Pulau Padar

Rencana Liburan ke 7 Pulau Menawan di Labuan Bajo

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Labuan Bajo terletak di Nusa Tenggara Timur. Desa ini berada kecamatan Komodo, Kabupaten Maggarai Barat. Keindahan pantainya, dan kejernihan airnya, menjadikan Labuan Bajo layak untuk dikunjungi. Wisata bahari di Labuan Bajo juga terdengar gaungnya di seantero nusantara. Sedihnya, saya belum kesampaian ke sana. Suami yang sudah terlebih dahulu menjejakkan kaki di Labuan Bajo. Nggak tanggung-tanggung, ada empat pulau yang dia singgahi. Jangan tanya keindahan pulau-pulau tersebut, karena kamu pasti akan langsung merencanakan untuk liburan ke sana. Mau tahu seperti apa istimewanya keempat pulau yang menawan hati saya?

  1. Pulau Padar

Pulau Padar

Pulau Padar memang cantik banget

Pulau Padar adalah pulau yang paling sering muncul dalam foto-foto ala selebgram di IG. Nggak hanya cantic, tapi pulau padar memiliki keunikan, yaitu merupakan pulau ketiga terbesar di Kawasan Taman Nasional Komodo. Selain itu, Pulau Padar masuk dalam situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1991. Hal ini dikarenakan pulau ini masuk ke area Taman Nasional Komodo tadi. Meski begitu, komodo justru tidak ditemukan di pulau ini. Jadi kalau kata suami saya, amanlah pas trekking.

Yang sangat ditekankan Pak Suami jika saya jadi mengunjungi Pulau Padar adalah jangan lupa persiapan fisik. Sebaiknya olahraga dulu beberapa minggu sebelum keberangkatan. Untuk berkeliling pulau-pulau di Labuan Bajo memang bakalan naik perahu. Nah, lama perjalanan melalui jalan darat alias jalan kaki menuju puncak Pulau Padar tuh kurang lebih 25 menit jika jalan cepat. Sementara kalau jalan santai, bisa sejam:D.

Kata suami, kondisi treknya cukup bagus, tapi ada beberapa bagian yang terjal, dan licin berpasir. Ngerinya, ada tanjakan dengan kemiringan di atas 45 derajat. Kebayang dong ya medannya seekstrim apa. Berdasar pengalaman daya mendaki Gunung Batur, posisi menanjak itu memang paling melelahkan. Lebih baik jalan perlahan asal selamat deh, daripada terburu-buru. Oh ya, saat suami ke sana tahun 2017 lalu, sedang dibangun tangga untuk menuju puncak Pulau Padar. Sekitar ¼ jalan sudah bertangga. Sementara sisanya ya kayak naik gunung. Untuk safety, jangan lupa pakai pakaian yang nyaman dan alas kaki yang aman (nggak licin, ukurannya pas).

Memang sih keindahan pemandangan dari puncak Pulau Padar sangat sepadan dengan usaha pendakian. Panorama Flores yang tekstur daratannya nggak rata alias berbukit-bukit, diapit oleh tiga teluk. Air di teluk inilah yang warnanya indah banget. Gradasi biru tua, biru muda, dan hijau. Wah, pasti saya bakal terpesona setengah mati dengan lanskap Pulau Padar dari puncak.

Oh ya, suami juga berpesan agar membawa sunblock, hoho. Atau sebaiknya mendaki saat pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas. Pengalaman suami yang trekking di siang bolong, panas banget katanya.

  1. Pulau Kanawa

Pulau Kanawa

Pantai di Pulau Kanawa. Pasirnya putih bersih

Pulau kedua bernama Pulau Kanawa. Pulau ini jelas lebih kecil dari Pulau Padar. Luasnya 35 hektar saja. Letaknya sekitar 10 km dari Labuan Bajo. Yang menarik dari pulau Kanawa adalah pantainya yang indah. Pasir putih, lautan biru, serta wisata bahari yang mengagumkan. Dermaga di pulau ini juga sangat cantik. Kata suami saya, banyak spot yang bagus untuk foto-foto. Jadi saya bakal dapat banyak stok foto buat Instagram nih😊.

