu. Saat bayi tidur, ibu boleh lho ikut istirahat. Seperti tulisan saya di atas tadi, pekerjaan rumah tangga yang bisa didelegasikan, lebih baik orang lain saja yang melakukannya, lalu ibu fokus pada bayi dan fokus ibadah:)

  1. Minum vitamin atau ASI booster

Tak dipungkiri bahwa kondisi puasa 14 jam akan membuat ibu lebih lemas dibanding saat tidak berpuasa. Agar hal tersebut tidak terjadi, ibu bisa saja minum vitamin yang dapat meningkatkan energi maupun daya tahan tubuh. Misalnya madu, habbatussauda, vitamin C, atau vitamin dengan komposisi lengkap lainnya. Selain itu, bila produksi ASI menurun karena komposisi gizi seimbang ibu tidak terpenuhi, maka ibu juga perlu menambah ASI booster, baik dari sayur katuk, maupun dari produk lain. Nah, saya punya info menarik nih. Kalau ada ASI booster yang sekaligus mengandung vitamin dan peningkat daya tahan tubuh gimana? Mau ga? Saya sih mau banget.

Oke deh, langsung saja saya kenalkan ASI Booster Tea, minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% hanya dalam waktu 24 Jam. Mengapa saya bilang bahwa ASI Booster Tea ini manfaatnya double bahkan tripel? Hal ini dikarenakan kandungannya yang lengkap. Mulai dari Fenugreek Seed, Fenugreek Powder, Fennel Seeds, Fennel Powder, Anise, Cinnam Venum, Alpinia Powder, dan Habbatussauda. Wah ada Habbatussauda nya lho! ASI Booster Tea (walaupun tanpa kandungan daun teh) memang merupakan suplemen penambah ASI yang terbuat dari bahan alami (herbal). Jadi ibu tidak perlu khawatir akan ketagihan atau berdampak negatif bagi ibu dan bayi. Bahan herbalnya telah diteliti sedemikian rupa, hingga jumlah dan komposisinya aman untuk ibu menyusui dan bayi.

Penjelasan mengenai masing-masing kandungan dapat dilihat di gambar ini ya:

Apa saja sih keunggulan dari ASI Booster tea?

• Melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam – 72 jam
• 100% herbal yang aman untuk ibu & bayi
• Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula
• Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui

Mengapa Asi Booster Tea bisa lebih unggul dari pelancar asi lainnya?

Karena ASI Booster Tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh melimpahkan ASI sekaligus benar-benar aman bagi ibu dan bayinya.

Foto dokumen pribadi

Bahkan ASI Booster Tea mengantongi berbagai penghargaan yang membuktikan bahwa memang herbal ini layak dikonsumsi oleh ibu menyusui Indonesia. Yang tak kalah penting adalah sudah terdaftar di Depkes, jadi kita nggak perlu khawatir soal kualitas, kebersihan dan keamanannya.

Siapa saja yang boleh mengkonsumsi ASI Booster Tea?

Siapa saja bisa, bahkan ibu yang berniat menyusui tapi tidak hamil pun bisa lho. Sering dengar kan kisah ibu yang mengadposi anak eh tetap bisa menyusui, hal ini mungkin nggak masuk di nalar ya, tapi kenyataannya ada lho. Nah di kemasan ASI Booster Tea tertulis bahwa tidak disarankan untuk ibu hamil.

Bagaimana Cara Membuat ASI Booster Tea?

Foto dokumen pribadi

ASI Booster Tea berupa herbal yang direbus dahulu sebelum dikonsumsi. Caranya konsumsinya mudah sekali, ASI Booster Tea dapat langsung diminum biasa, bisa ditambah gula, madu, creamer. Bisa juga dibuat campuran minuman kesukaan ibu seperti dicampur jus, susu, atau dibuat milkshake. Diminum hangat atau dingin juga boleh lho.

Untuk lebih lengkapnya bagaimana cara meminum ASI Booster Tea, Ibu dapat menonton video berikut ini:

https://youtube/SIcbKLAWjig

Sudah banyak lho ibu menyusui yang mengkonsumsi ASI Booster Tea, termasuk para public figure yang concern terhadap ASI eksklusif. Siapa saja mereka?

Foto dari IG @asiboostertea

ASI Booster Tea bisa didapatkan dimana saja ya?

Foto dari IG @asiboostertea

Selamat mencoba ya Bu:)

(Visited 125 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

10 Comments

  • Prima Hapsari March 24, 2017 Reply

    Pasti susah ya puasa tapi tetap menyusui, untung ada Booster ASI jadi produksi ASI ngga berkurang

  • Katerina March 24, 2017 Reply

    Ibu2 menyusui akan terbantu sekali ya dengan ASI booster tea ini. Info yang bermanfaat mbak Dian :)

  • Mei Wulandari March 24, 2017 Reply

    Yang jelas harus cukup istirahat dan makan gizi seimbang ya mb biar asi tetap lancar. Dan alhamdulillah udah ada asi booster tea jadi makin tenang deh puasanya

    • dian.ismyama March 30, 2017 Reply

      Benar Mbak. meski banyak ibadah di malam hari dan harus bangun sahur juga, bisa diganti istirahat pas siangnya:)

  • evrinasp March 25, 2017 Reply

    kalau lagi puasa, busui gak khawatir lagi nih buat stok ASInya, sebentar lagi ramadhan kan

  • Grace Melia March 27, 2017 Reply

    Oh iya, nggak terasa sebentar lagi puasa. Semoga lancar menyusui nya untuk semua busui yang berpuasa. Booster nya membantu banget ya, Mak Di.

Leave a Reply