Prompt #49: Mata Pelacak

facebooktwittergoogle_plusredditmail

Jilatan api melahap atap rumbai gubuk kami. Vorsatir masih berputar putar di udara, menggapai kepulan asap seraya memicingkan mata. Sayapnya merekah. Sisik keemasannya berkilau, senada dengan mata coklat di iris kiri, dan merah di kanan.

Semburan demi semburan panas dia lontarkan. Murka, menggeledah tiap rumah dengan ekor gendutnya. Kau tahu apa yang dicari? Batu ruby dengan ukiran lima unsur bumi di permukaannya, kunci menuju mata air keabadian.

Kesal dengan kesia-siaan, Vorsatir berbalik arah. Membumbung tinggi ke angkasa.

Aku mengintip melalui celah lantai bawah tanah, gemetaran. Sesudah suara amukan Vorsatir menjauh, Ayah menyeret pergelangan tanganku dengan tergesa. Menuju pintu. Melenggang di jalanan dan menabrak penduduk desa yang ketakutan.

“Indira, kau harus bersembunyi ke tempat yang lebih aman. Pamanmu telah menunggu di tepian sungai. Bergegaslah, aku akan menyusul. Kita nanti bertemu di dermaga pulau seberang.” Tangan hangat Ayah membelai pipiku lalu memainkan bandul ruby dan menekannya menembus kulit leherku.

Aku berlari, sekuat tenaga menuju sungai. Paman melambai lalu membantuku naik. Tampak seorang pemuda duduk di ujung perahu.

“Tenang, Nak, dia bersama kita.”

Aku mendekati pemuda dengan jubah coklat dan rambut menjuntai menutup dahi. “Siapa namamu?”

Dia mendongak, matanya berkilat. “Aku..El Maut.”

Kutatap sepasang mata coklat dan merah yang takasing. Menusuk dan menghanguskan.

200 kata.Ditulis untuk MFF, Prompt#49: In the Eye of You

Terinspirasi dari The Hobbit dan 47Ronin

(Visited 26 times, 1 visits today)
facebooktwittergoogle_plusredditmail

8 Comments

  • jampang May 16, 2014 Reply

    tetap aja mati yah?

    belum nonton kedua filmnya 😀

    • dian farida May 16, 2014 Reply

      Kalo di FFku iy,tapi kalau mau dikembangin jadi cerpen atau novel mungkin, bisa dbuat nggak mati, he he. The hobbit terinspirasi naganya, sama adegan naik perahu. 47ronin terinspirasi mata beda warnanya, mata siluman.tonton deh:)

  • Diyar Rahardian May 19, 2014 Reply

    Jadi Vorsatir dan El maut punya mata yang sama, ya? El maut itu bukan jelmaan naga kan?
    Btw aku blm nonton film yang kedua. jadi gak mudeng :)

    • dian farida May 19, 2014 Reply

      Huaa,mksdny el maut disini berkeinginan mencabut nyawanya Indira. Bener jelmaannya vorsatir

  • RedCarra May 19, 2014 Reply

    Haduh. Kalo ini dijadiin cuma 200 kata mah sesaaaakkk :))) jadiin cerpen aja, Mbak Dian 😀 pasti asyik!

    • dian farida May 20, 2014 Reply

      Haha,iy mbak.. Dapetnya ide ini:)

  • riga May 22, 2014 Reply

    iya, nih. awalnya hingga pertengahan begitu ‘menjanjikan’. tapi mulai sedikit janggal pada bagian ‘ayah menyeret tanganku dengan kasar’, dan dilanjut dengan deskripsi sayang seorang ayah. mungkin lebih pas jika kata ‘kasar’ diganti dengan ‘tergesa’.

    dan begitu muncul tokoh El Maut dan cerita tiba-tiba berakhir, aku rasanya jadi….. ugh! kesel!

    • dian farida May 22, 2014 Reply

      Saran diterima,aku ganti tergesa ya. Maksudnya menjanjikan ? Kenapa kesel bang?karena akhirnya ketangkep juga?kembali lagi, terbentur oleh batas 200kata.mungkin mmg lbh tepat dbkin cerpen:).thanks comentnya,hehe

Leave a Reply

error: Content is protected !!