Dermaga Pulau Kanawa

Dermaga yang jadi daya tarik Pulau Kanawa

Aktivitas yang bisa dilakukan di pulau ini ya jelas bersantai dan snorkeling, karena ekosistem bawah lautnya begitu memesona. Oh ya, di pulau ini juga ada penginapan lho. Tapi ketika suami saya ke Pulau Kanawa, ia bersama rombongan tidak menginap. Mereka hanya singgah, lalu melanjutkan perjalanan ke pulau lainnya. Jadi menginapnya ya di perahu. Termasuk makan dan tidur. Siap-siap nih saya bakal terombang-ambing di tengah laut.

Oh ya, di Pulau Kanawa juga ada bukit lho. Tapi Pak suami nggak tahu apakah bukit tersebut boleh didaki atau tidak. Mungkin teman-teman ada yang tahu?

  1. Pulau Gili Lawa

Gili Lawa

Dari atas puncak Gili Lawa

trek di Gili Lawa

Penampakan tanah di Gili Lawa

Batuan di Gili Lawa

Masih di Gili Lawa

Destinasi ketiga yang ada dalam daftar rencana liburan saya adalah Pulau Gili Lawa. Pulau ini berada di sebelah utara Pulau Komodo, dan berhadapan dengan Laut Flores. Gili Lawa ini memiliki nama lain yaitu Gili Laba. Penampakan puncak Gili Lawa tak kalah dengan panorama dari atas Pulau Padar. Dua buah pulau terhubung oleh dua selat, menjadi perpaduan lanskap yang indah. Pulau yang berada di Flores disebut Gili Lawa Darat, sementara pulau yang ada di daerah Sumba, disebut Gili Lawa Laut (cmiiw).

sunset di Gili Lawa

Sunset di Gili Lawa

Dari atas puncak Gili Lawa, suami saya dapat melihat sunrise dan sunset. Sore hari, perahu yang ditumpangi oleh suami berhenti di dekat pulau tersebut, kemudian suami dan rombongan naik ke puncak dan menikmati pemandangan di sana, sampai sunset. Menurut suami, ada dua jalur yang dapat didaki, yaitu jalur landau dan jalur terjal. Jalur landau dapat ditempuh sekitar 20 menit. Sementara jalur terjal hanya membutuhkan waktu 10 menit, tetapi ngos-ngosan. Dari foto yang diambil suami, terlihat memang treknya berpasir dan berbatu.

Sunrise di Gili Lawa

Sunrise di Gili Lawa

Rombongan suami memang menginap di perahu. Lalu pagi hari sebelum subuh, mereka naik lagi ke puncak, mengejar sunrise. Jadi bisa dapat dua kali pemandangan yang luar biasa, yaitu matahari terbit dan matahari terbenam. Duh, saya mau juga ah dapat dua-duanya. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Rinca.

  1. Pulau Rinca

Pulau Rinca

Laki-laki di balik foto-foto di artikel ini:D

Menurut Wikipedia, Pulau Rinca ini berada di sebelah barat Pulau Flores, yang dipisahkan oleh Selat Molo. Pulau ini juga masuk dalam Situs Warisan UNESCO, karena merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo. Berbeda dengan ketiga pulau di atas, di pulau Rinca ini, terdapat komodo. Selain Pulau Rinca, komodo juga dapat ditemui di Pulau Komodo, dan beberapa pulau kecil lainnya. Berdasarkan cerita suami, komodo lebih banyak ditemui di Pulau Rinca. Selain itu juga lebih seru. Nggak ngerti juga sih, apanya yang lebih seru. Makanya saya juga memasukkan Pulau Rinca ke daftar liburan di Labuan Bajo.

Lihat deh kegagahan komodo di Pulau Rinca ini. Jadi bikin ingin bercengkerama dengan mereka, kan?:D

Komodo

Komodonya besar banget

  1. Taka Makasar

Taka Makassar

Pulai pasir

Setelah mengunjungi Pulau Rinca, saya ingin meneruskan perjalanan ke Taka Makassar. Pulau ini bukan berada di Sulawesi lho, melainkan masih di Flores. Taka Makassar merupakan pasir yang timbul dan membentuk pulau. Letaknya persis di sebelah Pulau Komodo. Yang menarik, tak hanya ada satu pulau pasir, tapi ada dua pulau pasir yang membentuk daratan.

Dari foto Pak Suami, terlihat bahwa pantai di Taka Makassar sama jernihnya dengan pantai-pantai lain di keempat pulau sebelumnya. Warna air lautnya hijau toska, indah banget! Selain berenang, teman-teman bisa snorkeling juga di sini. Meski begitu, kalau ke Taka Makassar di siang hari, dipastikan sangat panas. Suami sudah berpesan untuk memakai sunblock ketika ke sini.

  1. Pulau Kalong

Penampakan Pulau Kalong. Lihat kan di langitnya banyak kelelawar terbang

Penampakan Pulau Kalong. Lihat, kan? Di langitnya banyak kelelawar terbang.

Pulau menawan keenam yang akan saya kunjungi adalah Pulau Kalong. Sesuai namanya, pulau ini dihuni oleh banyak kelelawar. Kapal rombongan suami parkir di sekitar pulau ini. Selain kelelawar, hanya ada hutan bakau di Pulau Kalong. Saat magrib, kelelawar tersebut baru keluar semua untuk mencari makan. Huaa, kebayang ya gimana ramainya langit di Pulau Kalong kala malam. Apakah seperti di film Batman? Saya harus ke sana nih untuk menyaksikkan dengan mata kepala sendiri.

  1. Pulau Kelor

Pulau Kelor

Pulau Kelor, bentuknya kayak topi/ gayung

Puncak Pulau Kelor

Pemandangan dari atas puncak Pulau Kelor

Pulau Kelor biasanya dijadikan persinggahan para traveler yang akan ke Pulau Padar atau ke Pulau Komodo. Pulau Kelor adalah pulau yang paling kecil dan paling rendah di antara 6 pulau yang saya sebutkan sebelumnya. Di pulai ini juga terdapat bukit yang dapat didaki. Dari foto yang saya lihat, bukitnya nggak terlalu tinggi. Menurut suami, treknya juga tidak terlalu terjal, tetapi ada yang nyaris 60 derajat kemiringannya. Dengan kata lain, pulau ini paling curam tanjakannya. Selain itu, treknya juga paling berpasir, sehingga saat naik dan turun, suami dan rombongan sampai harus jongkok-jongkok agar nggak terjatuh. Pemandangannya sih nggak kalah indah dengan pulau lainnya.

Pantai dan perahu di Pulau Kelor

Pantai dan perahu kecil yang digunakan untuk ke pulau-pulau

Untuk bisa sampai ke empat pulau menawan di atas, teman-teman dapat menempuh jalur udara dari Bali ke Labuan Bajo. Salah satu maskapai penerbangan yang mempunyai jalur ini adalah Garuda Indonesia. Saya berencana ke Labuan Bajo dan mengunjungi tujuh pulau menawan tadi di Bulan September. Alasannya simpel, suami tahun lalu ke sana dan cuacanya bagus, cerah, meski sedikit panas. Lihat deh foto-fotonya yang ciamik. Oleh karena itu, sejak sekarang saya sudah mulai mencari tiket pesawat.

Tempat pencarian tiket andalan saya adalah Skyscanner, yaitu sebuah web yang membantu wisatawan seperti saya untuk mendapatkan tiket paling murah. Tak hanya pesawat, tapi juga hotel dan sewa mobil jika memerlukan. Saya berencana terbang dengan Garuda Indonesia, dikarenakan lama tempuh dari Jogja yang cukup Panjang. Oleh karena itu, saya menginginkan pesawat yang fasilitasnya lengkap dan nyaman.

Labuan Bajo, I’m Coming!

Teman-teman lihat yuk cara mencari tiket pesawat Garuda Indonesia via Skyscanner, mudah banget deh.

  1. Pertama-tama, kita buka dulu web Skyscanner. Lalu pilihlah logo pesawat.
  1. Tahap kedua tinggal mengisi kolom yang tersedia. Pilih dulu rutenya untuk pulang-pergi atau sekali jalan. Lalu isi berangkat dari kota mana dan tujuan ke kota atau bandara mana. Jangan lupa isi tanggal keberangkatan dan atau kepulangan ya. Lengkapi pula jumlah penumpang dan kelas pesawat.
Skyscanner

Isi kolom yang tersedia

Saya memilih rute dari Yogyakarta ke Labuan Bajo. Berangkat tanggal 7 September 2018, dan pulang tanggal 9 September 2018, menggunakan kelas ekonomi.

  1. Setelah mengisi kolom dan klik CARI PENERBANGAN, akan keluar pilihan harga, maskapai, beserta lama penerbangan. Ada beberapa pilihan waktu dan harga tiket pesawat Garuda Indonesia. Teman-teman dapat memilih sesuai kebutuhan dan budget.
garuda indonesia

Bisa pilih sesuai lama penerbangan dan harga

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

  1. Setelah memilih, teman-teman akan diarahkan ke web travel agen atau web maskapai yang dipilih. Kebetulan tadi saya memilih tiket yang langsung dijual oleh web Garuda Indonesia.
garuda indonesia

Saya memilih yang lama penerbangannya minimal

  1. Kemudian, teman-teman tinggal mengikuti alur yang disediakan oleh web yang kita pilih tadi. Di web Garuda Indonesia, saya bisa memilih lagi sesuai dengan budget dan lama terbang yang saya inginkan.
skyscanner ke garuda

Skyscanner mengarahkan ke web travel agen (contoh saya langsung ke web Garuda)

Penerbangan keberangkatan.

labuan bajo

 

labuan bajo

labuan bajo

Saya memilih yang waktu penerbangannya paling cepat (6 jam dengan pemberhentian di CGK)

Penerbangan kepulangan.

labuan bajo

labuan bajo

Saya memilih jadwal keplangan yang lama penerbangannya paling cepat (5 jam dengan pemberhentian di Denpasar)

Total harga tiket pesawat Garuda untuk berangkat dan pulang

labuan bajo

  1. Tahap terakhir adalah mengisi data informasi penumpang dan pembayaran. Untuk pembayaran, teman-teman akan berhubungan langsung dengan travel agen atau maskapai yang dipilih.
informasi penumpang

Isilah informasi penumpang

Selesai deh proses pencarian tiketnya. Mudah bukan? Teman-teman nggak perlu membuka satu per satu travel agen dan membandingkan harganya. Cukup buka Skyscanner dan bisa terlihat harga tiket pesawat Garuda Indonesia yang paling terjangkau.

Doakan saya jadi berangkat liburan ke tujuh pulau menawan di Labuan Bajo ya. Saya ingin melihat langsung keindahan pula-pulau di Indonesia. Saya juga ingin merasakan langsung trekking ke atas puncak pulau-pulau tersebut.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Referensi: Wikipedia

Semua foto adalah dokumentasi pribadi suami dan hak milik www.ismyama.com

(Visited 100 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

16 Comments

  • Joe Candra P April 9, 2018 Reply

    wow indah banget emang alam Indonesia ini, aku harus menjelajah nusantara dengan skyscanner, aplikasi yang benar2 mendukung kita kak hehe

    • dian.ismyama April 11, 2018 Reply

      Indah banget memang. Indonesia luas dan indah ya. Iya skyscanner benar-benar bermanfaat

  • Himawan Sant April 10, 2018 Reply

    Semoga menang lombanya,kak.
    Dan kesampaian travelling ke Labuan Bajo.

  • Ririn Famur Wandes April 10, 2018 Reply

    Hai mbak,
    salam kenal.

    Pertama kali mampir nih.
    AKu belum pernah ke pulau-pulau tersebut di atas.
    Rasanya kok pengen segera meluncur kesana yah melihat keindahannya yang luar biasa itu.

  • Zefy April 10, 2018 Reply

    Aku tuh kalau lihat komodo kok ngeri. Ngebayangin kalau kita dikejar komodo, kan ngeri, mana besar terus beracun lagi. Salut untuk orang-orang yang berani dekat-dekat dengan si komodo

    • dian.ismyama April 11, 2018 Reply

      haha kan ada pawangnya:)aku juga ngeri sih sebenarnya, tapi pasti ada do and dontsnya ketika di sana

  • deddyhuang.com April 13, 2018 Reply

    pengen banget bisa explore ke bajo :(

  • M. Moko April 14, 2018 Reply

    Foto sunset di Gilli Lawa itu keren banget loh Mba……pingin banget ke sana…

  • Annafimuja April 14, 2018 Reply

    perfect nih buat berburu sunset dan sunrise

  • d April 18, 2018 Reply

    Labuan Bajo memang is the best. Nomer dua terbaik di Nusantara setelah Raja Ampat katanya

Leave a Reply

error: Content is protected !!